Articles

Found 15 Documents
Search

Penggunaan Tepung Buah Nipah (Nyfa Fruticans Wurmb) sebagai Ekstender pada Perekat Urea Formaldehid untuk Papan Partikel

Jurnal Ilmu Kehutanan Vol 2, No 1 (2008)
Publisher : Jurnal Ilmu Kehutanan

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (4228.663 KB)

Abstract

Nipah fruit (Nyfa Fruticans Wurmb) is a seasonal forest product abundantly produced in each season. Nipah fruit flour is believed to also function as an extender during adhesion process of wood products such as plywoods and particle boards. The study aims to determine the right composition between nipah fruit flour and industrial flour as an extender which, together with urea formaldehyde adhesive, to be applied to particle board. Results revealed that the composition of 50% industrial flour and 50% nipah fruit flour (A3 treatment) gave the highest Modulus of Elasticity (MoE) with value of 16,833.90 kg/cm2 while average value of all treatment was 12,131.41 kg/cm2. The MoE of A3 treatment fulfilled the national standard (SNI) of 15.000 kg/cm2. As for MoE, the composition of A3 (50% industrial flour and 50% nipah fruit flour) was the most efficient mixture in producing the highest MoR with 119.30 kg/cm2. The MoR value for A3 also fulfilled the national standard of 80 kg/cm2. Comparing between treatments, all other treatment gave the MoE value less than reuired by national standard. The particle boards produced by other treatments were easily bent due to high carbohydrate and water content that weaken the elasticity of boards. For MoR character, all treatments gave value as required by national standard (higher than 80 kg/cm2) except treatment A5 which gave the value of less than required (76,36 kg/cm2). Keywords: Nipah flour (Nyfa Fruticans Wurmb), extender, urea formaldehyde, particle board 

POTENSI EKSTRAK DAUN JAMBU BIJI SEBAGAI ANTIBAKTERIAL UNTUK MENANGGULANGI SERANGAN BAKTERI AEROMONAS HYDROPHILA PADA IKAN GURAME (Osphronemus Gouramy lacepede)

Jurnal Akuatika Vol 3, No 1 (2012): Jurnal Akuatika
Publisher : Fakultas Perikanan dan Ilmu Kelautan

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (154.869 KB)

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji potensi antibakteri ekstrak daun jambu biji terhadap bakteri Aeromonas hydrophila penyebab penyakit Motil Aeromonas septicemia (MAS) pada benih ikan gurami, melalui uji invitro dan uji LC50 48 jam. Metode Penelitian yang digunakan adalah eksperimental laboratoris dengan sembilan perlakuan dan dua ulangan untuk uji invitro, sedangkan untuk uji LC50 48 jam sebanyak lima perlakuan dan dua ulangan. Perlakuan untuk Uji invitro adalah kertas cakram direndam dalam larutan ekstrak daun jambu biji pada konsentrasi 250 ppm, 500 ppm, 750 ppm, 1500 ppm, 2500 ppm, 3250 ppm, dan  kontrol (0 ppm), kemudian diletakkan pada media agar yang telah ditumbuhi  Aeromonas hydrophila, kemudian diinkubasi pada suhu 37oC selama 48 jam. Perlakuan untk uji LC50 48 jam, yaitu benih ikan nila berukuran 4-6 cm direndam dalam larutan ekstrak daun jambu biji pada konsentrasi 750 ppm, 600 ppm, 500 ppm, 250 ppm dan 0 ppm selama 48 jam. Data yang diperoleh dianalisis secara deskriptif. Hasil uji invitro memperlihatkan bahwa ekstrak daun jambu biji pada konsentrasi 250 ppm-3250 ppm berpotensi sebagai antibakteri terhadap bakteri Aeromonas hydrophila dengan diameter zona hambat berkisar antara 6,5-11,5 mm. Ekstrak daun jambu biji dikategorikan antibakteri berspektrum luas. Hasil uji LC50 48 jam memperlihatkan mortalitas benih ikan gurame sebanyak 50% terjadi pada benih ikan gurami yang direndam dalam larutan ekstrak daun jambu biji pada konsentrasi 600 ppm. Berdasarkan analisis EPA Probit ekstrak daun jambu biji dibawah 600,580 ppm aman digunakan untuk pengobatan benih ikan gurami yang terserang bakteri Aeromonas hydrophila.   Kata Kunci : Aeromonas hydrophila, benih ikan gurami, danekstrak daun jambu biji.

