Halida .
School of Parmacy, Intitut Teknologi Bandung, Jl. Ganeca 10 Bandung, 40132

Published : 64 Documents
Articles

PENENTUAN KUANTITATIF ZAT WARNA KARMOSIN,PONCEAU 4R DAN MERAH ALURA YANG DITAMBAHKAN DALAM MINUMAN AGREM (Hibiscus sabdariffa, Linn) [Quantitative Determination of Carmoisine, Ponceau 4R and Allura Red Colouring Agents Added Into Softdrink Containing the

Jurnal Teknologi Dan Industri Pangan Vol 18, No 1 (2007): Jurnal Teknologi dan Industri Pangan
Publisher : Departemen Ilmu dan Teknologi Pangan, IPB Indonesia bekerjasama dengan PATPI

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (250.695 KB)

Abstract

PENENTUAN KUANTITATIF ZAT WARNA KARMOSIN,PONCEAU 4R DAN MERAH ALURA YANG DITAMBAHKAN DALAM MINUMAN AGREM (Hibiscus sabdariffa, Linn) [Quantitative Determination of Carmoisine, Ponceau 4R and Allura Red Colouring Agents Added Into Softdrink Containing the Aqueous Extract of (Hibiscus sabdariffa, Linn] Embit Kartadarma, As’ari Nawawi , dan Halida School of Parmacy, Intitut Teknologi Bandung, Jl. Ganeca 10 Bandung, 40132 Diterima 24 November 2006/ Disetujui 23 Agustus 2007 ABSTRACT The synthetic food-colouring agent is stiil commonly used in soft drink to enhance the colour of the food and to make foods more attractive, particularly for the drink containing natural colour. Addition of colour is legally permitted by  the govermment, however, the product sometime contain the substance more than the permissible maximum dosage, and it  may possibly cause iillhealth to the consumer. Preparation of soft drink containing the aqueous extract of Hibiscus sabdariffa fruits gave less intense colour due to the colour. The quantity of the synthetic food colour in soft drink must be determined quantitatively for food safety and the presence of natural colour in the products may affect the results. Determination of three synthetic colouring agents, carmoisine, ponceau 4R and allura red added into soft drink containing the aqueous extract of hisbicus sabdariffa was carried out. Result showed that the determination of such colouring agents can only be achivied after adjusting the pH up to 4.5 and the recovery of carmoisine, ponceau 4R and allura red were 99.8: 100.2 and 100.0%, with the accuracy of 0.1;0.3 and 0.1% and the precission of 0.1; 0.3 and 0.1% respectively. Key word : carmoisine, ponceau 4R allura red, hibiscud sabdariffa, Liin, Soft Drink, spectrophotomery. 

PENINGKATAN KETERAMPILAN BERBICARA MELALUI PERMAINAN KOTAK RABA DAN BISIK BERANTAI PADA ANAK USIA 5-6 TAHUN KELAS B1 TK NEGERI PEMBINA KAPUAS HULU

Jurnal Pendidikan dan Pembelajaran Vol 2, No 1 (2013): Januari 2013
Publisher : Jurnal Pendidikan dan Pembelajaran

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (551.817 KB)

Abstract

The aim of this research is to obtain information and clarity on improving speaking skills through the game of kotak raba and bisik berantai in children aged 5-6 years. Increased conversation skills in children, among others, can be seen from the childs ability to reveal the Indonesian vocabulary and the ability to convey a message. The method used is descriptive method. The shape of this research study is there a class action research. This study was conducted in two cycles, and each cycle consisted of three meetings with the State took place in TK Negeri Pembina Kapuas Hulu. Research subject is class B1, amounting 30 children and the average age of 5-6 years. Data collection techniques used are direct observation during the learning activities are being carried out. These results indicate that learning to improve speaking skills through the game of kotak raba and bisik berantai in children aged 5-6 years state trustees  class B1 TK Negeri Pembina Kapuas Hulu has been successful. It is proved that: 1) Learning Planning using the game of kotak raba and bisik berantai in accordance with the steps that have been determined to improve the ability of children reveal Indonesian vocabulary with category average value of 3.85% in the first cycle and second cycle with category average value of 4.94%; 2) The game of kotak raba and bisik berantai can improve the ability of children reveal Indonesian vocabulary in the first cycle 36.7%, while 76.7% in the second cycle;  3) The game of kotak raba and bisik berantai can improve the child grammar in conveying the message that consists of 4 to 5 with a right in the first cycle of 40%, while 76.7% in the second cycle.  Kata kunci : Pendidikan Anak Usia Dini, Keterampilan berbicara

