Articles

Found 22 Documents
Search

ISU-ISU DALAM PENGEMBANGAN HUBUNGAN KAUSAL ANTARA KEPEMIMPINAN ORGANISASIONAL DAN KEEFEKTIFAN ORGANISASIONAL ., Faisal
Fokus Ekonomi Vol 8, No 2 (2009)
Publisher : Fokus Ekonomi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (71.575 KB)

Abstract

In this article, I review major theories of leadership and some empirical research on leadership. Specially I review  the approaches to study organizational leadership, theories of organizational leadership and organizational effectiveness. There are some criteria to be  an effective leader. however if those factors are fulfilled by a leader will  an effective leader lead to an organizational effectiveness? All of these will be discussed in this  paper including issues with the concepts and metodology of leadership and organizational effectiveness.  It is argued here that one of the factors determining organizational effectiveness may be influence by effective leader. However, whether leadership effectiveness lead to organizational effectiveness are also determined by other factors outside control of a leader. Finally, this paper offers some specific implications for further investigation with regard to future research on this topic.
The Characterization of Arthur Dimmesdale as A Puritan Priest in The Scarlet Letter ., Faisal
LEKSIKA Vol 1, No 1 (2007)
Publisher : LEKSIKA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (71.575 KB)

Abstract

Novel The Scarlet Letter ditulis oleh Nathaniel Hawthorne pada tahun 1850 ketika Puritanisme sedang mengalami puncak kekukasan sekaligus penurunan kepercayaan penganutnya. Novel ini terdiri dari 7 bab di mulai dengan The Custom House yang merupakan narasi dari Hawthorne sebagai penulis juga sebagai pengantar menuju cerita selanjutnya. Novel ini sangat menarik karena menampilkan sosok seorang pastur yang notabene harus suci dan lepas dari dosa tetapi melakukan suatu perbuatan dosa yang dilarang oleh Tuhan dan dihujat oleh khalayak: zinah. Sebagai akibat dari perzinahan tersebut lahir seorang anak manusia dan sang ibu harus menjalani hukuman berat dengan mengenakan huruf A (adulterer = pezinah) selama hidupnya. Apa yang terjadi kemudian sungguh mengejutkan. Seorang pastur yang merasa bersalah karena telah melakukan zinah harus berbohong dan menutupi apa yang telah terjadi. Hal itu bertentangan dengan etika dan ajaran Puritan yang tidak hanya dipegang teguh tapi juga harus diamalkan dalam kehidupan sehari-hari dan diajarkan kepada khalayak. Etika Puritan yang menyatakan manusia harus berbuat baik supaya menjadi The Elected (Yang Terpilih) amat sangat mengganggu pikiran sang pastur karena merasa dia tidak akan pernah menjadi Yang Terpilih tetapi akan menjadi Yang Terkutuk. Selain itu kepercayaan terhadap etika predestination (Kodrat yang telah ditentukan) menyebabkan dia menyesali kelahiran dirinya sendiri. Sebagai akibat dari etika Puritan yang dianutnya, sang pastur mengalami penurunan kondisi fisik karena puasa berat yang dijalani, hukuman yang dilakukan oleh dirinya sendiri serta terus-menerus berlutut di depan cermin untuk mengakui apa yang telah dilakukannya. Kondisi ini semakin diperparah dengan status sosialnya sebagai pastur yang dianggap mulia dan agung di mata masyarakat di mana seorang pastur tidak hanya menjadi pengkhotbah tetapi juga menjadi guru serta teladan masyarakat yang siap mendengarkan dan menerima pengakuan dosa. Dalam bidang politik, seorang pastur memiliki posisi penting karena menjadi panitia dalam pemilihan menteri dalam pemerintahan. Selanjutnya, ketika semua menjadi tidak terkontrol, sang pastur mengalami penderitaan psikologis yang terlihat dari sikapnya yang gugup dan kaku ketika harus berkhotbah. Dalam tidurnya dia berjalan menuju tempat di mana Hester Prynne berdiri menerima hukuman. Kata Kunci: sifat fisik, sifat sosial, sifat psikologis
Persepsi Kepala Sekolah dan Guru Tentang Mutu Sekolah ., Faisal
Jurnal Visi Ilmu Pendidikan (J-VIP) Vol 9, No 3 (2012): Volume 9 Nomor 3 Edisi Agustus 2012
Publisher : Jurnal Visi Ilmu Pendidikan (J-VIP)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (195.772 KB)