PENGARUH PENGGUNAAN TEPUNG DAUN TURI HASIL FERMENTASI DALAM PAKAN BUATAN TERHADAP PERTUMBUHAN BENIH BAWAL AIR TAWAR (Colossomamacropomum Cuvier)

Jurnal Perikanan Kelautan Vol 3, No 4 (2012)
Publisher : Jurnal Perikanan Kelautan

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (386.93 KB)

Abstract

Penelitian ini dilaksanakan di Laboratorium Akuakultur Fakultas Perikanan dan Ilmu Kelautan Universitas Padjadjaran, Jatinangor. Pelaksanaannya dimulai dari tanggal 4 Juni sampai 21 Juli 2012. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh penggunaan tepung daun turi hasil fermentasi terhadap pertumbuhan benih bawal air tawar (Colossoma macropomum Cuvier). Benih ikan yang digunakan adalah benih bawal air tawar dengan ukuran 4 – 5 cm, yang diperoleh dari salah satu kelompok pembudidaya bawal air tawar di Cianjur, Jawa Barat. Padat penebaran ikan pada penelitian ini adalah 1 ekor/2 L. Akuarium yang digunakan sebagai wadah pemeliharaan ikan berukuran 40x20x40 cm3 yang diiisi air sebanyak 20 L. Penelitian ini  menggunakan Rancangan Acak Lengkap (RAL) dengan lima perlakuan dan tiga ulangan. Pakan yang digunakan adalah pakan buatan yang ditambahkan tepung daun turi hasil fermentasi dengan persentase yang berbeda yaitu 0 %, 5 %, 10 %, 15 %, dan 20 %. Hasil penelitian menunjukan bahwa penggunaan tepung daun turi hasil fermentasi pada pakan buatan berpengaruh terhadap laju pertumbuhan harian dan konversi pakan benih bawal air tawar. Nilai tertinggi diperoleh dari perlakuan penggunaan 10 % tepung daun turi hasil fermentasi dengan nilai masing-masing 3,18 % dan 1,18. 

PENINGKATAN KECERAHAN WARNA UDANG RED CHERRY (Neocaridina heteropoda) JANTAN MELALUI PEMBERIAN ASTAXANTHIN DAN CANTHAXANTHIN DALAM PAKAN

Jurnal Perikanan Kelautan Vol 3, No 4 (2012)
Publisher : Jurnal Perikanan Kelautan

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (545.007 KB)

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui jenis dan dosis penambahan suplemen warna astaxanthin dan canthaxanthin pada pakan buatan yang dapat meningkatkan kecerahan warna udang red cherry (Neocaridina heteropoda) jantan. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode eksperimental Rancangan Acak Lengkap (RAL) dengan empat perlakuan dan tiga ulangan. Perlakuan tersebut adalah pakan tanpa astaxanthin dan canthaxanthin, pakan dengan 100 mg/kg astaxanthin, pakan dengan 100 mg/kg canthaxanthin, dan pakan dengan 50 mg/kg astaxanthin dan 50 mg/kg canthaxanthin. Parameter yang diamati meliputi tingkat perubahan warna, kelangsungan hidup, pertumbuhan, dan kualitas air. Data kelangsungan hidup dan pertumbuhan dianalisis dengan ANOVA uji F dengan tingkat kepercayaan 95%. Data perubahan warna dianalisis dengan menggunakan analisis Kruskal-Wallis. Data kualitas air dianalisis secara deskriptif. Hasil penelitian menunjukkan bahwa penambahan astaxanthin dan canthaxanthin dalam pakan buatan dapat meningkatkan kecerahan warna udang red cherry jantan. Penambahan 100 mg/kg canthaxanthin dalam pakan buatan menghasilkan peningkatan kecerahan warna dengan nilai yang lebih tinggi daripada perlakuan lainnya. Berdasarkan hasil ANOVA uji F, tidak ada perbedaan signifikan antar perlakuan dalam kelangsungan hidup dan pertumbuhan.

