Articles

Found 11 Documents
Search
Journal : PROSIDING SEMINAR NASIONAL

PENINGKATAN KUALITAS KOLOSTRUM PADA IBU POSTPARTUM YANG DILAKUKAN PIJAT PAYUDARA DENGAN METODE OKETANI -, Machmudah; Khayati, Nikmatul; Isworo, Joko Teguh
PROSIDING SEMINAR NASIONAL & INTERNASIONAL 2014: PROSIDING SEMINAR NASIONAL HASIL - HASIL PENELITIAN & PENGABDIAN
Publisher : Universitas Muhammadiyah Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (116.433 KB)

Abstract

Milk production is influenced by hormonal factors, dietary intake, maternal psychological condition, frequency of feeding infants, consumption of drugs / hormonal contraceptives and breast care (Kompas, 2013). One method is to do a breast care breast massage with Oketani method. Oketani massage can increase milk production and excretion are closely related tothe development and growth of the baby (Foda, et al, 2004). Machmudah (2013) explains that the combination of massage oketani and oxytocin can increase milk production were seen in breastfed infants frequency parameters, ferkuensi bowel and bladder. This study aims to determine how the quality of the colostrum before and  after the massage oketani. This research is a quasi experimental design is used with a pre post test design with control group. Statistical analysis showed that there are significant differences between the protein content of colostrum before the massage after oketani (p = 0.002) and no significant difference betweenthe carbohydrate content of colostrum before the massage after oketani (p = 0.96).
KADAR HEMOGLOBIN DAN KOMPOSISI ASI PADA IBU POSTPARTUM YANG DILAKUKAN PIJAT PAYUDARA DENGAN METODE OKETANI -, Machmudah; Khayati, Nikmatul; Isworo, Joko Teguh
PROSIDING SEMINAR NASIONAL & INTERNASIONAL 2014: PROSIDING SEMINAR NASIONAL KEPERAWATAN
Publisher : Universitas Muhammadiyah Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (67.975 KB)

Abstract

Produksi ASI dipengaruhi oleh faktor hormonal, asupan makanan, kondisi psikis ibu, frekuensi bayi menyusu, konsumsi obat-obatan/kontrasepsi hormonal dan perawatan payudara (Kompas, 2013). Salah satu metode perawatan payudara adalah dengan melakukan pijat payudara dengan metode Oketani.Pijat oketani dapat meningkatkan produksi dan ekskresi ASI yang berhubungan erat dengan perkembangan dan pertumbuhan bayi (Foda, et al, 2004).Machmudah (2013) menjelaskan bahwa kombinasi pijat oketani dan oksitosin dapat meningkatkan produksi ASI yang dilihat pada parameter frekuensi bayi menyusu, ferkuensi BAB dan BAK.Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui bagaimana kualitas kolostrum sebelum dan setelah dilakukan pijat oketani. Jenis penelitian ini adalah quasi eksperimen dengan rancangan yang digunakan adalah pre post test design with control group. Hasil uji statistik menunjukkan bahwa terdapat perbedaan yang signifikan antara kadar kadar hemoglobin dengan komposisi kimia ASI ( protein dan karbohidrat) dengan nilai p=0,000.Kata kunci : pijat oketani, komposisi kimia ASI, hemoglobin
TINGKAT NYERI PERSALINAN MELALUI TERAPI ACUPRESSURE METACARPAL DAN COUNTER-PRESSURE REGIOSAKRALIS IBU PERSALINAN KALA I Rejeki, Sri; Hartiti, Tri; -, Machmudah
PROSIDING SEMINAR NASIONAL & INTERNASIONAL 2017: Prosiding Seminar Nasional Publikasi Hasil-Hasil Penelitian dan Pengabdian Masyarakat
Publisher : Universitas Muhammadiyah Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (349.249 KB)