Abstract

Kelebihan yang dimiliki SMPN 4 Sambas belum mampu mengantarkannya menjadi sekolah bermutu di Kabupaten Sambas. Metode  yang digunakan adalah pendekatan penelitian kualitatif, jenis penelitian studi  kasus, orientasi teoritisnya mengacu pada teori Fenomenologi. Hasil wawancara, pengamatan dan dokumen sekolah terungkap bahwa; 1) Profil sekolah memenuhi SNP, (2) Kepala sekolah dan guru memberikan persepsi yang sama tentang mutu sekolah. Kata Kunci: persepsi, kepala sekolah, guru, mutu sekolah
THE CHARACTERIZATION OF ARTHUR DIMMESDALE AS A PURITAN PRIEST IN THE SCARLET LETTER ., Faisal
LEKSIKA Vol 1, No 1 (2007)
Publisher : LEKSIKA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (71.575 KB)

Abstract

Novel The Scarlet Letter ditulis oleh Nathaniel Hawthorne pada tahun 1850 ketika Puritanisme sedang mengalami puncak kekuasaan sekaligus penurunan kepercayaan penganutnya. Novel ini terdiri dari 7 bab dimulai dengan The Custom House yang merupakan narasi Hawhtorne sebagai penulis juga sebagai pengantar menuju cerita selanjutnya. Novel ini sangat menarik karena menampilkan sosok seorang pastur yang notabene harus suci dan lepas dari dosa tetapi melakukan suatu perbuatan yang dilarang oleh Tuhan dan dihujat oleh khalayak: zinah. - Sebagai akibat dari perzinahan tersebut, lahir seorang anak manusia dan sang Ibu harus menjalani hukuman berat dengan mengenakan huruf A (adulterer = pezinah) selama hidupnya. Apa yang terjadi kemudian sangat mengejutkan. Seorang pastur yang merasa bersalah karena telah melakukan zinah harus berbohong dan menutupi apa yang telah terjadi. Hal ini bertentangan dengan etika dan ajaran Puritan yang tidak hanya berpegang teguh tapi juga harus diamalkan dalam kehidupan sehari-hari dan diajarkan kepada khalayak. Etika Puritan yang menyatakan manusia harus berbuat baik supaya menjadi The Elected (Yang Terpilih) amat sangat mengganggu pikiran sang pastur karena merasa dia tidak akan pernah menjadi Yang Terpilih tetapi akan menjadi Yang Terkutuk. Selain itu, kepercayaan terhadap etika predestination (Kodrat yang telah ditentukan) menyebabkan dia menyesali kelahiran dirinya sendiri. Sebagai akibat dari etika Puritan yang dianutnya, sang pastur mengalami penurunan kondisi fisik karena puasa berat yang dijalani, hukuman yang dilakukan oleh dirinya sendiri serta terus menerus berlutut di depan cermin untuk mengakui apa yang telah dilakukannya. Kondisi ini semakin diperparah dengan status sosialnya sebagai pastur yang dianggap mulia dan agung di mata masyarakat di mana seorang pastur tidak hanya menjadi pengkhotbah tetapi juga menjadi guru serta teladan dalam masyarakat yang siap mendengarkan dan menerima pengakuan dosa. Dalam bidang politik, seorang pastur memiliki posisi penting karena menjadi panitia dalam pemilihan menteri dalam pemerintahan. Selanjutnya, ketika semua menjadi tidak terkontrol, sang pastur mengalami penderitaan psikologis yang terlihat dari sikapnya yang gugup dan kaku ketika harus berkhotbah. Dalam tidurnya, dia berjalan menuju tempat di mana Hester Pryne berdiri menerima hukuman. Kata kunci: sifat fisik, sifat sosial, sifat psikologis Dimuat di Jurnal Leksika vol 1 no 1 Pebruari 2007
FRIEND TO DEVELOP AN ARGUMENTATIVE ESSAY ., Faisal
LEKSIKA Vol 7, No 1 (2013)
Publisher : LEKSIKA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (71.575 KB)

Abstract

Writing is a process that helps the students develop their ideas and logical thinking. Principally, to write means to try to produce a written message. Because of these facts, it is necessary for teachers and students to master it well as writing plays a very important role in many processes including teaching and learning proc-esses. However, in the real teaching and learning process, junior high students who have been accustomed to LKS (Student Worksheet) consider writing a boring activity. They have to just fill in the blanks, answer the ques-tions, and rearrange jumbled paragraphs in spite of writing their own ideas based on certain topics. This be-comes the drawbacks for them to get actively involved in writing activities. To overcome that, FRIEND standing for Fact, Reason, Point, Elaboration and Decision is considered help-ful to improve learners’ ability to develop an argumentative essay. FRIEND helps learners to write well-developed and properly organized essay since it provides systematic ways to do so. Besides, FRIEND actually gives learners an easy way to think, express, and organize their ideas into a good argumentative essay. . Keywords: FRIEND, argumentative essay
IMPLEMENTASI PERMENDIKNAS NOMOR 28 TAHUN 2010 DI KABUPATEN SAMBAS ., Faisal
Jurnal Visi Ilmu Pendidikan (J-VIP) Vol 10, No 1 (2013): Volume 10 Nomor 1 Edisi Januari 2013
Publisher : Jurnal Visi Ilmu Pendidikan (J-VIP)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (178.968 KB)

