Articles

Found 17 Documents
Search

Profil hormon progesteron dan luteinizing hormone (LH) kerbau betina dalam keadaan reproduksi normal dan setelah pemberian PGF2 Alpha Wanananda, G; Sastradipradja, D; Paridjo, P; Widjajakusuma, R; Permadi, H; ., Iskandar; Soetisna, A; Batussama, J.T.
Hemera Zoa Vol 71, No 1 (1983): Jurnal Hemera Zoa
Publisher : Hemera Zoa

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (481.441 KB)

Abstract

Dalam penelitian ini dilakukan tehnik radioimmunoassay (RIA) untuk analisa hormon progesteron dan LH pada kerbau betina bersiklus normal dan setelah pemberian PGF2 alpha. Hewan percobaan yang dipakai adalah delapan hewan krbau betina dewasa yang diberi makan dan minum secara ad libitum. Prepara PGF2 alpha yang diberikan adalah Enzaprost-F, secara intra-uterin, sebanyak dua kali pemberian dengan selang waktu sebelas hari dengan dosis 3-7 mg/hewan setiap kali pemberian. Pada profil hormon normal kadar progesteron mulai meningkat pada hari ke-6 dan mencapai puncak pada hari ke-12 yaitu 423 +- 60.3 pg/ml. Kadar progesteron pada saat estrus berkisar antara 24-253 pg/ml. Kadar LH basal adalah sekitar 0.1 pg/ml. Kadar progesteron setelah penyuntikan PGF2 alpha pertama maupun kedua berkisar antara 28-200 pg/ml. Profil LH setelah perlakuan pada dasarnya sama dengan yang diamati untuk siklus normal. Kerbau betina bersiklus normal memperlihatkan pola hormon progesteron dan LH dalam kualitas tidak berbeda dengan pola pada hewan ternak pemamah biak lain. Perbedaan itu terletak pada nilai kadar hormon yang lebih rendah yang dapat disebabkan oleh berbagai faktor seperti misalnya ciri genetik bangsa hewan dan mungkin juga berbagai keadaan cekaman (stress) seperti kualitas dan kuantitas makanan yang kurang baik, kondisi eksperimen, tatalaksana yang kurang baik dan sebagainya. Perlakuan dengan PGF2 alpha menyebabkan regresi corpus luteum yang dicerminkan oleh penurunan kadar peogeteron sampai ke nilai basal. Tumbuhnya puncak LH merupakan indikasi terjadinya ovulasi. Berdasarkan data tersebut, PGF2 alpha dapat dipakai sebagai penyerentak birahi pada kerbau yang diikuti oleh kemungkinan fertilitas, jika didukung oleh proses pematangan ovum yang cukup pada saat pemberian PGF2 alpha yang kedua.
Relationship between K/Ca Ratios in the Soil Solution with the Dynamic of K in Ultisol and Vertisol of Upland Area Kasno, A; Rachim, A; ., Iskandar; Adiningsih, J Sri
Jurnal Ilmu Tanah & Lingkungan Vol 6, No 1 (2004): Jurnal Ilmu Tanah dan Lingkungan
Publisher : Jurnal Ilmu Tanah & Lingkungan

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (526.508 KB)

Abstract

The objectives of this experiment were: (I) to study the effect of K and Ca fertilization on the dynamic of K, (2) tostudy the relationship between the dynamic of K in the soils with corn growth, and (3) to determine the optimum K requirement on diflerent K/Ca ratio in the soil solution. Ultisol and Vertisol from upland area were used for the study. The determination of K and Ca dosage was based on the maximum soil sorption. The experiment was carried out in greenhouse using the factorial randomized complete design with three replications. Four levels K dosage and three levels Ca dosage were applied in the experiment. The C-7 hybrid of corn was selected as indicator plant. The result showed that adding of K and Ca increased the dry weight of plant in both Ultisol and Vertisol. In Ultisol, adding of K increased the amount of exchangeable Ca, Mg and K, and water-extracted K, whereas adding of Ca increased the exchangeable Ca and Mg and water-extracted K. The optimum K requirement for Ultisol was 58 mg kg-´ for K/Ca ratio
Effect of Interlayer Cation Valence on Formation and Chemical Characteristics of Aluminumhydroxy-Vermuculite ., Iskandar
Jurnal Ilmu Tanah & Lingkungan Vol 7, No 1 (2005): Jurnal Ilmu Tanah dan Lingkungan
Publisher : Jurnal Ilmu Tanah & Lingkungan

