Shobirun -
Unknown Affiliation

Published : 12 Documents
Articles

Found 12 Documents
Search

The Difference of Anxiety Level on Hemodyalisis Patient Applied Health Education Using Leaflet and Audiovisual Aids

PROSIDING SEMINAR NASIONAL 2011: PROSEDING SEMINAR NASIONAL KEPERAWATAN PPNI JATENG
Publisher : Universitas Muhammadiyah Semarang

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (132.404 KB)

Abstract

Background - End stage renal disesase (ESRD) or chronic kidney disease is a life treatening condition. One of treatment conducted to replace renal function is hemodyalis. Among several patients, hemodyalisis can be a stressor for the patients so that anxiety is a condition that often experienced by the patients. In several cases, anxiety causes the patient fall in deteriorating condition at the time hemodyalisis done. Researches show that the quality of life of renal failure patients depend on the ability to face a steessor. In General Hospital Kota Semarang, health promotion has been developed. However, the implementation has not been conducted through audiovisual or leaflet media so that it may be contributed to low level knowledge. As a result, anxiety may increase. Objective - This study aimed to analise the difference of enxiety level of patient who having health education through audiovisual and leaflet media in Renal Unit General Hospital Kota Semarang. Method - Thirty nine respondent were partisipated in this study. Pre-test post-test design was applied to identify anxiety level of the patients. Independent t Test was used to analised the differences between two groups. Result - The result showed that there was significant difference when the patients having audiovisual (p=0.007) and when having leaflet (p=0.000). Meanwhile, there was no significant difference between both use of leaflet and audiovisual media (p=0.713). Recommendation - This study recommended the importance of using both leaflet and also audiovisual media. Key words - End Stage Renal Disesase (ESRD), I-Iemodyalisis Anxiety, Leaflet Audiovisual Medi

Kualitas Hidup Penderita Strok Fase Rehabilitasi Di Kota Semarang

PROSIDING SEMINAR NASIONAL 2011: PROSEDING SEMINAR NASIONAL KEPERAWATAN PPNI JATENG
Publisher : Universitas Muhammadiyah Semarang

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (191.869 KB)

Abstract

Latarbelakang&tujuan - Diperkirakan saat ini di Indonesia ada 500.000 penduduk yang terkena stroke. Dari jumlah tersebut, sepertiganya bisa pulih kembali, sepertiga lainnya mengalami gangguan fungsional ringan sampai sedang dan sepertiga sisanya mengalami gangguan fungsional berat yang mengharuskan penderita terus menerus di kasur. Pada kondisi yang seperti ini pengukuran kualitas hidup pada pasien strok fase rehabilitasi menjadi sangat penting diperhatikan. Metoda - Penelitian deskriptif korelasi dengan rancangan crossesctional dilakukan dengan tujuan untuk mendapatkan gambaran kualitas hidup (quality of life) dari penderita strok fase rehabilitasi di kota Semarang, dan mengetahui hubungan antara dukungan keluarga dan pendidikan dengan kualitas hidup pasien strok fase rehabilitasi. Populasi dalam penelitian ini adalah semua penderita strok fase rehabilitasi yang ada di kota Semarang. Sebanyak 65 penderita stroke fase rehabilitasi yang tinggal di kota Semarang digunakan sebagai sampel dalam penelitian ini (lotal sampling);- Analisa yang digunkan adalah dengan analisa univariat untuk menggambarkan kualitas hidup penderita strok fase rehabilitasi dengan distribusi frekuensi. dan prosentase, dan analisis bivariat untuk mengetahui hubungan antara dukungan keluarga dan pendidikan dengan kualitas hidup penderita strok fase rehabilitasi menggunakal uji rank Spearman. Hasil - Kualitas hidup penderita strok fase rehabilitasi di kota Semarang sebagian besar mengalami gangguan pada aspek energy, peran, mobilitas, kepribadian, peran sosial, dan fungsi anggota gerak atas. Sedangkan aspek yang tidak mengalami kesulitan ataugangguan adalah aspek bahasa, suasana hati, perawatan dini, berpikir, penglihatan, pekerjaan/ produktifitas, dan spiritual. Dukungan keluarga yang diberikan lebih banyak pada dukungan instrumental dan informasi. Hasil uji statistik menunjukkan tidak adanya hubungan antara dukungan leluarga dengan kualitas hidup pasien strok fase rehabilitasi (p =0,728) demikian halnya dengan pendidikan dengan kualitas hidup pasien strok fase rehabilitasi di kota Sernarang (p= 0,751). Simpulan & Saran - Disarankan untuk dilakukan penelitian lebih mendalam mencakup jumlah sampel yang lebih besai, cakupan wilayah yang lebih luas, dan perlunya penyediaan buku panduan (buku saku) tentang kualitas hidup bagi penderita strok dan keluarganya. Kata Kunci: Strok fase rehabilitasi, dukungan keluarga, pendidikan, kualitas hidup

