Articles

Found 8 Documents
Search

Kajian Imunohistokimia Perkembangan Bentuk Neuron Atekolaminergik Pada Area Postrema Monyet Ekor Panjang (Macaca fascicularis)= Morphological Development of Catecholaminergic Neurons in the Area Postrema of Long-tailed.. Pangestiningsih, Tri Wahyu; Sigit, Koeswinarning; Sajuthi, Dondin; ., Nurhidayat
Jurnal Sain Veteriner Vol 24, No 1 (2006)
Publisher : Fakultas Kedokteran Hewan

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (2980.906 KB)

Abstract

rea postrema merupakan sepasang penonjolan ke dorsal pada bagian kaudal medula oblongata yang berbatasan dengan ventrikel IV. Area ini berperan sebagai chemoreceptor trigger zone (CTZ) pada proses muntah yang juga melibatkan neuron katekolaminergik (neuron KA). Pada kemoterapi penderita kanker, fungsi AP sebagai CTZ diupayakan untuk ditekan agar tidal( ada refleks muntah pada pasien. Dalam rangka lebih memahami neuron KA tersebut, dalam penelitian ini dilakukan pengamatan perkembangan bentuk neuron KA di area postrema (AP) monyet ekor panjang (MEP) mulai fetus (F) umur 40 sampai anak (P) umur 105 hari secara imunohistokimia menggunakan antibodi terhadap enzim tirosin hidroksilase (TH). Hasil penelitian memperlihatkan neuron KA di medula oblongata belwn terlihat pada F40, dan bare dijumpai pada F55 di daerah bakal AP, bentuk bulat dengan inti besar dengan sitoplasma sedikit yang merupakan ciri perkembangan awal bentuk neuron. Prosesus sitoplasma yang pendek pada mulai ditemukan pada F85, dan neuron KA di AP berubah menjadi bipolar pada F100 yang merupakan tanda perkembangan menengah bentuk neuron. Dengan bertambahnya umur, prosesus sitoplasma neuron KA bipolar bertambah panjang yang merupakan ciri tingkat perkembangan bentuk akhir dan ditemukan dominan di AP pada P105. Dari hasil penelitian ini dapat disimpulkan bahwa neuron KA di AP pada MEP berada dalam stadium perkembangan bentuk awal dan menengah selama masa prenatal, dan stadium perkembangan lanjut menuju ke perkembangan akhir terjadi pada masa postnatal.
Tingkat pertumbuhan dan analisa protein sel-sel fibroblas fetal tikus hasil kultur in vitro ., I.Djuwita; ., Harlystiarini; ., T. Widyaputri; ., A. Efendi; ., E.M Kaiin; ., Nurhidayat
Hemera Zoa Vol 1, No 2 (2010): Jurnal Hemera Zoa
Publisher : Hemera Zoa

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (537.513 KB)

Abstract

Research has been conducted on in vitro growth of rat fetal fibroblast cells in Dulbecco S Modzfied Eagle Medium (DMEM) containing 10% Fetal Bovine Serum (FBS) and 50 µg/ml gentamycin. Culture was done in 5% CO2 incubator at 37°C for 10 days. Evaluation was done on the proliferation rate and the protein production after several passages. The growth of the fibroblast was confirmed by their morphology. The proliferation rate was done based on the population doubling time (PDT) by counting the number of cells in each passage by using Improved Neubauer hemocytometer. Protein secreted into the culture medium without FBS, designed as conditioned medium of rat fetal fibroblast (CM-RFF) was analysized using sodium dodecyl sulfatepolyacrilamidegel electrophoresis (SDS-PAGE) and biological assay on its potency to inhibit differentiation of bone marrow mesenchymal stem cells (BMSCs). Quantitative data were analyzed using statistical T-test on Minitab program. The results showed that based on the population doubling time, the proliferation rate was increased in line with the number of passages and basedon the SDP-PAGE analysis, the fibroblast cells secreted several protein included in estimation a 34 kDa protein that can be maintained until 9 passages. Addition of 25% CM-RFF into mDMEM (without FBS) did not increase the percentage of bone marrow mesenchymal stem cells-like, but signiJicantly increased the percentage of fibroblast. The presenced of LIF in the medium significantly increased the percentage of BMSCs-like and fibroblast. It can be concluded that thegrowth and protein secretion of rat fetal fibroblast cells can be maintain until 9 passages; but the secreted protein could not increased the percentage of the bone marrow mesenchymal stem cells like.
aman Imunohistokimia Perkembangan Bentuk Neuron Atekolaminergik Pada Area Postrema Monyet Ekor Panjang (Macaca fascicularis)= Morphological Development of Catecholaminergic Neurons in the Area Postrema of Long-tailed .. Pangestiningsih, Tri Wahyu; Sigit, Koeswinarning; Sajuthi, Dondin; ., Nurhidayat; Bowden, Douglas M.
Jurnal Sain Veteriner Vol 24, No 1 (2006)
Publisher : Fakultas Kedokteran Hewan

