Articles

Found 12 Documents
Search

POLA KEMITRAAN ANTARA PETANI TEBU RAKYAT DENGAN PTPN VII UNIT USAHA BUNGAMAYANG DALAM USAHATANI TEBU: KASUS DI DESA KARANG REJO KECAMATAN SUNGKAI SELATAN, LAMPUNG UTARA -, SRIATI; JUNAIDI, ASHARI; ASRI GUSNITA, LISA
SOCA (SOCIO-ECONOMIC OF AGRICULTURRE AND AGRIBUSINESS) Vol. 8, No. 2 Juli 2008
Publisher : Program Studi Agribisnis, Fakultas Pertanian, Universitas Udayana Jalan PB.Sudirman Denpasar, Bali, Indonesia. Telp: (0361) 223544 Email: soca@unud.ac.id

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

The purposes of this research are (1) to compare partnership pattern between farmers of TRK members and TRB members at Karang Rejo village with PTPN VII Unit Usaha Bungamayang, (2) to analyze the factors (Capital, land use, access to land, and experience) correlated to the farmer’s decision as the members of TRK in Karang Rejo Village, (3) to compare the income of TRK farmer’s and TRB farmer’s. The research was conducted on April until May 2006 by survey method, and data was collected by disproportionate random sampling. The result showed that there are any differences of activities on partnership pattern between the TRK farmers and TRB farmers with PTPN VII UU Bungamayang. That is about right and duty of farmer, right and duty of PTPN VII UU Bungamayang, credit, and distribution of produce. The capital, access to broad site and experience factor was having correlation with the farmer’s decision as the member of TRK. While size of land use was have no correlation with the farmer’s decision as the member of TRK. The average income at TRK farmers was Rp. 15.969.443,23 per hectare, while the income the TRB farmers was Rp. 13.591.636,84 per hectare. The differences of the average income was Rp 2.377.806,39 per hectare. Keywords: Partnership Patter, Cane Sugar, Farmers, Income.
KAJIAN BIO-EKONOMI SUMBERDAYA IKAN KAKAP MERAH YANG DIDARATKAN DI PANTAI SELATAN TASIKMALAYA, JAWA BARAT -, Sriati
Jurnal Akuatika Vol 2, No 2 (2011): Jurnal Akuatika
Publisher : Fakultas Perikanan dan Ilmu Kelautan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian telah dilaksanakan selama delapan bulan, sejak April hingga November 2008.  Tujuan penelitian adalah untuk mengetahui kondisi sumberdaya perikanan kakap merah di pantai Selatan, Tasikmalaya, meliputi hubungan antara produktivitas alat tangkap (CPUE) terhadap upaya tangkap yang dilakukan, hasil tangkap dan upaya pada kondisi maksimum lestari dan ekonomi maksimum. Metode yang digunakan adalah metode deskriptif dengan cara survei untuk pengumpulan data primer dan data sekunder. Hasil penelitian menunjukkan bahwa peningkatan laju upaya tangkap telah menurunkan CPUE.Nilai upaya optimum (Eopt) adalah 157,547.56trip dengan nilai MSY 5,862.10kg.  Nilai upaya pada saat keuntungan maksimum (EMEY) diperoleh 157,206.59trip dengan nilai hasil tangkap (MEY)  5,374.12kg. Laju eksploitasi kakap merah di Tasikmalaya menunjukkan overfishing pada tahun 2007.
PENERAPAN MODEL CONTEXTUAL TEACHING AND LEARNING (CTL) PADA MATA PELAJARAN IPS UNTUK MENINGKATKAN HASIL BELAJAR SISWA KELAS VI C SDN BERINGIN 477 SURABAYA -, Sriati
Jurnal Penelitian Pendidikan Guru Sekolah Dasar Volume 1, Nomor 1, Tahun 2013
Publisher : PGSD FIP UNESA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Pendekatan, strategi, metode, dan teknik pembelajaran pada hakikatnya dapat dibedakan tetapi tidak dapat dipisahkan. Keempat istilah tersebut merupakan satu kesatuan dalam pembelajaran. Pendekatan, strategi, metode, dan teknik pembelajaran yang akan dan/atau sedang digunakan dapat diketahui dari langkah-langkah pembelajaran yang telah tersusun dan/atau sedang terjadi. Pendekatan pembelajaran adalah cara umum dalam memandang pembelajaran. Sedangkan strategi pembelajaran adalah ilmu dan kiat di dalam memanfaatkan segala sumber belajar yang dimiliki dan/atau yang dapat dikerahkan untuk mencapai tujuan pembelajaran yang telah ditetapkan. Metode mengajar adalah berbagai cara kerja yang bersifat relatif umum yang sesuai untuk mencapai tujuan pembelajaran tertentu dan teknik pembelajaran adalah ragam khas penerapan suatu metode sesuai dengan latar penerapan tertentu. Teknik pembelajaran mengambarkan langkah-langkah penggunaan metode mengajar yang sifatnya lebih operasional. Faktor-faktor yang perlu diperhatikan dalam penentuan teknik pembelajaran di antaranya adalah kemampuan dan kebiasaan guru, ketersedian sarana dan waktu, serta kesiapan siswa. Faktor-faktor yang perlu dipertimbangkan dalam memilih strategi pembelajaran ialah tujuan pembelajaran, jenis dan tingkat kesulitan materi pelajaran, sarana, waktu yang tersedia, siswa, dan guru.
Sebaran Logam Berat Timbal (Pb) Pada Makrozoobenthos Di Perairan Waduk Cirata, Provinsi Jawa Barat Wicaksono, Ega Adhi; -, Sriati; Lili, Walim
Jurnal Perikanan Kelautan Vol 7, No 1 (2016): Jurnal Perikanan dan Kelautan
Publisher : Fakultas Perikanan dan Ilmu Kelautan Universitas Padjadjaran