FAKTOR-FAKTOR YANG MEMPENGARUHI KEJADIAN INFEKSI NOSOKOMIAL PADA PASIEN LUKA POST OPERASI DI RSUD TUGUREJO SEMARANG

Karya Ilmiah S.1 Ilmu Keperawatan Tahun 2012
Publisher : STIKES Telogorejo Semarang

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

ABSTRAK Tingginya angka infeksi nosokomial menjadi masalah yang penting di suatu rumah sakit karena dari infeksi nosokomial tersebut kondisi pasien bisa menjadi buruk. Tujuan penelitian ini adalah untuk menggambarkan faktor-faktor yang mempengaruhi kejadian infeksi nosokomial di RSUD Tugurejo Semarang. Metode penelitian ini adalah observasi dengan pendekatan cross sectional. Populasi sebanyak 237 orang dengan sampel 76 orang dengan variabel terikat kejadian infeksi nosokomial dan variabel bebas yaitu usia, lama hari rawat dan padatnya penderita lain. Hasil penelitian kejadian infeksi nosokomial sebanyak 5 responden (6,6%). Sebagian usia responden berusia dewasa awal sebanyak 37 orang (48,7%), lama hari rawat pasien dirawat sebentar (< 5 hari) sebanyak 66 orang (86,8%), jumlah pasien yang dirawat bersama di ruangan yang tidak padat sebanyak 42 orang (55,3%). Kesimpulan : ada pengaruh antara usia dengan kejadian infeksi nosokomial (p=0,004), Ada pengaruh antara lama hari rawat dengan infeksi nosokomial (p=0,000), Ada pengaruh antara padatnya penderita lain dengan infeksi nosokomial (p=0,010).Kata kunci : Usia, Lama hari rawat, Padatnya penderita lain, Infeksi nosokomial.

PENGARUH PENDIDIKAN KESEHATAN TENTANG HIPERTENSI TERHADAP PENGETAHUAN DAN SIKAP MENGELOLA HIPERTENSI DI PUSKESMAS PANDANARAN SEMARANG

Karya Ilmiah S.1 Ilmu Keperawatan Tahun 2012
Publisher : STIKES Telogorejo Semarang

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

ABSTRAK Hipertensi adalah tekanan darah persisten dimana tekanan sistoliknya diatas 140 mmHg dan tekanan diatoliknya diatas 90 mmHg. Berdasarkan Survei Kesehatan Rumah Tangga (SKRT) pada tahun 2001, hipertensi merupakan faktor utama penyakit jantung dan pembuluh darah di Indonesia yaitu sebanyak 26,3%. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisa pengaruh pendidikan kesehatan tentang hipertensi terhadap pengetahuan dan sikap dalam mengelola hipertensi di Puskesmas Pandanaran Semarang. Penelitian ini adalah sebuah penelitian kuantitatif dengan Quasi-experimental design yang menggunakan pretest-postest. Total sampelnya adalah 70 responden. Teknik pengambilan sampel yang digunakan adalah Consecutive Sampling. Pada penelitian ini, data dianalisis menggunakan Wilcoxon Signed Ranks Test (p<0,05). Hasil dari variable pengetahuan antara sebelum dan sesudah diberikan pendidikan kesehatan 0,000 (p<0,05), kemudian untuk variable sikap adalah 0,000 (p<0,05). Ini menunjukkan bahwa ada pengaruh yang signifikan antara pemberian pendidikan kesehatan dan sikap baik sebelum dan sesudah diberikan pendidikan kesehatan tentang hipertensi. Kesimpulan dari penelitian ini adalah pendidikan kesehatan tentang hipertensi mempengaruhi pengetahuan dan sikap dalam mengelola hipertensi.   Kata Kunci: pendidikan kesehatan, pengetahuan, sikap, hipertensi

