Articles

Found 4 Documents
Search

STUDI ETNOGRAFI TERFOKUS PADA PENYAKIT TUBERKULOSIS DI KABUPATEN KEBUMEN JAWA TENGAH -, Suyatno
JURNAL KESEHATAN MASYARAKAT INDONESIA Vol 2, No 1 (2005): JURNAL KESEHATAN MASYARAKAT INDONESIA
Publisher : JURNAL KESEHATAN MASYARAKAT INDONESIA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (71.575 KB)

Abstract

Baickgound: Tuberculosis is a complex problem, especially in the tleveloping countries. Among other problems, the most dfficult thing to handle is the difficulty in findtng the srffirer. The objective of this intcly is to apply the ethnographic study to explore the case of tuberculosis in the community. Metiod: Thestucly oppiin, the cimmunity based design. The data was gathered with quantitative and qualitative methotl (in-clepthinter-view) from the tuberculosis patient and the non-tuberculosis patient, some of key petson in the community, ancl health tuorker in 7 health center area in the district of Kebumen, Central Java. Results; The study showecl ihat TAC was afamiliarterminologt of tuberculosis, and there were various local terminologies as tuberculosis symptoms. More patieits came to health care center with haemoptysis symptom. Conclusion; Almost all of them felt uncomfortable witi the durution and the side effect of antituberculosis medicine.Keywords: tuberculosis, ethnographic study, local terminology
PENGARUH TATA LETAK INSTRUMEN GAMELAN JAWA DI PANGGUNG PENDHAPA ISI SURAKARTA TERHADAP PARAMETER AKUSTIK BAGI PENGENDANG -, Suyatno
Instrumentasi Vol 37, No 1 (2013)
Publisher : LIPI Press, Anggota IKAPI

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (88.674 KB) | DOI: 10.14203/instrumentasi.v37i1.9

Abstract

Dalam paper ini dibahas analisa parameter akustik tataletak instrumen Gamelan Jawa bagi salah satu pemain Gamelan, yaitu Pengendang (pemain kendang). Pada permainan atau pagelaran Gamelan Jawa, pemain kendang adalah seniman yang seringkali bertindak seolah-olah sebagai konduktor. Sebagai pemimpin, pengendang bertugas mengatur ritme dan tempo permainan didasarkan pada respon yang diterima oleh telinga kiri dan kanan (IACC). Berdasarkan persepsi nada-nada yang didengarnya, pemain kendang memberikan komando melalui nada-nada kendang yang dimainkan. Nada-nada yang dihasilkan oleh instrumen gamelan menyebabkan medan suara dengan karakteristik tertentu. Karena sifatnya, secara teoritis medan suara yang dihasilkan oleh masing-masing instrumen untuk sampai ke pemain sangat dipengaruhi oleh karakter ruang dimana permainan dilakukan. Dalam penelitian ini, sebagai panggung pagelaran adalah Pendhapa ISI Surakarta. Pendhapa ISI Surakarta merupakan ruang pagelaran semi terbuka yang menghasilkan lebih banyak bunyi langsung untuk sampai pada pendengar terutama bagi pemain. Dari penelitian ini diperoleh nilai parameter akustik yang didengarkan oleh Pengendang pada permainan gending “Gambyong Pareanom” adalah Listening Level sebesar 98 dB, Tau-e sebesar 24.9 ms, tau-1 sebesar 2 ms serta IACC sebesar 0,81. Nilai ini menunjukkan bahwa pagelaran Gamelan Jawa pada Pendhapa ISI Surakarta menghasilkan karakter akustik tertentu. Namun karakteristik tersebut ‘belum’ menunjukkan preferensi optimum yang dibutuhkan oleh pemain kendang. Untuk itu, diperlukan pengujian lebih lanjut berbasis psiko dan phisio akustik agar dapat menjamin komunikasi antar pemain melalui nada-nada. Kata kunci: Gamelan Jawa, tataletak instrumen, pendhapa, Pengendang, Listening Level, Tau-e, tau-1, IACC.
STUDI ETNOGRAFI TERFOKUS PADA PENYAKIT TUBERKULOSIS DI KABUPATEN KEBUMEN JAWA TENGAH -, Suyatno
JURNAL KESEHATAN MASYARAKAT INDONESIA Volume 2. No. 1. Tahun 2005
Publisher : JURNAL KESEHATAN MASYARAKAT INDONESIA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (71.575 KB)

Abstract

Baickgound: Tuberculosis is a complex problem, especially in the tleveloping countries. Among other problems, the most dfficult thing to handle is the difficulty in findtng the srffirer. The objective of this intcly is to apply the ethnographic study to explore the case of tuberculosis in the community. Metiod: Thestucly oppiin, the cimmunity based design. The data was gathered with quantitative and qualitative methotl (in-clepthinter-view) from the tuberculosis patient and the non-tuberculosis patient, some of key petson in the community, ancl health tuorker in 7 health center area in the district of Kebumen, Central Java. Results; The study showecl ihat TAC was afamiliarterminologt of tuberculosis, and there were various local terminologies as tuberculosis symptoms. More patieits came to health care center with haemoptysis symptom. Conclusion; Almost all of them felt uncomfortable witi the durution and the side effect of antituberculosis medicine.Keywords: tuberculosis, ethnographic study, local terminology
SERBA-SERBI SURAT DINAS DAN PERMASALAHANNYA -, Suyatno
Lensa: Kajian Kebahasaan, Kesusastraan, dan Budaya Vol 5, No 2 (2015)
Publisher : Fakultas Bahasa dan Budaya Asing (FBBA), Universitas Muhammadiyah Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (71.575 KB) | DOI: 10.26714/lensa.5.2.2015.155-160

Abstract

Surat dinas adalah sarana yang paling efektif bagi suatu intansi pemerintah atau perusahaan untuk berkomunikasi secara tertulis dengan instansi atau perusahaan lainnya. Kemajuan teknologi memang telah berhasil menciptakan alat -alat yang lebih canggih (sophisticated technology) seperti telepon, HP (handphone), HT (Hand Talky), televisi, faksimile, jaringan internet, radar, modem,dll., namun hal -hal yangberupa informasi, perjanjian, keputusan, dan segala urusan kedinasan lainnya masih membutuhkan surat sebagai pengesahannya, surat jugalah dengan tanda tangan,stempel, atau materai sebagai tanda bukti yang memiliki kekuatan hukum dan otentik.Menyusun surat dinas yang baik tidaklah mudah. Sebagai bentuk komunikasi tulisan, surat menuntut penggunaan bahasa yang tidak saja benar menurut tata bahasa dan ejaan, tetapi juga jelas, efektif dan mampu mengungkapkan maksud yang ingin disampaikan oleh instansi/perusahaan pengirimnya. Sebagai bentuk dokumentasiyang otentik, surat dinas sangat mungkin dibaca orang, diperbanyak, dan disimpan dalam jangka waktu yang lama untuk suatu ketika dilihat kembali. Oleh karena itu, bentuk, isi, dan bahasa sebuah surat dinas menjadi suatu hal yang perlu diperhatikan. Di bawah ini disajikan beberapa petunjuk tentang diksi (pemilihan kata),ketepatan, kebakuan, keumuman, kehematan, kehalusan makna, contoh surat dinasyang kurang tepat, perbaikan surat dinas, dan beberapa penjelasan. Diharapkanmakalah ini dapat menuntun Anda dalam menguasai surat dinas.