METODE PENGENALAN KONSEP BILANGAN PADA ANAK KELOMPOK UMUR 4-5 TAHUN DI TK

Jurnal Pendidikan dan Pembelajaran Vol 2, No 1 (2013): Januari 2013
Publisher : Jurnal Pendidikan dan Pembelajaran

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (261.832 KB)

Abstract

The title ofthe study is "Method of Number Concept Introduction for Children Age Group 4-5 Years Old in Kindergarten Schools”. This research study aims to determine the introduction of the concept of numbers in the age group 4-5 years old children in kindergarten LKIA I, Pontianak. The research method was descriptive research with qualitative approach., Forms of research is a phenomenological study. The data of this researchis a method of learning that teachers use in the introduction of the concept of numbers. Sources of data used in this study include teachers, principals, and children. The results showed that the methods used by teachers in introducing the concept of numbers are a method of storytelling, play, field trips, demonstrations, conversation, and delivery tasks. The percentage of children the concept of numbers from 1-10 is 100% child has can count number, 37.5% of children are not familiar insignia numbers and 62.5% of children are familiar with the symbol number. The supporting factors area complete play, a lot of story books, support from parents and those associated with learning. In hibiting factors are the adding capacity of different children and short term concentration of the children.   Abstrak : Judul penelitian ini adalah “Metode Pengenalan Konsep Bilangan Pada Anak Kelompok Umur 4-5 Tahun Di TK”. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pembelajaran pengenalan konsep bilangan pada anak kelompok umur 4-5 tahun di TK LKIA I, Pontianak. Metode yang digunakan adalah metode deskriptif dengan pendekatan kualitatif. Bentuk penelitian ini adalah studi fenomenologis. Data penelitian ini adalah metode pembelajaran yang digunakan guru dalam pengenalan konsep bilangan. Sumber data yang digunakan dalam penelitian ini meliputi guru, kepala sekolah, dan anak. Hasil penelitian menunjukan bahwa metode yang digunakan guru dalam mengenalkan konsep bilangan adalah metode bercerita, bermain, karyawisata, demonstrasi, bercakap-cakap, dan pemberian tugas. Persentase tingkat anak mengenal konsep bilangan dari 1-10 adalah 100% anak telah bisa menghitung bilangan, 37,5% anak belum mengenal lambang bilangan dan 62,5% anak sudah mengenal lambang bilangan. Faktor pendukung adalah alat main lengkap, buku cerita yang banyak, dukungan dari orang tua dan pihak-pihak yang terkait dengan pembelajaran. Faktor penghambatnya adalah daya tangkap anak yang berbeda serta daya konsentrasi anak pendek.   Kata Kunci : Metode Pengenalan Konsep Bilangan

ANALISIS PELAKSANAAN PEMBELAJARAN TEMATIK DALAM MENGEMBANGKAN KEMANDIRIAN PADA ANAK DI TK ISLAM AL-KAUTSAR

Jurnal Pendidikan dan Pembelajaran Vol 2, No 1 (2013): Januari 2013
Publisher : Jurnal Pendidikan dan Pembelajaran

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (256.082 KB)

