Articles

Found 9 Documents
Search

Analisis Performansi VSAT IP Dan VSAT LINK Dalam Akses Data Internet Pada PT. Lintasarta Cabang Pontianak ., Subandi
Jurnal Teknik Elektro Universitas Tanjungpura Vol 1, No 1 (2013): Jurnal Teknik Elektro UNTAN
Publisher : Jurnal Teknik Elektro Universitas Tanjungpura

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (289.869 KB)

Abstract

Abstrak - Banyak perusahaan besar maupun anak cabang perusahaan di Kalimatan Barat, yang telah menggunakan jasa VSAT untuk kepentingan bisnisnya, diantaranya PT. Sintang Raya dan PT. Poliplant Sejahtera Mill merupakan salah satu perusahaan yang bergerak dibidang perkebunan kelapa sawit di Kalimantan Barat. PT. Lintasarta sebagai penyedia layanan komunikasi satelit memberikan solusi untuk memenuhi kebutuhan akses data internet. Salah satu parameter untuk menganalisis kepadatan trafik suatu jaringan, adalah tingkat penggunaan bandwidth pada jaringan tersebut. Dengan adanya tampilan trafik informasi penggunaan bandwidth tersebut, dapat dilihat performansi VSAT IP dan VSAT LINK. Hasil perhitungan rata-rata Maximal In (download) bandwidth total PT. Sintang Raya= 344,375 kbps, CIR = 11,479 kbps, Kapasitas Data = 1,434 KB, dan Throughput = 344,375 kbps. Internet yang disewa PT. Sintang Raya dengan bandwidth 512 kbps sudah cukup, sehingga dengan bandwidth yang telah ada user masih bisa melakukan akses internet. Sedangkan hasil perhitungan rata-rata Maximal Out (upload) bandwidth total PT. Poliplant Sejahtera Mill = 151,416 kbps, CIR = 5,047 kbps, Kapasitas Data = 0,630 KB dan Throughput = 151,419 kbps. Internet yang disewa PT. Poliplant Sejahtera Mill dengan bandwidth 512 kbps melebihi dari yang diperlukan dan user tidak menggunakan maksimal internetnya. Maka PT. Poliplant Sejahtera Mill perlu menurunkan bandwidthnya menjadi 256 kbps, supaya tidak terjadi pemborosan bandwidth yang disewa. Kata kunci : VSAT, Internet, Multi Router Traffic Grapher (MRTG)
Penelitian KualitasBata Dan Pengaruh Jenis Bahan Bakar Serta Campuran Pasir Terhadap Kuat Tekan Bata Guntur, Hartono; ., Sulistia; ., Subandi
SIMETRIS No 9 (2009): SIMETRIS NO 09
Publisher : SIMETRIS

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian  ini  bertujuan  menganalisa  standar  mutu  batu  bata  merah  dari  wilayah  Kabupaten  Blora,  menganalisa pengaruh  penggunaan  jenis  bahan  bakar  terhadap  kuat  tekan  batu  bata  dan  menganalisa  pengaruh  proporsi  campuran material  pembuat  bata  terhadap  kuat  tekan  batu  bata.  Material  benda  uji  asli  terdiri  dari  sampel  batu  bata  merah  yang berasal dari  perajin  batu bata  di wilayah  Kabupaten  Blora  dan sekitarnya.  Pengambilan sampel dilakukan secara acak dan minimal berjumlah  50 untuk tiap  lokasi.  Lokasi pengujian sampel  dilakukan  di  Laboratorium  Bahan Bangunan  STTR Cepu, meliputipengujian fisik (ukuran dan tampak luar batu bata), kuattekan, penyerapan air, pengujian berat jenis, kadar garam. Hasil  analisa  menunjukkan  batu  bata  produksi  dari  wilayah  Kabupaten  Blora  dan  sekitarnya  pada  umumnya belum  memenuhi  standar  ukuran  dan  kuat  tekan  sesuai  Peraturan  Umum  Bahan  Bangunan  di  Indonesia  (PUBI),  Standar Industri  Indonesia  (SII)  maupun  Standar  Nasional  Indonesia  (SNI).  Penggunaan  bahan  bakar  kayu  dan  sekam  padi  dalam penelitian  ini  mempunyai  pengaruh  yang  signifikan  terhadap  perbedaan  kuat  tekan  batu  bata.  Rata  –  rata  kuat  tekan  bata yang  dibakar  dengan  kayu  adalah  =  29,99  kg/cm2 (Sd  =  1.91)  dan  rata  –  rata  kuat  tekan  bata  yang  dibakar  dengan  abu sekam adalah = 16,81 kg/cm2 (Sd= 5.49). Penggunaan proporsi pasir yang berbeda untuk adonan bata dalam penelitianini tidak  menimbulkan  pengaruh  yang  signifikan  terhadap  kuat  tekan  batu  bata.  Campuran  I  mempunyai  kuat  tekan  =  20.72 kg/cm2 (Sd = 1.53) sedangkan campuran II =23.91 kg/cm2 (Sd = 1.56)   Kata kunci :  kuat tekan, batu bata, bahan bakar, pasir
PENGKAJIAN RAKITAN TEKNOLOGI BUDIDAYA KENTANG DAN STRATEGI PENGEMBANGANNYA : Studi Kasus di Wilayah Prima Tani Lahan Kering Dataran Tinggi Kabupaten Magetan Santoso, Pudji; ., Yuniarti; Purnomo, Sudarmadi; ., Subandi
Jurnal Pengkajian dan Pengembangan Teknologi Pertanian Vol 12, No 2 (2009): Juli 2009
Publisher : Jurnal Pengkajian dan Pengembangan Teknologi Pertanian