Abstract

Latar belekang: Sebagian besar (90%) proses persalinan disertai rasa nyeri. Hasil studi pada persalinan kala I  didapatkan bahwa 35% primipara melukiskan nyeri sangat hebat, 37% mengalami nyeri hebat dan 28% mengalami nyeri sedang. Nyeri persalinan membutuhkan metode penanganan yang baik dan tidak menimbulkan komplikasi yang dapat menggangu proses persalinan. Metode Counter Pressure dan Acupressure merupakan alternative yang dapat mengurangi nyeri persalinan.Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui gambaran tingkat nyeri pada ibu persalinan kala I, sebelum dan setelah dilakukan tindakan Counter Pressure regio sakralis dan Acupressure metacarpal. Metode penelitian: Coasy experimental design  dengan dua kelompok perlakuan  yaitu  kelompok counter pressure dan acupressure. Sampel dalam penelitian ini adalah ibu dalam proses persalinan kala I yangmemenuhi criteria inklusif yang diambil secara accidental sampling. Hasil penelitian : Sebelum dilakukan counter pressure, nyeri yang dialami ibu primipara dikategorikan dalam nyeri berat sebanyak 93,3% dan nyeri sedang sebanyak 6,7% dan setelah dilakukan counterpressure menjadi nyeri sedang 86,7% dan nyeri ringan 13,3%. Sebelum dilakukan akupressure, nyeri yang dialami ibuprimipara dikategorikan dalam nyeri berat sebanyak 80% dan nyeri sedang sebanyak 20% dan setelah dilakukan akupresure menjadi nyeri sedang 86,7% dan masih tetap kategori nyeri berat 13,3%. Dari hasil uji statistik paired sample t-test dari masing-masing tindakan diperoleh nilai signifikansi < 0,05, Kesimpulan: Terdapat perbedaan penurunan tingkat nyeri ibu persalinan kala I fase aktif dengan metode  counter pressure (2,67) pada regiosakralis dan accupresure (1,93) pada metacarpal. Hasil analisa T-test didapatkan nilai 2,955 dan signifikansi sebesar 0,010(p<0,05).
BEKAM BASAH MENCEGAH ATEROSKLEROSIS AKSEPTOR KB SUNTIK DMPA (PETANDA ESTRADIOL SEBAGAI ANTIATEOGENIK) Samiasih, Amin; -, Machmudah; Ariyadi, Tulus
PROSIDING SEMINAR NASIONAL & INTERNASIONAL 2016: PROSIDING KONTRIBUSI HASIL PENELITIAN DAN PENGABDIAN MASYARAKAT DALAM PROGRAM SUSTAINABLE DEVE
Publisher : Universitas Muhammadiyah Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (197.627 KB)