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (423.822 KB)

Abstract

Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui nilai akumulasi logam timbal pada makrozoobenthos, pola persebarannya di Waduk Cirata dan mengetahui peranan makrozoobenthos dalam proses biomagnifikasi yang terjadi     di Waduk Cirata. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode survei. Pengukuran kandungan logam timbal pada sedimen dan makrozoobenthos dengan menggunakan metode AAS (Atomic Absorbtion Spectofotometer). Makrozoobenthos di Waduk Cirata yang teridentifikasi terdiri dari 9 genus yang keseluruhannya tergolong kedalam Filum Moluska dan Kelas Gastropoda. Kepadatan makrozoobenthos paling rendah berada di Stasiun Muara Cibalagung dengan kepadatan 74 individu/m2 dan kelimpahan tertinggi berada pada Stasiun Dam dengan kepadatan 267 individu/m2. Kandungan logam timbal pada makrozoobenthos berkisar antara 0,78 – 3,22 mg/kg, yang secara umum lebih rendah dari kandungan logam timbal pada sedimen yang berkisar antara 0,29 – 5,04 mg/kg sementara kandungan logam timbal pada air pada semua stasiun yaitu <0,01 ppm. Kandungan logam timbal pada sedimen Inlet Muara Citarum menurun secara perlahan hingga pada stasiun Muara Cibalagung, kemudian kembali naik pada stasiun Gandasoli dan Dam. Hal tersebut diduga akibat adanya masukan logam timbal akibat penggunaan pakan pada budidaya KJA di Waduk Cirata. Makrozoobenthos diduga tidak terlalu berperan dalam dalam proses biomagnifikasi di Waduk Cirata.
PEMANFAATAN Skeletonema sp. DALAM MEREDUKSI LIMBAH MINYAK SOLAR DI PERAIRAN Kurniawan, Muhamad Hariza; -, Sriati; Kurnia Agung, Mochamad Untung
Jurnal Perikanan Kelautan Vol 8, No 2 (2017): Jurnal Perikanan dan Kelautan
Publisher : Fakultas Perikanan dan Ilmu Kelautan Universitas Padjadjaran

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (351.465 KB)

Abstract

Kebutuhan bahan bakar minyak solar di Indonesia semakin meningkat. Peningkatan kebutuhan juga berbanding lurus dengan tumpahan minyak solar di perairan. Kandungan minyak solar dalam perairan umumnya bersifat toksik terhadap organisme sehingga keberadaannya cukup berbahaya. Skeletonema sp diduga berperan dalam mereduksi minyak solar di perairan. Penelitian ini dilaksanakan pada bulan September hingga Oktober 2016 di laboratorium sumber daya air. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui peranan Skeletonema sp dalam mereduksi limbah minyak solar di perairan. Penelitian ini dilakukan dengan 1 kontrol, 3 perlakuan dan 2 ulangan. Hasil penelitian adalah adanya peranan Skeletonema sp dalam mereduksi minyak solar di perairan  dengan rata rata penurunan solar setiap perlakuan secara berturut B (solar 500 µg/L) sebanyak 51 %, C (solar 1000  µg/L) sebanyak 68.5 %, dan D (solar 1500 µg/L) sebanyak 71 %.
Pengaruh Pemberian 17α Metiltestosteron Secara Oral Terhadap Maskulinisasi Ikan Nilem (Osteochilus hasselti) Menggunakan Jantan Fungsional Nur, Syaripudin; Yustiati, Ayi; -, Sriati
Jurnal Perikanan Kelautan Vol 6, No 2(1) (2015): Jurnal Perikanan dan Kelautan
Publisher : Fakultas Perikanan dan Ilmu Kelautan Universitas Padjadjaran