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Pengkajian Rakitan Teknologi Budidaya Kentang dan Strategi Pengembangannya : Studi Kasus di Wilayah Prima Tani Lahan Kering Dataran Tinggi Kabupaten Magetan. The assessment on improving the cultivation technology of potato as demonstration plot in farmer’s land was done in Prima Tani area of Magetan regency in Genilangit village, during dry season on June – September 2007. Collecting data was done using farm record keeping method on the application of improving cultivation technology of potato which was done by cooperator farmers, while non-cooperator farmers done their potato farming using their own cultivation technology as the comparison. Improving cultivation technologies which were applied by the farmers including 1) Seed quality and seed treatment before planting, 2) The use of rational fertilization, 3) Enlargement of planting space and planting-row space, and 4) Improving pests and diseases control method. The aim of the assessment were 1) To increase productivity, yield quality and farmer’s income of potato farming using the improved cultivation technology, and 2) To find development strategy of potato farming in the assessment area. The result showed, that application of the improved cultivation technology of potato farming can increased productivity, yield quality and farmer’s income. Development strategy for potato farming in this area should be based on the principle of maximize their potency and use their opportunity in facing threats and minimize their weaknesses. Increasing the farming efficiency, productivity and yield quality should be done by application of potato farming using cooperated farming model. The use of qualified seed such as certified potato seed needed to be socialized.
PENGELOLAAN HARA KALIUM UNTUK UBIKAYU PADA LAHAN KERING MASAM ., Subandi
Buletin Palawija No 22 (2011)
Publisher : Balai Penelitian Tanaman Kacang-kacangan dan Umbi-umbian

