Articles

Found 17 Documents
Search

PROTOTIPE CATALYTIC CONVERTER DARI TEMBAGA BERLAPIS MANGAN UNTUK MEREDUKSI EMISI GAS BUANG CO MOTOR BENSIN Irawan, RM. Bagus; -, Purwanto; -, Hadiyanto
T R A K SI Vol 11, No 1 (2011): mechanical engineering
Publisher : T R A K SI

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (71.575 KB)

Abstract

Salah satu teknologi rekayasa yang dapat digunakan untuk mengurangi polusi udara adalah dengan pemakaian Catolytic Converter yang dipasang pada saluran gas buang kendaraan bermotor. Namum demikian harga alat tersebut masih sangat mahal di pasaran dan tidak semua kendaran bermotor menggunakan teknologi tersebut. Hal ini disebabkan oleh pemakaian katatis yang terbuat dari bahan logam mulia yang mahal dan jarang didapatkan dipasaran seperti Paladium, Platinum, dan Rodium. Katalis tersebut sangat rentan terhadap unsur timbal (Pb) yang berakibat dapat merusak fungsi katatls karena akan terjadi penyumbatan pada honeycomb Catalytic Converter. Peraturan tentang emisi bagi kendaraan bermotor dan standard Euro 3 yang diberlakukan, mengakibatkan banyak kendaran yang tidak layak jalan karena emisinya, sangat tinggi dan melebihi ambang batas yang diizinkan. Pemakaian Catalitic Converter pada kendaraan bermotor yang tepat dapat mengurangi emisi gasbuang dan memenuhi standard yang diberlakukan. Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji material logam sebagai katalis, karakteristrik Catalytic Coriverter dan efektifitas Catalytic Converter dalam mengurangi polutan Karbon Monoksida pada emisi gas buang dengan penambahan lapisan Mangan. Hasil penelitan menunjukkan bahwa katalis berbahan Tembaga dan Mangan mampu mengurangi emisi Karbon Monoksida pada berbagai variasi putaran mesin dan jumlah sel katalis.Kata kunci: catalytic converter, katalis, tembaga mangan, emisi gas buang, karbon monoksida
RUH SENI TRADISI DALAM PENDIDIKAN SENI RUPA KITA -, Purwanto
Imajinasi Vol 2, No 1 (2006): Imajinasi
Publisher : Jurusan Seni Rupa, Fakultas Bahasa dan Seni, Universitas Negeri Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Terjadinya krisis multidimensional dalam kehidupan masyarakat kita saat ini dapat diasumsikan akibat ketidakdigdayaan pendidikan dalam membangun watak dan kepribadian bangsa. Pendidikan seni sebagai salah satu komponen pendidikan yang memberi konstribusi besar bagi kepentingan tersebut sudah sepatutnya harus ikut bertanggungjawab. Sebagai penyebab ketidakdigdayaan pendidikan tersebut di antaranya adalah orientasi pendidikan seni yang cenderung berkiblat ke Barat yang notabene lebih bersifat liberal, atau dengan kata lain tidak bertitik tolak pada potensi nilai kultural bangsa sendiri. Ruh seni tradisi sebagai manifestasi jati diri bangsa menarik dikedepankan sebagai komponen dalam pelaksanaan pendidikan seni. Keunggulan nilai yang dimilikinya antara lain: (1)seni tradisi adalah manifestasi jati diri bangsa, (2) seni tradisi telah teruji oleh waktu dalam proses hidup yang sangat panjang, dan telah menjadi bagian dari jaringan sistem kehidupan masyarakat, (3) dalam seni tradisi tidak ada karya seni rupa yang dibuat semata untuk keindahan, atau semata untuk benda pakai; sehingga tidak dikenal pemisahan antara seni murni dan seni pakai, karya seni tradisi dituntut harus bermakna