Wagiono -
Unknown Affiliation

Published : 10 Documents
Articles

Found 10 Documents
Search

MODIFIKASI MODEL HIDROGRAF ALIRAN PERMUKAAN WOODING UNTUK DAERAH ALIRAN SUNGAI DI DAERAH TROPIS

Jurnal Teknotan Vol 1, No 2 (2007)
Publisher : Jurnal Teknotan

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menentukan model hidrograf debit aliran permukaan yang dimodifikasi dari model Wooding, untuk kejadian hujan di daerah tropis, luas DAS yang lebih besar dan diharapkan lebih baik tingkat ketelitiannya. Penelitian dilaksanakan pada bulan Maret sampai Desember 2004.Percobaan kalibrasi model telah dilakukan pada  plot percobaan berbentuk ellips dengan panjang sumbu pendek 2,0 m  dan sumbu panjang 3,0 mdi Jatinangor untuk memperoleh parameter yang akan memberikan estimasi hasil hidrograf terbaik, dan validasi model untuk menguji keandalan model pada skala DAS  di sub DAS Cigulung seluas 36,8 km2 dan sub DAS Cikapundung Maribaya seluas 76,7 km2.          Hasil kalibrasi plot percobaan mendapatkan η (koefisien detention) terpakai sebesar - 0,5 dan pengujian keandalan model definitif menunjukkan hidrograf debit aliran permukaan yang dihitung dengan menggunakan model definitip  tidak berbeda nyata pada tingkat kepercayaan 95% terhadap hidrograf debit aliran permukaan hasil pengukuran lapangan. Sedangkan analisa sensitivitas menunjukkan perubahan luas DAS dan intensitas hujan akan berpengaruh terhadap hasil perhitungan debit aliran permukaan model. Kata kunci: Hidrograf aliran permukaan  

MODEL STOKASTIK SIMULASI HUBUNGAN PERUBAHAN TATAGUNA LAHAN TERHADAP JUMLAH TANAH TEREROSI PADA SUB DAS CIKAPUNDUNG GANDOK

Jurnal Teknotan Vol 2, No 2 (2008)
Publisher : Jurnal Teknotan

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Tujuan penelitian ini adalah untuk menentukan model yang dapat digunakan untuk memprediksi jumlah tanah tererosi yang terjadi pada sub-DAS Cikapundung Gandok jika terjadi perubahan tataguna lahan, sehingga akan diketahui pada komposisi tataguna lahan terutama luas hutan yang tersisa akan menyebabkan sub-Das telah mencapai kondisi kritis. Penelitian ini dilakukan mulai Oktober 2007 sampai dengan April 2008 di outlet sub-DAS Cikapundung Gandok yaitu di Babakan Siliwangi, Kota Bandung  yang saat ini  ramai dibicarakan tentang pemanfatan tataruangnya. Hasil penelitian ini berupa model stokastik E = 1,90.H0.05.K0,11.M0,3.S-0,1 dan kondisi tataguna lahan saat ini sudah memasuki tahap kritis. Kata kunci: Model stokastik erosi, Sub-DAS Cikapundung Gandok

PERANCANGAN PERANGKAT LUNAK PEMANEN AIR HUJAN LAPANGAN UNTUK PERTANIAN LAHAN KERING

Jurnal Teknotan Vol 4, No 2 (2010)
Publisher : Jurnal Teknotan

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penghitungan perolehan air hujan pada Instalasi pemanenan air hujan di lapangan dipengaruhi banyak faktor yang menentukan panen air hujan aktual. yang dipanen. Melalui teknologi komputer penghitungan dapat dipermudah dengan merancang perangkat lunak pemanen air hujan lapangan. Sebuah protipe perangkat lunak – disebut In-Rain Software Versi 1.0, telah berhasil dibuat dan beroperasi dengan baik. Hasil perhitungan data panen air hujan dengan menggunakan perangkat lunak ini diuji dengan data sekunder Desa Bojongkembar Kabupaten Sukabumi Jawa Jawa Barat. Hasil uji menunjukan perbedaan data panen air hujan yang relatif kecil antara 0 sampai 0,39 dengan rata-rata nilai perbedaan 0,079. Hasil uji membuktikan bahwa perangkat lunak yang dirancang ini valid dan dapat direkomendasikan penggunaannya. Perangkat lunak ini mudah dipindahkan dengan flash disc tanpa harus menginstalasi program dasarnya, yaitu Borland Delphi 7.0.Kata kunci : Pemanenan air hujan, Perangkat lunak, Borland Delphi 7.0

