Churun A’in
Program Studi Manajemen Perairan Fakultas Perikanan dan Ilmu Kelautan, Universitas Diponegoro

Published : 6 Documents
Articles

Found 6 Documents
Search

Analysis of Ex Disposal Area Land Use For Agriculture Activity and Mangrove Ecosystem in Segara Anakan Regency Based on Geography Information System A’in, Churun; Subiyanto, Subiyanto; Hartoko, Agus
SAINTEK PERIKANAN Vol 5, No 2 (2010): Jurnal Saintek Perikanan
Publisher : SAINTEK PERIKANAN

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (179.027 KB)

Abstract

The aim of research was  to study potential land location and width of EDA as agriculture activity and mangrove ecosystem, based on land suitability. The research methode was descriptive case study and sampling method used was purposive sampling, including 2 sampling periods (rainy and dry season). The location in this research was Ex Disposal Area (EDA), consist of Klaces, Panikel and Ujunggagak district were involved. Research variabel are soil quality (land quality), water quality and EDA’s environment parameters. Analysis data using GIS, proccess by ER Mapper 7,0 and ArcGIS 9,3 software. The concept of suitability level by scoring method combining values and weight variable. Result of esearch showed that potential land for fisheries activity (pond land)  are: moderately suitable class (S2) is 5,309.05 m2, include Panikel and Ujunggagak district; marginally suitable class (S3) is 77,325.77 m2, not suitable for present time class (N1) is 1,365,955.67 m2, and permanently unsuitable class (N2) is 7,583,809.51 m2. S3, N1,N2 class were found in Panikel, Klaces and Ujunggagak district. Potential land for agriculture activity (rice field)  are : moderately class (S2) is 2,051,725.30 m2; marginally suitable class (S3) is 54,083.03 m2, width of not suitable for present time class (N1) is 2,416,591.48 m2, and permanently unsuitable (N2) is 4,510,000.20 m2. Fourth classes of  potential land for agriculture activity (farming land) exist in Panikel, Klaces and Ujunggagak district. Potential land for mangrove ecosystem are : marginally suitable class (S3) is 401.64 m2, found in Ujunggagak district ; not suitable for present time class (N1) is 1,046.59 m2, include Panikel dan Ujunggagak district, and permanently unsuitable class (N2) is 9.030.951,77 m2. This class are found in Panikel, Klaces and Ujunggagak district. Key Words : Land Use,  EDA, GIS.
PROGRAM PENDAMPINGAN KELOMPOK TANI “KARYA MINA MANDIRI” MANGUNHARJO DALAM RANGKA PENINGKATAN PENJUALAN DAN PROMOSI PRODUK HASIL OLAHAN MANGROVE Widyorini, Niniek; A’in, Churun; Rudiyanti, Siti; Suryanti, Suryanti; Purnomo, Pujiono Wahyu
JURNAL SAINTEK PERIKANAN Vol 10, No 2 (2015): JURNAL SAINTEK PERIKANAN
Publisher : JURNAL SAINTEK PERIKANAN

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (179.41 KB)

