Fadillah .
Program Studi Pendidikan Guru Anak Usia Dini FKIP UNTAN Pontianak

Published : 53 Documents
Articles

MODEL PEMBINAAN NILAI KEJUJURAN MELALUI PENDIDIKAN MATEMATIKA SEBAGAI UPAYA MENINGKATKAN KECERDASAN MORAL PESERTA DIDIK ., Fadillah
Jurnal Cakrawala Kependidikan Vol 9, No 1 (2011): JCK Maret 2011
Publisher : Jurnal Cakrawala Kependidikan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (208.859 KB)

Abstract

Jenjang Sekolah Dasar merupakan satuan pendidikan yang menanamkan dasar-dasar, di mana potensi yang ada membutuhkan arah pengembangan yang sesuai dengan kondisi sosiokultural, keyakinan spritual, potensi intellektual, daya imaginal dan emosional, serta potensi kemanusiaan lainnya yang sangat kompleks.Namun dalam mengemban tugas mulia ini, peserta didik dihadapkan pada persoalan moral yang menjadi krusial saat ini, menerobos ke segenap lapisan masyarakat dan semua bidang kehidupan, tak terkecuali dunia pendidikan. Terjadi krisis kejujuran pada diri peserta didik, baik krisis nilai maupun krisis perilaku. Nilai kejujuran terkait dengan persoalan etika. Baik belum tentu benar, namun kejujuran hendaknya menjadi yang benar, karenanya penting mengikuti kebenaran di manapun kebenaran itu berada. Dari sudut agama, khususnya Islam, kejujuran merupakan landasan Islam yang menjadi software yang menggerakkan aktivitas manusia. Dengan demikian,  kejujuran memang seharusnya dibina. Dalam rangka upaya mendorong kejujuran peserta didik, perlu dipertimbangkan: (a) kepedulian guru terhadap kejujuran peserta didik; (b) kepedulian orang tua terhadap perilaku peserta didik; (c) perjanjian moral peserta didik pada dirinya, dengan memegang kartu kesepakatan; (d) penguasaan materi matematika oleh peserta didik.   Kata kunci: kejujuran, moral, kecerdasan moral
PENINGKATAN AKTIVITAS BELAJAR SISWA PADA PEMBELAJARAN IPA MELALUI PENDEKATAN INKUIRI DI SD Kiswanto, Heri; ., Fadillah; ., Sukmawati
Jurnal Pendidikan dan Pembelajaran Vol 2, No 1 (2013): Januari 2013
Publisher : Jurnal Pendidikan dan Pembelajaran

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (209.273 KB)