Kajian Pemanfaatan Sampah Pemukiman Sebagai Bahan Dasar EM-Bokashi dan Interaksinya dengan Jumlah Pemberian Air Terhadap Hasil dan Pertumbuhan Tanaman Tomat (Lycopersicon eseulentum Mill)

Jurnal Teknotan Vol 1, No 1 (2007)
Publisher : Jurnal Teknotan

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji pengaruh jumlah pemberian air dan berbagai jenis EM-Bokashi sampah rumah tangga sebagai bahan dasar pupuk terhadap pertumbuhan dan hasil tanaman tomat (Lycopersicum esculentum Mill), dan memberikan informasi kombinasi perlakukan jumlah pemberian air dan EM-Bokashi mana yang paling mempengaruhi pertumbuhan dan hasil tanaman tomat. Penelitian ini dilakukan pada bulan Mei hingga Agustus 2005Hasil penelitian menujukkan terdapat interaksi antara perlakuan jumlah pemberian air dan perlakuan berbagai jenis EM-Bokashi terhadap  tinggi tanaman sebagai respon pertumbuhan tanaman tomat dan pertumbuhan terbaik terjadi pada perlakuan kombinasi perlakuan jumlah pemberian air 625 ml/hari dan pemberian EM-Bokashi berasal dari rubbish sebanyak 30 ton/ha (K3E1), setinggi 208,00 cm. Tidak terdapat interaksi antara perlakuan jumlah pemberian air dan perlakuan berbagai jenis EM-Bokashi terhadap jumlah buah dan berat buah sebagai respon hasil tanaman tomat. Berat buah paling baik terdapat pada perlakuan pemberian EM-Bokashi yang berasal dari rubbish sebanyak 30 ton/ha(K3), seberat  3.495,00 gram pertanaman atau setara dengan 13,980 ton/ha, demikian juga dengan jumlah buah pertanaman yang paling baik terdapat pada perlakuan pemberian EM-Bokashi yang berasal dari rubbish  sebanyak 30 ton/ha(K3), dengan jumlah buah rata-rata 46,32 buah pertanaman. Kata kunci: Sampah pemukiman, EM-Bokashi

FITOREMEDIASI TANAH TERCEMAR LOGAM BERAT TIMBAL (Pb) DENGAN MENGGUNAKAN TANAMAN AKAR WANGI (Vetiveria zizanioides L.) TERHADAP pH TANAH, Pb TOTAL TANAH DAN SERAPAN Pb DALAM TANAMAN

Jurnal Teknotan Vol 5, No 1 (2011)
Publisher : Jurnal Teknotan

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Fitoremediasi dengan mekanisme fitoekstraksi dipandang sebagai suatu usaha pembersihan jangka panjang, yang membutuhkan banyak musim tanam untuk mengurangi kandungan logam berat dari tanah tercemar. Tujuan dari penelitian ini adalah mempelajari kemampuan tanaman akar wangi dalam menyerap Pb dan mengetahui lama tanam yang mengakumulasikan Pb terbesar pada tanaman akar wangi yang ditanam pada tanah sawah yang terpapar air limbah industri tekstil.Penelitian dilaksanakan di rumah kaca kebun percobaan Fakultas Pertanian Universitas Padjadjaran Jatinangor pada bulan Februari sampai Mei 2010, dengan mengambil contoh tanah tercemar dari kampung Babakan Jawa Desa Bojong Loa Kecamatan Rancaekek. Penelitian dilakukan dengan Rancangan Acak Kelompok (RAK) dengan mencoba 5 perlakuan lama tanam yaitu 20 hari, 40 hari, 60 hari, 80 hari, 100 hari dan masing-masing diulang 5 kali. Hasil penelitian menunjukkan bahwa akar wangi dapat menyerap Pb dari tanah sawah yang terpapar air limbah industri tekstil dan mengakumulasikannya terbesar pada bagian akar. Perlakuan lama tanam memberikan pengaruh yang nyata terhadap pH tanah, serapan Pb dalam batang dan daun tetapi tidak berpengaruh nyata terhadap kandungan Pb total dalam tanah dan serapan Pb dalam akar. Kisaran serapan Pb dalam bagian tanaman akar wangi yaitu akar berkisar 1,80-3,03 ppm; batang berkisar 0,24-2,43 ppm dan serapan Pb dalam daun berkisar 0,16-0,53 ppm. Kata kunci : Fitoremediasi, Timbal, Akar wangi, Lama tanam