ANALISIS PERMINTAAN IKAN LELE DUMBO (Clarias gariepinus) KONSUMSI DI KECAMATAN LOSARANG KABUPATEN INDRAMAYU

Jurnal Perikanan Kelautan Vol 3, No 4 (2012)
Publisher : Jurnal Perikanan Kelautan

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (76.771 KB)

Abstract

Penelitian ini telah dilaksanakan dari bulan Juli sampai September 2011.  Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui besarnya pengaruh harga ikan terhadap permintaan ikan lele serta mengetahui elastisitas permintaan harga ikan terhadap kosumen di Kecamatan Losarang, Kabupaten Indramayu. Teknik pengambilan data ini dengan menggunakan purposive sampling dimana seorang peneliti harus benar-benar mengetahui bahwa responden yang dipilihnya dapat memberikan informasi yang diinginkan sesuai dengan permasalahan penelitian.Hasil penelitian menunjukkan bahwa ikan lele bukan merupakan barang inferior. Yang berarti jika harga ikan lele meningkat maka tidak akan ada perubahan terhadap permintaan, karena ikan lele tersebut akan tetap dicari.Berartiharga ikan terhadap permintaan ikan lele di Kecamatan Losarang, Kabupaten Indramayu sangat berpengaruh. Jika ikan air tawar lain dan ikan laut mengalami kenaikan harga maka permintaan akan ikan lele semakin tinggi. Elastisitas permintaan terhadap harga ikan lele sebesar 0,000. Elastisitas silang terdiri atas elastisitas harga ikan air tawar jenis lain sebesar 0.002 dan harga ikan air laut sebesar 0,000. Sifat elastisitas semuanya bersifat inelastis (e<1).

PENGARUH PENAMBAHAN TEPUNG BUNGA MARIGOLD DALAM PAKAN BUATAN TERHADAP KUALITAS WARNA, KELANGSUNGAN HIDUP DAN PERTUMBUHAN BENIH IKAN MAS KOKI (Carassius auratus)

Jurnal Perikanan Kelautan Vol 3, No 4 (2012)
Publisher : Jurnal Perikanan Kelautan

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui dosis penambahan tepung bunga marigold dalam pakan buatan yang dapat meningkatkan kualitas warna, kelangsungan hidup dan pertumbuhan pada benih ikan mas koki (Carassius auratus) varietas oranda. Metode  penelitian yang digunakan adalah eksperimental dengan Rancangan Acak Lengkap yang terdiri dari lima perlakuan dan tiga ulangan. Kelima perlakuan tersebut adalah A (0% tepung bunga marigold), B (0,5% tepung bunga marigold), C (1,0% tepung bunga marigold), D (1,5% tepung bunga marigold) dan E (2,0% tepung bunga marigold). Analisis yang digunakan yaitu Anova uji F dengan taraf 5% dan dilanjutkan uji jarak berganda Duncan dengan kepercayaan 95%. Parameter yang diamati adalah pengamatan kualitas warna, kelangsungan hidup dan pertumbuhan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa semakin tinggi penambahan tepung bunga marigold ke dalam pakan buatan, maka semakin tinggi  nilai chroma pada tubuh ikan mas koki. Penambahan tepung bunga marigold sebesar 1,5% dari total pakan buatan memberikan peningkatan kualitas warna benih ikan mas koki terbaik yaitu sebesar 127,53% dengan kandungan chroma akhir sebesar 54,54 dan warna yang dihasilkan kuning pekat (oranye). Penambahan tepung bunga marigold tidak memberikan pengaruh terhadap kelangsungan hidup dan pertumbuhan ikan mas koki. 

