M. Syukri .
Program Magister Administrasi Pendidikan FKIP Untan, Pontianak

Published : 5 Documents
Articles

Found 5 Documents
Search

PENINGKATAN KEMAMPUAN PERILAKU PROSOSIAL MELALUI MEDIA FILM ANIMASI UPIN DAN IPIN PADA ANAK USIA 5-6 TAHUN

Jurnal Pendidikan dan Pembelajaran Vol 4, No 7 (2015): Juli
Publisher : Jurnal Pendidikan dan Pembelajaran

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (460.28 KB)

Abstract

Abstrak: Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui: 1) perencanaan pembelajaran prilaku prososial pada anak usia 5-6  menggunakan media film animasi Upin dan Ipin di RA. Dharma Wanita Balai Karangan Kabupaten Sanggau, 2) pelaksanaan pembelajaran perilaku prososial pada anak usia 5-6  menggunakan media film Upin dan Ipin di RA. Dharma Wanita Balai Karangan Kabupaten Sanggau? Dan 3) penggunaan media film animasi Upin dan Ipin dapat meningkatkan kemampuan perilaku prososial pada anak usia 5-6 tahun RA. Dharma Wanita Kabupaten Sanggau?. Peneliti menggunakan metode deskriptif. Adapun bentuk penelitian ini adalah penelitian tindakan kelas. Analisis data yang digunakan berupa observasi, IPKG I, IPKG 2 dan wawancara. Langkah-langkah penelitian ini adalah sebagai berikut: 1). Perencanaan, 2). Pelaksanaan, 3). Pengamatan atau Observasi dan 4). Refleksi. Teknik analisis data yang digunakan adalah observasi/pengamatan dan wawancara/percakapan, sesuai dengan teknik pengumpul data yang digunakakan, maka alat pengumpulnya adalah format observasi dan panduan wawancara. Hasil peneltian menunjukkan: Terdapat peningkatan kemampuan perilaku prososial melalui media film animasi Upin dan Ipin pada anak usia 5-6 tahun di RA. Dharma Wanita Balai Karangan Kabupaten Sanggau sebesar 26,25%. Hal diperoleh dari kemampuan anak Berkembang Sangat Baik (BSB) pada siklus I di peroleh rata-rata 22,5%, dan pada silkus II diperoleh rata-rata sebesar 48,75%. Hasil akhir rata-rata siklus II dikurangi hasil akhir rata-rata siklus I.   Kata Kunci: Perilaku Prososial, Media Film Animasi, Upin dan Ipin.   Abstract: The aim of this study was to determine: 1) the learning plan prosocial behavior in children aged 5-6 using the medium of film animation Upin and Ipin in RA. Dharma Wanita Hall Authorship the district, 2) the implementation of learning prosocial behavior in children aged 5-6 using the medium of film Upin and Ipin in RA. Dharma Wanita Hall Authorship Sanggau? And 3) the use of the medium of film animation Upin and Ipin can improve prosocial behavior in children aged 5-6 years of RA. Dharma Wanita Sanggau ?. Researchers used descriptive method. The form of this research is a class act. Analysis of the data used in the form of observation, IPKG I, IPKG 2 and interviews. The steps of this study are as follows: 1). Planning, 2). Implementation, 3). Observations or observation and 4). Reflection. The data analysis technique used is the observation / observation and interview / conversation, according to the techniques of data collection be adopted, then the tool is a format pengumpulnya observation and interview guides. Research findings show: There is an increased ability prosocial behavior through the media animated film Upin and Ipin in children aged 5-6 years in RA. Dharma Wanita Hall Authorship Sanggau 26.25%. It was obtained from the childs ability Evolving Very Good (BSB) in the first cycle at an average gain of 22.5%, and the silkus II gained an average of 48.75%. The final result the average cycle II reduced the final result on average cycle I. Keywords: Prosocial Behavior, Media Animation, Upin and Ipin.

PENINGKATAN PERKEMBANGAN SOSIAL EMOSIONAL MELALUI PEMBERIAN TUGAS KELOMPOK PADA ANAK USIA 5-6 TAHUN

Jurnal Pendidikan dan Pembelajaran Vol 4, No 10 (2015): Oktober 2015
Publisher : Jurnal Pendidikan dan Pembelajaran

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (374.3 KB)