Abstract

This study entitled "Analysis of Thematic Learning Implementation in Developing Independence Children In Islam Al-Kautsar Kindergarten" This study aims to reveal the implementation of thematic learning to develop independence children aged 5-6 years in kindergarten Islam Al-Kautsar Pontianak. The research method is used: a qualitative descriptive aproach. The results showed that: The planning of learning refers to the Ministerial Regulation No.58 of 2009, RKM, RKH, a collection of indicators, center guide, the annual program of activities, parents and teachers, and the results meeting. The learning methods are used by teachers are: storytelling, conversation, demonstrations, giving assignments, projects, and field trips. The media are used: namely books, television, games, thrift, blackboards, etc. The constraints faced by teachers are: lack of time, the media, and parents co-operation.   Abstrak: Penelitian ini berjudul “Analisis Pelaksanaan Pembelajaran Tematik Dalam Mengembangkan Kemandirian Pada Anak Di TK Islam Al-Kautsar” Penelitian ini bertujuan mengungkapkan pelaksanaan pembelajaran tematik dalam mengembangkan kemandirian pada anak usia 5-6 tahun di TK Islam Al-Kautsar Pontianak. Metode penelitian yang digunakan adalah: deskriptif bentuk kualitatif. Hasil penelitian menunjukkan bahwa: Perencanaan pembelajaran mengacu pada Peraturan Menteri No.58 Tahun 2009, RKM, RKH, kumpulan indikator, panduan sentra, program kegiatan tahunan, panduan orang tua dan guru, dan hasil raker. Metode pembelajaran yang digunakan guru adalah; bercerita, bercakap-cakap, demonstrasi, pemberian tugas, proyek, dan karya wisata. Media pembelajaran yang digunakan yaitu; buku cerita, televisi, alat permainan, barang bekas, papan tulis, dan sebagainya. Kendala yang dihadapi guru adalah; terbatasnya waktu, media, dan kerja sama orang tua.   Kata kunci: Pembelajaran Tematik, Kemandirian.

HUBUNGAN POLA ASUH DENGAN PERKEMBANGAN BICARA ANAK USIA 4-5 TAHUN TK AL-FALAH MEMPAWAH

Jurnal Pendidikan dan Pembelajaran Vol 2, No 2 (2013): Februari 2013
Publisher : Jurnal Pendidikan dan Pembelajaran

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (466.789 KB)

Abstract

This study titled Parenting Relationship with Childhood Speech Development 4-5 Years in Kindergarten Al-Falah Mempawah. Research objectives were to determine whether there is a relationship between the development of speech parenting children aged 4-5 years in Kindergarten Al-Falah Mempawah. The research method was descriptive method of research studies to form relationships.. The results of the data analysis is widely used parenting parents is democratic, that is 75.03%. The observations speech development in children aged 4-5 years in Kindergarten Al-Falah Mempawah, were in the range is quite good with a percentage of 63.00%. From the results of the product moment correlation value = 0,784 indicates a strong relationship exists between the development of speech parenting children aged 4-5 years in kindergarten Al-Falah Mempawah. Abstrak: Penelitian ini berjudul Hubungan Pola Asuh dengan Perkembangan Bicara Anak Usia 4-5 Tahun TK Al-Falah Mempawah. Tujuan penelitian untuk mengetahui apakah terdapat hubungan antara pola asuh dengan perkembangan bicara anak usia 4-5 tahun TK Al-Falah Mempawah. Metode penelitian adalah metode deskriftif dengan bentuk penelitian studi hubungan. Hasil penelitian dari analisis data pola asuh yang banyak digunakan orang tua adalah pola asuh demokratis, yaitu 75,03%. Hasil observasi perkembangan bicara anak usia 4-5 tahun di TK Al-Falah Mempawah, berada pada rentang cukup baik dengan persentase 63,00%. Dari hasil korelasi product moment nilai = 0,784 menunjukkan terdapat hubungan yang kuat antara pola asuh dengan perkembangan bicara anak usia 4-5 tahun TK Al-Falah Mempawah.   Kata Kunci : Pola Asuh Orang Tua, Perkembangan Bicara Anak