INTENSITAS DAN PREVALENSI EKTOPARASIT PADA IKAN BANDENG (Chanos chanos) DALAM KARAMBA JARING APUNG (KJA) DI WADUK CIRATA KABUPATEN CIANJUR JAWA BARAT

Jurnal Perikanan Kelautan Vol 3, No 4 (2012)
Publisher : Jurnal Perikanan Kelautan

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (1323.373 KB)

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui jenis, intensitas dan prevalensi ektoparasit pada ikan bandeng yang dibudidayakan dalam Karamba Jaring Apung (KJA) di Waduk Cirata Kabupaten Cianjur Jawa Barat. Metode penelitian yang digunakan adalah metode survey. Sampel diambil berdasarkan ukuran yaitu ukuran kecil (8-13 cm) sebanyak 35 ekor dan ukuran besar (20-27 cm) sebanyak 35 ekor dengan tiga kali pengambilan setiap ukurannya. Data dianalisis secara deskriptif kuantitatif. Dari hasil penelitian ditemukan empat jenis ektoparasit pada ikan bandeng ukuran kecil yaitu Trichodina sp. (86,41 %), Trichodinella sp. (0,15 %), Chilodonella sp. (3,97 %), dan I. multifiliis  (9,48 %), sedangkan pada ikan bandeng ukuran besar ditemukan enam jenis ektoparasit yaitu Trichodina sp. (94,68 %), Trichodinella sp. (0,04 %), Chilodonella sp. (1,88 %), I. multifiliis  (3,36 %), Apiosoma sp. (0,01 %), dan Dactylogyrus sp. (0,03 %). Intensitas dan prevalensi tertinggi terdapat pada ikan bandeng berukuran besar yaitu 99 individu/ekor ikan dan 93,33 %. Intensitas dan prevalensi ektoparasit tertinggi ditemukan pada ikan bandeng ukuran besar yaitu Trichodina sp. sebesar 94 individu/ekor ikan dengan prevalensi 74,28 %. Semakin besar ukuran ikan, intensitas dan prevalensi ektoparasit yang menyerang ikan bandeng cenderung meningkat.

POTENSI UBI JALAR SEBAGAI BAHAN BAKU INDUSTRI PANGAN

Teknobuga Vol 2, No 1 (2010)
Publisher : Jurusan Teknologi Jasa dan Produksi, Fakultas Teknik, Universitas Negeri Semarang

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Sweet potato is one of the unique food commodities because they have severalvarieties with characteristics and advantages of each, there are sweet white potatoes,yellow sweet potatoes, red sweet potato and purple sweet potatoes. The potential ofsweet potato as raw material for food industry is very large, given the abundantresources available materials, for easy cultivation and harvest time is short, other thanthat sweet potatoes have a high flexibility in the processing, complete nutritionalcontent even some substances such very important for the physiological functioning ofthe body because anthosianin and carotene as an antioxidant and rapinasa fiber thatserves prebiotic. Other potential of sweet potato is the public acceptability of theproduct from sweet potatoes, which will be appreciated by the public because thebasic ingredients known to the communitys enough just need to be innovative.Diversification of sweet potato that can be developed by the food industry including,various cookies, cakes, chips, ice cream and baby cereal.Keywords: Potential of sweet potato, food industryUbi jalar merupakan salah satu komoditas bahan pangan yang unik karena memilikibeberapa varietas dengan karakteristik dan keunggulan masing-masing, ada ubi jalarputih, ubi jalar kuning, ubi jalar merah dan ubi jalar ungu. Potensi ubi jalar sebagaibahan baku industry pangan sangat besar, mengingat sumber daya bahan tersediamelimpah, karena budi daya yang mudah dan masa panen yang singkat, selain itu ubijalar juga memiliki fleksibilitas yang tinggi dalam pengolahan, kandungan zat gizinyacukup lengkap bahkan beberapa zat diantaranya sangat penting bagi tubuh karenaberfungsi fisiologis yaitu anthosianin dan karatenoid sebagai anti oksidan serta seratrapinasa yang berfungsi prebiotik.Potensi lain dari ubi jalar adalah daya terima masyarakat terhadap produk dari ubijalar yang akan disukai masyarakat karena bahan dasar sudah cukup dikenaldimasyarakat hanya perlu inovatif. Diversifikasi ubi jalar yang dapat dikembangkanoleh industry pangan di anataranya ; aneka cookies, cake, chip, ice cream dan buburbayi.Kata Kunci : Potensi ubi jalar, Industri pangan

