Articles

Found 5 Documents
Search

RADIOAKTIVITAS IODIUM-125 PADA UJI PRODUKSI MENGGUNAKAN TARGET XENON-124 DIPERKAYA Awaludin, Rohadi; Lubis, Hotman; Pujianto, Anung; Suparman, Ibon; Sarwono, Daya Agung; ., Abidin; ., Sriyono
Jurnal Sains dan Teknologi Nuklir Indonesia Vol 10, No 1 (2009): Februari 2009
Publisher : BATAN

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (130.828 KB)

Abstract

Telah dilakukan uji produksi 125I menggunakan target xenondiperkaya dengan pengayaan 124Xe sebesar 82,4%. Target diiradiasi neutron di kamar iradiasidi posisi S1 pada reaktor G.A. Siwabessy. Setelah iradiasi selama 24 jam, gas xenon teriradiasidiluruhkan di dalam botol peluruhan selama 7 hari. Radioisotop 125I yang terbentuk di dalambotol peluruhan dilarutkan menggunakan NaOH 0,005N sebanyak 3 kali. Dari uji produksi ke-1sampai dengan ke-8 diperoleh radioaktivitas total 125I sebesar 9541, 9801, 11239, 9458, 3293,3735, 4693 dan 2744 mCi. Penurunan radioaktivitas total 125I disebabkan oleh penurunanjumlah gas target. Radioaktivitas 125I hasil pelarutan pertama bergantung pada volume larutanNaOH yang digunakan. Persentase rerata radioaktivitas 125I pada pelarutan pertama sebesar65,1%, 71,5% dan 82,6% dari radioaktivitas total untuk pelarutan menggunakan larutan NaOHdengan volume 3, 4 dan 5 mL. Konsentrasi radioaktivitas maksimum yang berhasil diproduksisebesar 3410 mCi/mL dari hasil pelarutan pertama dari uji produksi pertama.
PEMBUATAN RADIONUKLIDA MOLIBDENUM-99 (99Mo) HASIL AKTIVASI NEUTRON DARI MOLIBDENUM ALAM UNTUK MEMPEROLEH TEKNESIUM-99m (99mTc) ., I. Saptiama; ., Herlina; ., Sriyono; ., E. Sarmini; ., Abidin; ., Kadarisman
Urania Jurnal Ilmiah Daur Bahan Bakar Nuklir Vol 22, No 2 (2016): Juni 2016
Publisher : Pusat Teknologi Bahan Bakar Nuklir

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (453.656 KB)