Abstract

Abstrak: Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan peningkatan perkembangan sosial emosional melalui pemberian tugas kelompok pada anak usia 5-6 tahun di TK Busthanul Athfal Aisyiyah Putussibau. Bentuk penelitian ini adalah penelitian tindakan kelas dengan menggunakan metode deskriptif. Subjek penelitian satu guru dan anak  usia 5-6 tahun yang berjumlah 15 orang. Hasil analisis data menunjukkan bahwa tingkat persentase aktivitas peningkatan perkembangan sosial emosional anak dapat bekerja sama dalam mengerjakan tugas kelompok sebesar 93%, anak saling  menolong dalam menyelesaikan tugas kelompok sebesar  93 %, dan anak dapat bertanggung jawab membereskan alat-alat yang sudah digunakan dalam belajar sebesar 100%. Ketiga indikator menunjukkan kriteria sangat tinggi karena memiliki rata-rata 95%. Kata Kunci: Perkembangan Sosial Emosional,  Tugas Kelompok   Abstract: This study aimed to describe the increase in social emotional development through group work in children aged 5-6 years in kindergarten Busthanul Athfal Aisyiyah Putussibau. This research is a form of action research using descriptive method. Research subjects of the teachers and children aged 5-6 years, amounting to 15 people. The result showed that the highest percentage increase in the activity of social emotional development of children can work together in the task group by 93%, children help each other in completing the task group by 93%, and the child can be responsible for clearing the tools that have been used in the study of 100%. The third indicator shows the very high criteria because it had an average of 95%. Keywords: Emotional Social Development, The Task Group

PENINGKATAN AKTIVITAS MURID MENGGUNAKAN PENDEKATAN KETERAMPILAN PROSES DALAM PEMBELAJARAN IPA DI SEKOLAH DASAR

Jurnal Pendidikan dan Pembelajaran Vol 4, No 12 (2015): Desember 2015
Publisher : Jurnal Pendidikan dan Pembelajaran

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (555.637 KB)

Abstract

Abstrak: Adapun penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan tentang peningkatan aktivitas murid menggunakan pendekatan keterampilan proses dalam pembelajaran IPA di kelas IV SDN 11 Serunai Sambas Kalimantan Barat. Metode yang digunakan adalah metode deskriptif. Terdapat peningkatan aktivitas belajar murid pada base line yaitu 34,27 % setelah diberikan tindakan pada siklus I aktivitas belajar murid meningkat menjadi 44,27 %, selisih peningkatan dari base line ke siklus I berkisar 10 %. Pada siklus II terdapat peningkatan aktivitas belajar murid sehingga mencapai angka 64,77 %, pada siklus III aktivitas belajar murid menjadi 85,13 %. Selisih peningkatan dari siklus I hingga siklus II  20,5 % peningkatan ini tergolong rendah. Apabila dibandingkan peningkatan aktivitas murid dari siklus II ke siklus III berkisar 20,36 %, hasil ini juga digolongkan rendah.   Kata Kunci: Aktivitas Pendekatan Keterampilan Proses, Pembelajaran IPA   Abstract: This recearch aimed to describe the increase in The Activities of Student using the Skill Approach in The Process of Learning IPA in IV th Class primary School in Serunai Sambas West Borneo Provence. Using method is descriftif method. There is increasing activities student learning baseline 34,27 % after being given action in cycle I student activities learning in creasing being 44,27 %, margin improvedment from  base line to cycle I 10 %. In cycle II there is an increasing the student learning activities. So as to achive 64,77 %, cycle III student learning activities increasing to 85,13 %, margin improvedment from cycle I to II   20,5 % in creasing low.while the result of the comparin of cycle II  to cycle III. There is incresing learning student activities with difference of 20,36 % result low category   Keywords: Activies Learning, Approach Process, IPA

PENINGKATAN AKTIVITAS PESERTA DIDIK MENGGUNAKAN PENDEKATAN KONTEKSTUAL DALAM PEMBELAJARAN IPS DI SEKOLAH DASAR

Jurnal Pendidikan dan Pembelajaran Vol 4, No 12 (2015): Desember 2015
Publisher : Jurnal Pendidikan dan Pembelajaran

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (574.461 KB)