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Produktivitas ubikayu (Manihot esculenta Crantz). nasional tergolong rendah (18,24 t/ha ubi segar), salah satu penyebab pentingnya adalah ketersediaan hara yang rendah dalam tanah, di antaranya K. Kecukupan hara K sangat menentukan pertumbuhan tanaman serta kuantitas dan kualitas hasil ubikayu, sebab K terlibat dalam berbagai proses fisiologi, di antaranya pertumbuhan sel, pembukaan stomata, pembentukan dan translokasi karbohidrat, pembentukan protein, dan senyawa fenol yang dapat meningkatkan ketahanan tanaman terhadap penyakit. Pengelolaan hara K pada ubikayu di lahan kering masam perlu mendapat perhatian besar, sebab: (a) areal ubikayu telah dan terus berkembang ke lahan kering masam yang tersedia luas, khususnya di Sumatera dan Kalimantan yang antara tahun 2005 dan 2009 tumbuh secara signifikan, berturut-turut 17,6% dan 6,5%, dan (b) ubikayu relatif banyak membutuhkan hara K jika dibandingan dengan tanaman pangan yang lain (padi, jagung, kedelai, kacang tanah). Ketersediaan K (K-dd) pada lahan kering masam umumnya kurang dari 0,10 me/100 g tanah, padahal untuk ubikayu batas kritis K-dd adalah 0,15 me/100 g tanah; sehingga tambahan K melalui pemupukan mutlak diperlukan untuk meningkatkan ketersediaan K dalam tanah. Berdasarkan pola pertumbuhan biomas dan perakaran ubikayu, serta potensi erosi dan pelindian hara K yang tinggi pada lahan kering masam, maka pupuk K dianjurkan diberikan dua kali, masing-masing 50% pada umur satu dan tiga bulan Pupuk diaplikasi secara dibenamkan/ ditugal di samping tanaman pada kedalaman 5–10 cm. Selain melakukan pemupukan, upaya lain yang harus dilakukan untuk mengurangi kehilangan serta meningkatkan ketersediaan dan penyerapan hara K dalam tanah adalah: (a) menerapkan sistem pertanaman lorong dengan menanam pagar hidup untuk mengurangi erosi dan pelindian, dan (b) meningkatkan kandungan bahan organik tanah, sebagai sumber K dan agar tanah lebih banyak mengikat/menyediakan air/lengas untuk memperlancar pergerakan K ke permukaan akar melalui proses aliran masa dan difusi. Kadar kritis bahan organik dalam tanah untuk ubikayu adalah 3,2%.
Teknologi Produksi Ubi Kayu Mendukung Industri Bioetanol Radjit, Budi Santoso; Saleh, Nasir; ., Subandi; Ginting, Erliana
Buletin Palawija No 16 (2008)
Publisher : Balai Penelitian Tanaman Kacang-kacangan dan Umbi-umbian

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penggunaan sumber energi alternatif yang berasal dari hasil pertanian seperti biodiesel dan bioetanol menjadi isu penting akhir-akhir ini seiring dengan meningkatnya harga bahan bakar minyak (BBM) di pasaran dunia dan menipisnya cadangan fosil sebagai bahan baku minyak. Sesuai dengan Peraturan Presiden No.5 tahun 2006, ubi kayu berpotensi dikembangkan sebagai bahan bakar nabati (biofuel) dalam bentuk bioetanol sebagai campuran premium dengan proporsi 10% (Gasohol-E10). Pada tahun 2008, kebutuhan premium untuk transportasi nasional mencapai 19,66 juta KL dan akan terus meningkat dengan laju pertumbuhan 7,07% per tahun. Kondisi tersebut mengindikasikan perlu-nya pengembangan ubi kayu untuk memenuhi permintaan industri bioetanol, dan industri lainnya. Untuk mendukung industri pengolahan bioetanol dari bahan ubi kayu telah tersedia teknologi berupa varietas ubi kayu yang sesuai seperti Adira-4, MLG-6, dan UJ-5, teknologi budidaya yang produktif dan efisien yang mampu menghasilkan umbi 35–45 t/ha serta teknologi pengelolaan waktu tanam dan panen yang menjamin pasokan bahan ubi kayu secara lebih merata sepanjang tahun.
TEKNOLOGI BUDIDAYA TUMPANGSARI UBIKAYU–KACANG TANAH MENDUKUNG SISTEM INTEGRASI TERNAK–TANAMAN PADA LAHAN KERING MASAM ., Subandi
Buletin Palawija No 19 (2010)
Publisher : Balai Penelitian Tanaman Kacang-kacangan dan Umbi-umbian