EFEKTIVITAS VAKSIN DARI BAKTERI Mycobacterium fortuitum YANG DIINAKTIVASI DENGAN PEMANASAN UNTUK PENCEGAHAN PENYAKIT MYCOBACTERIOSIS PADA IKAN GURAMI (Osphronemus gouramy).

Jurnal Perikanan Kelautan Vol 3, No 1 (2012): Jurnal Perikanan dan Kelautan Vol 3. No. 1, Maret 2012
Publisher : Jurnal Perikanan Kelautan

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (571.455 KB)

Abstract

Penelitian bertujuan untuk mengetahui dosis yang efektif dalam menginaktivasi Mycobacterium fortuitum, status keberadaan Mycobacterium fortuitum pada ikan gurami setelah masa induksi vaksin dan uji tantang dari gejala klinis serta mengetahui tingkat kelangsungan hidup ikan gurami setelah diuji tantang. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode eksperimental rancangan acak lengkap (RAL) dengan lima perlakuan dan tiga ulangan. Perlakuan tersebut adalah A (vaksin dengan kepadatan 1011 cfu), B (vaksin dengan kepadatan 108 cfu), C (vaksin dengan kepadatan 105 cfu), D (vaksin dengan kepadatan 102 cfu) dan E (kontrol/tanpa pemberian vaksin). Parameter yang diamati adalah tingkat kelangsungan hidup, kelangsungan hidup relatif, titer antibodi, indeks fagositik, diferensial leukosit dan gejala klinis. Data hasil tingkat kelangsungan hidup ikan gurami dianalisis dengan menggunakan uji F dengan taraf nyata 5%. Sedangkan hasil diagnosa kelangsungan hidup relatif, titer antibodi, indeks fagositosis, diferensial leukosit dan gejala klinis dianalisis secara deskriptif. Hasil penelitian menunjukkan bahwa vaksin dari bakteri Mycobacterium fortuitum kepadatan 102 cfu yang diinaktivasi dengan heat kill  merupakan kepadatan yang paling efektif dan efisien dalam memicu imunitas gurami terhadap bakteri Mycobacterium fortuitum dengan nilai kelangsungan hidup 80%, kelangsungan hidup relatif 71,43%.

INVENTARISASI EKTOPARASIT PADA BENIH NILEM (Osteochilus hasselti) DARI GARUT, JAWA BARAT

Jurnal Teknotan Vol 2, No 2 (2008)
Publisher : Jurnal Teknotan

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Telah dilakukan penelitian untuk mengetahui ektoparasit pada  stadia  benih ikan nilem (Osteochillus hasselti) yang terdapat di Pasar Ikan  Tarogong, Garut, Jawa Barat  . Pengamatan menggunakan metode deskriptif, dengan mengamati bagian  sisik/kulit, sirip dan insang ikan. Sampel diambil sebanyak 200 ekor  dari mulai bulan Juni sampai dengan bulan September 2007.Hasil menunjukkan bahwa ektoparasit yang ditemukan terdiri dari dua filum yaitu Protozoa (77%) dengan lima genus yaitu  Ichthyophthirius sp (36,16%), Trichodina sp (22,20%), Trichodinella sp (4,65%), Myxobolus sp ( 3,32%), Epistylis sp (0,07%)  dan filum Helminthes (23%) yang terdiri dari tiga genus yaitu Dactylogyrus sp (29,27%), Gyrodactylus sp (3,20%), Transversotrema sp (0,03%), dengan intensitas 55,48  dan Prevalensi 77%. Kata kunci: Ektoparasit, Benih nilam