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (2980.906 KB)

Abstract

Area postrema merupakan sepasang penonjolan ke dorsal pada bagian kaudal medula oblongata yang berbatasan dengan ventrikel IV. Area ini berperan sebagai chemoreceptor trigger zone (CTZ) pada proses muntah yang juga melibatkan neuron katekolaminergik (neuron KA). Pada kemoterapi penderita kanker, fungsi AP sebagai CTZ diupayakan untuk ditekan agar tidal( ada refleks muntah pada pasien. Dalam rangka lebih memahami neuron KA tersebut, dalam penelitian ini dilakukan pengamatan perkembangan bentuk neuron KA di area postrema (AP) monyet ekor panjang (MEP) mulai fetus (F) umur 40 sampai anak (P) umur 105 hari secara imunohistokimia menggunakan antibodi terhadap enzim tirosin hidroksilase (TH). Hasil penelitian memperlihatkan neuron KA di medula oblongata belwn terlihat pada F40, dan bare dijumpai pada F55 di daerah bakal AP, bentuk bulat dengan inti besar dengan sitoplasma sedikit yang merupakan ciri perkembangan awal bentuk neuron. Prosesus sitoplasma yang pendek pada mulai ditemukan pada F85, dan neuron KA di AP berubah menjadi bipolar pada F100 yang merupakan tanda perkembangan menengah bentuk neuron. Dengan bertambahnya umur, prosesus sitoplasma neuron KA bipolar bertambah panjang yang merupakan ciri tingkat perkembangan bentuk akhir dan ditemukan dominan di AP pada P105. Dari hasil penelitian ini dapat disimpulkan bahwa neuron KA di AP pada MEP berada dalam stadium perkembangan bentuk awal dan menengah selama masa prenatal, dan stadium perkembangan lanjut menuju ke perkembangan akhir terjadi pada masa postnatal.
Pengembangan Modul Panduan Outbound untuk Mengoptimalkan Creativity Domain Science pada Siswa SMA ., Nurhidayat
RADIASI: Jurnal Berkala Pendidikan Fisika Vol 3, No 2 (2013): Vol.3.No.2. September 2013
Publisher : Program Studi Pendidikan Fisika

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (169.22 KB)

Abstract

Intisari – Latar belakang penelitian adalah belum dikembangkannya modul panduan outbound yang dapat mengoptimalkan creativity domain science pada siswa SMA. Penelitian dilakukan guna mengembangkan modul panduan outbound untuk mengoptimalkan creativity domain science pada siswa SMA. Penelitian ini merupakan jenis penelitian R & D (Research & Development) menggunakan prosedur penelitian model Borg & Gall. Penelitian dilakukan di SMA Negeri 1 Mirit dengan subyek penelitian berjumlah 28 siswa kelas X SMA Negeri 1 Mirit Tahun Pelajaran 2012/2013. Metode pengumpulan data menggunakan metode wawancara, observasi, angket, dan tes. Teknik analisis data yang digunakan adalah analisis deskriptif. Hasil penelitian berupa cara pengembangan modul panduan outbound melalui tahap-tahap:  menentukan potensi dan masalah, pengumpulan data awal, desain modul, validasi modul, revisi I, ujicoba terbatas, dan revisi II menghasilkan produk akhir. Pada tahap ujicoba terbatas diperoleh hasil: 1) modul panduan outbound dinyatakan layak berdasarkan penilaian validator sebesar 85%, dan penilaian siswa sebesar 86%; 2) modul panduan outbound dapat diimplementasikan dengan cukup baik dalam pembelajaran Fisika berdasarkan penilaian observer sebesar 82%; 3) modul panduan outbound dapat mengoptimalkan creativity domain science siswa sebesar 88%; 4) modul panduan outbound dapat membantu siswa mencapai ketuntasan hasil belajar sebesar 81%. Secara keseluruhan, penelitian pengembangan menghasilkan modul panduan outbound yang dapat mengoptimalkan creativity domain science pada siswa SMA.   Kata kunci: modul, outbound, creativity domain science
KESADARAN HUKUM MASYARAKAT DALAM KEPEMILIKAN AKTA PERKAWINAN DI DESA GANTARANG KECAMATAN KELARA KABUPATEN JENEPONTO ., NURHIDAYAT; ., MUSTARI
Jurnal Tomalebbi Volume III, Nomor 2, Juni 2016
Publisher : Jurusan Pendidikan Pancasila dan Kewarganegaraan (PPKn)

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (409.042 KB)