Penerapan Model Networked (Jejaring) dalam Pembelajaran Terpadu Pendidikan Anak Usia Dini

Jurnal Visi Ilmu Pendidikan (J-VIP) Vol 5, No 2 (2011): Volume 5 Nomor 2 Edisi April 2011
Publisher : Jurnal Visi Ilmu Pendidikan (J-VIP)

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (259.016 KB)

Abstract

Pembelajaran Terpadu adalah pembelajaran yang mengintegrasikan berbagai aspek dalam pembelajaran dengan menggunakan pendekatan tematik. Untuk  mencapai aspek perkembangan anak dengan optimal, materi yang disampaikan dijelaskan berdasarkan tema dan subtema.  Pembelajaran terpadu model  networked  adalah model yang memadukan berbagai pengetahuan dan keterampilan dari berbagai bidang keahlian anak, yang dijalin dalam proses kerja untuk memecahkan masalah yang diminati/dihadapi anak. Dalam model ini, anak menunjukkan proses integrasi/keterpaduan melalui pemilihan sendiri jaringan-jaringan yang dibutuhkan. Hanya anak sendirilah yang mengetahui seluk-beluk dan dimensi bidang yang diminatinya, yang dapat mencapai sumber-sumber yang dibutuhkan. Dengan demikian model networked ini, anak dilatih untuk mengembangkan minatnya, guru membimbing anak dengan petunjuk dan pengarahan yang mutakhir sehingga   pembelajaran yang lebih bermakna (meaning full), menyeluruh (holistic), otentik dan aktif. Kata- kata Kunci: Model Networked (Jejaring), Pembelajaran Terpadu, Pendidikan Anak Usia Dini.

PENINGKATAN KEMAMPUAN MOTORIK KASAR ANAK MELALUI PERMAINAN ALAT MUSIK ANGKLUNG PADA ANAK USIA 5-6 TAHUN

Jurnal Pendidikan dan Pembelajaran Vol 2, No 5 (2013): Mei 2013
Publisher : Jurnal Pendidikan dan Pembelajaran

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (336.475 KB)

Abstract

Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui apakah permainan alat musik angklung dapat meningkatkan kemampuan motorik kasar anak kelompok 5-6 tahun. Bentuk penelitian  adalah penelitian tindakan kelas (PTK) terhadap 24  orang anak pada usia 5-6 tahun. Penelitian tindakan kelas ini dilakukan dengan 2 siklus. Dari hasil penelitian menunjukkan terjadinya peningkatan kemampuan motorik kasar anak dengan keterangan sebagai berikut; a) kategori kurang mengalami pengurangan jumlah anak dari rata-rata 6 anak di siklus 1 menjadi  rata-rata 3 anak di siklus II (meningkat 1,6%); b) kategori baik mengalami pengurangan jumlah anak dari rata-rata 15 anak di siklus I menjadi  rata-rata 13 anak di siklus II (menjadi 1,67%); c) katagori sangat baik  mengalami peningkatan jumlah anak dari rata-rata 3 anak di siklus I menjadi rata-rata 7 anak di siklus II (meningkat 13,89%). Hasil penelitian menunjukkan bahwa alat musik angklung dapat meningkatkan  kemampuan motorik kasar anak. Kata Kunci: Kemampuan Motorik Kasar Anak, Angklung Abstract: The aim of this research is to investigate whether the angklung game can increase gross motor skills of children in group 5-6 years. The form of study is a classroom action research (CAR) to 24  students at the age group of 5-6 years .  Classroom action research was conducted in 2  cycles. The results showed an increase in gross motor abilities of children with the following information: a) less or reduced in the number of children from the average of six children in cycle 1 remained  the three children in average of the cycle II (increased 1.6%), b) good  reduced in the number of children an average of 15 children in the first cycle remained 13 children in average of the cycle 2 (approximately 1.67%); c ) very good increased in the number of children in the average of 3 children in the first cycle remained 7 children in the average of cycle 2 (increase 13.89%). The results showed that the angklung musical instrument can improve the gross motor skills of children. Kata Kunci: Children Gross Motor Skill, Angklung Musical Intrument