HUBUNGAN ANTARA KOMUNIKASI DALAM KELUARGA DENGAN PERKEMBANGAN BAHASA ANAK USIA PRASEKOLAH DI TK TUNAS RIMBA MRANGGEN DEMAK

Karya Ilmiah S.1 Ilmu Keperawatan Tahun 2012
Publisher : STIKES Telogorejo Semarang

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Anak merupakan suatu idividu yang unik, mempunyai ciri khas tumbuh dan berkembang sejak konsepsi sampai akhir remaja. Anak berkembang dalam keluarga sehingga dalam keluarga banyak didominasi hubungan antara orang tua dan anak. Komunikasi dalam keluarga menjadi faktor yang sangat penting dalam perkembangan anak, salah saatu perkembangan anak yang diukur adalah perkembangan bahasa.komunikasi keluarga yang adekuat memungkinkan keluarga mensosialisasi anak dengan baik, dengan kata lain stimulasi keluarga yang baik dan lingkungan mendukung akan mempercepat perkembangan bahasa anak. Tujuan penelitian ini adalah mengidentifikasi hubungan antara komunikasi dalam keluarga dengan perkembangan bahasa anak usia prasekolah di TK Tunas Rimba Kecamatan Mranggen Kabupaten Demak. Metode penelitian ini adalah observasi dengan pendekatan cross sectional, populasi sebanyak 72 orang dengan sampel sebanyak 70 orang dengan teknik pengambilan sampel yaitu total sampling. Hasil penelitian menunjukkan terdapat hubungan antara komunikasi dalam keluarga dengan perkembangan bahasa anak usia prasekolah. Hal ini terlihat dari hasil penelitian dengan menggunakan uji hubungan chi square (X2) antara variabel komunikasi dalam keluarga dengan variabel perkembangan bahasa p-value 0,000 (p<0,05), kesimpulan ada hubungan antara komunikasi dalam keluarga dengan perkembangan bahasa anak prasekolah di TK Tunas Rimba Kecamatan Mranggen Kabupaten Demak. Saran: diharapkan keluarga mampu meningkatkan kualitas komunikasi yang baik terhadap anak sehingga nilai pendidikan dan pengajaran yang positif akan terbentuk dalam diri anak. Kata kunci: komunikasi dalam keluarga, perkembangan bahasa.

HUBUNGAN TINGKAT PENGETAHUAN DAN SIKAP IBU TERHADAP KEPATUHAN PEMBERIAN IMUNISASI DASAR PADA BAYI DI DESA MOROREJO KALIWUNGU KABUPATEN KENDAL

Karya Ilmiah S.1 Ilmu Keperawatan Tahun 2012
Publisher : STIKES Telogorejo Semarang

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Setiap tahun ada 10% bayi (sekitar 450.000 bayi) yang  belum mendapat imunisasi, sehingga  dalam 5 tahun menjadi  2 juta anak yang belum mendapat imunisai dasar lengkap. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan tingkat pengetahuan dan sikap  ibu terhadap kepatuhan pemberian imunisasi dasar pada bayi di desa Mororejo Kaliwungu Kabupaten Kendal. Desain penelitian ini adalah Descriptive corelation menggunakan rancangan cross sectional dengan jumlah sampel 60 responden dengan tekhnik purposive sampling. Hasil penelitian menunjukkan tingkat pengetahuan responden terhadap kepatuhan pemberian imunisasi dasar dalam kategori cukup, sikap responden dalam kategori tidak mendukung dan kepatuhan responden dalam kategori tidak patuh. Penelitian ini menggunakan uji chi square menunjukkan ada hubungan yang bermakna antara tingkat pengetahuan dan sikap dengan kepatuhan pemberian imunisasi dasar dengan nilai p= 0,000 (p<0,05).   Kata Kunci: pengetahuan, sikap, dan kepatuhan

HUBUNGAN ANTARA POLA ASUH IBU TERHADAP PERKEMBANGAN BAHASA ANAK USIA TODDLER (1-3 TAHUN) DI DESA SAMBIROTO DEMAK

Karya Ilmiah S.1 Ilmu Keperawatan Tahun 2012
Publisher : STIKES Telogorejo Semarang

