Rustono -
Jurusan Bahasa dan Sastra Indonesia, Fakultas Bahasa dan Seni, Universitas Negeri Semarang

Published : 4 Documents
Articles

Found 4 Documents
Search

KOHESI LEKSIKAL DAN KOHESI GRAMATIKAL DALAM KARYA ILMIAH SISWA SMA SEKOTA SEMARANG -, Rustono; Sari, Sri Wahyuni
Lingua Vol 7, No 1 (2011): January 2011
Publisher : Lingua

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Dalam karya ilmiah siswa SMA Kota Semarang banyak ditemukan kohesi leksikal dan gramatikal yang tidaktepat di antaranya sinonim, antonim, hiponim, kolokasi, repetisi tidak pada tempatnya, kalimat rancu, susunanpola kalimat tidak teratur, dan penggunaan konjungsi tidak tepat. Atas dasar kasus tersebut, diduga dalam halpenggunaan kedua sarana tersebut, siswa belum memahami manfaat dan cara penggunaan sarana kohesileksikal dan gramatikal dengan tepat. Dengan kata lain, bekal menulis karya ilmiah kurang dan tidak termotivasidalam menulis karya ilmiah. Data penelitian ini bersumber pada wacana karya ilmiah siswa SMA kota Semarangyang berjumlah 12 wacana. Wujud data berupa penggalan teks karya ilmiah siswa SMA Kota Semarang yangdiduga mengandung pemakaian kohesi leksikal dan kohesi gramatikal yang tidak tepat dan tepat meliputikohesi antarklausa, antarkalimat, antarparagraf, dan antarbagian. Pengumpulan data dilakukan dengan tekniktelaah penggunaan bahasa dan teknik lanjutan yang berupa teknik catat. Analisis data digunakan metodedeskriptif dan metode normatif. Hasil riset menunjukkan bahwa wujud kohesi leksikal yang terjadi pada semuatataran satuan wacana baik yang tepat dan tidak tepat adalah repetisi sedangkan wujud kohesi gramatikaladalah penyebutan kata yang menjadi fokus. Selain itu, ditemukan bahwa frekuensi pemakaian kohesi leksikallebih baik daripada pemakaian kohesi gramatikal yakni 424 (80 %). Hal ini disebabkan oleh penguasaankosakata lebih mudah daripada penguasaan tata bahasa. Penguasaan tata bahasa cenderung terikat aturantaat asas sedangkan penguasaan kosakata bersifat manasuka dan tidak terikat oleh aturan apapun.Kata kunci: kohesi leksikal, kohesi gramatikal, frekuensi, dan karya ilmiah.
BENTUK DAN JENIS SASTRA LISAN BANYUMASAN -, Rustono; Pristiwati, Rahayu
Lingua Vol 10, No 1 (2014): January 2014
Publisher : Lingua

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Bentuk dan jenis sastra lisan Banyumasan perlu diungkap. Hasil wawancara, hasilobservasi, hasil dokumentasi, dan hasil perekaman tentang bentuk sastra dan jenis-jenissastra lisan yang ada di wilayah Banyumas dan sekitarnya merupakan dasar temuan ini.Informan dengan kuali!ikasi pewaris aktif sastra lisan Banyumasan, yaitu tukang cerita,dalang, guru, tokoh masyarakat, dan juru kunci merupakan sumber data tulisan ini.Analisis data dilakukan dengan menggunakan teknik Parry dan Tuloli (1990:22) yangmeliputi transkripsi, terjemah, klasi!ikasi, analisis nilai dan aspirasi. Bentuk sastraBanyumasan yang ditemukan meliputi sastra tulis dan sastra lisan. Atas dasar jenisnya,ada dua jenis sastra lisan Banyumasan yang ditemukan dalam penelitian ini, yaitu puisidan prosa. Sastra lisan Banyumasan jenis puisi yang ditemukan meliputi pantun, syair,seloka, parikan, geguritan. Sementara itu, sastra lisan Banyumasan jenis prosa yangditemukan mencakupi legenda, mite, peribahasa, pepatah, perumpamaan, pemeo, dankata-kata arif. This study aimed to reveal Banyumas oral literature types and forms. The bases of thisfinding were the result of interview, observation, documentation, and recording about theforms and types of oral literature in Banyumas area and its surroundings. The data sourcewas from informants with the active heirs qualification of Banyumas oral literature suchas story tellers, puppeteers, teachers, community leaders, and caretakers. The techniquesof data analysis were applying techniques of Parry and Tuloli (1990:22) consisting oftranscription, translation, classification, aspiration and value analysis. The forms ofBanyumas literature found were written and oral ones. Based on its types, there were twotypes of Banyumas oral literature found, they were poetry and prose. Poetry types ofBanyumas oral literature were poem, verse, seloka, parikan, geguritan. Meanwhile, prosetypes of Banyumas oral literature were legends, myths, proverbs, sayings, parables,bywords, and sensible words.
BENTUK DAN JENIS SASTRA LISAN BANYUMASAN -, Rustono; Pristiwati, Rahayu
Lingua Vol 10, No 1 (2014): January 2014
Publisher : Lingua