Abstract

Improved Student Learning Activities Learning Science Through the Inquiry Approach in the primary is the title of this study aimed to reveal the existence of significant influence between inquiry approach to learning activities of students in the sixth grade at SDN 26 River Ambawang Kubu Raya district. The method used in this research is descriptive method to form a class action research. Election inquiry approach to learning science in the classroom because learning approach is deliberately designed to enhance students learning activities through a process of self discovery. After in applied inquiry approach in the process of learning science in the classroom, it increases students learning activities. This is evidenced by an increase in student learning activities in the first cycle increased by 46% to 76% in the second cycle. With the increase in students learning activities, the results of student learning is increasing. Thus, the application of an inquiry approach to learning of Natural Sciences in the sixth grade at SDN 26 River Ambawang Kubu Raya district can improve student learning activities. Keywords: Inquiry Approach Improve Learning Activities. Abstrak: Peningkatan Aktivitas Belajar Siswa Pada Pembelajaran IPA Melalui Pendekatan Inkuiri di SD merupakan judul penelitian ini yang bertujuan untuk mengungkap adanya pengaruh yang signifikan antara pendekatan inkuiri terhadap aktivitas belajar siswa di kelas VI SDN 26 Sungai Ambawang Kabupaten Kubu Raya. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode deskriptif dengan bentuk penelitian tindakan kelas. Pemilihan pendekatan inkuiri dalam proses pembelajaran IPA di kelas karena pendekatan pembelajaran ini memang sengaja dirancang untuk meningkatkan aktivitas belajar siswa melalui proses penemuan sendiri. Setelah diterapkanya pendekatan inkuiri ini dalam proses pembelajaran IPA di kelas, ternyata aktivitas belajar siswa meningkat. Hal ini terbukti dengan adanya peningkatan aktivitas belajar siswa pada siklus I sebesar 46% meningkat menjadi 76% pada siklus II. Dengan adanya peningkatan aktivitas belajar siswa tersebut, maka hasil belajar siswa juga turut meningkat. Dengan demikian, penerapan pendekatan inkuiri pada pembelajaran Ilmu Pengetahuan Alam di kelas VI SDN 26 Sungai Ambawang  Kabupaten Kubu Raya dapat meningkatkan aktivitas belajar siswa Kata kunci : Pendekatan Inkuiri Meningkatkan Aktivitas Belajar.
PEMBELAJARAN COOPERATIVE LEARNING TIPE JIGSAW UNTUK MENINGKATKAN HASIL BELAJAR IPA KELAS IV MIS AL-MUHAJIRIN F34210470, elmah; ., sukmawati; ., fadillah
Jurnal Pendidikan dan Pembelajaran Vol 2, No 1 (2013): Januari 2013
Publisher : Jurnal Pendidikan dan Pembelajaran

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (1907.519 KB)

Abstract

Abstrak: Pembelajaran cooperative learning tipe jigsaw untuk meningkatkan hasil belajar IPA kelas IV Mis AL-Muhajirin. Tujuan penelitian ini adalah untuk meningkatkan hasil belajar siswa dengan menerapkan model cooperative learning tipe jigsaw pada pembelajaran IPA. Metode penelitian adalah metode deskriptif, sifat penelitian kualitatif dan jenis penelitian adalah penelitian tindakan kelas. Subyek penelitian adalah siswa kelas IV Mis AL-Muhajirin Sungai Rengas sebanyak 26 orang siswa. Berdasarkan hasil penelitian di peroleh rata-rata hasil belajar siswa pada siklus I sebesar 59,30 yang di kategorikan kurang. Dan pada siklus II terjadi peningkatan sebesar 76,00 yang di kategorikan baik, karena sudah diatas KKM yaitu 60. Sedangkan untuk tingkat ketuntasan siswa pada siklus I diketahui sebesar 46,15% yang di kategorikan tidak tuntas sedangkan pada siklus II menjadi 96,15% yang di kategorikan tuntas/berhasil. Hal ini menunjukan bahwa pembelajaran dengan menerapkan model cooperative learning tipe jigsaw dapat meningkatkan hasil belajar IPA siswa kelas IV Mis AL-Muhajirin Sungai Rengas. Kata Kunci: Cooperative Jigsaw, Hasil Belajar, IPA.   Abstrak: Learning cooperative learning jigsaw type to improve learning outcomes IPA AL-Muhajirin eg grade IV. Purpose of this study was to improving’s student learning outcomes by applying the model of cooperative learning jigsaw type on learning IPA. Research method is descriptive nature of qualitative research and the kind of research is a class act. Study subjects were grade IV Mis AL-Muhajirin Rengas River as many as 26 students. Based on research results obtained average yield bell teaching students in cycle I at 59,30 which is less categorized. And in cycle II an in crease of 76,00 were categorize the good, because it was on the KKM is 60. While for the level of student mastery in the know cycle I of 46,15% which categorized in complete while on cycle II be 96,15% and categorized complete/successful. This case study shows that by applying the model type jigsaw cooperative learning can improve learning out comes IPA grade IV Mis AL-Muhajirin Rengas River. Key Words: Cooperative Jigsaw, Learning Outcomes, IPA
Penggunaan Media Gambar Untuk Meningkatkan Aktivitas Dan Hasil Belajar Siswa Pada Mata Pelajaran Ilmu Pengetahuan Alam Di Sekolah Dasar Negeri Afriyanti, Isma; ., Fadillah; ., Sukmawati
Jurnal Pendidikan dan Pembelajaran Vol 2, No 2 (2013): Februari 2013
Publisher : Jurnal Pendidikan dan Pembelajaran

