Hamny -
Unknown Affiliation

Published : 3 Documents
Articles

Found 3 Documents
Search

CARBOHYDRATES OF CHANGES DURING THE FOLLICULAR DEVELOPMENT IN THE OVARY OF THE MOUSE DEER, TRAGULUS JAVANICUS -, Hamny; Agungpriyono, Srihadi; Djuwita, Ita; Nisa, Chairun; Esthi Prasetyaningtyas, Wahono; Rahmi, Erdiansyah
Jurnal Veteriner Vol 9, No 1 (2008)
Publisher : Jurnal Veteriner

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (71.575 KB)

Abstract

The data available on the female reproductive organ of mouse deer (Tragulus javanicus) is still very limited. A study was therefore conducted to investigate the distribution and the concentration of carbohydrate residues during the development of ovary follicles. An ovary at luteal phase was used in this study. Thin sections of the ovary were prepared occording to the standard methods and they were then histochemically stained with flourecnece-labelled lectins such as peanut agglutinin (PNA), Ricinus communis agglutinin (RCA), Concanavalin A (Con A), Winged bean agglutinin (WGA) and Ulex europaeus agglutinin (UEA). The result showed that changes in the distribution and the concentration of carbohydrate occured during the development of the follicle. During the preantral stage, the cytoplasm of oosit contained carbohydrate with the residues of glucosa dan mannosa. Zona pelusida contained carbohydrates with residues of glucosa, mannosa, galactosa dan N-asetylgalactosamine, whereas extracellular matrix contained carbohydrate with the residues of glucosa dan mannosa. In the antral follicle, the cyitoplasm of oocytes contained carbohydarte with the residues of galactosa dan N-asetylgalactosamine, whereas its zona pelusida, extracellular matrix and follicular fluid contained carbohydarte with the residues of fucosa, N-asetylglucosamin and cyalic acid. Diffrences in the types and the distribution pattern of carbohydrates were observed in this study, both in preantral and antral follicles.
GANGLION SIMPATIS PADA KAMBING LOKAL (Capra sp.) Nasution, Idawati; Yuliansyah, Nanda; -, Hamny
Jurnal Medika Veterinaria Vol 7, No 1 (2013): J. Med. Vet.
Publisher : Universitas Syiah Kuala

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (834.988 KB) | DOI: 10.21157/j.med.vet..v7i1.2911

Abstract

Penelitian ini bertujuan mengetahui struktur anatomi dan letak ganglion simpatis pada kambing lokal (Capra sp.).  Penelitian ini menggunakan empat ekor kambing (dua ekor jantan dan dua ekor betina), rata-rata berumur 2 tahun. Struktur anatomi ganglion dilakukan dengan cara inspeksi dan palpasi setiap ganglion yang diamati. Letak ganglion dideskripsikan berdasarkan letak ganglion terhadap buluh darah atau nervus yang berada di sekitar ganglion. Hasil pengamatan dianalisis secara deskriptif. Hasil penelitian menunjukkan bahwa terdapat empat ganglion dari syaraf simpatis pada kambing lokal yaitu ganglion cervicale cranial yang terletak di dorsal arteri occipitalis dan di caudo-medial nervus vagus. Ganglion cervico-thoracicum/stellatum berada di cranial ramus communicantes, di caudal arteri dan vena costocervicovertebralis, di lateral trakea dan di ventral nervus vertebralis. Ganglion celiaco-mesentericum/solare terletak di dorsal arteri mesenterica cranialis dan caudal arteri celiaca. Ganglion mesentericum caudale terletak di antara arteri umbilicalis dextra dan sinistra serta di dorsal arteri sacralis mediana.Dsimpulkan bahwa ganglion celiaco-mesentericum/solare memiliki struktur anatomi yang berbeda dibandingkan dengan ketiga ganglion simpatis lainnya pada kambing lokal
RASIO KETEBALAN DINDING TERHADAP DIAMETER TULANG HUMERUS AYAM KAMPUNG (Gallus domesticus) DAN BURUNG MERPATI (Columba domestica) Nasution, Idawati; RM, Shinta Mutia; -, Hamny
Jurnal Medika Veterinaria Vol 7, No 1 (2013): J. Med. Vet.
Publisher : Universitas Syiah Kuala

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (394.349 KB) | DOI: 10.21157/j.med.vet..v7i1.2264

Abstract

Penelitian ini bertujuan mengetahui perbandingan ketebalan dinding terhadap diameter tulang humerus pada ayam kampung (Gallus domesticus) dan burung merpati (Columba domestica). Dua puluh tulang humerus yang berasal dari 10 ekor burung merpati jantan dipisahkan dari jaringan di sekitarnya, kemudian tulang humerus tersebut direndam dalam formalin 5% dan dipotong secara melintang dengan menggunakan gergaji tulang. Ketebalan dinding terhadap tulang humerus diukur dengan menggunakan jangka sorong. Hasil penelitian dianalisis secara deskriptif. Hasil penelitian menunjukkan bahwa perbandingan ketebalan dinding dan diameter tulang humerus pada ayam kampung adalah 1 : 4,94 sedangkan pada burung merpati adalah 1 : 5,80. Tulang humerus ayam kampung lebih tebal dari pada burung merpati jika dibandingkan diameter tulang dari masing-masing unggas tersebut.Kata kunci: Gallus domesticus, Columba domestica, tulang humerus, rasio, diameter, ketebalan