Kajian Pemanfaatan Sampah Pemukiman Sebagai Bahan Dasar EM-Bokashi dan Interaksinya dengan Jumlah Pemberian Air Terhadap Hasil dan Pertumbuhan Tanaman Tomat (Lycopersicon eseulentum Mill)

Teknotan: Jurnal Industri Teknologi Pertanian Vol 1, No 1 (2007)
Publisher : Fakultas Teknologi Industri Pertanian

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji pengaruh jumlah pemberian air dan berbagai jenis EM-Bokashi sampah rumah tangga sebagai bahan dasar pupuk terhadap pertumbuhan dan hasil tanaman tomat (Lycopersicum esculentum Mill), dan memberikan informasi kombinasi perlakukan jumlah pemberian air dan EM-Bokashi mana yang paling mempengaruhi pertumbuhan dan hasil tanaman tomat. Penelitian ini dilakukan pada bulan Mei hingga Agustus 2005Hasil penelitian menujukkan terdapat interaksi antara perlakuan jumlah pemberian air dan perlakuan berbagai jenis EM-Bokashi terhadap  tinggi tanaman sebagai respon pertumbuhan tanaman tomat dan pertumbuhan terbaik terjadi pada perlakuan kombinasi perlakuan jumlah pemberian air 625 ml/hari dan pemberian EM-Bokashi berasal dari rubbish sebanyak 30 ton/ha (K3E1), setinggi 208,00 cm. Tidak terdapat interaksi antara perlakuan jumlah pemberian air dan perlakuan berbagai jenis EM-Bokashi terhadap jumlah buah dan berat buah sebagai respon hasil tanaman tomat. Berat buah paling baik terdapat pada perlakuan pemberian EM-Bokashi yang berasal dari rubbish sebanyak 30 ton/ha(K3), seberat  3.495,00 gram pertanaman atau setara dengan 13,980 ton/ha, demikian juga dengan jumlah buah pertanaman yang paling baik terdapat pada perlakuan pemberian EM-Bokashi yang berasal dari rubbish  sebanyak 30 ton/ha(K3), dengan jumlah buah rata-rata 46,32 buah pertanaman. Kata kunci: Sampah pemukiman, EM-Bokashi

FITOREMEDIASI TANAH TERCEMAR LOGAM BERAT TIMBAL (Pb) DENGAN MENGGUNAKAN TANAMAN AKAR WANGI (Vetiveria zizanioides L.) TERHADAP pH TANAH, Pb TOTAL TANAH DAN SERAPAN Pb DALAM TANAMAN

Teknotan: Jurnal Industri Teknologi Pertanian Vol 5, No 1 (2011)
Publisher : Fakultas Teknologi Industri Pertanian

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Fitoremediasi dengan mekanisme fitoekstraksi dipandang sebagai suatu usaha pembersihan jangka panjang, yang membutuhkan banyak musim tanam untuk mengurangi kandungan logam berat dari tanah tercemar. Tujuan dari penelitian ini adalah mempelajari kemampuan tanaman akar wangi dalam menyerap Pb dan mengetahui lama tanam yang mengakumulasikan Pb terbesar pada tanaman akar wangi yang ditanam pada tanah sawah yang terpapar air limbah industri tekstil.Penelitian dilaksanakan di rumah kaca kebun percobaan Fakultas Pertanian Universitas Padjadjaran Jatinangor pada bulan Februari sampai Mei 2010, dengan mengambil contoh tanah tercemar dari kampung Babakan Jawa Desa Bojong Loa Kecamatan Rancaekek. Penelitian dilakukan dengan Rancangan Acak Kelompok (RAK) dengan mencoba 5 perlakuan lama tanam yaitu 20 hari, 40 hari, 60 hari, 80 hari, 100 hari dan masing-masing diulang 5 kali. Hasil penelitian menunjukkan bahwa akar wangi dapat menyerap Pb dari tanah sawah yang terpapar air limbah industri tekstil dan mengakumulasikannya terbesar pada bagian akar. Perlakuan lama tanam memberikan pengaruh yang nyata terhadap pH tanah, serapan Pb dalam batang dan daun tetapi tidak berpengaruh nyata terhadap kandungan Pb total dalam tanah dan serapan Pb dalam akar. Kisaran serapan Pb dalam bagian tanaman akar wangi yaitu akar berkisar 1,80-3,03 ppm; batang berkisar 0,24-2,43 ppm dan serapan Pb dalam daun berkisar 0,16-0,53 ppm. Kata kunci : Fitoremediasi, Timbal, Akar wangi, Lama tanam

