Articles

Found 13 Documents
Search

Pembuatan Website SDN 02 Jantiharjo Menggunakan Content Management System ., Suyono
Seruni - Seminar Riset Unggulan Nasional Informatika dan Komputer Vol 2, No 1 (2013): Seruni 2013 - Seminar Riset Unggulan Nasional Informatika dan Komputer
Publisher : Universitas Surakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | http://ejournal.unsa.ac.id/index.php/seruni/article/view/722

Abstract

ABSTRAKSI – Penyampaian informasi tentang sekolah khususnya sekolah dasar khususnya yang berada di pinggiran daerah yang masih sangat minim secara tidak langsung menghambat perkembangan dan pembangunan sekolah baik dari segi prestasi maupun dari sisi pembangunan secara fisik. Teknologi informasi menjadi salah satu sumberdaya yang dapat digunakan untuk mengatasi atau paling tidak mengurangi masalah penyebaran informasi sekolah dasar yang berada di daerah. Hal ini dilakukan dengan pembuatan website untuk Sekolah Dasar yang memaparkan segala hal tentang sekolah terkait baik dari sisi kekurangan dan kelebihannya agar diketahui masyarakat dan pihak-pihak terkait dalam hal ini pemerintah, yang pada akhirnya akan menimbulkan opini dan gagasan-gagasan ke arah yang lebih baik demi kepentingan bersama. Kegiatan penelitian ini bertujuan untuk memberikan informasi lebih kepada masyarakat, pemerintah dan pihak-pihak terkait tentang sebuah instansi khususnya SDN 02 jantiharjo yang meliputi informasi tentang prestasi, kondisi belajar, kondisi fisik sekolah, organisasi sekolah dan informasi lain yang layak untuk disampaikan kepada pihak lain agar diketahui dan diharapkan ada respon dan tindak lanjut dengan adanya informasi yang telah disampaikan melalui website yang telah dibuat. Dengan Pembuatan website SDN 02 Jantiharjo ini dapat membantu pihak sekolah khususnya SDN 02 Jantiharjo untuk menyampaikan informasi kepada pihak lain agar mengetahui berbagai hal terkait kondisi sekolah, dan diharapkan mendapatkan respon positif dari masyarakat dan pihak terkait demi kelancaran kegiatan belajar dan pembangunan Sekolah Dasar, khususnya di Sekolah Dasar Negeri 02 Jantiharjo. . Kata kunci : Sekolah Dasar, Website, Website Sekolah
Pengaruh Penerapan Sirip Dalam (Internal Fin) untuk Menghasilkan Uap Superheat pada Pembangkit Uap ., Nuryanti; Sumardi S., Adhitya; ., Suyono
Jurnal Teknik Mesin Vol 14, No 1 (2013): APRIL 2013
Publisher : Institute of Research and Community Outreach - Petra Christian University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.9744/jtm.14.1.35-39

Abstract

Permasalahan energi sekarang ini telah menjadi salah satu hal utama yang menjadi perhatian semua kalangan baik itu upaya dalam mencari sumber energi alternativ non fosil maupun upaya-upaya pengefisienan energi. Adapun salah satu upaya pengefisienan energi tersebut adalah dengan melakukan perancangan dan pembuatan system Pembangkit uap superheat yang menggunakan sirip dalam (internal fin). Uap superheat yang memiliki temperatur di atas 150 ºC diharapkan dapat memberikan pemanasan yang lebih baik dibandingkan dengan pemanasan hanya dengan menggunakan air mendidih. Kegunaan sirip yang sebelumnya sebagai salah satu media pembuang kelebihan kalor maka dalam perancangan pembangkit uap superheat digunakan untuk memberikan kalor tambahan yaitu dengan memasangnya di dalam ketel pembangkit uap. Ketel dibuat dengan bahan stainless steel dengan ketebalan 2 mm dan berdiameter 20 cm. Sedangkan sirip-sirip terbuat dari material yang sama namun dengan ketebalan 0.52 mm dengan dimensi 3 X 10 cm2 sebanyak 10 buah. Air yang dipanaskan hingga mencapai keadaan uap jenuh akan mengalir melewati sirip-sirip dalam. Uap jenuh yang semula memiliki temperatur 100 oC setelah melewati sirip dalam akan mendapatkan tambahan kalor sehingga memiliki temperature rata-rata 175 oC atau telah memasuki fasa superheat. Adapun debit aliran uap superheat rata-rata 5.4 ml/menit. Adanya pemasangan sirip dalam telah meningkatkan penambahan kalor pada uap superheat hingga 60%. Dalam percobaan pemanasan sampel makanan yang sama antara direbus secara konvensional dan menggunakan uap superheat maka setelah diamati selama 15 menit hasil dengan menggunakan uap superheat menunjukkan kondisi yang lebih matang.
EKSPERIMENTASI PEMBELAJARAN MATEMATIKA DENGAN MENGGUNAKAN MODEL PEMBELAJARAN KOOPERATIF TIPE JIGSAW DAN JIGSAW TERMODIFIKASI DITINJAU DARI KREATIVITAS BELAJAR SISWA SMP DI KABUPATEN NGANJUK Asngari, Imam; ., Budiyono; ., Suyono
Jurnal Penelitian Pendidikan Vol 4, No 1 (2012): Jurnal Penelitian Pendidikan
Publisher : STKIP PGRI PACITAN

