Wahyudi ,
Sistem Informasi, STMIK Indonesia Padang, Jalan Khatib Sulaiman Dalam No. 01

Published : 12 Documents
Articles

Found 12 Documents
Search

KEMITRAAN KEPALA SEKOLAH DAN KOMITE SEKOLAH DALAM IMPLEMENTASI MANAJEMEN BERBASIS SEKOLAH F22210061, Mirnawati; ,, Wahyudi; Syukri, M.
Jurnal Pendidikan dan Pembelajaran Vol 2, No 2 (2013): Februari 2013
Publisher : Jurnal Pendidikan dan Pembelajaran

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Kemitraan Kepala Sekolah Dan Komite Sekolah Dalam Implementasi Manajemen Berbasis Sekolah. Tujuan penelitian untuk mengetahui kemitraan kepala sekolah dan komite sekolah dalam MBS. Metode penelitian menggunakan pendekatan kualitatif dengan jenis penelitian fenomenologi. Dari hasil penelitian, kemitraan dalam manajemen kurikulum, komite sekolah ikut memberikan pertimbangan dalam penentuan visi dan misi sekolah serta dukungan dana dalam penyusunan KTSP, kemitraan dalam manajemen tenaga kependidikan dilaksanakan dengan mendayagunakan tenaga kependidikan secara efektif dalam mencapai program sekolah, kemitraan dalam manajemen kesiswaan di mulai sejak pelaksanaan PSB melalui penegakan disiplin siswa, kemitraan dalam manajemen keuangan dan pembiayaan telah terjalin sejak perencanaan, penggunaan, serta pelaporan,  kemitraan dalam manajemen sarana dan prasarana dilaksanakan dalam pengadaan dan perawatan sarana prasaran sekolah, kemitraan  dalam manajemen hubungan masyarakat dilaksanakan dengan melibatkan orang tua dan masyarakat lingkungan sekolah, kemitraan  dalam manajemen pelayanan  khusus dalam bentuk dukungan dana untuk operasional serta penyuluhan.Kata kunci :  Komite Sekolah, Manajemen  Berbasis Sekolah.Abstract: Partnership principals and school committees in the management of the curriculum and teaching programs do not occur directly. School committee only gave consideration in defining the vision and mission of the school only provides financial support to implement the KTSP,  partnership principals and school committees in management education has been implemented by utilizing education personnel effectively in achieving the school program,  partnerships principals and school committees in the management of student performed on admission of new students activities, student participation in enforcing discipline, partnerships principals and school committees in financial management and finance has done well since the planning, using and reporting,  partnerships principals and school committees in the management of facilities and infrastructure implemented in the form of provision and maintenance of the school facilities and infrastructure, partnerships principals and school committee held public relations management by involving parents, students, partnerships principals and school committees in the management of special services implemented in the form of operational as well as financial support for counseling.Key words:  School Committee,  School Based  Management.
PENGARUH GAYA KEPEMIMPINAN KEPALA SEKOLAH DAN IKLIM ORGANISASI SEKOLAH TERHADAP KINERJA GURU SMP NEGERI ,, Wahyudi; Syukri, M.
Jurnal Pendidikan dan Pembelajaran Vol 2, No 7 (2013): Juli 2013
Publisher : Jurnal Pendidikan dan Pembelajaran

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (323.521 KB)

Abstract

Abstrak: Penelitian ini bertujuan mengetahui pengaruh gaya kepemimpinan kepala sekolah dan iklim organisasi sekolah terhadap kinerja guru di SMP Negeri Sub Rayon 04 Pontianak.Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif.Variabel yang diteliti dalam penelitian ini meliputi  gaya kepemimpinan kepala sekolah (X1), iklim organisasi sekolah (X2), dan kinerja guru (Y). Hasil yang diperoleh dalam penelitian ini adalah: (1) pengaruh gaya kepemimpinan kepala sekolah terhadap kinerja guru di SMP Negeri sub Rayon 04 Pontianak tinggi yaitu mencapai prosentase 80,10%; (2) iklim organisasi sekolah memiliki pengaruh terhadap kinerja guru di SMP Negeri sub Rayon 04 Pontianak sebesar 66,59%; (3) gaya kepemimpinan kepala sekolah dan iklim organisasi sekolah secara bersama –sama mempunyai pengaruh terhadap kinerja guru di SMP Negeri sub Rayon 04 Pontianak sebesar 80,10%. Hal ini berarti bahwa  gaya kepemimpinan kepala sekolah dan iklim organisasi sekolah mempunyai pengaruh terhadap kinerja guru di SMP Negeri sub Rayon 04 Pontianak.   Kata Kunci: Gaya kepemipinan, Iklim Organisasi dan Kinerja Abstract: This study aims to determine the effect of principal leadership style and organizational climate of schools on teacher performance in SMP Sub Rayon 04 Pontianak.Penelitian this kuantitatif.Variabel approach examined in this study include principal leadership style (X1), school organizational climate (X2), and teacher performance (Y). The results obtained in this study were: (1) the influence of principal leadership style on teacher performance in SMP Negeri Pontianak sub Rayon 04 percent higher, reaching 80.10%, (2) school organizational climate have an impact on teacher performance in SMP sub Rayon 04 Pontianak by 66.59%, (3) the principals leadership style and organizational climate schools together have an influence on teacher performance in SMP Negeri Pontianak sub Rayon 04 at 80.10%. This means that the style of school leadership and school organizational climate has an influence on the performance of junior high school teachers in sub Rayon 04 Pontianak Keywords: Style leadership,organizational climate and performance
PERAN KEPALA SEKOLAH SEBAGAI PENDIDIK DALAM MENINGKATKAN KOMPETENSI PEDAGOGIK GURU NIM F22211047, Jahiriansyah; ,, Wahyudi; Syukri, M.
Jurnal Pendidikan dan Pembelajaran Vol 2, No 10 (2013): Oktober 2013
Publisher : Jurnal Pendidikan dan Pembelajaran