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Pola asuh ibu merupakan interaksi antara anak dan ibunya selama mengadakan kegiatan pengasuhan. Keterlambatan dalam berbahasa pada anak usia toddler di antaranya disebabkan oleh faktor pola asuh orang tua. Pola asuh orang tua dapat diartikan sebagai pola perilaku yang diterapkan pada anak dan bersifat relatif konsisten dari waktu ke waktu. Pola perilaku ini dapat dirasakan oleh anak, dari segi negatif maupun positif. Terdapat 4 macam pola asuh orang tua yaitu pola asuh demokratis, pola asuh otoriter, pola asuh permisif dan pola asuh laissez faire. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan antara pola asuh ibu terhadap perkembangan bahasa pada anak usia toddler (1-3 tahun) di Desa Sambiroto Kecamatan Gajah Kabupaten Demak. Jenis penelitian ini merupakan penelitian non eksperimen dengan studi cross sectional. Banyaknya sampel yang digunakan dalam penelitian ini adalah 63 responden ibu dan anak usia todler. Berdasarkan dari hasil analisis hubungan antara pola asuh ibu terhadap perkembangan bahasa anak usia toddler (1-3 tahun) diperoleh data dengan  karakteristik perkembangan bahasanya baik dengan pola asuh demokratis sebanyak 36 (75,0%), otoriter sebanyak 6 (12,5%), permisif 2 (4,2%) dan laissez faire sebanyak 4 (8,3%). Responden yang karakteristik perkembangan bahasanya kurang baik dengan pola asuh demokratis sebanyak 3 (20,0%), otoriter 1 (6,7%), permisif 6 (40,0%) dan laissez faire sebanyak 5 (33,3%). Berdasarkan hasil uji statistik dengan menggunakan uji chi square diperoleh nilai p = 0,000 (p<0,05) sehingga dapat disimpulkan bahwa ada hubungan antara pola asuh ibu terhadap perkembangan bahasa anak usia toddler (1-3 tahun) di Desa Sambiroto Kecamatan Gajah Kabupaten Demak.   Kata kunci: Pola Asuh Ibu, Perkembangan Bahasa Toddler

PERBEDAAN PERKEMBANGAN MOTORIK KASAR ANAK YANG MENGIKUTI PROGRAM PLAYGROUP DENGAN ANAK YANG TIDAK MENGIKUTI PROGRAM PLAYGROUP DI TK ISLAM AL-AZHAR SALATIGA

Karya Ilmiah S.1 Ilmu Keperawatan Tahun 2012
Publisher : STIKES Telogorejo Semarang

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Pendidikan dalam tahap perkembangan anak  merupakan suatu kebutuhan sebagaimana kebutuhan lainya. Pendidikan anak usia dini dapat dilakukan di rumah ataupun di sekolah (misalnya play group). Namun, banyak ditemukan anak yang mengalami keterlambatan dalam perkembangan motoriknya disebabkan kurang mendapatkan stimulasi dari orang tua. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui tentang perbedaan perkembangan motorik kasar anak yang mengikuti program play group dengan anak yang tidak mengikuti program play group di TK Islam Al-Azhar 23 Salatiga. Desain penelitian menggunakan deskriptif komparasi. Sampel dalam penelitian ini adalah anak yang mengikuti play group dan anak yang tidak mengikuti play group dengan masing-masing jumlah sampel sebanyak 30 responden. Teknik sampling yang digunakan adalah total sampling. Hasil uji mann-Whitney didapatkan nilai p-value 0,007, dapat disimpulkan bahwa ada perbedaan yang signifikan perkembangan motorik kasar anak yang mengikuti program play group dengan anak yang tidak mengikuti program play group. Rekomendasi hasil penelitian ini adalah agar orang tua dapat memberikan stimulasi kepada anak sejak dini seperti melatih pergerakan anak. Kata kunci : Perkembangan, motorik kasar, play group

PENGETAHUAN DENGAN TINGKAT KECEMASAN IBU DALAM MENGHADAPI SINDROM KLIMAKTERIUM DI DESA PRAMBATAN KIDUL KECAMATAN KALIWUNGU KABUPATEN KUDUS