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

The experimentation of mathematics learning by using Cooperative Learning Model of Modification Jigsaw Type And Jigsaw is viewed from the Learning Creativity of Junior Students in Nganjuk Regency. The objectives of Research are (1) to find out the differences of Mathematics Learning Achievement for students who use cooperative learning model of modification Jigsaw type, Jigsaw Cooperative Learning and Conventional Learning. (2) to find out the differences of Mathematics Learning Achievement for the students have the different Learning Creativity Grade.(3) to find out the differences of Mathematics Learning Achievement for the students on application of cooperative learning model of modification Jigsaw Type, Jigsaw Cooperative Learning and Convensional Learning have a different learning creativity grade.The concluclusion of research are that: (1) The students’ mathemetics learning result that be taught with Modification Jigsaw Cooperative Learning Model is better  than that be taught with Jigsaw Learning, the students’ mathematics learning result that be taught with modification jigsaw cooperative learning model is better than that be taught with conventional learning and the students’ mathematics learning result that be taught with jigsaw cooperative learning model is better than that be taught with conventional learning. (2) The students’ learning result who have a high learning creativity as good as with the students have a medium learning creativity, the students’ learning result who have a high learning creativity is better than the students have a low learning creativity and the students’ learning result who have a medium learning creativity as good as with the students have a low learning creativity. (3a) On every learning model, the students with a high learning creativity, the students’ mathematics learning result equal the students who have a medium learning creativity, the students with a high learning creativity, the students’ mathematics learning result is better than the students with a low learning creativity and the students with a medium learning creativity, the students’ learning result equal the students who have a low learning creativity. (3b) On every creativity grade, mathematics learning result with modification jigsaw cooperative learning model is better than jigsaw learning model, mathematics learning result with jigsaw cooperative learning model is better than conventional learning model and mathematics learning result with modification jigsaw cooperative learning model is better than conventional learning model.Keyword: Modification Jigsaw, Jigsaw, conventional, learning creativity, learning result.
ANALISIS ANGGARAN DAN REALISASI PROYEK PERKUATAN TEBING DAN NORMALISASI SUNGAI KARANG MUMUS TAHUN 2008 PT. HUTAMA KARYA (Persero) ., Suyono
EKONOMIA Vol 1, No 1 (2012)
Publisher : EKONOMIA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Rumusan masalah dalam penelitian ini adalah Apakah yang menjadi penyebab mendasar terjadinya selisih antara anggaran dan realisasi biaya Proyek Perkuatan Tebing dan Normalisasi Sungai Karang Mumus Samarinda tahun 2008 pada PT. Hutama Karya (Persero) Wilayah III Balikpapan.                Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui anggaran biaya proyek perkuatan tebing dan normalisasi sungai karang mumus pada PT. Hutama Karya (Persero) Wilayah III Balikapapan, untuk mengetahui selisih anggaran dan realisasi biaya Proyek Perkuatan Tebing dan Normalisasi Sungai Karang Mumus pada PT. Hutama Karya (Persero) Wilayah III Balikapapan, dan untuk menganalisis faktor-faktor penyebab terjadinya selisih antara anggaran dengan realisasi biaya Proyek Perkuatan Tebing dan Normalisasi Sungai Karang Mumus pada PT. Hutama Karya (Persero) Wilayah III Balikpapan.                Alat analisis yang digunakan adalah analisis variance (selisih) anggaran biaya. Hipotesis diterima apabila terjadi perubahan harga pada bahan baku/material antara anggaran dan realisasi biaya Proyek Perkuatan Tebing dan Normalisasi Sungai Karang Mumus tahun 2008 di Samarinda pada PT. Hutama Karya (Persero) Wilayah III Balikpapan, sebaliknya apabila tidak terjadi perubahan harga pada bahan baku/material antara anggaran dan realisasi biaya Proyek Perkuatan Tebing dan Normalisasi Sungai Karang Mumus pada PT. Hutama Karya (Persero) Wilayah III Balikpapan maka hipotesis di tolak.                Berdasarkan hasil penelitian diketahui bahwa penyebab mendasar terjadinya selisih antara anggaran dan realisasi biaya proyek Perkuatan Tebing dan Normalisasi Sungai Karang Mumus pada PT. Hutama Karya (Persero) tahun 2008 adalah pada bahan baku/material sebesar Rp. 509.259.000,00 atau sebesar 5,93%, sehingga hipotesis penulis diterima.
Pembuatan Website SDN 02 Jantiharjo Menggunakan Content Management System ., Suyono
Seruni - Seminar Riset Unggulan Nasional Inoformatika dan Komputer Seruni 2013 - Seminar Riset Unggulan Nasional Informatika dan Komputer
Publisher : Seruni - Seminar Riset Unggulan Nasional Inoformatika dan Komputer