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (241.032 KB)

Abstract

Abstract: This study aimed to describe the role of the principal as an educator in improving teachers pedagogical competence of SD Negeri 07 Delta Pawan Sub District Ketapang Regency. This study focused on the role of the principal as an educator in improving teachers pedagogical competence by examining aspects of the principals role as an educator is to guide teachers in terms of: control of the characteristics of learners, mastering learning and principal theories, develop curriculum, implementation learning to educate, develop the potential of learners, communicating with students, as well as carry out the evaluation of learning. To uncover the problems that were examined, this research use the approach qualitative by case study design. Research location is SDN 07 Delta Pawan Regency which is located in Ade Irma Suryani street number 7 in Delta Pawan Sub District, Ketapang Regency, West Borneo. Data Source is a principal and 10 teachers of SD Negeri 07 Delta Pawan Sub District. Results of data analysis indicate that the principals role as an educator in improving teachers pedagogical competence of SD Negeri 07 Delta Pawan Sub District Ketapang Regency includes guidance on the characteristics of student mastery, mastery of the theory and principles of learning, curriculum development, educational learning, developing the potential of students, communication effectively with students, as well as the evaluation of learning. Keywords: Educator, Competence, Pedagogical   Abstrak: Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan peran kepala sekolah sebagai pendidik dalam meningkatkan kompetensi pedagogik guru SD Negeri 07 Kecamatan Delta Pawan Kabupaten Ketapang. Penelitian ini difokuskan pada peran kepala sekolah sebagai pendidik dalam meningkatkan kompetensi pedagogik guru dengan mengkaji aspek-aspek peran kepala sekolah sebagai pendidik yang membimbing guru dalam hal:  menguasai karakteristik peserta didik, menguasai teori belajar dan prinsip-prinsip pembelajaran, mengembangkan kurikulum, melaksanakan pembelajaran yang mendidik, mengembangkan potensi peserta didik, melakukan komunikasi dengan peserta didik, serta melaksanakan evaluasi pembelajaran. Untuk mengungkap permasalahan yang dikaji, penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif deskriptif dengan desain studi kasus. Lokasi penelitian adalah SD Negeri 07 Kecamatan Delta Pawan Kabupaten Ketapang yang terletak di jalan Ade Irma Suryani nomor 7 Kecamatan Delta Pawan Kabupaten Ketapang Provinsi Kalimantan Barat. Sumber data dalam penelitian ini adalah 1 orang kepala sekolah dan 10 orang guru SD Negeri 07 Kecamatan Delta Pawan Kabupaten Ketapang. Hasil analisis data menunjukkan bahwa peran kepala sekolah sebagai pendidik dalam meningkatkan kompetensi pedagogik guru SD Negeri 07 Kecamatan Delta Pawan Kabupaten Ketapang yaitu kegiatan bimbingan dalam penguasaan karakteristik siswa, penguasaan teori dan prinsip pembelajaran, pengembangan kurikulum, pembelajaran yang mendidik, pengembangan potensi siswa, komunikasi efektif dengan siswa, serta pelaksanaan evaluasi pembelajaran. Kata Kunci: Pendidik, Kompetensi, Pedagogik
PEMANFAATAN MULTIMEDIA INTERAKTIF PEMBELAJARAN MATEMATIKA DALAM MENINGKATKAN PEMAHAMAN KONSEP PESERTA DIDIK SEKOLAH DASAR NIM. F25111041, Siti Handarwati; ,, Marzuki; ,, Wahyudi
Jurnal Pendidikan dan Pembelajaran Vol 2, No 10 (2013): Oktober 2013
Publisher : Jurnal Pendidikan dan Pembelajaran

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (308.433 KB)