Abstract

ABSTRAK PEMBUATAN RADIONUKLIDA MOLIBDENUM-99 (99Mo) HASIL AKTIVASI NEUTRON DARI MOLIBDENUM ALAM UNTUK MEMPEROLEH TEKNESIUM-99m (99mTc). Pembatasan penggunaan uranium sebagai target untuk produksi 99mTc menyebabkan rumah sakit di Indonesia  kesulitan mendapatkan pasokan 99mTc. Saat ini 99mTc diperoleh dari 99Mo hasil fisi (pembelahan uranium).  Pembuatan radionuklida 99Mo dari aktivasi neutron  molibdenum alam (MoO3) di teras reaktor G.A Siwabessy digunakan sebagai metode alternatif untuk memperoleh 99mTc. Tujuan penelitian ini adalah untuk melakukan pembuatan radionuklida 99Mo dari aktivasi neutron molibdenum alam untuk memperoleh 99mTc. Serbuk MoO3 alam sebanyak 5 gram dikemas dalam ampul kuarsa dan dimasukkan ke dalam inner capsul selanjutnya dikemas menggunakan outer capsul sebagai bahan target. Bahan target diiradiasi di reaktor G.A Siwabessy selama 100 jam. Hasil perhitungan diperoleh aktivitas  99Mo sebesar 65 % dari nilai maksimum yang dapat diperoleh. MoO3 paska iradiasi dilarutkan dengan NaOH 4 M sehingga diperoleh larutan natrium molibdat (Na2MoO4). Radionuklida 99Mo dan 99mTc diukur menggunakan spektrometer gamma. Radionuklida 99Mo terdeteksi dalam produk larutan  Na2MoO4 dengan  aktivitas jenis 99Mo yang diperoleh sebesar 0,81 Ci 99Mo/g Mo.  Radionuklida anak luruh 99mTc dipisahkan dari radionuklida induk 99Mo menggunakan kolom pemisah yang berisi material berbasis zirkonium (MBZ) sebagai penyerap 99Mo. Radionuklida 99mTc hasil pemisahan diperoleh dalam bentuk natrium pertehnetat (Na99mTcO4).dengan recovery yang masih rendah yaitu sekitar 52 hingga 71 %. Kata kunci: Molibdenum, teknesium, radionuklida, pemisahan, iradiasi. ABSTRACT PRODUCTION OF ACTIVATED  NEUTRON MOLYBDENUM-99 (99Mo) RADIONUCLIDE FROM NATURAL MOLYBDENUM TO OBTAIN TECHNETIUM-99m (99mTc).  Uranium usage restriction causes the hospitals in indonesia difficult to obtain the suply of  99mTc. At Present, 99mTc is obtanied from molybdenum as a uranium fission product. Production of 99Mo radionuclide resulted from neutron activated natural molybdenum (MoO3) in G.A Siwabessy reactor could be used  as a alternatif method for producing 99mTc. The aim of this research is synthesize of   99Mo radionuclide from neutron activated natural molybdenum  (MoO3) to obtain 99mTc. The five grams of  MoO3 powder was packed in a quartz ampule and inserted into inner capsule then also inserted into outer capsule as a target material. It was iradiated in G.A Siwabessy reactor for 100hours. Based on theoritical calculation, about 65 % of maximum 99Mo activity could be recovered. After Irradiation,  MoO3 was dissolved by NaOH 4 M solution so it was natrium molybdate (Na2MoO4) solution. 99Mo and 99mTc radionuclide were analyzed using gamma spectrometer. 99Mo radionuclide was detected on Na2MoO4 solution as product that had specific activity of 0.81 Ci 99Mo/ g Mo. 99mTc as daughter radionuclide was separated from 99Mo as parent radionuclide using separated column containing zirconium based material (ZBM) as 99Mo adsobent. 99mTc radionuclide has been succesfully separated using ZBM column although recovery of 99mTc  was quite low in which approximately 52 to 71 %. The 99mTc radionuclide was recovered in the form of sodium pertechnetate (NaTcO4) solution. Keywords: Molybdenum, technetium, radionuclide, separation, irradiation.
PERBANDINGAN KEMAMPUAN KOMUNIKASI MATEMATIS SISWA YANG DIAJAR DENGAN MODEL PEMBELAJARAN KOOPERATIF TIPE THINK TALK WRITE (TTW) DAN PEMBELAJARAN KONVENSIONAL ., Abidin; Salam, Mohamad
Jurnal Penelitian Pendidikan Matematika Vol 1, No 1 (2013)
Publisher : Jurusan Pendidikan Matematika Universitas Halu Ole

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (282.926 KB) | DOI: 10.36709/jppm.v1i1.2958

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis secara deskriptif dan inferensial: (1) Kemampuan komunikasi matematis siswa sebelum pembelajaran dengan menggunakan model pembelajaran kooperatif tipe think talk write (TTW), (2) Kemampuan Komunikasi matematissiswa setelah pembelajaran dengan menggunakan model pembelajaran kooperaatif tipe think talk write, (3) Pengaruh model pembelajaran kooperaatif tipe think talk write terhadap kemampuan komunikasi matematis siswa. Berdasarkan hasil analisis? kesimpulan: (1) kemampuan komunikasi matematis siswa sebelum pembelajaran menggunakan model pembelajaran pembelajaran kooperaatif tipe think talk write tergolong cukup dimana 40,54% memperoleh nilai antara 64,539 sampai 77,478.siswa dengan nilai rata-rata 67,748. (2) kemampuan komunikasi matematis siswa setelah pembelajaran menggunakan modelpembelajaran kooperaatif tipe think talk write? tergolong tinggi dimana 82,05% siswa memperoleh nilai antara 64,539 sampai 90,417 dengan nilai rata-rata 74,10. (3) kemampuan komunikasi matematis siswa yang diajar dengan model pembelajaran kooperaatif tipe think talk write lebih baik dibandingkan dengan kemampuan komunikasi matematis siswa yangdiajar dengan pembelajaran konvensional. ?Kata Kunci: pembelajaran kooperatif; komunikasi matematis
RADIONUCLIDIC SEPARATION OF RADIOACTIVE INDIUM FOR MEDICAL AND BIOLOGICAL RESEARCH APPLICATIONS FROM TARGET MATRIX BASED ON NUCLEAR REACTION OF NATCd (n,γ) 115Cd 􀃎 115mIn Soenarjo, Sunarhadijoso; Wisnukaton, Kadarisman; ., Sriyono; ., Abidin; ., Herlina
Jurnal Ilmiah Aplikasi Isotop dan Radiasi Vol 5, No 2 (2009): Desember 2009
Publisher : BATAN