Abstract

Stres oksidatif bisa menyebabkan penyakit jantung koroner (PJK) melalui proses peroksidasi lipid. Pemakaian jangka panjang KB suntik DMPA meningkatkan stress oksidatif. Parameter baru tentang proses eterosklerosis yaitu melalui proses inflamasi dan stress oksidatif ( Sargowo. D, 1997). Penelitian pada darah bekam menunjukkan aktifitas tinggi myeloperoxidase, aktifitas rendah superoxidedismutase(SOD), mempunyai kadar malondialdehyde (MDA) dan nitricoxide (NO) yang tinggi dibandingkan darah dari vena. Darah bekam mengurangi oxidan dan menurunkan stres oksidatif. ( Suleyman Murat agil et al, 2014). Penelitin ini ingin membuktikan bahwa bekam basah menurunkan stress oksidatif pada akseptor KB suntik DMPA. Jenis penelitian ini adalah quasi eksperimen dengan disain two gruop pre test and post test. Resonden adalah 15 akseptor KB suntik DMPA yang mengalami hiperlipidemia tiga bulan berturut turut. Responden telah diberi treatment bekam basah pada hari ke 0, ke 14 dan ke 28. Kelompok kontrol menggunakan tiga titik pembekaman sedangkan kelompok perlakuan menggunakan 7 titik bekam. Variabel penelitian yaitu kadar Estradiol dalam serum diukur sebelum treatment dan seminggu setelah treatment. Kadar Estradiol akseptor KB suntik DMPA sebelum bekam mempunyai mean 27.07 pg/ml, minimum 9 pg/ml dan maksimum 55.22 pg/ml. Rata-rata kadar Estradiol akseptor KB suntik berdasarkanlama KB: diatas 0-5 tahun 45.00 pg/ml, 6-10 tahun 26.80 pg/ml, 11-15 tahun 24.29 pg/ml dan diatas 15 tahun 23.06 pg/ml. Terjadi penurunan kadar Estradiol seiring dengan lamanya penggunaan DMPA. Perbedaan nilai Mean Estradiol setelah tindakan bekam pada kelompok kontrol 20.67 sedangkan kelompok perlakuan 42.16. Terlihat jelas bahwa kelompok perlakuan mempunyai kadar estradiol lebihtinggi dari kelompok kontrol. Rata-rata kadar estradiol setelah tindakan bekam pada kelompok perlakuan dua kali lipat lebih tinggi dibandingkan dengan kelompok kontrol. Kelompok bekam menggunkan 7 titik meningkatkan kadar Estradiol akseptor KB suntik DMPA. Katakunci: DMPA, Stres oksidatif, bekam, Estradiol
OPTIMALISASI PERKEMBANGAN ANAK DI KELURAHAN TANDANG BERBASIS ASI EKSKLUSIF -, Mariyam; -, Machmudah
PROSIDING SEMINAR NASIONAL & INTERNASIONAL 2016: PROSIDING KONTRIBUSI HASIL PENELITIAN DAN PENGABDIAN MASYARAKAT DALAM PROGRAM SUSTAINABLE DEVE
Publisher : Universitas Muhammadiyah Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (118.419 KB)

Abstract

Salah satu faktor yang mempengaruhi perkembangan anak setelah lahir adalah gizi. Gizi pada bayi tergantung dari makanan/ minuman yang masuk. Makanan terbaik bayi adalah ASI (Air SusuIbu). WHO merekomendasikan pemberian ASI eksklusif pada bayi 0-6 bulan. Pemberian ASI eksklusif diharapkan mengoptimalkan perkembangan bayi. Penelitian ini bertujuan mengidentifikasi hubungan pemberian ASI eksklusif dengan perkembangan bayi di Tandang Tembalang Semarang. Desain penelitian ini adalah survey analitik dengan pendekatan crossectional. Responden penelitian ini terdiri dari 85 bayi usia 0-6 bulan. Pemeriksaan perkembangan bayi dilakukan dengan menggunakan denver II. Hasil penelitian menunjukkan sebagian besar responden tidak diberikan ASI ekslusif sebanyak 52 (61,2%) dan perkembangan bayi sebagian besar menunjukkan keadaan normal yaitu 78 (91,8%). Pada pengkajian tiap aspek perkembangan terdapat klasifikasi advanced (lebih) pada motorik halus, bahasa dan motorikkasar yaitu 12 responden (14,1%), 21 (24,7%) dan 23 (27,1%). Hasil analisis uji statistic menunjukkan tidak ada hubungan antara pemberian ASI ekslusif dengan perkembangan secara umum dengan p value 0,089. Namun ada hubungan antara pemberian ASI eksklusif dengan bahasa dan motorik kasar dengan p value masing-masing 0,00. Bayi yang diberikan ASI eksklusif menunjukkan advanced dalam perkembangan bahasa sebanyak 54,5 % dan advanced pada perkembangan motorik kasar sebanyak 57,6%). Pemberian ASI eksklusif pada bayi membantu mengoptimalkan perkembangan. Keywords: ASI ekslusif, perkembangan, denver II
KEJADIAN HIPERTENSI, PENINGKATAN BERAT BADAN, DAN PERUBAHAN POLA MENSTRUASI PADA PENGGUNA KONTRASEPSI SUNTIK DEPO MEDROKSI PROGESTERON ASETAT (DMPA) -, Machmudah; Cahyono, Edy; Bintanah, Sufiati
PROSIDING SEMINAR NASIONAL & INTERNASIONAL 2012: PROCEEDING SEMINAR NASIONAL KEPERAWATAN : Penggunaan Herbal Dalam Kesehatan Perempuan
Publisher : Universitas Muhammadiyah Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (157.619 KB)