Abstract

Sister Program for “Mina Karya Mandiri” Group to Improve Selling and Promotion Mangrove Processing Product  ABSTRAK   Kegiatan Pengabdian Masyarakat melalui program pendampingan kelompok tani dilaksanakan sebagai solusi untuk mengatasi stagnasi produksi dan penjualan hasil olahan mangrove (bolu dan krupuk mangrove) yang dihasilkan oleh Kelompok Tani “Karya Mina Mandiri” (KMM) dilaksanakan pada bulan Agustus-September 2014 di Mangunharjo Semarang. Target luaran (outcome) dalam kegiatan ini adalah pemantapan dan penguatan kerjasama yang selama ini telah terjalin antara tim pengabdian masyarakat dengan kelompok tani KMM sebagai mitra binaan, meningkatkan brand image product, meningkatkan hasil penjualan, meningkatkan minat masyarakat terhadap produk olahan mangrove, serta meningkatkan kesadaran akan pentingnya mangrove. Target kegiatan pengabdian masyarakat sudah terlaksana dengan baik sebesar 90% seperti sosialisasi, penyuluhan, perbaikan kemasan (packaging), pengujian informasi gizi produk dan pemberian bantuan alat kemasan. 10% Target kegiatan berupa promosi serta monitoring program pendampingan yang telah dijalankan, belum dapat dilakukan karena kendala bulan musim panen buah mangrove telah berlalu sehingga kelompok tani “Karya Mina Mandiri” belum dapat memproduksi hasil olahan mangrove dalam volume besar. Hasil pengujian kandungan gizi bolu mangrove sebagai berikut : total antioksidan  129%, kalori 364 Kkal/kg, protein 5,5%, lemak 0,61% dan karbohidrat 78,13% sedangkan pengujian kandungan gizi pada krupuk mangrove adalah sebagai berikut : total antioksidan 1,29%, kalori 240 Kkal/kg, protein 3,89%, lemak 0,3%, karbohidrat 68,29%. Berdasarkan kesimpulan tersebut, maka saran yang bisa disampaikan adalah Kendala musim panen buah mangrove perlu diantisipasi dengan cara mengolah semaksimal mungkin buah mangrove untuk dijadikan tepung pada saat panen dan menyimpannya sebagai stock cadangan pada bulan nonpanen.   Kata kunci : Program Pendampingan, Olahan Mangrove, Kandungan Gizi, Kemasan Produk,  Kelompok Tani “ Karya Mina Mandiri”, Mangunharjo Community Service activities through sister  program implemented as a solution to overcome the stagnation in the production and sale of mangrove processed products (cake and krupuks-snacks mangrove) generated by Farmers Group "Mina Karya Mandiri" (KMM). Target outcomes (outcome) in this activities are the establishment and strengthening of cooperation that has been established between a community service teams with farmer groups KMM as trained partners, improve product brand image, increase sales, increase public interest in the mangrove refined products, as well as raising awareness the importance of mangrove. Target community service activities already performing well by 90% as socialization, counseling, improved packaging (packaging), testing the nutritional information of products and provision of packaging tools. 10% target in the form of promotional activities as well as monitoring of assistance programs that have been run, can not be done because of constraints in mangrove fruit harvest season has passed so that farmers group "Mina Karya Mandiri" have not been able to produce results in large volumes of processed mangrove. The test results  mangrove nutritional content as follows: total antioxidant 129%, 364 calories Kcal/kg, 5,5% protein, fat and carbohydrate 0,61% 78,13% while testing the nutrient content in the mangrove krupuks-snacks are as follows: total antioxidant 1,29%, calories 240 kcal / kg, 3,89% protein, 0,3% fat, carbohydrates 68,29%. Based on these conclusions, the suggestions can be submitted is Constraints mangrove fruit harvest should be anticipated by processing as much as possible to be used as flour mangrove fruit at harvest and store it as a backup in nonharvest stock. Keywords : Sister  Program, Mangrove Processing Product,  Nutritional Ingredients, Packaging Products, Farmers Group "Mina Karya Mandiri", Mangunharjo  
PENGARUH SEDIMENTASI TERHADAP KELIMPAHAN MAKROZOOBENTHOS DI MUARA SUNGAI BETAHWALANG KABUPATEN DEMAK (The effects of sedimentation on macrozoobenthos abundance in Betahlawang Estuary of Demak) Pamuji, Agung; Muskananfola, Max Rudolf; A’in, Churun
JURNAL SAINTEK PERIKANAN Vol 10, No 2 (2015): JURNAL SAINTEK PERIKANAN
Publisher : JURNAL SAINTEK PERIKANAN

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (235.028 KB)