PENINGKATAN PENGENALAN SAINS SEDERHANA MELALUI METODE DEMONSTRASI ANAK USIA 5-6 TAHUN

Jurnal Pendidikan dan Pembelajaran Vol 2, No 8 (2013): Agustus 2013
Publisher : Jurnal Pendidikan dan Pembelajaran

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (243.331 KB)

Abstract

Based on the research that has been done and through the results obtained after an analysis of data that: 1) Planning to improve the recognition capability of learning simple science demonstration method in children can be categorized as "excellent", while the teachers planning has been carried out, among others: formulating learning goals, choosing a theme, choose the main ingredient, determine the method of learning, making learning outcomes assessment 2) Implementation of learning to improve the recognition capability through simple science demonstration method in children aged 5-6 years can be categorized as "excellent", while the implementation of which has been do teachers include: conducting pre-learning teacher, the teacher opened the lesson, the teacher core activities of learning, teacher learning close. 3) Increased capacity through the introduction of simple science demonstration method in children aged 5-6 years can be categorized as "developing as expected" with activities including: child demonstrates a form of water in accordance with the container, children demonstrate or perform the way the water flows, the child tells how water flows . Abstrak: Bentuk penelitian ini adalah penelitian tindakan kelas dengan metode deskriptif. Subjek penelitian adalah anak yang berjumlah 20 anak. Berdasarkan hasil penelitian yang telah di lakukan dan melalui hasil yang di peroleh setelah diadakan analisis data bahwa:1) Perencanaan pembelajaran untuk meningkatkan kemampuan pengenalan sains sederhana melalui metode demonstrasi pada anak dapat dikategorikan “baik sekali”, adapun perencanaan yang telah dilakukan guru antara lain: Merumuskan tujuan pembelajaran, memilih tema, memilih bahan main, menentukan metode pembelajaran, membuat penilaian hasil belajar 2) Pelaksanaan pembelajaran untuk meningkatkan kemampuan pengenalan sains sederhana melalui metode demonstrasi pada anak usia 5-6 tahun dapat dikategorikan “baik sekali”, adapun pelaksanaan yang telah dilakukan guru antara lain: guru melakukan kegiatan pra pembelajaran, guru membuka pembelajaran, guru melakukan kegiatan inti pembelajaran, guru menutup pembelajaran. 3) Peningkatan kemampuan pengenalan sains sederhana melalui metode demonstrasi pada anak usia 5-6 tahun dapat dikategorikan “berkembang sesuai harapan” dengan kegiatan antara lain: anak mendemonstrasikan bentuk air sesuai dengan wadahnya, anak mendemonstrasikan atau melakukan cara air mengalir, anak menceritakan cara air mengalir. Kata Kunci :  Sains Sederhana, Metode Demonstrasi

PENINGKATAN KEMAMPUAN BERCELOTEH ANAK USIA 5-6 TAHUN TK NEGERI 01 KARYA TANI DELTA PAWAN KETAPANG

Jurnal Pendidikan dan Pembelajaran Vol 2, No 8 (2013): Agustus 2013
Publisher : Jurnal Pendidikan dan Pembelajaran

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (236.418 KB)