Abstract

Latar belakang: Kontrasepsi hormonal dibagi dalam dua jenis suntikan yaitu Depomedroksiprogesteron Asetat (DMPA) yang diberikan setiap 3 (tiga) bulan dan DepoNoretisteron Enantat (Depo Noristerat) yang diberikan setiap 1 (satu) bulan dengan cara disuntik intramuscular. Masing - masing kontrasepsi hormonal memiliki keuntungan dan kerugian yang harus disesuaikan dengan penggunanya.Efek samping dari penggunaan kontrasepsi suntik antara lain gangguan haid, permasalahan berat badan, sakit kepala, hipertensi dan stroke. Tujuan: penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan kejadian hipertensi, peningkatan berat badan, dan perubahan pola menstruasi dengan lama penggunaan suntik (DMPA) pada wanita usia subur di Desa Betek Kecamatan Jati Kabupaten Blora. Metode : Penelitian ini merupakan penelitian diskriptif korelasi dengan  metode pendekatan cross sectional. Populasi dalam penelitian ini adalah semua wanita usia subur yang menggunakan kontrasepsi hormonal suntik di Desa Betek Kecamatan Jati Kabupaten Blora dan sampel yang diambil adalah seluruh populasi yaitu berjumlah 66 orang. Variabel yang dikaji dalam penelitian ini adalah kejadianhipertensi, peningkatan berat badan, perubahan pola menstruasi dan lama penggunaan kontrasepsi suntik DMPA. Analisa data yang digunakan dalam penelitian ini adalah dengan menggunakan analisis statistik Chi Square.Hasil : Berdasarkan hasil analisis statistik diperoleh sebagianbesar responden mengalami kejadian hipertensi yaitu sebanyak 37 orang (56,1%), yang mengalami peningkatan berat badan tinggi yaitu sebanyak 28 orang (42,4%), yang mengalami gangguan pola menstruasi yaitu sebanyak 40 orang (60,6%), dan yang menggunakan KB suntik selama 2-5 tahun yaitu sebanyak 30 orang (45,5%). Ada hubungan yang signifikan antara kejadianhipertensidenganlama penggunaankontrasepsi suntik DMPA, dengan nilai p-value 0,000<?(0,05), Ada hubungan yang signifikan antara peningkatanberatbadandenganlamapenggunaankontrasepsisuntik DMPA, dengan nilai p-value 0,013<?(0,05), Ada hubungan yang signifikan antara perubahan pola menstruasi denganlama penggunaan kontrasepsisuntik DMPA, dengan nilai p-value 0,002<?(0,05).Kesimpulan dan saran: Berdasarkan hasil analisis statistik tersebut makadiharapkan masyarakat atau calon akseptor sebelum memilih alat kontrasepsi hendaknya menggali informasi terlebih dahulu tentang semua alat kontrasepsi dan efek sampingnya, terutama pada akseptor yang masih dalam usia  reproduksi disarankan menggunakan kontrasepsi non hormonal karena untuk meminimalisirkan efek samping dari alat kontrasepsi.
THE RELATIONSHIP BETWEEN EXERCISE FREQUENCY WITH THE MENSTRUAL CYCLE OF THE ADOLESCENT ON PENCAK SILAT GROUP -, Machmudah; Yanna, Fitri; -, Pawestri
PROSIDING SEMINAR NASIONAL & INTERNASIONAL 2017: Proceeding 3rd ISET 2017 | International Seminar on Educational Technology 3rd 2017
Publisher : Universitas Muhammadiyah Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (629.904 KB)

