Muslihuddin .
Sekolah Tinggi Perikanan dan Kelautan, Palu

Published : 3 Documents
Articles

Found 3 Documents
Search

Preliminary study on domestication of coconut crab (Birgus latro) Sulistiono, .; Refiani, S.; Tantu, F.Y.; ., Muslihuddin
Jurnal Akuakultur Indonesia Vol 6, No 2 (2007): Jurnal Akuakultur Indonesia
Publisher : Jurnal Akuakultur Indonesia

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (219.985 KB)

Abstract

Preliminary study on domestication of coconut crab (Birgus latro) had been done since June - November 2004 and December - 2005 February 2006.  Study was carried out in two locations namely Laboratory of Sekolah Tinggi Kelautan dan Perikanan, Palu to study adult crab, and Laboratory of Ecobiology of Faculty of Fisheries and Marine Science, Bogor Agricultural University to study crab in clomang stage.  Adult crabs were collected by using some fishing gears namely trap, net and directly using bamboo stick.  Domestication was done in rearing batch sized 1x1x1 m3 with artificial nests (30x15x15 cm3), and small batch for water (7x10x10 cm3).  While for clomang stage, crabs were reared in aquarium (80x40x40 cm3) with debris and small water batch.  Result showed that adult crab had a survival rate around 12.5-0%, and mortality around 50-87.5%.  A similar result was also in clomang stage, which was 12.5% for survival rate and 87.5% for mortality.  Adult coconut crab was preferred to feed coconut than other food likely vegetable and chick. Keywords: domestication, coconut crab, Birgus latro, food habit   ABSTRAK Penelitian awal mengenai kajian awal penangkaran kepiting kelapa (Birgus latro) dilakukan pada bulan Juni - November 2004 dan Desember 2005 Februari 2006.  Pelaksanaan penelitian di lakukan di dua tempat, yaitu Laboratorium Sekolah Tinggi Kelautan dan Perikanan, Palu untuk percobaan kepiting dewasa, dan Laboratorium Ekobiologi Fakultas Perikanan dan Ilmu Kelautan IPB Bogor,  untuk percobaan kepiting tahap klomang.  Kepiting dewasa ditangkap dengan menggunakan beberapa peralatan a.l. perangkap, jaring dan secara langsung dengan tongkat.  Penangkaran dilakukan di bak-bak peliharaan berukuran 1x1x1 m3 yang dilengkapi dengan tempat persembunyian (30x15x15 cm3), dan bak kecil tempat air (7x10x10 cm3).  Sedangkan kepiting tahap klomang dipelihara di akuarium (80x40x40 cm3) yang diberi daun/serasah dan tempat air.  Hasil uji coba penangkaran kepiting kelapa dewasa menunjukkan bahwa tingkat survival rate berkisar 12,5-50%, dan tingkat mortalitasnya sebesar 50-87,5%.  Keadaan yang serupa juga dijumpai pada stadia klomang dimana survival ratenya sebesar 12,5% dan mortalitasnya sebesar 87,5%.  Dari uji coba makanan yang diberikan, diketahui bahwa kepiting dewasa kebanyakan lebih menyukai kelapa, dibandingkan jenis makanan yang berupa sayur ataupun ayam. Kata kunci:  penangkaran, kepiting kelapa (Birgus latro), makanan.
Preliminary study on domestication of coconut crab (Birgus latro) Sulistiono, .; Refiani, S.; Tantu, F.Y.; ., Muslihuddin
Jurnal Akuakultur Indonesia Vol 6, No 2 (2007): Jurnal Akuakultur Indonesia
Publisher : ISSA

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (219.985 KB)