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (436.718 KB)

Abstract

Abstrak : Penggunaan Media Gambar Untuk Meningkatkan Aktivitas Dan Hasil Belajar Siswa Pada Mata Pelajaran Ilmu Pengetahuan Alam Kelas I Sekolah Dasar Negeri 39 Sungai Raya. Penelitian ini bertujuan  untuk mendapatkan fakta yang objektif mengenai Penggunaan Media Gambar untuk Meningkatkan Aktivitas Dan Hasil Belajar Siswa Dalam Mengenal Anggota Tubuh Dan Kegunaannya Pada Mata Pelajaran Ilmu Pengetahuan Alam Kelas 1 Sekolah Dasar Negeri 39 Sungai Raya. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode deskriptif dengan pendekatan penelitian tindakan kelas. Sedangkan teknik dan alat pengumpulan data yang digunakan adalah teknik observasi dengan alat pengumpulan data berupa lembar observasi bagi guru dan siswa serta tes akhir sebagai evaluasi bagi siswa. Berdasarkan hasil perhitungan statistik menggunakan mean maka di dapat hasil aktivitas sebelum penggunaan media hanya sebesar 58,94%, hasil meningkat pada siklus I dan II setelah menggunakan media masing-masing 72,72 % dan 88,47%. Selanjutnya hasil belajar sebelum 50,94 %, hasil meningkat pada siklus I dan II setelah menggunakan media masing-masing 60,21% dan 74,21%.   Kata Kunci : Media gambar, aktivitas belajar, hasil belajar   Abstract: Using Images To Enhance Media And The Student Activity Lesson In Class 1 Natural Science Elementary School 39 Sungai Raya. This study aims to gain an objective fact about the use of Media Images to Improve Student Learning Activities And Results In A Know Your Body And The Usefulness of Natural Science Subjects Grade 1 Elementary School 39 Sungai Raya. The method used in this research is descriptive method of classroom action research approach. While the data collection techniques and tools used are observation techniques with a data collection form observation sheets for teachers and students as well as evaluation of the final test for students. Based on calculations using the statistical mean of the prior activity can result in media use only by 58.94%, the increase in cycle I and II after using media respectively 72.72% and 88.47%. The results of study before 50.94%, yield increases in cycle I and II after using media respectively 60.21% and 74.21%.   Key words: Media images, learning activities, learning outcomes
PEMBINAAN KECERDASAN INTRAPERSONAL PADA ANAK USIA DINI( 4-6 TAHUN) TK LKIA II PONTIANAK Muhartini, Heny; ., Fadillah; Yuniarni, Desni
Jurnal Pendidikan dan Pembelajaran Vol 2, No 2 (2013): Februari 2013
Publisher : Jurnal Pendidikan dan Pembelajaran

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (251.842 KB)