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui: 1) Pengetahuan dan pemahaman hukum masyarakat dalam dalam kepemilikan akta perkawinan di Desa Gantarang , 2) Sikap hukum masyarakat dalam kepemilikan akta perkawinan di Desa Gantarang, 3) Perilaku hukum masyarakat dalam kepemilikan akta perkawinan di Desa Gantarang Kecamatan Kelara Kabupaten Jeneponto dan 4) Upaya-upaya yang harus dilakukan dala kepemilikan akta perkawinan di Desa Gantarang, Kec. Kelara, Kab.Jeneponto. Penelitian ini adalah penelitian deskriptif kualitatif dan populasi dalam penelitian ini adalah masyarakat Desa Gantarang yang berjumlah  739 KK, dan sampel sebanyak 30 KK yang dilakukan secara sengaja dengan kriteria tertentu dengan menggunakan teknik purposive sampling. Pengumpulan data dilakukuan dengan wawancara mendalam dan dokumentasi. Hasil penelitian kesadaran hukum masyarakat dalam kepemilikan akta perkawinan di Desa Gantarang Kecamatan Kelara Kabupaten Jeneponto tergolong rendah karena pengetahuan hukum masyarakat dalam kepemilikan akta perkawinan 0%, pemahaman hukum masyarakat dalam kepemilikan akta perkawinan 20%, sikap hukum masyarakat dalam kepemilikan akta perkawinan 40% dan perilaku hukum masyarakat dalam kepemilikan akta perkawinan 0%. Upaya-upaya yang harus dilakukan dalam kepemilikan akta perkawinan yaitu: meningkatkan pengetahuan dan pemahaman hukum masyarakat dalam kepemilikan akta perkawinan, memberikan infomasi kepada masyarakat tentang akibat nikah yang tidak dihadapkan KUA, dan dapat menumbuhkan kesadaran  hukum masyarakat untuk tidak melakukan hal yang melanggar hukum.Kata Kunci    : Kesadaran Hukum, Masyarakat, Kepemilikan Akta Perkawinan.This study aims to determine: 1) Knowledge and understanding of the legal community in the ownership of a marriage certificate in the village Gantarang, 2) The attitude of the legal community in the ownership of a marriage certificate in the village Gantarang, 3) Conduct the legal community in the ownership of a marriage certificate in the village Gantarang Subdistrict Kelara Jeneponto and 4) efforts should be made dala ownership Gantarang marriage certificate in the village, district. Kelara, Kab.Jeneponto. This study is a qualitative descriptive study and the population in this study is the village community Gantarang totaling 739 households, and a sample of 30 families were committed intentionally by certain criteria using purposive sampling technique. Dilakukuan data collection with in-depth interviews and documentation. The research result of public awareness in the ownership of a marriage certificate in the village Gantarang District of Kelara Jeneponto relatively low because of legal knowledge society in the ownership of a marriage certificate 0%, the understanding of the legal community in the ownership of a marriage certificate 20%, the attitude of the legal community in the ownership of a marriage certificate 40% and behavior the legal community in the marriage certificate of ownership 0%. Efforts should be made in the marriage certificate of ownership: increasing public knowledge and understanding of legal marriage certificate in possession, provide information to the public about the consequences of marriage which are not faced KUA, and to generate awareness about the law society for not doing things that violate the law.Keywords: Legal Awareness, Community, Owners of Marriage Act.
aman Imunohistokimia Perkembangan Bentuk Neuron Atekolaminergik Pada Area Postrema Monyet Ekor Panjang (Macaca fascicularis)= Morphological Development of Catecholaminergic Neurons in the Area Postrema of Long-tailed .. Pangestiningsih, Tri Wahyu; Sigit, Koeswinarning; Sajuthi, Dondin; ., Nurhidayat; Bowden, Douglas M.
Jurnal Sain Veteriner Vol 24, No 1 (2006): JUNI
Publisher : Fakultas Kedokteran Hewan Universitas Gadjah Mada bekerjasama dengan PB PDHI