Abstract

Background : Excessive physical activity is one factor that can cause menstrual disorders. Disorders that can occur include the absence of menstruation (amenorrhea), bone thinning (osteoporosis), irregular menstruation orintermenstrual bleeding, abnormal growth of the uterine lining, and infertility (Asmarani, 2010). Wiarto (2013)explains that in sports discussed about menstruation is an irregular menstrual cycle (oligomenorrhea or reducedmenstrual frequency) or menstruation stops beyond 90 days (amenorrhea or absence of menstrual cycle). Thepurpose of the study: the purpose of the study is to determine the relationship between the frequency of exercise with menstrual cycle in adolescent girls SMAN in Purwokerto who follow the practice of pencak silat. Researchmethod: This research is a descriptive research with quantitative approach with total sample of 126 respondents,sampling technique is by non probability sampling technique that is by purposive sampling technique. Result ofresearch: The result of statistical test by using simple logistic regression shows that there is relationship betweenexercise frequency with menstrual cycle with p = 0,000 (p <0,05). Conclusion: This result suggests that excessive exercise is seen in terms of exercise frequency and duration of exercise leading to dysfunction in the hiothalamus leading to impairment of GnRH pulsatility that may inhibit FSH secretion. Suggestions: The suggestions that can be given here is necessary for further research with a larger sample size and consider the psychological condition and nutritional status of respondents Keywords: Dismenorhea, frequency of exercise
GAMBARAN FISIK DAN PSIKOLOGIS IBU DENGAN HIV/AIDS SAAT HAMIL DI KABUPATEN KENDAL Maula, Sofyana; -, Machmudah; -, Mariyam
PROSIDING SEMINAR NASIONAL & INTERNASIONAL 2014: PROSIDING KONFERENSI NASIONAL PPNI JAWA TENGAH
Publisher : Universitas Muhammadiyah Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (215.958 KB)

Abstract

Latar belakang Human Immunodefiency Virus (HIV) merupakan virus yang menyerang  sistem kekebalan tubuh, dapat bersifat simtomatik, asimtomatik, sampai Acquired Immunodefiency Syndrome (AIDS). Gejala HIV/AIDS pada kehamilan meningkat, sehingga mempengaruhi kesehatan fisik ibu.  Komplikasi juga mungkin terjadi pada janin maupun ibu selama kehamilan akibat HIV dan menimbulkan perubahan psikologis. Tujuan penelitian untuk mengetahuibagaimana perubahan fisik dan psikologis ibu dengan HIV/AIDS saat hamil. Desain penelitian ini deskriptif kualitatif dengan metode wawancara mendalam dan tehnik purposive sampling. Sampel penelitian ada 4 orang, yaitu 2 ibu hamildengan HIV dan 2 ibu post partum dengan HIV. Hasil penelitian menunjukkan beberapa responden tidak mengalamipenurunan kondisi fisik. Namun, ada yang mengalami penurunan kondisi fisik. Seluruh responden tidak mengalami gangguan aktifitas fisik dan memiliki upaya menjaga kesehatan secara rutin. Kondisi fisik ini dihubungkan dengan stadium HIV, pengobatan ARV, dan aspek psikologis. Beberapa responden mengalami gangguan psikologis yaitu kecemasan dan kekhawatiran jika janin tertular. Sementara, satu responden tidak mengalami gangguan psikologis. Halini perlu peninjauan apakah respon psikologis ini berhubungan dengan tingkat pengetahuan. Saran: berrdasarkan hasil penelitian diharapkan pelayanan kesehatan meningkatkan pendidikan kesehatan pada ibu hamil dengan HIV untuk meningkatkan pengetahuan ibu. Masyarakat diharapkan pula memberikan dukungan pada ibu hamil dengan HIV untukmenjaga kesehatan ibu.
SUKSES MENYUSUI DENGAN PIJAT OKETANI -, Machmudah
PROSIDING SEMINAR NASIONAL & INTERNASIONAL 2017: Prosiding Seminar Nasional Publikasi Hasil-Hasil Penelitian dan Pengabdian Masyarakat
Publisher : Universitas Muhammadiyah Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (366.585 KB)