Abstract

This study titled Intrapersonal Intelligence Guidance on Early Childhood (4-6 years) Kindergarten LKIA II Pontianak on aspects of self-confidence and self-reliant. Research objectives were to describe how coaching intrapersonal intelligence, constraints, and the efforts of teachers to overcome. The method used is descriptive method. Forms of qualitative research analysis. The results coaching is done via refraction and active engagement of children in play activities. However, at the request of parents who want their children to learn more calistung, teachers attempt to resolve it by giving the sense that teachers should look at the age and maturity level of the child.   Abstrak: Penelitian ini berjudul Pembinaan Kecerdasan Intrapersonal pada Anak Usia Dini (4-6 tahun) TK LKIA II Pontianak pada aspek percaya diri dan mandiri.  Tujuan penelitian untuk mendeskripsikan bagaimana pembinaan kecerdasan intrapersonal, kendala, dan upaya yang dilakukan guru dalam mengatasinya. Metode yang digunakan adalah metode deskriptif. Bentuk penelitian analisis kualitatif. Hasil penelitian ialah pembinaan dilakukan melalui pembiasan dan pelibatan anak secara aktif dalam kegiatan bermain. Kendalanya ialah adanya permintaan orang tua yang ingin anaknya lebih banyak belajar calistung, upaya guru untuk mengatasinya dengan memberikan pengertian bahwa guru harus melihat usia dan tingkat kematangan anak. Kata kunci: Pembinaan, Kecerdasan Intrapersonal, Anak Usia Dini.
PROFIL PERILAKU DISIPLIN PADA ANAK DI KELAS A TK PASIFIKUS PONTIANAK (STUDI KASUS PADA ANAK USIA 4-5 TAHUN) Lassa, Maria Silviana; ., Fadillah; R, Marmawi
Jurnal Pendidikan dan Pembelajaran Vol 2, No 3 (2013): Maret 2013
Publisher : Jurnal Pendidikan dan Pembelajaran

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (128.272 KB)

Abstract

Judul penelitian ini adalah “Profil Perilaku Disiplin Pada Anak Di Kelas A TK pasifikus Pontianak Studi Kasus Pada Anak Di Kelas A TK Pasifikus Pontianak) ”.Penelitian bertujuan menyajikan profil perilaku disiplin pada anak usia4-5 dikelas ATK Pasifikus Pontianak .Bentuk penelitian adalah studi kasus. Penelitian studi kasus adalah peneliti  langsung meneliti kasus yang terjadi dilapangan sampai bisa dikatakan apakah kasus ini perlu diperhatikan atau tidak. Jenis penelitian yang dilakukan adalah pendekatan kualitatif. Subjek penelitian atau sampel 10 anak kelas A TK Pasifikus Pontianak.Terdiri dari 5 anak laki-laki dan 5 anakperempuan.Tehnikpengumpulan data yang digunakan adalah tehnik observasi langsung dantehnik komunikasi langsung.Alat pengumpulan data adalah lembar observasi anak dan lembar observasi guru serta pedoman pertanyaan. Kata kunci : Profil Perilaku Disiplin Abstract : This research deals with profile of students’ behavior. This research used study case as a form to conduct the data. The purpose of this research is to show the profile of students’ behavior that were 4-5 years old for students class A of TK Pasifikus Pontianak which consist of 10 student. In this research, the researcher observed the case that was happening in the classroom to prove are the case really needed to observe or not. The method of this research is qualitative. The researcher used observation and communication as a technique to collect the data. The tolls were colleting the data by students’ observation sheet, and guideline question. Key words : Profile of students’ behavior case study
Pengembangan Potensi Kognitif Anak Melalui Bermain Konstruksi dengan Lego di TK. KARTIKA V-49 Pontianak (F54209043), Rosita; ., Fadillah; Yuniarni, Desni
Jurnal Pendidikan dan Pembelajaran Vol 2, No 3 (2013): Maret 2013
Publisher : Jurnal Pendidikan dan Pembelajaran

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (218.443 KB)