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (382.895 KB)

Abstract

Aluminumhydroxy-smectite (AHS), known also as pillared clay, has some specific c...haracteristics such as: wide specificsurface area, high basal spacing, and stable at significant high temperature. The AHS was produced from smectite andpolymer aluminum-hydroxy. In industrial sector, this product can be used as cracking-catalyst, absorber, and molecular sieveup to 500°C. Similar product can be constructed from vermiculite, and the aluminumhydroxy-vermiculite (AHV) is predicted have a better thermal stability than AHS due to higher charge density of vermiculite that adsorb more aluminumhydroxy than that of smectite.Related to the above background the objectives of the research were to study the effects of cation valence in theinterlayer space of vermiculite using Li and Ml ions in the formation process and the chemical characteristics of AHV. Liand Mg-vermiculites with different particle sizes are reacted with polymer aluminum-hydroxy´ at 100°C temperature.Solution of 2% Locron was used as source of aluminum-hydroxy. The products were characterized chemically andmineralogica/~v. The chemical characteristic includes total chemical analysis, whereas the mineralogical characteristiccomprises basal spacing identification that was measured with X-ray diffractometer (XRD). The results indicated that the AHVproducedfrom Li-vermiculite showed peaks of 1.86 nm and 1.41-1.45 nm with increasing intensity of the 1.86 nm peaks as the particle size was finer. The AHV produced from Mg-vermiculite showed only peak of 1.45 nm, whereas the 1.84 nm peak can on~v be identified as a shoulder. The AHV with peak of 1.86 nm (AHV-I.86) can keep its basal spacing to 1.68 nm after 3 hours heating at temperature of 700°C, whereas the AHV-I.45 nm shrinkages to 1.10/0.98 nm at the same treatments. Chemical analysis showed that the inter/oyer space of the AHV-I.86 consists more aluminum-hydroxy than that of the AHV-I.45. Ratio o(OH/AI o(the interlayer aluminum-hydroxy in the AHV-1.86 was 2.57, whereas that of the AHV-I.45 was 2.40.
Use of Volcanic Sand as a Natural Fertilizer: Increasing Release of NutrientsUse of Volcanic Sand as a Natural Fertilizer: Increasing Release of Nutrients ., Iskandar; Irwanti, I
Jurnal Ilmu Tanah & Lingkungan Vol 5, No 1 (2003): Jurnal Ilmu Tanah dan Lingkungan
Publisher : Jurnal Ilmu Tanah & Lingkungan

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (351.488 KB)

Abstract

Volcanic sands, that contain relatively high content of dark minerals. can be used as a natural fertilizer. Unfortunately, the amount of the nutrients from this material available for the plant growth is very low. To increase the release of the nutrients to the environment. weathering process of the minerals should be accelerated. The objective of this research was to study the capability of urea and ammonium sulphate (ZA) in increasing the release of cations cel´, Mi´, K´, c,i´ and Zn2 from the minerals. Urea and ZA used in this study is not only known as source of N fertilizer but also found destroy the floor of storehouse made from concrete.Volcanic sands from Cimangkok and Ciapus were sieved with 100 mesh sieve and were mixed with each urea or ZA with the rate of 10%, 20% and 33%. The mixture was then 3 months incubated in wet conditions. The amount ofCa2 , Mi. K, Cu2 and Zn1 extracted with aquadest was measured at the r ´, 2nd and 3rrl month. Due to the higher acidity, adding df the ZA to the sand from Cimangkok and Ciapus effectively increased the amountof extracted C a2 , Mi´ and K´ compared to the adding of urea. A t the rate of 10%, adding of the ZA to the sand from Ciapusincreased the amount of extracted Ca2 from 25.3 mg kg"! to 800.1 mg kg"! and K from 10.6 mg kg"! to 108.3 mg kg"l. Thehighest concentration of Mi´ was found on the treatment of ZA with the rate of 33%. i.e. from 9.8 mg kg"! to 161.7 mg kg"1 insand from Ciapus. Adding of the urea or of the ZA affected the amount of extracted Cu2 and Zn2 , however there was no trendwhich rate effectively have increased the extracted these cations.
Analisis Kebutuhan Modal Kerja Pada PT Anugerah Jaya Mulia Utama Di Balikpapan Pahlevi, Syahrir Reza; Ulfah, Yana; ., Iskandar
Publikasi Ilmiah Vol 1, No 1 (2013): Publikasi Ilmiah
Publisher : Publikasi Ilmiah