Abstract

Menyusui merupakan pengalaman psikologis yang menyenangkan bagi seorang ibu. Beberapa ibu mengalamikesulitan dan kegagalan menyusui dengan alasan ASI belum keluar, ASI sedikit atau putting susu lecet sehinggamembuat ibu takut untuk menyusui. Beberapa ibu memerlukan perawatan payudara khusus untuk memperlancar proses laktasi.  Pijat oketani merupakan salah satu metode breast care yang tidak menimbulkanrasa nyeri. Pijat oketani dapat menstimulus kekuatan otot pectoralis untuk meningkatkan produksi ASI dan membuat payudara menjadi lebih lembut dan elastis sehingga memudahkan bayi untuk mengisap ASI. Pijat oketani juga akan memberikan rasa lega dan nyaman secara keseluruhan pada responden, meningkatkan kualitas ASI, mencegah putting lecet dan mastitis serta dapat memperbaiki/mengurangi masalah laktasi yang disebabkan oleh putting yang rata (flat nipple), putting yang masuk kedalam (inverted). Ohno, et al (2001) menjelaskan bahwa peningkatan kadar protein disebabkan oleh  peningkatan aktivitas enzim protease yang distimulus oleh pemijatan pada jaringan dan kelenjar mammae. Peningkatan aktivitas enzim protease dapat meningkatkan sintesa protein. Pijat oketani juga dapat menyebabkan kelenjar mammae menjadi mature dan lebih luas, sehingga kelenjar - kelenjar air susu semakin banyak dan ASI yang diproduksi juga menjadi labihbanyak.
IPTEKS BAGI MASYARAKAT (IBM) : PEMBENTUKAN KELOMPOK IBUHAMIL DI DESA KANGKUNG MRANGGEN DEMAK -, Machmudah; Khayati, Nikmatul; Widodo, Sri
PROSIDING SEMINAR NASIONAL & INTERNASIONAL 2014: PROSIDING SEMINAR NASIONAL HASIL - HASIL PENELITIAN & PENGABDIAN
Publisher : Universitas Muhammadiyah Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (37.74 KB)

Abstract

Kehamilan dan persalinan memberikan kontribusi terhadapnya banyaknya Angka Kematian Ibu (AKI)  dan Angka Kematian Bayi (AKB). AKI sebagian besar disebabkan karena adanya komplikasi dan gawat darurat obstetrik selama kehamilan, persalinan dan nifas antara lain kasus hipertensi dalam kehamilan (pre eklampsia/eklampsia), perdarahan dan infeksi. Menurut laporan tahunan MDGs Indonesia tahun 2006, penyebab kematian ibu yang utama adalah perdarahan, eklampsia, partus lama, komplikasi aborsi, dan infeksi. Komplikasi dalam kehamilan dan persalinan dapat dideteksi dan ditangani lebih awal jika ibu hamil melakukan pemeriksaan kehamilan atau Ante Natal Care (ANC). Kepatuhan untuk melakukan ANC di Desa Kangkung Mranggen Demak masih rendah disebabkan karena rendahnya pengetahuan dan kesadaran masyarakat tentang pentingnya program tersebut dan ketidakpatuhan ibu hamil melakukan ANC karena alasan bekerja di luar rumah (Dwijayanti, 2013). Melihat kondisi tersebut perlu dicari solusi strategis yang dapat memfasilitasi ibu hamil yaitu dengan pembentukan  kelompok ibu hamil dan kelas prenatal (kelas ibu hamil). Rencana kegiatan yang dilakukan meliputi pelaksanaan kelas ibu hamil, pemeriksaan fisik dan deteksi dini pada ibu hamil, senam hamil. Metode pendekatan yang dilakukan adalah dengan diskusi intensif, simulasi/demonstrasi ketrampilan role play dan pendampingan pelaksanaan kelas ibu hamil.Evaluasi dilakukan pada pelaksanaan kelas ibu hamil yaitu kemampuan instruktur, kehadiran ibu hamil dan aktivitas kader dalam  memotivasi ibu hamil untuk mengikuti kelas ibu hamil.