Abstract

Preliminary study on domestication of coconut crab (Birgus latro) had been done since June - November 2004 and December - 2005 February 2006.  Study was carried out in two locations namely Laboratory of Sekolah Tinggi Kelautan dan Perikanan, Palu to study adult crab, and Laboratory of Ecobiology of Faculty of Fisheries and Marine Science, Bogor Agricultural University to study crab in clomang stage.  Adult crabs were collected by using some fishing gears namely trap, net and directly using bamboo stick.  Domestication was done in rearing batch sized 1x1x1 m3 with artificial nests (30x15x15 cm3), and small batch for water (7x10x10 cm3).  While for clomang stage, crabs were reared in aquarium (80x40x40 cm3) with debris and small water batch.  Result showed that adult crab had a survival rate around 12.5-0%, and mortality around 50-87.5%.  A similar result was also in clomang stage, which was 12.5% for survival rate and 87.5% for mortality.  Adult coconut crab was preferred to feed coconut than other food likely vegetable and chick. Keywords: domestication, coconut crab, Birgus latro, food habit   ABSTRAK Penelitian awal mengenai kajian awal penangkaran kepiting kelapa (Birgus latro) dilakukan pada bulan Juni - November 2004 dan Desember 2005 Februari 2006.  Pelaksanaan penelitian di lakukan di dua tempat, yaitu Laboratorium Sekolah Tinggi Kelautan dan Perikanan, Palu untuk percobaan kepiting dewasa, dan Laboratorium Ekobiologi Fakultas Perikanan dan Ilmu Kelautan IPB Bogor,  untuk percobaan kepiting tahap klomang.  Kepiting dewasa ditangkap dengan menggunakan beberapa peralatan a.l. perangkap, jaring dan secara langsung dengan tongkat.  Penangkaran dilakukan di bak-bak peliharaan berukuran 1x1x1 m3 yang dilengkapi dengan tempat persembunyian (30x15x15 cm3), dan bak kecil tempat air (7x10x10 cm3).  Sedangkan kepiting tahap klomang dipelihara di akuarium (80x40x40 cm3) yang diberi daun/serasah dan tempat air.  Hasil uji coba penangkaran kepiting kelapa dewasa menunjukkan bahwa tingkat survival rate berkisar 12,5-50%, dan tingkat mortalitasnya sebesar 50-87,5%.  Keadaan yang serupa juga dijumpai pada stadia klomang dimana survival ratenya sebesar 12,5% dan mortalitasnya sebesar 87,5%.  Dari uji coba makanan yang diberikan, diketahui bahwa kepiting dewasa kebanyakan lebih menyukai kelapa, dibandingkan jenis makanan yang berupa sayur ataupun ayam. Kata kunci:  penangkaran, kepiting kelapa (Birgus latro), makanan.
KEMATANGAN GONAD KEPITING KELAPA (Birgus latro) DI PULAU PASOSO, SULAWESI TENGAH ., Sulistiono; Refiani, Suzana; Y . Tantu, Fadly; ., Muslihuddin
Jurnal Ilmu-Ilmu Perairan dan Perikanan Indonesia Vol 15, No 2 (2008): Desember 2008
Publisher : Institut Pertanian Bogor

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (560.513 KB)

Abstract

Penelitian tentang kematangan gonad kepiting kelapa (Birgus latro) dilakukan sejak Juni 2004 sampai Februari 2005. Contoh kepiting ditangkap dengan menggunakan beberapa peralatan, yaitu perangkap, jaring, dan secara langsung dengan tangan. Pengamatan dilakukan terhadap jenis kelamin, kematangan gonad, dan diameter telur, sedangkan analisis dilakukan untuk menentukan faktor kondisi, indeks kematangan gonad, dan fekunditas. Hasil pengamatan menunjukkan bahwa faktor kondisi, kematangan gonad, dan indeks kematangan gonad bervariasi tergantung dari bulan pengambilan contoh. Pengamatan kematangan gonad menunjukkan bahwa nilai tertinggi terdapat pada November/Desember. Keadaan yang sama juga ditunjukkan dengan nilai faktor kondisi dan indeks kematangan gonad yang cukup tinggi pada bulan November /Desember. Fekunditas berkisar antara 58 717 - 197 400 butir telur. Diameter telur berkisar antara 0.015-0.035 mm, memiliki 1 puncak sehingga dapat diklasifikasikan sebagai total spawner.Kata kunci: kematangan gonad, kepiting kelapa (Birgus latro), total spawner Study on gonad maturity of coconut crab (Birgus latro) was carried out from June 2004 to January 2005. Crabs were collected by traps, nets, and by bare hand. Observation was done to know sex ratio, gonad maturity, and eggs diameter, while analysis was employed to estimate condition factor, gonado somatic index, and fecundity. Observation result showed that condition factor, gonad maturity, and gonado somatic index varied depending on sampling month. Gonado somatic index showed a high value around November/December. A similar result was also showed by condition factor and gonado somatic index that was high around November /December. Fecundity varied from 58 717 to 197 400. Oocyte diameter varied from 0.015 to 0.035 mm, with one mode leat tobe classified as total spawner animal.Key words: gonad maturity, coconut crab (Birgus latro), total spawner.