Abstract

Permendiknas Nomor 28 Tahun 2010 mengatur tentang Penugasan Guru sebagai Kepala Sekolah/Madrasah, meliputi persyaratan umum dan persyaratan khusus, penyiapan calon, pengangkatan, masa tugas pengembangan keprofesian berkelanjutan, penilaian kinerja, mutasi dan pemberhentian kepala sekolah/madrasah. Tulisan ini bertujuan mengungkap proses pengangkatan kepala sekolah di Kabupaten Sambas dalam setting sekolah menengah pertama.   Kata Kunci: Rekrutmen, Seleksi dan Penempatan Kepala Sekolah
SOKO TUNGGAL DAN MASJID MARGOYUWONO DALAM BENTENG KERATON YOGYAKARTA ., faisal
Saraswati Jurnal Mahasiswa Desain Interior
Publisher : Institut Seni Indonesia Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24821/srs.v0i0.400

Abstract

Dalam Benteng Keraton terdapat enam bangunan masjid di antaranya adalah bangunan Masjid Soko Tunggal, Masjid Penapen, Masjid Selo, Masjid Sumur Gemuling, Masjid Rotowijayan dan Masjid Morgoyuwono, dari enam masjid tersebut hanya ada dua masjid yang kaya akan ornamen yaitu Masjid Morgoyuwono dan Masjid Soko Tunggal, pada interior Masjid Soko Tunggal ornamen banyak terdapat pada tiang yang berfungsi sebagai penopang atap yang memayungi bangunan masjid sehingga menyerupai payung yang sedang terbuka, sedangkan pada interior Masjid Margoyuwono ornamen banyak ditemukan sebagai konstruksi dan juga sebagai elemen hias saja sehingga menarik untuk diteliti dengan metode ikonografi. Tujuan dari penelitian ini adalah mengetahui ikonografi ornamen yang terdapat pada Masjid Soko Tunggal dan Masjid Margoyuwono Yogyakarta dari aspek preikonografi, aspek ikonografi dan aspek ikonologi. Ikonografi adalah pembahasan tentang makna, data diperoleh melalui proses observasi, wawancara, dokumentasi dan kepustakaan kemudian dianalisis secara kualitatif dengan menggunakan metode ikonografi menurut Erwin Panofsky dengan tiga tahapan yaitu; tahap preikonografi, tahap ikonografi dan tahap ikonologi. Ornamen interior pada Masjid Soko Tunggal Yogyakarta dan Masjid Margoyuwono Yogyakarta adalah ornamen tradisional Yogyakarta yang mendapat pengaruh Islam, Hindu dan Budha, Walaupun kedua masjid merupakan perpaduan dari berbagai budaya yang berbeda, budaya yang berasal dari Indonesia dalam hal ini adalah budaya Jawa merupakan yang dominan sehingga kedua masjid tersebut merupakan ikon Jawa. Keyword: Ikonografi, Interior,ornamen, Masjid Soko Tunggal, Masjid Margoyuwono
PENGARUH KEPEMILIKAN INSIDER DAN KEBIJAKAN HUTANG TERHADAP NILAI PERUSAHAAN MANUFAKTUR DI BURSA EFEK INDONESIA: A PIECEWISE LINEAR REGRESSION ANALYSIS ., Faisal
Jurnal Bisnis dan Ekonomi Vol 20, No 2 (2013): JURNAL BISNIS DAN EKONOMI SEPTEMBER 2013 ISSN. 1412-3126
Publisher : Jurnal Bisnis dan Ekonomi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (27.132 KB)

Abstract

This study aims to examine the impact of insider ownership and debt policy on firm value at manufacture industries in Indonesia Stock Exchange. The issue arises as to whether these ownership structure and debt policy have been effective in reducing agency costs, and therefore enhancing firm value. This paper utilizes a panel data analysis of 293 firm years listed in the Indonesia Stock Market over a seven years period from years 2002 to 2008. A piecewise linear regressionmodel is used to test the hypotheses. Overall, the results highlight the importance of ownership structure role played by insider ownership and debt policy with three control variabels to influence firm value. We find a nonmonotonic relationbetween the fraction of common stock owned by insider and firm value. We find that the negative entrenchment effect is dominant when insider ownership level is less than 5% or greater than 25%, while the 5% to 25% insider ownership level reflect the convergence of interest (alignment ofinterests) hypothesis. We also find a significant positif relation between debt policy and firm value. Finaly, we also find that firm size, firm profitability, and firm age as control variabels have significant impact on firm value. The results are consistent with the hypothesis that firm value is a function of the structure of equity ownership, and debt policy.Keywords: insider ownership, debt policy, agency cost, and firm value
MELAMPAUI TAFSIR POSITIVISME HUKUM DALAM PERADILAN ASRORI ., Faisal
QISTIE Vol 5, No 1 (2011): Qistie
Publisher : QISTIE