Abstract

Pengembangan Kognitif anak melalui bermain Lego terhadap hasil belajar di TK.KARTIKA V-49 Pontianak. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui perkembngan Kognitif anak melalui bermain Lego di TK.KARTIKA V-49 Pontianak. Jenis penelitian yang digunakan yaitu penelitian tindakan kelas terhadap tiga puluh siswa pada usia 5-6 tahun dengan tekhnik pengumpulan data melaui observasi dan dokumentasi. Dari analisis dapat disimpulkan Perkembangan Kognitif anak dalam mengenal warna dasar merah, kuning, biru dengan Lego (86,67%). Anak mengenal bentuk Geometri, segitiga, lingkaran dan segiempat dengan Lego(90%). Anak mampu menyusun Lego dari besar ke kecil dan sebaliknya (83,33%). Hal ini berarti pembelajaran dengan bermain konstruksi dengan Lego dapat mengembangkan Kognitif anak usia 5-6 tahun di TK. KARTIKA V-49   Kata Kunci : Potensi Kognitif melalui bermain dengan Lego   Abstract : Developing of  Child Cognitive in playing Lego to study result at TK. KARTIKA V-49 Pontianak. The purpose of this research is to know Developing of  Child Cognitive in playing Lego at TK. KARTIKA V-49. The research method used classroom action research to thirty student in  5-6 age. Type this research is data roundup technique with observation and documentation. From analysis take conclusion  the influence Development of  Child Cognitive in knowing basic colour is red, yellow and blue with Lego (86,67%). The children to know Geometry,trilateral, circle, rectangle with Lego (90%). The children can make Lego from Big to small or on the contrary (83,33%). In this case is study with playing construction of Lego can Development of  Child Cognitive in 5-6 age at TK. KARTIKA V-49.   Key Word : The potential of cognitive in playing Lego
PEMBIASAAN SIKAP CINTA LINGKUNGAN PADA ANAK USIA 4-5 TAHUN DI TK NEGERI PEMBINA KETAPANG Sari, Novita; ., Fadillah; Ali, Muhammad
Jurnal Pendidikan dan Pembelajaran Vol 2, No 3 (2013): Maret 2013
Publisher : Jurnal Pendidikan dan Pembelajaran

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (271.678 KB)

Abstract

The title of the study is "Love habituation Environmental Attitudes in Children Age 4-5 in TK Negeri Pembina PAUD Terpadu Ketapang ". This study aims to describe the attitude of love customizing the environment in children aged 4-5 years in TK Negeri Pembina PAUD Terpadu Ketapang. The research method used is descriptive bentu Classroom Action Research. Subjects in this study amounted to 20 children. The results of the data analysis that: 1) Planning the learning attitude of love include: determining the themes and sub-themes, determine the competencies and learning outcomes, Daily Activity Plan, designing learning materials about keeping the environment clean, prepare guidelines for observation of the child, prepare the instructional media others: the picture. 2) The attitude of love learning environment includes an explanation of the attitude of love, exemplifies how to love the environment, held a race to clean up the environment. 3) The response of children to love learning environment through habituation attitude dispose of waste in place, keeping the class habituation, habituation tending to children aged 4-5 years in TK Negeri Pembina PAUD Terpadu Ketapang among other children are very excited to race practice such as sweeping, cleaning dust, watering, weeding and picking up trash, activities that have been carried out can be categorized as "good" because children can do activities without the teachers guidance, other than that the children have started to get used to love the environment with the simple things in everyday life. Abstrak: Judul penelitian ini adalah “Pembiasaan Sikap Cinta Lingkungan pada Anak Umur 4-5 Tahun TK Negeri Pembina PAUD Terpadu Kabupaten Ketapang”. Penelitian ini bertujuan mendeskripsikan tentang pembiasaan sikap cinta  lingkungan pada anak usia 4-5 tahun di TK Negeri Pembina PAUD Terpadu Ketapang. Metode penelitian yang digunakan adalah deskriptif dengan bentu Penelitian Tindakan Kelas. Subjek dalam penelitian ini berjumlah 20 anak. Hasil analisi data bahwa: 1) Perencanaan pembelajaran sikap cinta  lingkungan antara lain: menentukan tema dan sub tema, menetukan kompetensi dan hasil belajar, membuat Rencana Kegiatan Harian, merancang materi pembelajaran yakni tentang menjaga kebersihan lingkungan, menyiapkan pedoman observasi anak, menyiapkan media pembelajaran antara lain: gambar. 2) Pelaksanaan pembelajaran sikap cinta  lingkungan meliputi penjelasan tentang sikap cinta lingkungan, mencontohkan cara mencintai lingkungan, mengadakan perlombaan untuk membersihkan lingkungan. 3) Respon anak terhadap pembelajaran sikap cinta  lingkungan melalui pembiasaan membuang sampah pada tempatnya, pembiasaan menjaga kebersihan kelas, pembiasaan merawat tanaman pada  anak usia 4-5 tahun di TK Negeri Pembina PAUD Terpadu Ketapang antara lain anak sangat antusias untuk berlomba mempraktekkan seperti menyapu, membersihkan debu, menyiram tanaman, mencabut rumput dan memungut sampah, kegiatan yang telah dilakukan dapat dikategorikan “baik” karena anak dapat melakukan kegiatan tanpa bimbingan guru, selain itu anak sudah mulai membiasakan diri untuk mencintai lingkungan dengan hal-hal yang sederhana dalam kehidupan sehari-hari. Kata Kunci :  Pembiasaan, Sikap Cinta Lingkungan
Kejujuran Salah Satu Pendongkrak Pendidikan Karakter di Sekolah ., Fadillah
Jurnal Visi Ilmu Pendidikan (J-VIP) Vol 9, No 3 (2012): Volume 9 Nomor 3 Edisi Agustus 2012
Publisher : Jurnal Visi Ilmu Pendidikan (J-VIP)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (203.208 KB)