FIKkeS Vol 4, No 1 (2011): JURNAL KEPERAWATAN
Publisher : FIKkeS

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Wanita dengan klimakterium akan terjadi perubahan-perubahan tertentu yang dapat menyebabkan gangguan-gangguan ringan sampai berat. Perubahan dan gangguan itu sifatnya berbeda-beda. Gangguan-gangguan baik fisik maupun psikologis dapat menyebabkan kecemasan pada wanita. Kecemasan pada sindrom klimakterium akan muncul apabila dilatarbelakangi pengetahuan yang rendah. Hal ini juga terjadi pada sebagian wanita yang tinggal di Desa Prambatan Kidul Kecamatan Kaliwungu Kabupaten Kudus. Tujuan penelitian ini adalah mengetahui hubungan tingkat kecemasan ibu dalam menghadapi sindrom klimakterium di Desa Prambatan Kidul Kecamatan Kaliwungu Kabupaten Kudus. Jenis penelitian ini deskriptif korelasi dengan pendekatan cross sectional. Populasi penelitian ini adalah seluruh ibu-ibu usia klimakterik yaitu kelompok usia 40-50 tahun yang tinggal di Desa Prambatan Kidul Kecamatan Kaliwungu Kabupaten Kudus yang berjumlah 93 orang. Teknik sampling dalam penelitian ini menggunakan proporsional random sampling dengan jumlah 76 orang. Berdasarkan hasil penelitian diketahui bahwa sebagian besar pengetahuan ibu tentang klimakterium adalah rendah yaitu 55,3%, dan tingkat kecemasan wanita usia klimakterium sebagian besar adalah berat yaitu 65,8%. Hasil uji korelasi Spearman rho didapatkan koefisien korelasi sebesar -0,682 dengan nilai p sebesar 0,000 (P< 0,05), hal ini menunjukkan bahwa terdapat hubungan negative yang signifikan antara pengetahuan dengan tingkat kecemasan dalam menghadapi sindrom klimakterium di Desa Prambatan Kidul Kecamatan Kaliwungu Kabupaten Kudus. Artinya jika pengetahuan wanita tinggi maka tingkat kecemasannya akan menurun dan sebaliknya.Berdasarkan hal tersebut di atas diharapkan kepada para ibu terutama pada usia klimakterium untuk mencari dan memperluas pengetahuan mengenai berbagai hal yang berkaitan dengan sindrom klimakterium terutama gejala-gejala yang timbul pada masa ini. Sehingga dengan pengetahuan yang baik akan mengurangi tingkat kecemasan ibu mengenai sindrom klimakterium ini. Kata Kunci : Sindrom klimakterium, Tingkat kecemasan

PERBEDAAN EFEKTIFITAS TEKNIK RELAKSASI OTOT PROGRESIF DAN RELAKSASI NAFAS DALAM TERHADAP TEKANAN DARAH PADA PASIEN HIPERTENSI

Karya Ilmiah S.1 Ilmu Keperawatan Tahun 2013
Publisher : STIKES Telogorejo Semarang

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penderita hipertensi semakin meningkat setiap tahunnya dengan berbagai penyebab. Pada tahun 2012, WHO mencatat sebanyak 1 miliar penduduk dunia mengalami hipertensi. Secara garis besar pengobatan nonfarmakologis untuk pasien hipertensi antara lain dengan pemberian relaksasi seperti otot progresif dan nafas dalam. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis perbedaan efektifitas teknik relaksasi otot progresif dan relaksasi nafas dalam terhadap tekanan darah pada pasien hipertensi di RSUD Ungaran Kabupaten Semarang. Desain penelitian ini yaitu menggunakan quasy experiment dengan rancangan pretest-protest design, jumlah sampel 30 responden dengan teknik purposive sampling. Pada usia responden hipertensi terbanyak adalah ≥ 50 tahun (43,3%), sedangkan karakteristik responden hipertensi berdasarkan jenis kelamin terdapat 17 (56,7%) pada perempuan, 13 (43,3%) pada laki-laki. Hasil uji statistik menggunakan Mann-whitney test menunjukkan hasil tidak ada perbedaan efektifitas teknik relaksasi otot progresif dan nafas dalam dengan tekanan darah. Terlihat dari probabilitas perbedaan efektifitas antara perlakuan terhadap tekanan darah sistolik sebesar 0,285 (p>0,05), dan nilai probabilitas perbedaan efektifitas kedua perlakuan terhadap tekanan darah diastolik yaitu sebesar 0,935 (p>0,05). Rekomendasi hasil penelitian ini adalah agar relaksasi nafas dalam dapat dijadikan intervensi alternatif dalam menurunkan tekanan darah pada pasien hipertensi.   Kata Kunci : Relaksasi otot progresif, relaksasi nafas dalam, tekanan darah