sekaligus berfungsi, (4)bentuk yang digunakan cenderung distilisasi dan menjadi dekoratif, dan warna bermuatan simbolik, (5) ekspresi bentuk seni tradisional merefleksikan kecanggihan teknik yang memukau,(6) proses penggarapan seni tradisional dapat sebagai mediasi bagi pengembangan fungsi jiwa, (7) karya seni tradisional menawarkan nilai kehidupan yang demokratik, dan (8) seni tradisi kita memiliki ‘kearifan’ sebagai media komunikasi. Dengan mengimplementasikan nilai-nilai tersebut dalam pelaksanan pendidikan seni, mengenali berbagai kendala dalam pelaksanaan pendidikan seni rupa selama ini serta mau meniti langkah berbagai upaya yang dapat dilakukan untuk melakukan perbaikan dimungkinkan dapat menjadi salah satu solusi untuk mengatasi krisis tersebut. Kata Kunci : Ruh seni, seni tradisi, posisi seni tradisi, pendidikan.
Dampak Senam Aerobik terhadap Daya Tahan Tubuh dan Penyakit -, Purwanto
Media Ilmu Keolahragaan Indonesia Vol 1, No 1 (2011)
Publisher : Universitas Negeri Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui dampak senam aerobik terhadap daya tahan tubuh dan penyakit peserta senam aerobik di sanggar senam aerobik Magelang. Subjek penelitian adalah 60 orang ibu di Magelang. Mereka terdiri dari 30 orang ibu  peserta senam aerobik dan 30 orang ibu yang tidak melakukan senam aerobik sebagai pembanding. Teknik mengumpulkan data menggunakan angket. Analisis datanya menggunakan Mann Whitney U Test. Hasil penelitian menunjukkan bahwa tingkat daya tahan tubuh terhadap penyakit peserta senam aerobik dengan tingkat daya tahan tubuh terhadap penyakit peserta tidak mengikuti senam aerobik terdapat perbedaan yang signifikan dengan z = 3,803 dan p < 0,05 dan rerata sebesar 84,80 untuk yang mengikuti senam aerobik, sedang yang tidak mengikuti senam aerobik dengan rerata sebesar 77,03. Dengan demikian bahwa tingkat daya tahan tubuh terhadap penyakit yang tidak mengikuti senam aerobik. Berdasarkan temuan penelitian ini dapat disimpulkan bahwa senam aerobik dapat berdampak pada daya tahan tubuh terhadap penyakit.Kata Kunci: aerobik; daya tahan; penyakitThis study aims to determine the effects of aerobic exercises on endurance to disease aerobics participants in the aerobics studio Magelang. Subjects were 60 mothers in Magelang. They consist of 30 married women-the mothers aerobics participants and 30 mothers who do not do aerobics as a comparison. Techniques to collect data using questionnaires. Data analysis using the Mann Whitney U Test. The results showed that the level of resistance to disease aerobics participants with a level of resistance to disease aerobics participants did not follow any significant difference by z to 3.803 and p <0.05 and a mean of 84.80 to the following aerobic gymnastics, while that does not follow aerobics with a mean of 77.03. Thus the level of immunity against diseases that do not follow the aerobics. Based on the findings of this study, it can be concluded that aerobic exercise had affect to endurance and diseases.Keywords: aerobics; endurance; diseases
KARAKTERISASI KATALIS TEMBAGA PADA CATALYTIC CONVERTER UNTUK MENGURANGI EMISI GAS CARBON MONOKSIDA MOTOR BENSIN Irawan, RM. Bagus; -, Purwanto; -, Hadiyanto
T R A K SI Vol 13, No 2 (2013): mechanical engineering
Publisher : T R A K SI