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Syahrir Reza Pahlevi, 2012. Analisis Kebutuhan Modal Kerja pada PT Anugerah Jaya Mulia Utama di Balikpapan. Di bawah arahan ibu DR.Hj. Yana Ulfah, SE, M.Si, AK selaku pembimbing I dan bapak Iskandar, SE, M. Si, AK selaku pembimbing II.Rumusan masalah dalam penelitian ini adalah apakah modal kerja yang tersedia dapat memenuhi kebutuhan modal kerja untuk menjamin kelancaran operasional pada tahun 2012Alat analisis yang digunakan adalah metode perputaran modal kerja atau Working Capital Turn Over (WCTO). Kebutuhan modal kerja dihitung dengan membagikan antara tender proyek tahun 2012 dengan total kecepatan perputaran variabel modal kerja ( kas, piutang, persediaan) tahun 2011, diman diasumsikan bahwa total kecepatan perputaran variabel modal kerja tahun 2011 sama dengan tahun 2012.Jika modal kerja yang tersedia pada PT Anugerah Jaya Mulia Utama lebih kecil bila dibandingkan dengan kebutuhan modal kerja tahun2012 hasil analisis yang dihitung dengan menggunakan metode perputaran modal kerja, sebaliknya, jika modal kerja yang tersedia pada PT Anugerah Jaya Mulia Utama lebih besar, maka dapat ditarik kesimpulan bahwa adanya kelebihan modal.Berdasarkan hasil penelitian diketahui bahwa terdapat selisih lebih rendah sebesar Rp16.539.547.787 dari hasil perbandingan yang dilakukan terhadap modal kerja yang tersedia (total aktiva lancar) pada PT Anugerah Jaya Mulia Utama sebesar Rp14.651.160.951 dengan kebutuhan modal kerja hasil analisis denan menggunakan metode perputaran modal kerja yaitu sebesar Rp31.190.708.738. Hal ini menunjukkan bahwa terdapat kekurangan modal kerja pada PT Anugerah Jaya Mulia Utama yang aharus segera diatasi atau dengan kata lain kebutuhan modal kerja pada PT Anugerah Jaya Mulia Utama pada tahu 2012 mengalami peningkatan.
Analisis Harga Pokok Produksi Amplang Pada UD Mawar Sari Di Samarinda Murdiana, Ety; ., Iskandar; Ikbal, Muhammad
Publikasi Ilmiah Vol 1, No 1 (2013): Publikasi Ilmiah
Publisher : Publikasi Ilmiah

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui cara penentuan harga pokok produksi dalam kemasan produk amplang sudah sesuai dengan perhitungan metode full costing berdasarkan teori akuntansi biaya pada UD. Mawar Sari bulan Februari hingga Juni 2012. Alat analisis yang digunakan untuk melakukan penelitian ini adalah metode full costing dan metode nilai jual relatif. Dari perhitungan penulis harga pokok produksi pada UD. Mawar Sari amplang pada bulan Februari ukuran kemasan 400 gram sebesar Rp 14.198, 180 gram sebesar Rp 5.427, 150 gram sebesar Rp 4.409, bulan Maret ukuran kemasan 400 gram sebesar Rp 11.507, 180 gram sebesar Rp 4.407, 150 gram sebesar Rp 3.574, bulan April ukuran kemasan 400 gram sebesar Rp 15.143, 180 gram Rp 5.787, 150 gram sebesar Rp 4.703, bulan Mei ukuran kemasan 400 gram sebesar Rp 14.414, 180 gram sebesar Rp 5.518, 150 gram sebesar Rp 4.482, bulan Juni ukuran kemasan 400 gram sebesar Rp 13.982, 180 gram sebesar Rp 5.346 dan 150 gram sebesar Rp 4.342. Berdasarkan hasil penelitian dapat disimpulkan bahwa perhitungan harga pokok produksi dalam kemasan amplang yang diterapkan oleh UD. Mawar Sari belum sesuai dengan perhitungan metode full costing menurut akuntansi biaya.
Perhitungan Harga Pokok Produksi Slip BCA Berdasarkan Pesanan Pada CV Sinar Kencana Di Samarinda Febryan, Ann; Utary, Anis Rachma; ., Iskandar
Publikasi Ilmiah Vol 1, No 1 (2013): Publikasi Ilmiah
Publisher : Publikasi Ilmiah