Abstract

Kejujuran sebagai suatu  nilai , seharusnya  tidak lagi dipandang sebagai harga material, yang hanya sebatas kebutuhan hidup saja, tetapi  menjadi harga yang immaterial, sehingga telah menjadi esensi hidup yang akan melekat pada diri, yang tidak lekang oleh kondisi dan waktu. Hal ini akan ditunjukkan bahwa seseorang yang telah menghayati nilai kejujuran akan terdorong untuk bersikap dan bertindak jujur kepada orang lain bahkan terhadap dirinya sendiri, karena pada dirinya telah tertanam sistem nilai dan keyakinan sistem, yang mengharuskannya untuk berperilaku jujur. Menyikapi secara kritis, begitu pentingnya menumbuhkembangkan  nilai kejujuran,  karena merupakan konsekuensi logis dari keberadaan (eksistensi) serta hakikat manusia sebagai makhluk sosial dan makhluk berbudaya, yang dapat dilakukan melalui pendidikan. Membangun karakter melalui pendidikan , tidak hanya pada tataran konsep tetapi mampu dicerna untuk dapat diaplikasikan dalam kehidupan . Dengan demikian akan tumbuh pribadi yang mandiri yang tidak menggantungkan hidup dari pihak atau individu lain. Dan ini perlu dilakukan sejak  dini. Jika peserta didik, tak dibangun karakternya, maka yang akan menjadi pemimpin di masa depan nanti, adalah individu-individu yang mudah tunduk pada kepentingan-kepentingan individu atau kelompok lain yang memiliki kepentingan ,yang bisa berakibat negatif dan fatal. Kata kunci : Kejujuran, karakter
PENINGKATAN KETERAMPILAN BERCERITA SISWA DENGAN MENGGUNAKAN MEDIA GAMBAR PADA PELAJARAN BAHASA INDONESIA DI SD Hairah, Jumratul; ., Fadillah; ., Sukmawati
Jurnal Pendidikan dan Pembelajaran Vol 2, No 4 (2013): April 2013
Publisher : Jurnal Pendidikan dan Pembelajaran

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (444.561 KB)