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (353.671 KB) | DOI: 10.17146/jair.2009.5.2.531

Abstract

Radioisotope 115mIn has been considered to be a very potential radioisotope formedical purposes and biological researches. Its physical properties are comparable to those of the radioisotope 99mTc. Although 115mIn is very potential for application innuclear medicine and biological researches, it is not widely explored for domestic use due to domestic limitations on its production technology. Accordingly, the objective of the present works is to master a production processing technology of 115mIn for medical and biological research applications. As the daughter of 115Cd, 115mIn is produced by neutron activation on cadmium target followed by separation in a radioisotope generator based on nuclear reaction of 114Cd (n,γ) 115Cd → 115mIn. In thisstudy, natural CdO was used as a target while the irradiation was carried out in the G.A. Siwabessy reactor. The separation of radioisotope 115mIn from the irradiated target was carried out by means of solvent extraction and anion exchange columnchromatography. In terms of solvent extraction, the post-irradiated target solution was extracted using two extractants namely 8-hydroxy-quinoline in chloroform and 2-ethylhexyl-phosphate in toluene. The resulting radioindium(III)-organo-complexwas then stripped from the organic phase to release the radioisotope 115mIn. Meanwhile in anion exchange column chromatography, the cadmium fraction in the post-irradiated target solution was conditioned to form anion complex, CdI42-, which was then bound on AG 1X8 (Cl¯, 100 — 200 mesh) resin column. The formed 115mIn, the daughter of 115Cd, in the form of 115mIn3+ was then eluted from the column using 0.05 M HCl. It was found that the radioactive indium obtained from the solventextraction using 8-hydroxyquinoline in chloroform was chemically contaminated by the extractant, while that obtained from the solvent extraction using 2-ethylhexylphosphate in toluene was significantly contaminated by 115Cd. The anion exchangecolumn chromatography was found to be the best method for separation of 115mIn from post-irradiated target solution because this method produced pure 115mIn. This was indicated by the resulting 115mIn fraction that gave a mono-energetic γ-rayspectrum peaking at 336 keV and a half-life of 4.486 hours which were related to 115mIn. The quantitative aspect which was regarded as a radioactivity of the produced 115Cd was found to give a fluctuated result. This result was suspected to be inflicted by irradiation parameters such as inaccuracy in irradiation time, thechanges of reactor power and neutron flux as well as inter-irradiation-position load, which varied from one irradiation to another irradiation.
FAKTOR RISIKO WASTING DALAM PENERAPAN FULL DAY SCHOOL PADA ANAK DI PAUD PESANTREN UMMUSABRI KENDARI ., Abidin; ., Tasnim; Banudi, La; ., Faatmawati
Health Information : Jurnal Penelitian Vol 10 No 2 (2018): Desember
Publisher : Pusat Penelitian dan Pengabdian Masyarakat Poltekkes Kemenkes Kendari

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Wasting adalah permasalahan kesehatan yang paling menonjol di Negaranegara miskin dan Negara-negara yang sedang berkembang yang dampaknya sangat besar. Pada tahun 2013, secara nasional prevalensi kurus pada anak balita masih 12,1%, yang artinya masalah kurus di Indonesia masih merupakan masalah kesehatan masyarakat yang serius. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh penerapan full day school terhadap status gizi pada pendidikan anak usia dini di Pesantren Ummusabri Kendari.Jenis penelitian ini adalah penelitian kuantitatif dengan rancangan pendekatan case control. Populasi dalam penelitian ini adalah semua peserta taman kanak-kanak PAUD Pesantren Ummusabri tahun 2018 yang berjumlah 114. Jumlah untuk sampel kasus sebanyak 26 orang dan sampel kontrol adalah 26 orang, Hasil uji odds ratio menunjukkan bahwa pola makan merupakan faktor risiko status gizi wasting (OR =5,727. CI 95% 1,645-19,942 >1), kebersihan lingkungan bukan faktor risiko status gizi wasting (OR = 0,494 CI 95% 0,125-1,949 <1), metode pembelajaran bukan faktor risiko status gizi wasting(OR =3,068 CI 95% = 0,982-9,591 <1), peran keluarga merupakan faktor risiko status gizi wasting (OR = 3,889 CI 95% = 1,178 ? 12,841 >1). Diharapkan kepada Paud Pesantren Ummusabri Kendari untuk dapat menggunakan hasil penelitian ini sebagai informasi dan bahan pertimbangan dalam meningkatkan kepedulian terhadap anak dengan masalah gizi kurang.