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Untuk pasokan bahan pangan dan industri pemerintah Indonesia berupaya meningkatkan produksi beberapa produk pertanian, di antaranya adalah ubikayu, kacang tanah, dan daging sapi. Dalam meningkatkan produksi ketiga komoditas tersebut, dihadapkan pada sejumlah permasalahan, di antaranya areal tanam/panen yang belum luas, penerapan teknologi yang belum optimal sehingga produktivitasnya rendah, kekurangan pakan, dan ketidak-cukupan modal untuk menyediakan sarana produksi. Sehubungan dengan hal-hal tersebut di atas, upaya yang dinilai strategis adalah pengembangan pertanaman tumpangsari ubikayu dengan kacang tanah untuk mendukung sistem usahatani Integrasi ternak-tanaman pada lahan kering masam yang banyak tersebar di luar Jawa. Untuk ini diperlukan dukungan teknologi yang tepat agar usaha pertanaman menjadi produktif dan efisien. Berkenaan dengan itu kini telah tersedia komponen teknologi, yakni meliputi: (a) varietas unggul ubikayu, diantaranya Adira-4, Malang-4, Malang-6, UJ-5, dan UJ-3, (b) varietas unggul kacang tanah, di antaranya Kancil, Jerapah, Tuban, dan Bison, (3) tanah harus diolah, (d) pengaturan tanaman, yakni pada awal musim hujan menanam kacang tanah secara monokultur berjarak tanam 15 cm x 40 cm, ubikayu ditanam 20 hari kemudian secara sistem baris ganda dengan pengaturan jarak tanam (60 cm x 70 cm) x 260 cm; setelah kacang tanah pertama dipanen, kacang tanah kedua ditanam dalam lorong antara baris ganda ubikayu, (e) stek ubikayu dengan panjang 20-25 cm dan diameter 2-3 cm yang diperoleh dari pertanaman yang berumur 7–12 bulan, ditanam secara vertical, (f) pemupukan: (a) untuk ubikayu 170 kg Urea+85 kg SP36+70 kg KCl+5.000 kg pupuk kandang/ha, sedang (b) bagi kacang tanah adalah untuk kacang tanah pertama 50 kg Urea+100 kg SP36+100 kg KCl+1.500 kg pupuk kandang/ha atau 1.500 kg/ha pupuk organik kaya hara Santap rakitan Balai Penelitian Tanaman Kacang-kacangan dan Umbi-umbian, sedangkan untuk untuk kacang tanah kedua 35 kg Urea+70 kg SP36+70 kg KCl+1.000 kg pupuk kandang/ha; atau 1.000 kg pupuk organik kaya hara Santap. Jika kejenuhan Al lebih dari 30%, lahan harus dikapur untuk menurunkan kejenuhan Al hingga menjadi 30%, tetapi kalau kejenuhan Al kurang dari 30% pemberian kapur cukup 500 kg/ha. Pada sistem pertanaman tumpangsari tersebut, akan diperoleh pakan sebagai hasil samping tanaman berupa: (a) daun ubikayu segar 5,9 t/ha, (b) kulit ubikayu segar 8,1 t/ha, dan (c) brangkasan kacang tanah segar 17,9 t/ha.
PENGARUH PROBLEM SOLVING BERKELOMPOK TERHADAP MOTIVASI BELAJAR, KEMAMPUAN BERPIKIR KRITIS, DAN HASIL BELAJAR SISWA Widiawati, Wiwik; ., Subandi; Fajaroh, Fauziatul
Jurnal Ilmu Pendidikan Vol 21, No 1 (2015): (Available for free access and download since June 1, 2015)
Publisher : Universitas Negeri Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (71.575 KB) | DOI: 10.17977/jip.v21i1.6493

Abstract

Abstract: The Impacts of Group Problem Solving on Students’ Learning Motivation, Critical Thinking, and Learning Achievements. The aim of this study was to know the impacts of the imple­mentation of group problem solving on the students’ learning motivation, critical thinking, and learning achievements on concept and algorithm. This quasi-experimental research used pretest-posttest control group design. The research samples were the students of XI grade of Science 1 (problem solving class) and XI grade of Science 3 (expository class) at the Public Senior High School 6, Malang. The study was carried out in the 2013/2014 academic year. The results show that the students’ learning motivation, criti­cal thinking, and conceptual and algorithmic learning achievements in the problem solving class are higher than those in the expository class.Keywords: problem solving, learning motivation, critical thinking, learning achievementsAbstrak. Pengaruh Problem Solving Berkelompok terhadap Motivasi Belajar, Kemampuan Ber­pikir Kritis, dan Hasil Belajar Siswa. Artikel ini memaparkan pengaruh penerapan pembelajaran model problem solving berkelompok dibandingkan dengan model ekspositori terhadap motivasi belajar, ke­mampuan berpikir kritis, hasil belajar konseptual, dan hasil belajar algoritmik. Penelitian kuasi eks­perimen ini dilakukan dengan menggunakan pretest-posttest control group design. Sampel penelitian adalah siswa kelas XI IPA 1 (kelas problem solving) dan XI IPA 3 (kelas ekspositori) SMAN 6 Malang tahun pelajaran 2013/2014. Hasil penelitian menngungkap bahwa motivasi belajar, kemampuan ber­pikir kritis, hasil belajar konseptual, dan hasil algoritmik siswa pada kelas problem solving lebih tinggi dibandingkan siswa pada kelas ekspositori.Kata kunci: problem solving, motivasi belajar, kemampuan berpikir kritis, hasil belajar konseptual, ha­sil belajar algoritmik
PENGKAJIAN RAKITAN TEKNOLOGI BUDIDAYA KENTANG DAN STRATEGI PENGEMBANGANNYA : Studi Kasus di Wilayah Prima Tani Lahan Kering Dataran Tinggi Kabupaten Magetan Santoso, Pudji; ., Yuniarti; Purnomo, Sudarmadi; ., Subandi
Jurnal Pengkajian dan Pengembangan Teknologi Pertanian Vol 12, No 2 (2009): Juli 2009
Publisher : Balai Besar Pengkajian dan Pengembangan Teknologi Pertanian