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (71.575 KB)

Abstract

Salah satu teknologi rekayasa yang dapat digunakan untuk mengurangi polusi udara adalah dengan pemakaian Catalytic Converter yang dipasang pada saluran gas buang kendaraan bermotor (Heisler, 1995).  Pada umummnya bahan yang dipergunakan adalah:  Palladium, Platinum, dan Rodium yang relatif cukup mahal.Disamping itu katalis tersebut sangat rentan terhadap bahan bakar premium yang memiliki kadar Timbal (Pb) yang berakibat merusak fungsi katalis karena akan terjadi penyumbatan pada honeycomb Catalytic Converter. Penggunaan bahan Tembaga sebagai bahan katalis Catalytic Converter pada penelitian-peneliti sebelumnya, mampu menurunkan emisi gas Carbon Monoksida Motor Bensin pada berbagai variasi putaran mesin. Namun demikian belum diketahui bagaimana perubahan bahan uji pada pengujian emisi gas buang tersebut. Oleh sebab itu penelitian ini meneliti tentang karakterisasi material Tembaga sebagai bahanKatalis Catalytic Converter. Tujuan yang diharapkan adalah untuk mendapatkan dan menggali informasi tentang karakterisasi material dari bahan Katalis Tembaga yang digunakan sebagai bahan katalis pada Catalytic Converter untuk mereduksi Emisi Gas Buang Carbon Monoksida Motor Bensin. Karakterisasi Material dengan menggunakan X-Ray Diffraction berguna untuk mengetahui perubahan unsur material bahankatalis Tembaga sebelum dan sesudah dilakukan pengujian emisi gas buang.
Decision to Choose Acupuncture Therapy for Degenerative Diseases among the Elderly at Ja’far Medika Hospital, Karanganyar -, Purwanto; Dharmawan, Ruben; Demartoto, Argyo
Journal of Health Promotion and Behavior Vol 1, No 2 (2016)
Publisher : Masters Program in Public Health, Universitas Sebelas Maret, Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (243.354 KB)

Abstract

Background: Aging process results in biological, physical, and mental changes in the elderly. Degenerative diseases are common in the elderly. They can be treated by pharmacologic or non pharmacologic treatment. Acupuncture therapy potentially can be used as a complementary or alternative therapy to treat degenerative diseases in the elderly. This study aimed to investigate factors that determine the decision to choose acupuncture therapy for the degenerative diseases in the elderly at Ja’far Medika Hospital, Karanganyar, Central Java.SubjectsandMethod: This was a qualitative study with phenomenology approach. This study was conducted at Ja’far Medika Hospital, Karanganyar, Central Java, fromMarch to April 2015. Ten informants were selected for this study by purposive sampling. The data were collected by in-depth interview, observation, and document review.They were validated by source triangulation, and analyzed by Miles and Huberman method.Results: The sample consisted of 5 men and 5 women, aged 53 to 72 years old, with school attainment varying from primary school to university graduate. Job category included farmer, civil servant, and pensioner. The degenerative diseases that were treated by acupuncture therapy including post-stroke, hernia nucleous pulposus, and eyelid disorder.  Internal factors that determined the decision to choose acupuncture were motivation to recover, (religious) belief, and boredom to medical service. External factors that determined the decision to choose acupuncture included the quality of service, family support, trust in the therapist, and hospital image. According to the informants, the acupuncture therapy could help recover their health from the degenerative diseases. Most of them used acupuncture as a complementary treatment.Conclusion: Some internal and external factors determine the decision to choose acupuncture therapy for the degenerative health problem in the elderly. Acupuncture treatment is reported to help recover health in the elderly. Keywords: acupuncture, decision, degenerative disease, elderlyCorrespondence: Purwanto. Masters Program in Public Health, Sebelas Maret University. Email: Purwanto.akp@gmail.com. Mobile: 081393289784.Journal of Health Promotion and Behavior (2016), 1(2): 127-137https://doi.org/10.26911/thejhpb.2016.01.02.08 
STUDI PEMBUATAN MAKANAN PENDAMPING ASI (MP-ASI) MENGGUNAKAN CAMPURAN TEPUNG KECAMBAH KACANG KEDELAI, KACANG HIJAU, DAN BERAS -, Purwanto; Hersoelistyorini, Wikanastri
JURNAL PANGAN DAN GIZI Vol 2, No 3 (2011): Kajian Pangan dan Gizi
Publisher : JURNAL PANGAN DAN GIZI

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (71.575 KB)