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

ABSTRAKSI – Penyampaian informasi tentang sekolah khususnya sekolah dasar khususnya yang berada di pinggiran daerah yang masih sangat minim secara tidak langsung menghambat perkembangan dan pembangunan sekolah baik dari segi prestasi maupun dari sisi pembangunan secara fisik. Teknologi informasi menjadi salah satu sumberdaya yang dapat digunakan untuk mengatasi atau paling tidak mengurangi masalah penyebaran informasi sekolah dasar yang berada di daerah. Hal ini dilakukan dengan pembuatan website untuk Sekolah Dasar yang memaparkan segala hal tentang sekolah terkait baik dari sisi kekurangan dan kelebihannya agar diketahui masyarakat dan pihak-pihak terkait dalam hal ini pemerintah, yang pada akhirnya akan menimbulkan opini dan gagasan-gagasan ke arah yang lebih baik demi kepentingan bersama. Kegiatan penelitian ini bertujuan untuk memberikan informasi lebih kepada masyarakat, pemerintah dan pihak-pihak terkait tentang sebuah instansi khususnya SDN 02 jantiharjo yang meliputi informasi tentang prestasi, kondisi belajar, kondisi fisik sekolah, organisasi sekolah dan informasi lain yang layak untuk disampaikan kepada pihak lain agar diketahui dan diharapkan ada respon dan tindak lanjut dengan adanya informasi yang telah disampaikan melalui website yang telah dibuat. Dengan Pembuatan website SDN 02 Jantiharjo ini dapat membantu pihak sekolah khususnya SDN 02 Jantiharjo untuk menyampaikan informasi kepada pihak lain agar mengetahui berbagai hal terkait kondisi sekolah, dan diharapkan mendapatkan respon positif dari masyarakat dan pihak terkait demi kelancaran kegiatan belajar dan pembangunan Sekolah Dasar, khususnya di Sekolah Dasar Negeri 02 Jantiharjo. . Kata kunci : Sekolah Dasar, Website, Website Sekolah
Optimalisasi Microsoft Office Powerpoint 2010 Dalam Pembuatan Media Interaktif Penggandaan Dokumen Untuk Program Keahlian Administrasi Perkantoran Sekolah Menengah Kejuruan Negeri 1 ., Suyono; Kristianto Nugroho, Gesang
Speed - Sentra Penelitian Engineering dan Edukasi Vol 4, No 2 (2012): Speed 14 - 2012
Publisher : APMMI - Asosiasi Profesi Multimedia Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.3112/speed.v4i2.1266