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Area postrema merupakan sepasang penonjolan ke dorsal pada bagian kaudal medula oblongata yang berbatasan dengan ventrikel IV. Area ini berperan sebagai chemoreceptor trigger zone (CTZ) pada proses muntah yang juga melibatkan neuron katekolaminergik (neuron KA). Pada kemoterapi penderita kanker, fungsi AP sebagai CTZ diupayakan untuk ditekan agar tidal( ada refleks muntah pada pasien. Dalam rangka lebih memahami neuron KA tersebut, dalam penelitian ini dilakukan pengamatan perkembangan bentuk neuron KA di area postrema (AP) monyet ekor panjang (MEP) mulai fetus (F) umur 40 sampai anak (P) umur 105 hari secara imunohistokimia menggunakan antibodi terhadap enzim tirosin hidroksilase (TH). Hasil penelitian memperlihatkan neuron KA di medula oblongata belwn terlihat pada F40, dan bare dijumpai pada F55 di daerah bakal AP, bentuk bulat dengan inti besar dengan sitoplasma sedikit yang merupakan ciri perkembangan awal bentuk neuron. Prosesus sitoplasma yang pendek pada mulai ditemukan pada F85, dan neuron KA di AP berubah menjadi bipolar pada F100 yang merupakan tanda perkembangan menengah bentuk neuron. Dengan bertambahnya umur, prosesus sitoplasma neuron KA bipolar bertambah panjang yang merupakan ciri tingkat perkembangan bentuk akhir dan ditemukan dominan di AP pada P105. Dari hasil penelitian ini dapat disimpulkan bahwa neuron KA di AP pada MEP berada dalam stadium perkembangan bentuk awal dan menengah selama masa prenatal, dan stadium perkembangan lanjut menuju ke perkembangan akhir terjadi pada masa postnatal.
Kajian Imunohistokimia Perkembangan Bentuk Neuron Atekolaminergik Pada Area Postrema Monyet Ekor Panjang (Macaca fascicularis)= Morphological Development of Catecholaminergic Neurons in the Area Postrema of Long-tailed.. Pangestiningsih, Tri Wahyu; Sigit, Koeswinarning; Sajuthi, Dondin; ., Nurhidayat
Jurnal Sain Veteriner Vol 24, No 1 (2006): JUNI
Publisher : Fakultas Kedokteran Hewan Universitas Gadjah Mada bekerjasama dengan PB PDHI

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

rea postrema merupakan sepasang penonjolan ke dorsal pada bagian kaudal medula oblongata yang berbatasan dengan ventrikel IV. Area ini berperan sebagai chemoreceptor trigger zone (CTZ) pada proses muntah yang juga melibatkan neuron katekolaminergik (neuron KA). Pada kemoterapi penderita kanker, fungsi AP sebagai CTZ diupayakan untuk ditekan agar tidal( ada refleks muntah pada pasien. Dalam rangka lebih memahami neuron KA tersebut, dalam penelitian ini dilakukan pengamatan perkembangan bentuk neuron KA di area postrema (AP) monyet ekor panjang (MEP) mulai fetus (F) umur 40 sampai anak (P) umur 105 hari secara imunohistokimia menggunakan antibodi terhadap enzim tirosin hidroksilase (TH). Hasil penelitian memperlihatkan neuron KA di medula oblongata belwn terlihat pada F40, dan bare dijumpai pada F55 di daerah bakal AP, bentuk bulat dengan inti besar dengan sitoplasma sedikit yang merupakan ciri perkembangan awal bentuk neuron. Prosesus sitoplasma yang pendek pada mulai ditemukan pada F85, dan neuron KA di AP berubah menjadi bipolar pada F100 yang merupakan tanda perkembangan menengah bentuk neuron. Dengan bertambahnya umur, prosesus sitoplasma neuron KA bipolar bertambah panjang yang merupakan ciri tingkat perkembangan bentuk akhir dan ditemukan dominan di AP pada P105. Dari hasil penelitian ini dapat disimpulkan bahwa neuron KA di AP pada MEP berada dalam stadium perkembangan bentuk awal dan menengah selama masa prenatal, dan stadium perkembangan lanjut menuju ke perkembangan akhir terjadi pada masa postnatal.
HIZBUT TAHRIR DI MAKASSAR, 1994-2012 ., Nurhidayat
Jurnal Pattingalloang Vol. 3 No. 1 Januari - Maret 2016
Publisher : Pendidikan Sejarah

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengemukakan latar belakang masuknya pengaruh atau pemikiran-pemikiran, perkembangan, serta dampak adanya Hizbut Tahrir di Makassar, 1994-2012. Hasil penelitian menunjukan bahwa gerakan ini bertujuan untuk mewujudkan syariah Islam dibawah satu bendera, yaitu Daulah Khilafah Islamiyah. Gerakan sosial yang digunakan Hizbut Tahrir di Makassar adalah dengan melakukan pengkaderan secara intensif kepada calon anggota Hizbut Tahrir dan melakukan penyadaran tentang wajibnya penerapan syariah Islam dibingkai dengan Khilafah kepada semua elemen masyarakat diluar Hizbut Tahrir dengan berbagai kegiatan untuk memperkenalkan dan menyebarkan pemikiran-pemikirannya. Sementara infiltrasi gerakannya, Hizbut Tahrir mengarahkan pencarian kontak kader baru di masjid-masjid, kampus, sekolah, kalangan dosen, tokoh masyarakat dan tokoh agama, majelis taklim, dan sebagainya yang dinilai strategis untuk mengembangkan pemikiran-pemikirannya. Media yang dijadikan corong untuk memperkenalkan pemikirannya menggunakan media cetak dan elektronik dengan memanfaatkan jaringan internet.