Abstract

 ABSTRAK   Muara merupakan daerah pertemuan antara air tawar yang berasal dari daratan dengan air laut. Wilayah ini mempunyai karakteristik yang berbeda dengan laut maupun perairan air tawar. Bercampurnya kedua jenis air tersebut dipengaruhi pasang surut yang berlangsung secara berkala dan membawa partikel-partikel sedimen yang berasal dari daratan. Dengan adanya masukan air tawar yang membawa partikel sedimen dari daratan yang terjadi secara terus menerus, dapat menyebabkan terjadinya sedimentasi di daerah muara sungai. Adanya peningkatan sedimentasi tersebut dapat berpengaruh terhadap keberadaan hewan Makrozoobentos di daerah muara sungai. Penelitian ini dilakukan pada bulan November-Desember 2014 di Muara Sungai Betahwalang. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui karakteristik dan nilai laju sedimentasi serta mengetahui pengaruh sedimentasi terhadap kelimpahan Makrozoobentos di muara Sungai Betahwalang. Metode yang digunakan adalah metode deskriptif dengan teknik purposive random sampling. Pengambilan sampel dilakukan di 5 (lima) stasiun dengan interval waktu 2 minggu. Karakteristik sedimentasi di muara Sungai Betahwalang adalah berupa liat dengan ukuran butiran fraksi tanah <0,002 mm  kandungan bahan organik termasuk dalam harkat sedang sebesar 14%, laju sedimentasi tergolong kategori sangat berat dengan rata-rata 0,34 kg/m2/hari. Kelimpahan Makrozoobentos di muara Sungai Betahwalang termasuk kategori yang tinggi berkisar antara 154-1.026 ind/m3. Nilai koefisien korelasi yang didapatkan sebesar (r=0,69) menandakan bahwa adanya korelasi yang kuat antara fraksi clay dengan kelimpahan Makrozoobentos. Sedangkan antara laju sedimentasi dengan kelimpahan Makrozoobentos diperoleh nilai koefisien korelasi (r=0,98) menandakan bahwa adanya korelasi yang sangat tinggi dan kuat antara keduanya.   Kata kunci : Sedimentasi, Makrozoobenthos, Betahwalang  Estuary is a transition area between freshwater from mainland and sea water. This area has different characteristic with neither ocean nor fresh water. The waters are influenced by tides which periodically also carry nutrient and sediment particles from mainland. Fresh water inflows carrying sediment particles from the mainland can increase both quantity and quality of sediments furthermore may affect the existence of macrozoobenthos in estuaries. This study was conducted on November to December 2014 in Betahlawang Estuary. The objectives of this study was to know characteristic of sediments and rate of sedimentation in Betahlawang Estuary, also to know the effect of sediment on the structure of macrozoobenthos community in Betahlawang Estuary. This was is a descriptive research used the purposive random sampling technique in collecting samples. The samples were collected from five stations per two. Sediments in the Betahwalang Estuary were  in the form of clay with a diameter of soil fraction <0,002 mm, organic matters were in medium class or 14%, and the rate of sedimentation was categorized as a very heavy with an average of 0.34 kg/m2/day. Abundance of macrozoobenthos in the Betahwalang Estuary was in the category of high or ranging around 154-1.026 ind/m3. There was a strong correlation (r=0,69) between clay fraction and the abundance of macrozoobenthos. While the high correlation coefficient was found also between the rate of sedimentation and abundance of macrozoobenthos (r=0,98), that indicated that their correlation was strong. Keywords : Sedimentation, Macrozoobenthos, Betahlawang  
ANALISIS BEBAN PENCEMARAN DAN INDEKS KUALITAS AIR SUNGAI KRENGSENG, TEMBALANG, SEMARANG Aruan, Daud; Purnomo, Pujiono Wahyu; A’in, Churun
Management of Aquatic Resources Journal VOLUME 5, NOMOR 4, TAHUN 2016
Publisher : Management of Aquatic Resources Journal

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (145.396 KB)