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21082/jpptp.v12n2.2009.p%p

Abstract

Pengkajian Rakitan Teknologi Budidaya Kentang dan Strategi Pengembangannya : Studi Kasus di Wilayah Prima Tani Lahan Kering Dataran Tinggi Kabupaten Magetan. The assessment on improving the cultivation technology of potato as demonstration plot in farmer?s land was done in Prima Tani area of Magetan regency in Genilangit village, during dry season on June ? September 2007. Collecting data was done using farm record keeping method on the application of improving cultivation technology of potato which was done by cooperator farmers, while non-cooperator farmers done their potato farming using their own cultivation technology as the comparison. Improving cultivation technologies which were applied by the farmers including 1) Seed quality and seed treatment before planting, 2) The use of rational fertilization, 3) Enlargement of planting space and planting-row space, and 4) Improving pests and diseases control method. The aim of the assessment were 1) To increase productivity, yield quality and farmer?s income of potato farming using the improved cultivation technology, and 2) To find development strategy of potato farming in the assessment area. The result showed, that application of the improved cultivation technology of potato farming can increased productivity, yield quality and farmer?s income. Development strategy for potato farming in this area should be based on the principle of maximize their potency and use their opportunity in facing threats and minimize their weaknesses. Increasing the farming efficiency, productivity and yield quality should be done by application of potato farming using cooperated farming model. The use of qualified seed such as certified potato seed needed to be socialized.
The Effect of Ischemic Stroke to Cognitive Disorders in RSUD Dr. Moewardi Desvitarini, Arwindya Galih; ., Subandi; Ghozali, Dhoni Akbar
Nexus Kedokteran Klinik Vol 4, No 1 (2015): Nexus Kedokteran Klinik
Publisher : Fakultas Kedokteran Universitas Sebelas Maret Surakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Background: Stroke is the fourth highest cause of death in the world after heart disease, cancer, and chronic lower respiratory tract disease. In Indonesia, stroke is the major cause of death, covering about 15.4% of deaths. Damage to brain cells due to stroke may cause cognitive dysfunction. Two-thirds of stroke patients may reveal cognitive degradation in various domains such as attention, language, memory, executive function, and visuospatial ability. This study aimed to analyze the effect of ischemic stroke to cognitive disorders. Method: This was an observational analytic study with cross-sectional approach which was conducted from July to September2014 at Neurology Outpatient Clinicof RSUD Dr. Moewardi Surakarta. A total of 50 subjects were obtained by fixed exposure sampling. The data were retrieved by using MoCA-Ina questionnaire and interviewing the respondents. The data were analyzed by Chi Square test and multiple logistic regression using SPSS 20.0 program for Windows. Result: Three independent variables were analyzed, which consisted of ischemic stroke, age, and level of education. Ischemic stroke was the only independent variable that associated with cognitive disorders significantly (p = 0.010). There were no association with cognitive disorders found in both age (p = 0.279 and level of education (p = 0.074). Conclusion: There is a significant association between ischemic stroke and cognitive disorders. Keywords: Ischemic stroke, cognitive disorder, MoCA-Ina