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Growth of positivism can not be separated from the paradigm of Rene Descartesand Isac Newton, who is often referred to as the Cartesian-Newtonian. Cartesian-Newtonian paradigm is, one side managed to develop science and technologiesthat facilitate human life, but on the other hand reduce the complexity andrichness of human life itself. Cartesian-Newtonian paradigm to treat human andsocial system like a big machine that is set according to the conceptual basis ofobjectivism, determinism, reductionism, materialism-saintisisme,instrumentalisme, dualism and the mechanistic. This was the cause of theCartesian-Newtonian paradigm stands firmly in inspiring understand positivism,and gradually also affect the science of law.Keywords: Legal Positivism, the Revolution of Science, Law Progressive
Sistem Penunjang Keputusan Pemilihan Sekolah Menengah Kejuruan Teknik Komputer Dan Jaringan Yang Terfavorit Dengan Menggunakan Multi-Criteria Decision Making ., Faisal; Permana, Silvester Dian Handy
Jurnal Teknologi Informasi dan Ilmu Komputer Vol 2, No 1 (2015)
Publisher : Fakultas Ilmu Komputer

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (693.572 KB)

Abstract

Abstrak Sistem pendukung keputusan (SPK) adalah sebuah sistem yang dapat membantu seseorang dalam mengambil keputusan dari berbagai jenis pilihan yang dilakukan secara akurat dan sesuai dengan sasaran yang diinginkan. Banyak permasalahan yang dapat diselesaikan dengan menggunakan sistem pendukung keputusan. Dalam makalah ini sistem pendukung keputusan digunakan untuk membantu para lulusan siswa-siswi Sekolah Menengah Pertama (SMP) dalam menentukan pilihan masuk atau melanjutkan sekolahnya ke sebuah Sekolah Menengah Kejuruan Teknik Komputer Dan Jaringan (SMK TKJ) yang favorit dari beberapa pilihan sekolah yang ada yang ingin mereka pilih sebagai lanjutan tahapan pendidikan berikutnya. Metode yang digunakan dalam penelitian ini yaitu menggunakan metode Multi-Criteria Decision Making (MCDM) dan Analytical Hierarchy Process (AHP), karena metode yang paling banyak digunakan dalam memecahkan permasalahan yang bersifat multi kriteria, seperti memecahkan masalah sistem pendukung keputusan dalam menentukan pemilihan masuk ke Sekolah Menengah Kejuruan Teknik Komputer Dan Jaringan (SMK TKJ) yang favorit. Hasil akhir dari penelitian ini yaitu nilai bobot 44,8% dari jawaban reponden memilih SMK TI 2, nilai bobot 29,3% dari jawaban reponden memilih SMK TI 1 dan nilai bobot 25,9% dari jawaban reponden memilih SMK TI 3 sebagai pilihan sekolah mereka. Kata kunci: Sistem pendukung keputusan, Pemilihan SMK TKJ, Multi-Criteria Decision System, Analytical Hierarchy Process Abstract Decision support system (DSS) is systems that can help a person to make decisions on the various types of options are done accurately and in accordance with the desired goals. Many problems can be solved by using decision support systems. In this research the decision support system is used to help the Junior High School (SMP) graduate students in determining the choice to enter or continue their education to a favorite Vocational High School of Computer Engineering and Networks (SMK TKJ) that anyone wants they select as an advanced stage subsequent education. The method used in this research is using Multi-Criteria Decision Making (MCDM) and Analytical Hierarchy Process (AHP), because it is the most widely used method in solving the problems that are multi-criteria, such as decision support systems to solve problems in determining the election into the favorite Vocational High School of Computer Engineering and Networks (SMK TKJ). The end result of this research is 44.8% weighted value of the respondents answers is chose the SMK TI 2, 29.3% weight value of the respondents answers is chose the SMK TI 1 and 25,9% weight value of the respondents answers is chose the SMK TI 3 as their favorite school. Keywords: Decision support system, Election SMK TKJ, Multi-Criteria Decision System, Analytical Hierarchy Process