Abstract

Abstrak :Penelitian ini bertujuan untuk meningkatkan aktivitas peserta didik dalam pembelajaran IPS kelas IV Sekolah Dasar Negeri 1 Rasau Jaya. Metode yang digunakan adalah deskriptif. Untuk mendapatkan faktual tentang rancangan pembelajaran, pelaksanaan pembelajaran, dan peningkatan aktivitas peserta didik baik fisik, mental maupun emosional, maka peneliti melaksanakan Penelitian Tindakan Kelas. Hasil penelitiannya : 1. Rancangan pembelajaran yang terdiri dari SK/KD, penentuan indikator, perumusan tujuan, penggunaan strategi dan metode sampai pada perumusan evaluasi. 2. Pelaksanaan pembelajarannya dapat terlaksana dengan baik sesuai dengan rancangan pembelajaran; 3. Peningkatan aktivitas fisik, mental, dan emosional dari siklus ke siklus mengalami penigkatan dengan skor rata-rata, yakni pada siklus I. 11,61 (38,70%) pada siklus II meningkat menjadi 19,25 (64,17%), sedangkan pada siklus III meningkat menjadi 27,54 (91,80%). Dengan kesimpulan aktivitas peserta didik dalam pembelajaran IPS dapat ditingkatkan dengan optimal melalui penggunaan pendekatan kontekstual kelas IV SD.   Kata Kunci : Aktivitas, pendekatan kontekstual.   Abstract : This research aims to increase the activities of students in the fourth grade social studies lesson State Primary School 1 Rasau Jaya. The method used is descriptive. To get factual about learning design, implementation of learning and learners increased activities whether physical, mental or emotional, the researchers carry out other Classroom Action Research. Research results: 1. The design of learning consisting of SK / KD, the determination of indicators, formulation of objectives, strategies and methods to use in the formulation of the evaluation. 2. The implementation of learning can be implemented properly in accordance with the design of learning; 3. Increased physical activities, mental, and emotional from cycle to cycle experienced a progressive increase with an average score, which is the cycle I. 11.61 (38.70%) on the second cycle increased to 19.25 (64.17%) , while the third cycle increased to 27.54 (91.80%). With the conclusion of learners in the learning activities can be improved by optimal IPS through the use of a contextual approach to the fourth grade.   Keywords : Activities, Contextual Approach.

KEPEMIMPINAN KEPALA SEKOLAH DALAM MENYELENGGARAKN PENDIDIKAN SEKOLAH SATU ATAP DI KECAMATAN KUALA MANDOR

Jurnal Pendidikan dan Pembelajaran Vol 54, No 2 (2016): Februari 2016
Publisher : Jurnal Pendidikan dan Pembelajaran

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (278.1 KB)

Abstract

Abstrak : Tujuan penelitian ini adalah untuk mengungkapkan kepemimpinan kepala sekolah dalam menyelenggarakan pendidikan Sekolah Satu Atap di Kecamatan Kuala Mandor Kabupaten Kubu Raya. Peneliti mengunakan metode deskriptif dengan pendekatan peneliti Kualitatif dengan mengambil kasus di SD N 21 Kuala Mandor B dan SMP N 5 Kuala Mandor B dalam mengimpletasikan kebijakan SD – SMP Satu Atap di Kecamatan Kuala Mandor B Kabupaten Kubu Raya. Hasil peneliti di temukan bahwa berdasarkan temuan penelitian dan pembahasan hasilnya, maka kepemimpinan kepala Sekolah dalam Menyelenggarakan pendidikan sekolah satu atap di Kecamatan Kuala Mandor Kabupaten Kubu Raya dengan Mengambil Kasus pada SD N 21 dan SMP N 5 Kuala Mandor B dapat di tarik kesimpulan : 1.) Perumusan visi dan Penjabaran misi dilakukan oleh kepala sekolah dengan melibatkan para guru dan pegawai yang selanjutnya disetujui melalui rapat dewan guru dan pegawai. 2.) Gaya Kepemimpinankepala sekolah dalam menyusun perencanaan program sekolah merupakan deskripsi dari gaya kepemimpinan Transformasional. 3.) Gaya Kepemimpinan Kepala Sekolah dalam perencanaan program sekolah yang telah di susun mencerminkan gaya kepemimpinan Transformasional.   Kata Kunci : Kepemimpinan, Kepala Sekolah, Menyelenggarakan Pendidikan Abstract : The purpose of this study was to reveal the principals leadership in education at the District School One Roof Kuala Mandor, Kubu Raya. Researcher uses descriptive method with qualitative research approach by taking the case in SD N 21 Kuala Mandor B and SMP N 5 Kuala Foreman B in policy mengimpletasikan SD - SMP One Roof in District Overseer B Kuala Kubu Raya. The researchers work is found that based on the findings of the study and discussion of the results, the leadership of the School of the Organizing school education one roof in the district of Kuala Mandor Kubu Raya to Take Case to SD N 21 and SMP N 5 Kuala foreman B can be deduced: 1. ) The formulation of the vision and mission translation done by the principal to engage teachers and employees were subsequently approved by the board meeting of teachers and employees. 2.) Style Kepemimpinankepala schools in planning school program is a description of a transformational leadership style. 3.) The Principal Leadership Style in planning school programs that have been collated reflect the transformational leadership style.   Keywords : Leadership , Principal , Education Organizing