Articles

Found 3 Documents
Search
Journal : Karya Ilmiah S.1 Ilmu Keperawatan

PENGARUH MOBILISASI DINI TERHADAP PERISTALTIK USUS PASCA OPERASI SESAR DENGAN ANESTESI SPINAL DI RSUD TUGUREJO SEMARANG Renggonowati, Ayu; -, Machmudah
Karya Ilmiah S.1 Ilmu Keperawatan Tahun 2014
Publisher : STIKES Telogorejo Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Peristaltik usus merupakan pertanda berakhirnya efek anestesi, banyak faktor yang mempengaruhi lamanya efek anestesi termasuk mobilisasi dini. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh mobilisasi dini terhadap peristaltik usus pasca operasi sesar dengan anestesi spinal di RSUD Tugurejo Semarang. Jenis penelitian ini adalah Quasi Eksperimen dengan desain penelitian Posttest Only Control Group, sampel dalam penelitian ini berjumlah 32 responden yang dibagi masing-masing kelompok 16 responden. Metode pengambilan sampel yang digunakan adalah purposive sampling, pengambilan data menggunakan lembar observasi. Hasil penelitian ini menunjukkan terdapat pengaruh mobilisasi dini terhadap peristaltik usus pasca sesar. Dari hasil observasi menunjukkan nilai rata-rata waktu peristaltik usus kelompok perlakuan 250,94 menit dan kelompok kontrol 304,06 menit. Hasil uji Mann Whitney diperoleh nilai ρ 0,001<0,05. Sehingga dapat disimpulkan ada pengaruh mobilisasi dini terhadap peristaltik usus. Penelitian ini di tujukan kepada petugas kesehatan agar mengajarkan mobilisasi ibu setelah keluar dari ruang oprasi.Kata kunci : mobilisasi dini, peristaltik usus, operasi sesar
PENGARUH SENAM NIFAS TERHADAP PENURUNAN TINGGI FUNDUS UTERI PADA IBU POSTPARTUM DI RSUD Dr. H SOEWONDO KENDAL Saufika, Ilma; -, Machmudah
Karya Ilmiah S.1 Ilmu Keperawatan Tahun 2014
Publisher : STIKES Telogorejo Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penurunan tinggi fundus uteri (TFU) pada ibu postpartum dipengaruhi oleh banyak faktor, salah satunya adalah aktifitas fisik yaitu senam nifas. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh senam nifas terhadap penurunan tinggi fundus uteri pada ibu postpartum di RSUD Dr. H Soewondo Kendal. Jenis penelitian yang dipakai adalah quasi experimen design dengan metode pendekatan pre-postes with control group, menggunakan tekhnik sampling purposive sampling, dengan jumlah sampel 16 responden experimen group dan 16 responden control group. Pengambilan data dengan menggunakan lembar observasi dan melakukan intervensi senam nifas. Kemudian diuji kenormalan data dengan menggunakan uji Shapiro-Wilk diperoleh hasil untuk kelompok perlakuan 0.118, kelompok kontrol 0.004 yang artinya data berdistribusi tidak normal sehingga menggunakan non parametrik Wilcoxon Signed Ranks Test didapatkan hasil p 0.000, kemudian pada kelompok penurunan TFU didapatkan hasil uji normalitas p 0.005, data berdistribusi tidak normal sehingga menggunakan uji Mann-Whitney Test dengan hasil p 0.000. Pada kelompok perlakuan penurunan TFU tertinggi 6.9cm, terendah 5.8cm sedangkan pada kelompok kontrol tertinggi 5.8cm, terendah 4.9cm. Kata kunci : Senam nifas, tinggi fundus uteri, postpartum.
FAKTOR - FAKTOR YANG BERHUBUNGAN DENGAN PEMBERIAN ASI EKSKLUSIF DI WILAYAH KERJA PUSKESMAS NGALIYAN SEMARANG Trisnawati, Elsera; -, Machmudah; -, Sobirun
Karya Ilmiah S.1 Ilmu Keperawatan Tahun 2013
Publisher : STIKES Telogorejo Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

ASI eksklusif adalah pemberian ASI tanpa makanan dan minuman tambahan lain pada bayi usia 0-6 bulan. Berdasarkan data UNICEF tahun 2006 menyebutkan bahwa kesadaran ibu untuk memberikan ASI di Indonesia baru 14%, itupun diberikan hanya sampai bayi berusia empat bulan. Dari Pedoman Internasional menganjurkan pemberian ASI selama 6 bulan pertama, didasarkan pada bukti ilmiah tentang manfaat ASI bagi daya tahan hidup bayi serta pertumbuhan dan perkembangannya. Rendahnya angka cakupan ASI eksklusif dapat menimbulkan dampak negatif terhadap timbulnya penyakit diare, hasil penelitian menjelaskan bahwa bayi yang tidak diberi ASI berisiko terkena diare 2-3 kali lebih banyak dibanding bayi yang diberi ASI eksklusif. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis karakteristik ibu seperti pengetahuan tentang ASI eksklusif, umur, pendidikan, pekerjaan, dukungan keluarga dalam pemberian ASI eksklusif. Metode yang digunakan adalah survey deskriptif analitik dengan pendekatan cross sectional dengan jumlah sampel 70 ibu yang memiliki bayi usia 7-12 bulan, dengan teknik Total sampling. Data primer adalah dengan metode wawancara, lembar kuesioner, sedangkan data sekunder berupa data-data yang ada di Puskesmas. Hasil penelitian menggunakan Chi Square. Hasil penelitian menunjukkan bahwa ada hubungan antara pengetahuan tentang ASI eksklusif dengan pemberian ASI eksklusif dengan nilai p= 0,005 yang berarti (p < 0,05) maka dapat disimpulkan ada hubungan yang bermakna antara pengetahuan tentang ASI eksklusif dengan pemberian ASI eksklusif. Hasil penelitian menunjukkan bahwa ada hubungan antara dukungan keluarga dengan pemberian ASI eksklusif dengan nilai p= 0,045 yang berarti (p < 0,05) maka dapat disimpulkan ada hubungan yang bermakna antara dukungan keluarga dengan pemberian ASI eksklusif. Saran bagi ibu yaitu diharapkan dapat memperluas pengetahuan tentang arti pentingnya pemberian ASI eksklusif pada bayi usia 0-6 bulan dan terutama pada 5 pertanyaan yang rata - rata belum bisa dijawab tentang kandungan ASI dan manfaat ASI dan para ibu diupayakan untuk lebih meningkatkan perilakunya untuk menyusui secara eksklusif.   Kata Kunci : Karakteristik ibu, asi eksklusif.