Abstract

Beans (soy beans, green beans) and cereals (rice) in the form of sprouts can improve the digestibility during germination occurs due to hydrolysis of carbohydrates, proteins and fats into simpler compounds, so it is easy to digest. During this process a rapid increase in the amount of protein and vitamins, while fat content decreased. Sprouts in the form of flour can be used as an ingredient mixture of complementary food of Mother’ Breast. The purpose of this study to determine levels of protein, vitamin C, and organoleptic properties of foods AS1 (MP-ASI) of soybean sprout flour mixture, green beans, and rice. The experimental design in this study using a completely randomized design with 8 treatments and 3 replication as for the experimental design as follows: BKK1 (25%: 75%), BKH2 (25%: 75%), BKK3 (50%: 50%), BKH4 (50%: 50%), BKK5 (75%: 25%), BKH6 (75%: 25%), BKHKK7 (50%: 25%: 25%), BKHKK8 (25%: 25%: 50%), data analysis, protein content, levels of vitamin C using Anova statistical test and further test DMRT organoleptic properties while analysis using friedman test and further test Wilcoxon. The results showed the effect of variation in flour mixture soybean sprouts, green beans, and rice in the manufacture of complementary feeding on levels of protein, vitamin C, and organoleptic properties. Levels of protein and vitamin C in a mixture BKHKK8 highest (25% germination of rice flour: 225% sprouted mung bean flour: 50% soybean sprout flour) of 23.29 g% and organoleptic assessment of vitamin C while the average panelist liked the mix of products BKK5 (75% germination of rice flour: 25% soybean sprout flour).
MODEL PENGAMBILAN KEPUTUSAN DALAM PREDIKSI KASUS TUBERKULOSIS MENGGUNAKAN REGRESI LOGISTIK BERBASIS BACKWARD ELIMINATION Wardani, Ratih Sari; -, Purwanto
PROSIDING SEMINAR NASIONAL 2014: PROSIDING SEMINAR NASIONAL HASIL - HASIL PENELITIAN & PENGABDIAN
Publisher : Universitas Muhammadiyah Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (71.575 KB)

Abstract

The purpose of this study is to obtain a predictive model in cases of Tuberculosis (TB) using alogistic regression based on backward elimination. The study is conducted through literaturereview, collecting secondary data of 200 patients of Pulmonary Tuberculosis aged more than 15years.  Data is collected from BKPM Semarang, Central Java. The data consist ofcharacteristics, anamnesis, physical examination, laboratory test results data and radiologicalexamination. Logistic regression based  on backward elimination model has better accuracythan logistic regression without attribute selection.Kata kunci : Tuberkulosis, Regresi Logistik, Backward Elimination, Prediksi
EVALUASI DAN DAMPAK PELAKSANAAN PROGRAM BANTUAN DANA BAGI HASIL CUKAI TEMBAKAU MADURA Santoso, Pudji; -, Purwanto
MAPETA Vol 12, No 2 (2010): MAPETA
Publisher : MAPETA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (274.251 KB)