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Ann Febryan, Perhitungan Harga Pokok Produksi Slip BCA Berdasarkan Pesanan Pada CV Sinar Kencana Di Samarinda, dengan Ibu Hj. Anis Rahma Utary dan Bapak Iskandar sebagai Pembimbing I dan Pembimbing II.Tujuan dari penulisan skripsi ini adalah untuk mengetahui besarnya harga pokok produksi slip BCA berdasarkan pesanan yang dikalkulasikan oleh perusahaan dalam hubungannya dengan teori akuntansi biaya. Metode yang dipakai dalam penelitian adalah perbandingan perhitungan dengan menggunakan metode alokasi biaya bersama.Permasalahan yang diangkat dalam penelitian ini adalah dalam menghitung harga pokok produksi slip BCA berdasarkan pesanan yang dilakukan oleh perusahaan tidak menggunakan teori akuntansi biaya yang semestinya dan mempengaruhi keuntungan yang diperoleh oleh perusahaan. Alat analisis yang digunakan dalam penulisan ini adalah kalkulasi harga pokok pesanan, kartu harga pokok, dan alokasi biaya bersama.Perhitungan menunjukkan bahwa biaya untuk memproduksi slip BCA yang dilakukan berdasarkan teori lebih kecil dikeluarkan dibandingkan dengan yang dilakukan oleh CV Sinar Kencana.Perhitungan menunjukkan adanya perbedaan dalam menentukan biaya produksi slip BCA yang dilakukan oleh perusahaan dengan berdasarkan teori akuntansi biaya. Perhitungan harga pokok produksi yang dilakukan oleh perusahaan adalah Rp 16.774.750,00 dengan Rp 279,58 harga per lembarnya. Sedangkan perhitungan menurut teori akuntansi biaya adalah Rp16.644.879,99 dengan Rp 277,41 harga per lembarnya. Perbedaan ini disebabkan oleh CV Sinar Kencana tidak menganalisis dengan detail biaya produksi yang terjadi. Perusahaan memasukkan biaya penolong pada biaya bahan baku, biaya overhead 45% yang menggunakan system klasik. Dengan kebijakan penggunaan metode alokasi biaya bersama berdasarkan teori akuntansi biaya diharaokan dapat meningkatkan harga penjualan dan meningkatkan keuntungan.
STUDENTS’ PARTICIPATION ON READING COMPREHENSION CLASS TAUGHT BY PAIRED STORYTELLING STRATEGY ., Iskandar; ., Sudarsono; Husin, Syarif
Jurnal Pendidikan dan Pembelajaran Vol 2, No 9 (2013): September 2013
Publisher : Jurnal Pendidikan dan Pembelajaran

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (813.554 KB)