Abstract

ABSTRAKWaduk Diponegoro merupakan bagian dari sistem pembangunan Universitas Diponegoro. Pembangunan Waduk Diponegoro bertujuan sebagai pengendali banjir, sediaan air tanah dan taman rekreasi di kawasan Tembalang. Sungai Krengseng merupakan salah satu sungai yang bermuara di Waduk Diponegoro. Kualitas air yang berada di Sungai Krengseng berpengaruh terhadap kualitas air di Waduk Diponegoro. Oleh karena itu, perlu diadakannya analisi tentang beban pencemar, kualitas air dan status pencemaran di Sungai Krengseng yang akan bermuara ke Waduk Diponegoro. Tujuan penelitian ini menghitung beban pencemaran (TSS, nitrat, fosfat dan BOD), serta mengkaji status pencemaran berdasarkan metode Indeks Kualitas Air. Materi yang digunakan pada penelitian ini adalah air sampel yang diambil dari hulu, tengah dan hilir Sungai Krengseng serta inlet Waduk Diponegoro. Metode penelitian ini menggunakan metode survei. Hasil yang diperoleh berdasarkan analisis beban pencemaran dari sungai Krengseng dan Waduk Diponegoro adalah TSS 1.464,53 ton/tahun, nitrat 36,88 ton/tahun, fosfat 15,13 ton/tahun dan BOD 385 ton/tahun. Status pencemaran Sungai Krengseng dan Waduk Diponegoro adalah bagian hulu masuk ke dalam kelas tercemar ringan dan pada bagian tengah, hilir, serta waduk masuk ke dalam kelas tercemar sedang. Kata kunci:          Beban Pencemaran, Indeks Kualitas Air, Status Pencemaran, Sungai Krengseng, Waduk Diponegoro  ABSTRACT Diponegoro reservoir is a part of Development system of Diponegoro University.  Development of Diponegoro reservoir function are flood control, groundwater supplies, and amusement park on Tembalang area. Krengseng River is one of river that flow to Diponegoro reservoir. The quality of water on the Krengseng river has effect to the quality of water on Diponegoro reservoir. Therefore, there is an analysis about waters quality of pollution load, waters quality, and pollution status on Krengseng River that will flow on Diponegoro reservoir. The purpose of this study is to calculate pollution load ( TSS, nitral, fosfat, and BOD) and also study the pollution load based on method of waters quality index. The material used in the study of water sample are taken from upstream, middle, downstream of Krengseng river and Diponegoro reservoir lipped. This method used method survey. The result obtained by analysis of Pollution load from Krengseng river and Diponegoro reservoir are  TSS 1.464,53 tons/year, nitrat 36,88 tons/year, fosfat 15,13 tons/yearand BOD 385 tons/year. Pollution status of Krengseng River and Diponegoro reservoir are parts of upstream into low class pollution, middle downstream and reservoir into middle class pollution.  Keywords :            Pollution load, waters quality index, pollution status, Krengseng river, Diponegoro reservoir. 
KARAKTERISTIK DAN POTENSI HARA SEDIMEN PADA LAHAN BASAH DI DESA TANGGUL TLARE KECAMATAN KEDUNG KABUPATEN JEPARA A’in, Churun
BULETIN OSEANOGRAFI MARINA Vol 1, No 2 (2012): Buletin Oseanografi Marina
Publisher : BULETIN OSEANOGRAFI MARINA

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (347.281 KB)

Abstract

Lahan basah merupakan salah satu daerah vital di wilayah pesisir. Dipandang dari segi ekologis kawasan ini menyimpan beragam fungsi diantaranya: sebagai buffer area, konversi dan pensuplai nutrien, menyerap dan mereduksi banjir, serta habitat bagi beberapa spesies hewan pesisir. Untuk mendukung usaha pengembangan kawasan lahan basah sebagai suatu sumberdaya alamiah, maka diperlukan suatu survai tanah (lahan) ataupun pemetaan kemampuan tanah. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui profil fisik dan potensi hara sedimen pada lahan basah di desa Tanggul Tlare dan sekaligus mengetahui hubungan kualitas sedimen dan sediaan hara. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah “Sample Survey Method” dan bersifat deskriptif guna memberikan gambaran mengenai situasi dan kondisi secara lokal. Penelitian ini dilaksanakan pada bulan Juli – Agustus 2007 di desa Tanggul Tlarre, kelurahan Kedung, kecamatan Tahunan, kabupaten Jepara. Berdasarkan sifat dan karakteristiknya lahan basah di desa Tanggul Tlare digolongkan sebagai lahan basah tipe rawa pasang surut. Spesifikasi yang dimiliki lahan basah tersebut diantaranya adalah adanya perbedaan substrat dasar yang menyebabkan beberapa pola zonasi; zona I didominasi pasir, zona II didominasi lempung, zona III didominasi lumpur; kepayauan akan semakin berkurang untuk setiap peningkatan zona; bahan organik (BOT) yang tinggi. Dari hasil penelitian potensi hara yang dimiliki lahan basah tersebut dikategorikan dalam taraf rendah (nitrogen total dan fosfat).  Kualitas sedimen berpengaruh secara nyata terhadap potensi hara dengan indeks korelasi yang erat, kecuali BOT dan fosfat (thit = 1,817 < ttab=2,633; r = 0,491) yaitu liat berpengaruh terhadap sediaan fosfat (thit = 5,800 > ttab=2,633; r = 0,878), liat berpengaruh terhadap sediaan nitrogen (thit = 6,169 > ttab=2,633; r = 0,890), BOT berpengaruh terhadap N (thit = 7,251 > ttab=2,633; r = 0,917),  dan  BOT berpengaruh terhadap C (thit = 38,820 > ttab=2,633; r = 0,997). Disamping itu nilai kualitas sedimen dapat dijadikan sebagai penduga sediaan hara sedimen (Y=a + bX). Kata Kunci : Lahan Basah, Kualitas Sedimen, Potensi Hara
PERFORMA MIKROORGANISMEDENGAN PERLAKUAN BERBEDA TERHA DAP KONSENTRASI AMONIAK, NIRIT dan ASAM SULFIDA PADA LIMBAH PENCUCIAN IKAN TONGKOL Microorganism Performance with different Treatment Toward Consentration of Ammonia, Nitrite and Acid Sulfide Fitriadi, Rafiq; Haeruddin, Haeruddin; A’in, Churun
SAINTEK PERIKANAN : Indonesian Journal of Fisheries Science and Technology Vol 11, No 2 (2016): SAINTEK PERIKANAN
Publisher : Fakultas Perikanan dan Ilmu Kelautan, Universitas Diponegoro