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (298.777 KB)

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui konsentrasi optimum hormon 17α- Metiltestosteron (MT) secara oral terhadap maskulinisasi ikan nilem yang menghasilkan persentase jantan terbanyak. Induk ikan diperoleh dari hasil penelitian sebelumnya pada bulan Februari 2015. Penelitian ini dilakukan dengan menggunakan metode eksperimental Rancangan Acak Lengkap (RAL) empat perlakuan dan  tiga ulangan. Hasil penelitian menunjukan terdapat perbedaan persentase kelamin jantan yang dihasilkan. Pada konsentrasi MT 30 mg/kg pakan menghasilkan persentase kelamin jantan sebesar 73,33% lebih besar di bandingkan dengan kontrol 25,56%, 40 mg/kg pakan 63,33%, dan 50 mg/kg pakan sebesar 61,11%. Kata Kunci : Hormon 17α-Metiltestosteron, jantan fungsional, maskulinisasi, persentase jantan, Osteochilus hasselti.
KAJIAN BIO-EKONOMI SUMBERDAYA IKAN KAKAP MERAH YANG DIDARATKAN DI PANTAI SELATAN TASIKMALAYA, JAWA BARAT -, Sriati
Jurnal Akuatika Vol 2, No 2 (2011): Jurnal Akuatika
Publisher : Fakultas Perikanan dan Ilmu Kelautan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (251.943 KB)

Abstract

Penelitian telah dilaksanakan selama delapan bulan, sejak April hingga November 2008.  Tujuan penelitian adalah untuk mengetahui kondisi sumberdaya perikanan kakap merah di pantai Selatan, Tasikmalaya, meliputi hubungan antara produktivitas alat tangkap (CPUE) terhadap upaya tangkap yang dilakukan, hasil tangkap dan upaya pada kondisi maksimum lestari dan ekonomi maksimum. Metode yang digunakan adalah metode deskriptif dengan cara survei untuk pengumpulan data primer dan data sekunder. Hasil penelitian menunjukkan bahwa peningkatan laju upaya tangkap telah menurunkan CPUE.Nilai upaya optimum (Eopt) adalah 157,547.56trip dengan nilai MSY 5,862.10kg.  Nilai upaya pada saat keuntungan maksimum (EMEY) diperoleh 157,206.59trip dengan nilai hasil tangkap (MEY)  5,374.12kg. Laju eksploitasi kakap merah di Tasikmalaya menunjukkan overfishing pada tahun 2007.
ANALISIS BIOEKONOMI PENANGKAPAN IKAN LAYUR (Trichirus sp.) DI PERAIRAN PARIGI KABUPATEN CIAMIS Utami, Diani Putri; Gumilar, Iwang; -, Sriati
Jurnal Perikanan Kelautan Vol 3, No 3 (2012): Jurnal Perikanan dan Kelautan
Publisher : Fakultas Perikanan dan Ilmu Kelautan Universitas Padjadjaran

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (331.9 KB)