Abstract

Based on the research that has been done and through the results obtained after the analysis of the data held that: (1) Planning learning in the application of methods of storytelling to enhance the ability of chattering children aged 5-6 years include: formulating learning goals, choosing a theme, selecting materials play, using the method of learning, assessing learning outcomes. (2) The application of learning in the storytelling method to improve the ability of children aged 5-6 years chattering among others: explain to the children about the themes that will be raised and explain the media used, according to the theme meceritakan stories to children, encourage children to engage in chatter. (3) The ability of the chattering can be enhanced through the application of methods of storytelling in the age of 5-6 years by 75%. Abstrak: Berdasarkan hasil penelitian yang telah di lakukan dan melalui hasil yang di peroleh setelah diadakan analisis data bahwa: (1) Perencanaan pembelajaran dalam penerapan metode bercerita untuk meningkatkan kemampuan berceloteh anak usia 5-6 tahun antara lain: merumuskan tujuan pembelajaran, memilih tema, memilih bahan main, menggunakan metode pembelajaran, menilai hasil belajar. (2) Pelaksanaan pembelajaran dalam penerapan metode bercerita untuk meningkatkan kemampuan berceloteh anak usia 5-6 tahun antara lain: menjelaskan kepada anak tentang tema yang akan diangkat  dan menjelaskan media yang digunakan, meceritakan cerita sesuai tema kepada anak, mengajak anak untuk melakukan kegiatan berceloteh. (3) Kemampuan berceloteh dapat ditingkatkan melalui penerapan metode bercerita  pada usia 5-6 tahun sebesar 75% Kata Kunci :  Berceloteh, Metode Bercerita

KEMAMPUAN BERBICARA BAHASA INDONESIA MELALUI CERITA BERGAMBAR DALAM KELUARGA YANG BERBAHASA MELAYU PONTIANAK

Jurnal Pendidikan dan Pembelajaran Vol 2, No 9 (2013): September 2013
Publisher : Jurnal Pendidikan dan Pembelajaran

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (476.193 KB)

Abstract

The study is titled "Speech Indonesian Through Illustrated Story In Families Speak Malay Pontianak" This study aims to reveal the ability to speak Indonesian families through a picture story in Pontianak in Malay language in children aged 5-6 years in kindergarten Primanda Untan. The method used in this study are: a qualitative case study form. The results showed that: the effectiveness of media use picture books can help improve the ability to speak Indonesian media is made by planning, see the collection of indicators such as minimum standards Ministerial Regulation No.58 The year 2009, saw the theme in RKM, making RKH, after that make a story based on the theme that will be studied. The ability to speak Indonesian in children aged 5-6 years is sufficient. Media use picture books as a medium smooth talking in Indonesian is done as it should be. Media use picture books to practice speaking in Indonesian in children aged 5-6 years have been effective. Keywords: Speaking Indonesian, Picture Story. Abstrak: Penelitian ini berjudul “Kemampuan Berbicara Bahasa Indonesia Melalui Cerita Bergambar Dalam Keluarga Yang Berbahasa Melayu Pontianak” Penelitian ini bertujuan mengungkapkan kemampuan berbicara bahasa Indonesia melalui cerita bergambar dalam keluarga yang berbahasa Melayu Pontianak pada anak usia 5-6 tahun di TK Primanda Untan. Metode penelitian yang digunakan adalah: studi kasus bentuk kualitatif. Hasil penelitian menunjukkan bahwa: efektivitas penggunaan media cerita bergambar dapat membantu meningkatkan kemampuan berbicara bahasa Indonesia media ini di buat dengan perencanaan, seperti  melihat kumpulan indikator standar minimal Peraturan Menteri No.58 Tahun 2009, melihat tema di dalam RKM, membuat RKH, setelah itu membuat cerita sesuai dengan tema yang akan dipelajari. Kemampuan berbicara bahasa Indonesia pada anak usia 5-6 tahun sudah memadai. Penggunaan media cerita bergambar sebagai media memperlancar berbicara dalam bahasa Indonesia sudah dilakukan sebagaimana seharusnya. Penggunaan media cerita bergambar untuk membantu melatih kemampuan berbicara dalam berbahasa Indonesia pada anak usia 5-6 tahun sudah efektif. Kata kunci: Berbicara Bahasa Indonesia, Cerita Bergambar.