Abstract

Abstrak : Peran  teknologi informasi dalam hal ini Komputer di dunia pendidikan sangatlah penting. Penyampaian informasi khususnya materi pembelajaran untuk siswa memang harus dibuat semenarik mungkin untuk meningkatkan minat dan ketertarikan siswa dalam menerima materi dari guru. Penggunaan teknologi informasi dalam kasus ini adalah dengan memanfaatkan penggunaan software aplikasi presentasi yang mudah dan powerfull dengan tetap mempermudah guru untuk melakukan editing materi. Sebagai salah satu sekolah berstatus Rintisan Sekolah Bertaraf Internasional(RSBI), Sekolah Menengah Kejuruan(SMK) Negeri 1 Karanganyar telah menggunakan LCD Projector di setiap ruang kelas maupun ruang praktek yang digunakan untuk menyampaikan materi pelajaran setiap harinya.Microsoft Office PowerPoint dapat dimaksimalkan penggunaanya dengan memanfaatkan fasilitas-fasilitas di dalamnya. Sekian banyak Guru enggan untuk menggali dan mengeksplorasi lebih jauh mengenai fitur-fitur yang ada di Microsoft Office PowerPoint bahkan belum mengenal fitur-fitur tersebut. Dengan memanfaatkan dan memaksimalkan fitur custom animation, pemilihan transisi yang tepat, penambahan video, gambar dan penambahan effect, maka penyampaian materi lebih menarik sehingga turut menarik minat siswa terhadap pelajaran yang disampaikan dengan media ini.Penelitian ini bertujuan memaksimalkan fitur Microsoft Office PowerPoint terutama 2010 sebagai aplikasi presentasi interaktif untuk pegangan Guru dan sebagai media belajar siswa khususnya di Program Keahlian Administrasi Perkantoran.Kata kunci : Administrasi perkantoran, Media, Pembelajaran, 
Effectiveness of Foliar Application of Potassium on Flowering and Fruiting of Cocoa Erwiyono, Rudy; Sucahyo, Achmad; ., Suyono; Winarso, Sugeng
Pelita Perkebunan (Coffee and Cocoa Research Journal) Vol 22, No 1 (2006)
Publisher : Indonesian Coffee and Cocoa Research Institute

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

An experiment of foliar application of potassium on cocoa has been carried out in Kaliwining Experimental Station, Indonesian Coffee and Cocoa Research Institute in Jember to study its effectiveness on the flowering and fruiting of cocoa. The experiment was arranged according to factorial design of 2 factors with environmental design of randomized complete blocks. The first factor was soil application of potassium fertilization in two levels, i.e. without fertilizer and with K-fertilizer as KCl. The second factor was application of potassium from two sources, i.e. KCl and KNO 3 , with 3 levels, i.e. without fertilizer (sprayed with water only), K-fertilizer as KCl and K-fertilizer as KNO 3. The experiment was done in 4 replicates. Parameters observed included newly formed flowers, new young fruits and the fresh-developing fruits. The results showed that foliar application of fertilizer was more effective than soil application and plant response was better in increasing new flower formation. On the other hand, the effect of soil application of fertilizer was slow. Foliar application of potassium followed by soil application of potassium fertilizer was more effective in the form of KNO 3 rather than in the form of KCl in increasing new flower formation. The dosage of foliar application of potassium could not significantly increase new young fruit formation. On the other hand, the dosage of soil application of potassium could increase new young fruit formation significantly. Key words: foliar application, kalium, flower, young fruit, cocoa.
PERANAN PEMAHAMAN PETUNJUK OPERASIONAL DALAM PROGRAM BORLAND DELPHI DAN KESERINGAN BERLATIH TERHADAP KEMAMPUAN MENGOPERASIKAN PROGRAM BORLAND DELPHI1 ., Suyono; ., Indriati
Media Penelitian Pendidikan Vol 9, No 1 juni (2015): mpp
Publisher : Media Penelitian Pendidikan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