Abstract

Abstract Hairah Jumratul. 2012. Storytelling Skills Improvement Using Media Images On Indonesian language in Class III Elementary School District 06 Kubu Kubu Raya. Department of Primary Education, Faculty of Education and Science, University of Tanjungpura Pontianak. Counselor (I)Dr.Hj.Fadillah,M.Pd.and(II)Dra.Sukmawati,M.Pd. KeyWords:Storytelling,MediaImages,LearningIndonesian. From the initial observations on learning activities in class III tells Elementary School District 06 Kubu Kubu Raya. At low dapati binat Storytelling. because teachers only use handbook that is less interesting story. This can be seen in the learning storytelling among others (1) students are less motivated to tell you, (2) students understand difficult subject matter, (3) students can not pour the contents of the picture with their own words. (4) students do not dare talk to the class, (5) students are bored through the process of learning, (6) the students are not really in following the learning process, (7) students do not use the proper pronunciation in Storytelling, (8) student do not use the right intonation in storytelling, (9) the students do not use the expression tapat in storytelling, (10) students seempassive in participating in the learning process. Respect to this fact, need repair or improvement dilaksanaakan storytelling skills of students. One way is by learning to use media images telling. Efforts to increase it is the integration of storytelling storytelling skills by learning to use the image. This study used a descriptive approach to the design of classroom action research. The design of this study includes a preliminary study conducted in the learning storytelling class III Elementary School District 06 Kubu Kubu Raya to obtain early reflections. The planning stage of action implemented by designing procedures, and determine the form of action, determine the source of the data, determine the material acts, and determine the form of action. Reflections conducted at the end of each lesson or meeting on each cycle. The results of the implementation of the act of learning to use the media to tell by the pictures on each cycle always increase. In the first cycle success rate reached 73.49%. In the second cycle success rate reached 74.33%. This shows that learning Indonesian media images can improve storytelling skills in grade III Elementary School District 06 Kubu Kubu Raya. Thus, the use of media in learning Indonesian images can improve storytelling skills third graders Elementary School District 06 Kubu Kubu Raya should be implemented as a good learning, can enable and motivate students to tell a story. Learning plan drawn up at each cycle in accordance with the criteria in planning a good lesson, one that has included (1) kompetensis standard and basic competence, (2) indicators of learning, (3) learn   some vital lessons objectives to be achieved, (4) step the lesson,   (5)   media and learning resources (6)allocation of time (7)evaluation of learning. Based on these conclusions, the researchers say a few suggestions. First, Indonesian teacher should use the media images during the learning process. Secondly, it is suggested to Indonesian teacher to choose a story based on the characteristics of the students. Third, it is suggested to Indonesian teacher in order to carry out the study using a media image that storytelling skills increase. Abstrak Hairah Jumratul. 2012. Peningkatan Keterampilan Bercerita Dengan Menggunakan Media Gambar Pada Pelajaran Bahasa Indonesia Di Kelas III Sekolah Dasar Negeri 06 Kubu Kabupaten Kubu Raya. Jurusan Pendidikan Dasar, Fakultas dan Ilmu Pendidikan, Universitas Tanjungpura Pontianak. Pembimbing (I) Dr. Hj.Fadillah, M.Pd. dan (II) Dra. Sukmawati, M.Pd. Kata Kunci: Bercerita, Media Gambar, Pembelajaran Bahasa Indonesia.     Dari hasil observasi awal yang dilakukan pada kegiatan pembelajaran bercerita di kelas III Sekolah Dasar Negeri 06 Kubu Kabupaten Kubu Raya. Di dapati rendahnya binat Bercerita . karena guru hanya menggunakan buku pegangan cerita yang kurang menarik. Hal ini dapat dilihat pada pembelajaran bercerita antara lain (1) siswa kurang termotivasi untuk bercerita,  (2)  siswa susah memahami isi gambar, (3) siswa tidak bisa menuangkan isi gambar dengan kata-kata sendiri. (4) siswa tidak berani bercerita di depan kelas, (5) siswa merasa bosan mengikuti proses pembelajaran, (6) siswa tidak sungguh-sungguh dalam mengikuti proses pembelajaran, (7) siswa tidak menggunakan lafal yang tepat dalam Bercerita, (8) siswa tidak menggunakan intonasi yang tepat dalam bercerita, (9) siswa tidak menggunakan ekspresi yang tapat dalam bercerita, (10) siswa kelihatan pasif dalam mengikuti proses pembelajaran.