MODIFIKASI MODEL HIDROGRAF ALIRAN PERMUKAAN WOODING UNTUK DAERAH ALIRAN SUNGAI DI DAERAH TROPIS

Teknotan: Jurnal Industri Teknologi Pertanian Vol 1, No 2 (2007)
Publisher : Fakultas Teknologi Industri Pertanian

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menentukan model hidrograf debit aliran permukaan yang dimodifikasi dari model Wooding, untuk kejadian hujan di daerah tropis, luas DAS yang lebih besar dan diharapkan lebih baik tingkat ketelitiannya. Penelitian dilaksanakan pada bulan Maret sampai Desember 2004.Percobaan kalibrasi model telah dilakukan pada  plot percobaan berbentuk ellips dengan panjang sumbu pendek 2,0 m  dan sumbu panjang 3,0 mdi Jatinangor untuk memperoleh parameter yang akan memberikan estimasi hasil hidrograf terbaik, dan validasi model untuk menguji keandalan model pada skala DAS  di sub DAS Cigulung seluas 36,8 km2 dan sub DAS Cikapundung Maribaya seluas 76,7 km2.          Hasil kalibrasi plot percobaan mendapatkan η (koefisien detention) terpakai sebesar - 0,5 dan pengujian keandalan model definitif menunjukkan hidrograf debit aliran permukaan yang dihitung dengan menggunakan model definitip  tidak berbeda nyata pada tingkat kepercayaan 95% terhadap hidrograf debit aliran permukaan hasil pengukuran lapangan. Sedangkan analisa sensitivitas menunjukkan perubahan luas DAS dan intensitas hujan akan berpengaruh terhadap hasil perhitungan debit aliran permukaan model. Kata kunci: Hidrograf aliran permukaan  

PERANCANGAN PERANGKAT LUNAK PEMANEN AIR HUJAN LAPANGAN UNTUK PERTANIAN LAHAN KERING

Teknotan: Jurnal Industri Teknologi Pertanian Vol 4, No 2 (2010)
Publisher : Fakultas Teknologi Industri Pertanian

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penghitungan perolehan air hujan pada Instalasi pemanenan air hujan di lapangan dipengaruhi banyak faktor yang menentukan panen air hujan aktual. yang dipanen. Melalui teknologi komputer penghitungan dapat dipermudah dengan merancang perangkat lunak pemanen air hujan lapangan. Sebuah protipe perangkat lunak – disebut In-Rain Software Versi 1.0, telah berhasil dibuat dan beroperasi dengan baik. Hasil perhitungan data panen air hujan dengan menggunakan perangkat lunak ini diuji dengan data sekunder Desa Bojongkembar Kabupaten Sukabumi Jawa Jawa Barat. Hasil uji menunjukan perbedaan data panen air hujan yang relatif kecil antara 0 sampai 0,39 dengan rata-rata nilai perbedaan 0,079. Hasil uji membuktikan bahwa perangkat lunak yang dirancang ini valid dan dapat direkomendasikan penggunaannya. Perangkat lunak ini mudah dipindahkan dengan flash disc tanpa harus menginstalasi program dasarnya, yaitu Borland Delphi 7.0.Kata kunci : Pemanenan air hujan, Perangkat lunak, Borland Delphi 7.0

MODEL STOKASTIK SIMULASI HUBUNGAN PERUBAHAN TATAGUNA LAHAN TERHADAP JUMLAH TANAH TEREROSI PADA SUB DAS CIKAPUNDUNG GANDOK

Teknotan: Jurnal Industri Teknologi Pertanian Vol 2, No 2 (2008)
Publisher : Fakultas Teknologi Industri Pertanian

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Tujuan penelitian ini adalah untuk menentukan model yang dapat digunakan untuk memprediksi jumlah tanah tererosi yang terjadi pada sub-DAS Cikapundung Gandok jika terjadi perubahan tataguna lahan, sehingga akan diketahui pada komposisi tataguna lahan terutama luas hutan yang tersisa akan menyebabkan sub-Das telah mencapai kondisi kritis. Penelitian ini dilakukan mulai Oktober 2007 sampai dengan April 2008 di outlet sub-DAS Cikapundung Gandok yaitu di Babakan Siliwangi, Kota Bandung  yang saat ini  ramai dibicarakan tentang pemanfatan tataruangnya. Hasil penelitian ini berupa model stokastik E = 1,90.H0.05.K0,11.M0,3.S-0,1 dan kondisi tataguna lahan saat ini sudah memasuki tahap kritis. Kata kunci: Model stokastik erosi, Sub-DAS Cikapundung Gandok