The course of Database System includes theory and practice . Consequently the students should master the theory before, they do the practice. The theory is provided by the course with a course book of Borland Delphy programming database system. The Borland Delpy program provides the operational instructions in English. To operate the program then they should understand the instructions. By understanding the instructions hopefully they can operate the program to produce listing of program codes and component graphs. To aquire the skill, they need to practice. The question undert study is which variable plays more significantly in acquiring the skill, their understanding the English instructions or their practice frequency. To find out the answer an ex post facto study was conducted at PGRI University Semarang to undergraduate students majoring in Information Technology Education, PMIPATI Faculty who were taking the course of Database System at semester 3. There were 2 classes with 21 students in each class, 16 of which were included in the study, so there were 32 participants of the study. There were 3 types of data in the study: (1) the data of the students skill in understanding Borland Delhpy Program operational instructions in English, (2) the data of practice frequency, and (3) the data of the mastery of operating Borland Delphy program. The first two data were collected bu using tests, and the third was collected by using a questionairre. It can be concluded from the follow up analyses and the partial correlation coefficient test that ability to understand English instructions in Borland Delphy program had a significant role in the ability to operate it. It was proven by the follow up analysis of t1=5,385>tsig.5%=2,04. It resulted from the course book in Indonesian they used as well as their paying attention to the operational instructionals of the program in English. On the other hand the practice frequency did not significantly contribute to the skill. It was confirmed by the follow up analysis of t2=-0,029<tsig.5% =2,04. It means the less they practice, the less skillful they were in operating the program and in understanding the English instructions of the Borland Delphy program. Keywords : The Role, Understanding, Practicing, Abitlity, The Borland Delphi Program
PERANAN PEMAHAMAN PETUNJUK OPERASIONAL DALAM PROGRAM BORLAND DELPHI DAN KESERINGAN BERLATIH TERHADAP KEMAMPUAN MENGOPERASIKAN PROGRAM BORLAND DELPHI1 ., Suyono; ., Indriati
Media Penelitian Pendidikan Vol 9, No 1 juni (2015): mpp
Publisher : Media Penelitian Pendidikan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

The course of Database System includes theory and practice . Consequently the students should master the theory before, they do the practice. The theory is provided by the course with a course book of Borland Delphy programming database system. The Borland Delpy program provides the operational instructions in English. To operate the program then they should understand the instructions. By understanding the instructions hopefully they can operate the program to produce listing of program codes and component graphs. To aquire the skill, they need to practice. The question undert study is which variable plays more significantly in acquiring the skill, their understanding the English instructions or their practice frequency. To find out the answer an ex post facto study was conducted at PGRI University Semarang to undergraduate students majoring in Information Technology Education, PMIPATI Faculty who were taking the course of Database System at semester 3. There were 2 classes with 21 students in each class, 16 of which were included in the study, so there were 32 participants of the study. There were 3 types of data in the study: (1) the data of the students skill in understanding Borland Delhpy Program operational instructions in English, (2) the data of practice frequency, and (3) the data of the mastery of operating Borland Delphy program. The first two data were collected bu using tests, and the third was collected by using a questionairre. It can be concluded from the follow up analyses and the partial correlation coefficient test that ability to understand English instructions in Borland Delphy program had a significant role in the ability to operate it. It was proven by the follow up analysis of t1=5,385>tsig.5%=2,04. It resulted from the course book in Indonesian they used as well as their paying attention to the operational instructionals of the program in English. On the other hand the practice frequency did not significantly contribute to the skill. It was confirmed by the follow up analysis of t2=-0,029<tsig.5% =2,04. It means the less they practice, the less skillful they were in operating the program and in understanding the English instructions of the Borland Delphy program. Keywords : The Role, Understanding, Practicing, Abitlity, The Borland Delphi Program
IMPLEMENTASI MODEL PEMBELAJARAN INKUIRI TERBIMBING PADA MATERI SIFAT KOLIGATIF LARUTAN Permatasari, Rosalina Eka; Yuanita, Leny; ., Suyono
JURNAL PENA SAINS Vol 1, No 2 (2014): JURNAL PENA SAINS
Publisher : JURNAL PENA SAINS

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Tujuan utama dari penelitian ini adalah mengetahui keterlaksanaan pembelajaran inkuiri terbimbing, kompetensi psikomotorik, dan afektif siswa melalui pembelajaran inkuiri terbimbing dengan melatihkan keterampilan proses yang dirancang mengikuti pola pengintegrasian kurikulum nested. Rancangan penelitian ini menggunakan One Group Pretest-Posttest Design, dilaksanakan dalam tiga kali pertemuan dan melibatkan siswa kelas XI IPA 5 dan XI IPA 6 SMA Negeri 2 Surabaya. Instrumen yang digunakan meliputi: lembar pengamatan keterlaksanaan pembelajaran, kompetensi psikomotorik, dan afektif siswa. Hasil analisis data menunjukkan bahwa kegiatan pembelajaran sesuai dengan sintaks pembelajaran inkuiri terbimbing mendapat kategori penilaian baik. Kompetensi psikomotorik siswa secara umum berkategori baik, kompetensi yang dominan adalah bekerjasama dan keterampilan dalam mengukur suhu dengan termometer. Kompetensi afektif siswa secara umum berkategori baik, meliputi berpendapat, jujur, dan kerjasama.