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (211.038 KB)

Abstract

 Teknik untuk memperbaiki kualitas perairan yang aman dan efektif salah satunya dapat menggunakan mikroorganisme.Penelitian ini menggunakan produk mikroorganismepengolah limbah dengan komposisi (Rhodopseudomonas sp., Lactobacillus sp., Aspergillus sp., Penicilium sp., Sacharomyces sp. dan Actinomycets sp.) sebagai bahan bioremidiator untuk mereduksi bahan pencemar pada limbah pencucian ikan tongkol sebagai air sampel. Penelitian ini mengukur konsentrasi amoniak (NH3), nitrit (NO2) dan asam sulfida (H2S) sebagai parameter utama dan DO, pH dan temperatur air sebagai parameter pendukung. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui kemampuan mikroorganisme pengolah limbah dengan perlakuan yang berbeda terhadap konsentrasi amoniak, nitrit dan asam sulfida. Perlakuan berbeda pada penelitian ini yaitu dengan 2 tahap uji, mikroorganisme tidak difermentasi dan difermentasi masing-masing selama 24 dan 96 jam dan terdiri dari 3 ulangan. Hasil yang diperoleh dari penelitian ini menunjukkan bahwa masing- masing perlakuan mengalami peningkatan konsentrasi amoniak, nitrit dan asam sulfida. Peningkatan konsentrasi amoniak, nitrit dan asam sulfida yang paling rendah dari perlakuan lainnya adalah pada perlakuan mikroorganisme yang tidak difermentasi selama 96 jam. Kata kunci: Limbah pencucian ikan, mikroorganisme, amoniak, nitrit, asam sulfida  ABSTRACT One of techniques to improve the quality of water that is safety and effectivelly can use microorganisms. This study uses a product microorganisms waste treatment with the composition are (Rhodopseudomonas sp., Lactobacillus sp., Aspergillus sp., Penicilium sp., Sacharomyces sp. and Actinomycets sp.) as a material bioremidiator to reduce pollutants and waste leaching Tongkol fish (Auxis thazard) as water samples , This study measured the concentration of ammonia (NH3), nitrite (NO2) and hydrogen sulfide (H2S) as the main parameter and DO, pH and water temperature as a secondary parameter. This study aims to determine the ability of microorganisms to the waste treatment unequal treatment of concentrations of ammonia, nitrite, and hydrogen sulfide. Different treatment on this study are the second phase of the test, the microorganism is not fermented and unfermented respectively for 24 and 96 hours and consists of three replications. The results of this study indicate that each treatment had increased concentrations of ammonia, nitrite, and hydrogen sulfide. Increasing concentrations of ammonia, nitrite and hydrogen sulfide are lower than most other treatments is the treatment of microorganisms are fermented for 96 hours. Keywords: Fish washery waste, microorganism, ammonia, nitrite, hydrogen sulfide