Abstract

Abstract: This thesis discusses students’ participation in teaching learning process taught by Paired Storytelling Strategy. This thesis answered the research question “How is the students’ participation on reading comprehension class taught by Paired Storytelling Strategy”. It was a descriptive study. The data were collected through clasroom observation. The students’ participation were tallied and then classified into four categories based on the rating scale of the percentage of students’ participation. They are very active, active, less active, and passive. The research findings indicate that the students showed active participation in the reading comprehension class taught by paired story telling strategy. Key words: Students’ Participation, Paired Storytelling Strategy Abstrak: Penelitian ini membahas partisipasi siswa dalam proses belajar mengajar yang diajarkan dengan strategy bercerita secara berpasangan (Paired Storytelling strategy). Skripsi ini menjawab pertanyaan penelitian “ Bagaimana partisipasi siswa pada kelas Reading comprehension ketika diajar dengan menggunakan strategi bercerita secara berpasangan (Paired storytelling strategy)?” Penelitian ini dilakukan dengan menggunakan metode Diskriptif. Data diperoleh dengan  menggunakan classroom observation. Partisipasi siswa dihitung kemudian diklasifikasikan berdasarkan skala angka persentase.  Adapun klasifikasi tersebut adalah sangat aktif (very active), aktif ( active), kurang aktif (less active), dan Pasif (passive). Hasil peneilitian mengindikasikan bahwa siswa menunjukan partisipasi dengan kategori aktif di kelas reading comprehension ketika diajarkan dengan Paired Storytelling strategy. Kata kunci: Partisipasi Siswa, Strategi Bercerita Berpasangan
KLAIM PENGUASAAN SUMBERDAYA HUTAN DAMAR PADA PERSPEKTIF MASYARAKAT ADAT (LOKAL) DI AREAL PERTAMBANGAN (Kasus Masyarakat Desa Lalomerui Kecamatan Routa) ., ISKANDAR
Buletin Penelitian Sosek Vol 15, No 28 (2013)
Publisher : Buletin Penelitian Sosek

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

The study objective was to determine the distribution in the area of ​​ Damar  in the concession area. PT. Rio Tinto, and how the ownership and control of Damar  on the perspective of the community (local rule) and the government (state). Data collection techniques, interviews, participatory observation and FGDs (focus Grouf disscusion. Qualitative data analysis approach based on a research study issues described in the narrative. The results to found that the distribution of Damar in the village location Lalomerui divided into 13 locations in the Matamehu, Matamehu, Tawe, Mupute, Matarombeo, EMEA, Tabininda, Dambata, Tinangalewe, Lalobalo, Lamewua, Lalonbae and Watupali. This location is in the area around the mining project. Rio Tinto and the resin of some locations are in the project. resin ownership by the community as use rights, obtained by inheritance from parents and open a new location that had not been processed. In general, the limit control resin bounded by rivers, mountains and valleys, in addition to the topographic information is also known to be a possession limit of fellow Damar processing.   Key words : Damar, Ownership, Use Rights, Local Rule
ANALISIS PENGEMBANGAN MODEL KOMUNIKASI DAN METODE PERCEPATAN PENCAPAIAN ADOPSI TEKNOLOGI PENGENDALIAN PENYAKIT LAYU BAKTERI PADA TANAM NILAM DI SULAWESI TENGGARA ., iskandar; Rahman, Abdul
Buletin Penelitian Sosek Vol 15, No 28 (2013)
Publisher : Buletin Penelitian Sosek

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

ABSTRACT This study aims to determine the model of communication in achieving accelerated adoption of technology control bacterial wilt disease on patchouli-friendly environment in Southeast Sulawesi, identified and analyze multiple communication methods to support acceleration of the achievement of the adoption of control bacterial wilt disease on patchouli-friendly environment in Southeast Sulawesi and analyze and formulate a model of communication and effective communication methods to support acceleration of the achievement of site-specific technology adoption controlling bacterial wilt disease on patchouli-friendly environment Southeast Sulawesi, research. This study was conducted in 2012 in Southeast Sulawesi Kolaka. Siting done purposively, sampling randomly determined from a number of farmers.  This study is a survey research combined with quasi-experimental studies. Analisys descriptive and quantitative data. The results showed that the specific communication models to be applied to accelerate the deployment of information technology is the control of bacterial wilt of participatory interactive communication model, this model is based on the needs of the communicator and the communicant; media interest by farmers as a medium of information technology is accelerating print leaflets and polders, the media contains short and brief information so as to increase the knowledge of farmers, is small so its easy to go everywhere below, can be read again and again whenever necessary, and does not require any device or other means of support when using the communication and application of the model can be implemented and continuous effective if done in coordination with relevant parties ie trainers, farmers and researchers.   Keywords: communication models, methods, patchouli disease