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Bentuk dan jenis sastra lisan Banyumasan perlu diungkap. Hasil wawancara, hasilobservasi, hasil dokumentasi, dan hasil perekaman tentang bentuk sastra dan jenis-jenissastra lisan yang ada di wilayah Banyumas dan sekitarnya merupakan dasar temuan ini.Informan dengan kuali!ikasi pewaris aktif sastra lisan Banyumasan, yaitu tukang cerita,dalang, guru, tokoh masyarakat, dan juru kunci merupakan sumber data tulisan ini.Analisis data dilakukan dengan menggunakan teknik Parry dan Tuloli (1990:22) yangmeliputi transkripsi, terjemah, klasi!ikasi, analisis nilai dan aspirasi. Bentuk sastraBanyumasan yang ditemukan meliputi sastra tulis dan sastra lisan. Atas dasar jenisnya,ada dua jenis sastra lisan Banyumasan yang ditemukan dalam penelitian ini, yaitu puisidan prosa. Sastra lisan Banyumasan jenis puisi yang ditemukan meliputi pantun, syair,seloka, parikan, geguritan. Sementara itu, sastra lisan Banyumasan jenis prosa yangditemukan mencakupi legenda, mite, peribahasa, pepatah, perumpamaan, pemeo, dankata-kata arif.This study aimed to reveal Banyumas oral literature types and forms. The bases of thisfinding were the result of interview, observation, documentation, and recording about theforms and types of oral literature in Banyumas area and its surroundings. The data sourcewas from informants with the active heirs qualification of Banyumas oral literature suchas story tellers, puppeteers, teachers, community leaders, and caretakers. The techniquesof data analysis were applying techniques of Parry and Tuloli (1990:22) consisting oftranscription, translation, classification, aspiration and value analysis. The forms ofBanyumas literature found were written and oral ones. Based on its types, there were twotypes of Banyumas oral literature found, they were poetry and prose. Poetry types ofBanyumas oral literature were poem, verse, seloka, parikan, geguritan. Meanwhile, prosetypes of Banyumas oral literature were legends, myths, proverbs, sayings, parables,bywords, and sensible words.
KOHESI LEKSIKAL DAN KOHESI GRAMATIKAL DALAM KARYA ILMIAH SISWA SMA SEKOTA SEMARANG -, Rustono; Sari, Sri Wahyuni
Lingua Vol 7, No 1 (2011): January 2011
Publisher : Lingua

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Dalam karya ilmiah siswa SMA Kota Semarang banyak ditemukan kohesi leksikal dan gramatikal yang tidaktepat di antaranya sinonim, antonim, hiponim, kolokasi, repetisi tidak pada tempatnya, kalimat rancu, susunanpola kalimat tidak teratur, dan penggunaan konjungsi tidak tepat. Atas dasar kasus tersebut, diduga dalam halpenggunaan kedua sarana tersebut, siswa belum memahami manfaat dan cara penggunaan sarana kohesileksikal dan gramatikal dengan tepat. Dengan kata lain, bekal menulis karya ilmiah kurang dan tidak termotivasidalam menulis karya ilmiah. Data penelitian ini bersumber pada wacana karya ilmiah siswa SMA kota Semarangyang berjumlah 12 wacana. Wujud data berupa penggalan teks karya ilmiah siswa SMA Kota Semarang yangdiduga mengandung pemakaian kohesi leksikal dan kohesi gramatikal yang tidak tepat dan tepat meliputikohesi antarklausa, antarkalimat, antarparagraf, dan antarbagian. Pengumpulan data dilakukan dengan tekniktelaah penggunaan bahasa dan teknik lanjutan yang berupa teknik catat. Analisis data digunakan metodedeskriptif dan metode normatif. Hasil riset menunjukkan bahwa wujud kohesi leksikal yang terjadi pada semuatataran satuan wacana baik yang tepat dan tidak tepat adalah repetisi sedangkan wujud kohesi gramatikaladalah penyebutan kata yang menjadi fokus. Selain itu, ditemukan bahwa frekuensi pemakaian kohesi leksikallebih baik daripada pemakaian kohesi gramatikal yakni 424 (80 %). Hal ini disebabkan oleh penguasaankosakata lebih mudah daripada penguasaan tata bahasa. Penguasaan tata bahasa cenderung terikat aturantaat asas sedangkan penguasaan kosakata bersifat manasuka dan tidak terikat oleh aturan apapun.Kata kunci: kohesi leksikal, kohesi gramatikal, frekuensi, dan karya ilmiah.