Abstract

The aim of the research were 1) to find an information of the implementation of the funding program to the tobacco farmers group (where the funds was collected from the tobacco excise tax), 2) to formulate the alternatives of problem-solving during the implementation of the funding program to the tobacco farmers group, and 3) to find the impact of the funding program to the productivity and income of the tobacco farming. Data was collected in Sumenep and Pamekasan regencies, as the centre production of Madurese tobacco, during August - September 2009 using survey method. The results showed, that the funding program to the tobacco farmers group in Sumenep regency in 2009 was aimed for the arid and hilly land. This program was released as equipment assistance, capital assistance and guidance to the tobacco farmers group, while in Pamekasan regency, such program was implemented for organizing tobacco nursery. Problem faced in the implementation of this funding program in Sumenep and Pamekasan regencies was too late in disbursing of the funds. In Sumenep regency, this problem caused the late of the coming of pump water aid, whereas the tobacco plants needed to be watered. In Pamekasan regency, too late in disbursing of the funds resulted the implementation of the program such as preparation of the seed was delayed. Problem solving alternatives of the late in disbursing funds aid in the two regencies were collecting the capital from the group members or by borrowing the capital from the another fundsources. Funding program to the tobacco farmers group in Sumenep and Pamekasan regencies gave positive impact to the increasing of productivity and income of the tobacco farming.Keywords: Funding program, farmers group and Tobacco
Etnografi Dampak Bom Bali terhadap Atraksi Wisata Teater Sekaa Tetekan Calonarang di Desa Kelating, Tabanan, Bali -, Purwanto
Journal of Urban Societys Arts Vol 13, No 2 (2013): Oktober 2013
Publisher : Institut Seni Indonesia Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Dampak pariwisata di Bali juga mulai merembet ke pedesaan, yaitu DesaKerambitan, Tabanan 30 km dari Denpasar. Kajian dampak pariwisata inidiulas dengan metode etnografi terhadap Sekaa Tetekan Calonarang di Kelating,yang dipentaskan sebagai atraksi wisata di Puri Agung Kerambitan menyajikanatraksi wisata teater Tetekan Calonarang dengan prosesi dan atribut ritual(sakral). Meskipun untuk tujuan ataraksi wisata, semua orang yang terlibat padapertunjukan harus dalam keadaan suci dan ikhlas. Upacara persiapan pertunjukanjuga dilakukan sebagaimana pertunjukan ritual, hanya dikurangi jumlah sesajinya.Ketika Bom Bali I terjadi (2002) terasa dampak pariwisata hingga 2004, SekaaTetekan Calonarang tidak dipentaskan sehingga Barong diminta untuk dipentaskan. The Etnography of Bali Bomb Impact on the Attraction of Theatrical Tourismof Calonarang Tetekan Sekaa In Kelating, Tabanan, Bali. The impact of tourismin Bali also begins pervading to rural district that is Kerambitan village, Tabanan,30 km from Denpasar. The study of the tourism impact is analyzed by the method ofethnography towards the group of Tetekan Calonarang at Kelating which performancedin an attraction of tour at Puri Agung Kerambitan and presented the theaterperformance, Tetekan Calonarang, accompanied by the sacred of procession and ritualattribute. Although it was for the purpose of performing tour, every person who wasinvolved in the show must be in a state of purity and honesty. The ceremony of pre-showwas also done as a ritual show but a reducing number of ritual offerings. When BalineseBomb I (2002) happened, gave the impact to tourism until 2004, the group of TetekanCalonarang did not perform for Puri Kerambitan so that Barong was asked to do so.
UNJUK KEMAMPUAN KATALIS TEMBAGA BERLAPIS MANGAN MODEL 2 UNTUK MENGURANGI EMISI GAS CARBON MONOKSIDA MOTOR BENSIN Irawan, RM. Bagus; -, Purwanto; -, Hadiyanto
T R A K SI Vol 14, No 1 (2014): MAJALAH ILMIAH TEKNIK MESIN
Publisher : T R A K SI

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (71.575 KB)

Abstract

Salah satu teknologi rekayasa yang dapat digunakan untuk mengurangi polusi udara adalah dengan pemakaian Catalytic Converter yang dipasang pada saluran gas buang kendaraan bermotor (Heisler, 1995). Sayangnyaharga alat tersebut sangat mahal dipasaran dan tidak semua kendaran bermotor menggunakan teknologi tersebut, karena katalisnya terbuat daribahan logam mulia yang mahal dan jarang didapatkan dipasaran seperti :Palladium, Platinum, dan Rodium. Disamping itu katalis tersebut sangat rentan terhadap bahan bakar premium yang memiliki kadar timbal (Pb)yang berakibat merusak fungsi katalis karena akan terjadi penyumbatan pada honeycomb Catalytic Converter. Oleh sebab itu perlu dilakukan penelitian yang dirancang sedemikian rupa dalam skala laboratorium dengan menguji material substrat lain ebagai bahan katalis, untuk melihat kemampuan katalis pada Catalytic Converter dalam mereuksiemisi gas buang Carbon Monoksida khususnya. Pada penelitian ini akanmelihat unjuk kemampuan dan mengkaji efektifitas katalis Tembaga Berlapis Mangan yang di disain sedemikian rupa sehingga didapatkan bentuk dan jenis katalis Catalytic Converter yang tepat dan cocok untuk kendaraan bermotor yang berbahan bakar premium. Peneltian ini bertujuan untuk mendapatkan dan menggali informasi lanjutan serta mengkaji tentang material substrat sebagai bahan katalis, karakteristrik Catalytic Converter, efektifitas dan efesiensi Catalytic Converter. Dengan target khusus (1) Rancang Bangun Catalytic Converter (2) Mengkaji kemampuan Katalis Tembaga Berlapis Mangan dalam mereduksi emisi gas CO.