Abstract

Penelitian mengenai analisis bioekonomi penangkapan Ikan Layur (Trichirus sp.) dilaksanakan pada tanggal 30 April 2012 sampai dengan 30 Mei 2012 di perairan Parigi Kabupaten Ciamis Jawa Barat. Tujuan dari penelitian ini adalah menganalisis keadaan bioekonomi dan arah pengelolaan sumberdaya ikan layur di perairan Parigi Kabupaten Ciamis berdasarkan indikator Maksimum potensi lestari (MSY) dan Maksimum Ekonomi Lestari (MEY) dengan menggunakan model bioekonomi Gordon-Schaefer. Metode penelitian ini menggunakan metode survei. Data dan informasi yang dikumpulkan terdiri atas data primer dan data sekunder. Tingkat produksi maksimum lestari (MSY) ikan layur di perairan Parigi Kabupaten Ciamis adalah sebesar 198.548 kg per tahun. Hasil ekonomi maksimum lestari (MEY) ikan layur di perairan Parigi adalah sebesar 184.487 kg per tahun. Jumlah Upaya penangkapan untuk mencapai tingkat produksi maksimum lestari (MSY) adalah sebesar 18.140 trip per tahun, sedangkan keuntungan hasil ekonomi maksimum lestari (MEY) akan dicapai saat dilakukan upaya penangkapan 13.312 trip per tahun. Analisis Usaha R/C menunjukan bahwa investasi untuk usaha penagkapan jaring insang masih dapat dikatakan layak untuk dilanjutkan.   Kata kunci : Analisis Usaha R/C, Bioekonomi, Ikan Layur, MSY, MEY  
Sebaran Logam Berat Timbal (Pb) Pada Makrozoobenthos Di Perairan Waduk Cirata, Provinsi Jawa Barat Wicaksono, Ega Adhi; -, Sriati; Lili, Walim
Jurnal Perikanan Kelautan Vol 7, No 1 (2016): Jurnal Perikanan dan Kelautan
Publisher : Fakultas Perikanan dan Ilmu Kelautan Universitas Padjadjaran

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (423.822 KB)

Abstract

Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui nilai akumulasi logam timbal pada makrozoobenthos, pola persebarannya di Waduk Cirata dan mengetahui peranan makrozoobenthos dalam proses biomagnifikasi yang terjadi     di Waduk Cirata. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode survei. Pengukuran kandungan logam timbal pada sedimen dan makrozoobenthos dengan menggunakan metode AAS (Atomic Absorbtion Spectofotometer). Makrozoobenthos di Waduk Cirata yang teridentifikasi terdiri dari 9 genus yang keseluruhannya tergolong kedalam Filum Moluska dan Kelas Gastropoda. Kepadatan makrozoobenthos paling rendah berada di Stasiun Muara Cibalagung dengan kepadatan 74 individu/m2 dan kelimpahan tertinggi berada pada Stasiun Dam dengan kepadatan 267 individu/m2. Kandungan logam timbal pada makrozoobenthos berkisar antara 0,78 ? 3,22 mg/kg, yang secara umum lebih rendah dari kandungan logam timbal pada sedimen yang berkisar antara 0,29 ? 5,04 mg/kg sementara kandungan logam timbal pada air pada semua stasiun yaitu <0,01 ppm. Kandungan logam timbal pada sedimen Inlet Muara Citarum menurun secara perlahan hingga pada stasiun Muara Cibalagung, kemudian kembali naik pada stasiun Gandasoli dan Dam. Hal tersebut diduga akibat adanya masukan logam timbal akibat penggunaan pakan pada budidaya KJA di Waduk Cirata. Makrozoobenthos diduga tidak terlalu berperan dalam dalam proses biomagnifikasi di Waduk Cirata.
Pengaruh Pemberian 17α Metiltestosteron Secara Oral Terhadap Maskulinisasi Ikan Nilem (Osteochilus hasselti) Menggunakan Jantan Fungsional Nur, Syaripudin; Yustiati, Ayi; -, Sriati
Jurnal Perikanan Kelautan Vol 6, No 2(1) (2015): Jurnal Perikanan dan Kelautan
Publisher : Fakultas Perikanan dan Ilmu Kelautan Universitas Padjadjaran

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (298.777 KB)

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui konsentrasi optimum hormon 17?- Metiltestosteron (MT) secara oral terhadap maskulinisasi ikan nilem yang menghasilkan persentase jantan terbanyak. Induk ikan diperoleh dari hasil penelitian sebelumnya pada bulan Februari 2015. Penelitian ini dilakukan dengan menggunakan metode eksperimental Rancangan Acak Lengkap (RAL) empat perlakuan dan  tiga ulangan. Hasil penelitian menunjukan terdapat perbedaan persentase kelamin jantan yang dihasilkan. Pada konsentrasi MT 30 mg/kg pakan menghasilkan persentase kelamin jantan sebesar 73,33% lebih besar di bandingkan dengan kontrol 25,56%, 40 mg/kg pakan 63,33%, dan 50 mg/kg pakan sebesar 61,11%. Kata Kunci : Hormon 17?-Metiltestosteron, jantan fungsional, maskulinisasi, persentase jantan, Osteochilus hasselti.