Abstract

Abstrak: Salah satu tujuan pembelajaran Matematika adalah agar peserta didik memahami konsep Matematika. Rendahnya pemahaman konsep Matematika dapat berakibat pada rendahnya kemampuan berpikir kritis mereka. Hal ini disebabkan pembelajaran masih terpusat pada guru. Untuk mendayagunakan seluruh potensi peserta didik secara optimal diperlukan penggunaan media pembelajaran yang sesuai. Salah satunya adalah multimedia interaktif. Tujuan penelitian ini untuk mengetahui mengetahui dan memperoleh informasi mengenai ada tidaknya perbedaan pemahaman konsep Matematika peserta didik kelas V Sekolah Dasar Negeri 2 Anjongan dengan dan tanpa menggunakan multimedia interaktif. Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif dengan metode true experimental design. Sampel dalam penelitian ini adalah peserta didik kelas V SDN 2 Anjongan Kabupaten Pontianak. Pengumpulan data dilakukan dengan teknik pengukuran dan teknik dokumenter. Analisis data dalam penelitian ini dilakukan dengan uji t dua sampel related. Berdasarkan hasil penelitian disimpulkan bahwa terdapat perbedaan pemahaman konsep Matematika peserta didik kelas V Sekolah Dasar Negeri 2 Anjongan antara yang diajar dengan menggunakan multimedia interaktif dan tanpa menggunakan multimedia interaktif. Kelas yang diajar dengan menggunakan metode multimedia interaktif menunjukkan pemahanan belajar yang relatif lebih tinggi dibandingkan dengan yang kelas yang tidak. Kata Kunci: Multimedia Interaktif, Pemahaman Konsep, Matematika Abstract: One of the goals of learning mathematics is to make the students understand the concepts of Mathematics. Lack of understanding of mathematical concepts will result in the low of student’s critical thinking skills. This is due to learning is centered on the teacher. In order to utilize the full potential of students optimal learning required is the use of appropriate media. One of the media is interactive multimedia.The purpose of this study to find out to know and obtain information on the presence or absence of differences in students understanding of mathematical concepts in the fifth grade of SDN 2 Anjongan with and without the use of interactive multimedia. This study uses a quantitative approach with a true experimental design methods. The samples in this study were fifth grade students of SDN 2 Anjongan Pontianak regency. Data collected by measurement techniques and documentary techniques. Analysis of the data in this study conducted with two sample t test related. Based on the results of the study concluded that there are differences in understanding of the concept of class V student of Mathematics Elementary School 2 Anjongan between the class taught by using interactive multimedia and without the using of interactive multimedia. Classes which taught using interactive multimedia learning are relatively higher compared to the class that does not. Key words: Interactive Multimedia, Understanding Concepts, Mathematics
KEPEMIMPINAN KETUA JURUSAN DAN IKLIM ORGANISASI HUBUNGANNYA DENGAN KINERJA DOSEN DI POLTEKKES PONTIANAK NIM F 22211044, Nopriantini; Syukri, M.; ,, Wahyudi
Jurnal Pendidikan dan Pembelajaran Vol 2, No 10 (2013): Oktober 2013
Publisher : Jurnal Pendidikan dan Pembelajaran

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (223.462 KB)

Abstract

Abstract : Generally, this study started from the premise that lecturer performance is one of the critical success factors at collage. The university must improve the performance of the lecturers, because as an institution which aims to produce a knowledgeable, skilled, and competentable. This study aims to knowing the relationship of head department leadership and organizational climate with lecturer performance at Polytechnic of Pontianak. Methods used is method quantitative correlational study. Research data on Leadership Head of Department (variable X1), Organizational Climate (variable X2), and Performance Lecturer (variable Y) collecting through distributing questionnaires to respondents. The results shows that the Leadership of Head Department strongly associated and significant to lecturer performance with the amount of correlation by 0,784, as well as organizational climate shows strongly associated and significant to lecturer performance with the amount of correlation by 0,675. Whereas the leadership head of department and organizational climate jointly proide can be seen form the R square by 0,616 or 61,6%. , it shows the variation of lecturer performancecan be explained by both of independent variation that is leadership head of department and organizational climate while the remaining is 38,4% explained by other causes. On the basis of the results of the study is lecturer have to always improve their performance in implementing Tridharma’s college. Abstrak :Secara umum penelitian ini bertolak dari pemikiran bahwa kinerja dosen merupakan salah satu faktor penentu keberhasilan pendidikan di perguruan tinggi. Perguruan tinggi harus meningkatkan kinerja para dosen, karena sebagai lembaga pengembangan ilmu yang bertujuan melahirkan masyarakat yang berpengetahuan, berkeahlian, kompeten dan terampil. Kinerja dosen diukur berdasarkan beban kerja dosen mencakup tugas utama yaitu melakukan Pendidikan,  melakukan penelitian, dan melakukan pengabdian pada masyarakat, dan berhubungan dengan faktor kepemimpinan dan iklim organisasi yang memiliki peranan penting dengan peningkatan kinerja dosen yang pada akhirnya akan berperan terhadap peningkatan mutu pendidikan. Penelitian ini bertujuan mengetahui hubungan kepemimpinan ketua jurusan dan iklim organisasi dengan  kinerja dosen di Poltekkes Pontianak. Pendekatan yang digunakan adalah pendekatan kuantitatif dengan studi korelasional. Data penelitian tentang Kepemimpinan Ketua Jurusan (variabel X1), Iklim Organisasi (variabel X2), dan Kinerja Dosen (variabel Y) dikumpulan melalui penyebaran angket terhadap responden. Hasil penelitian menunjukkan bahwa Kepemimpinan Ketua Jurusan berhubungan kuat dan signifikan dengan kinerja dosendengan besaran korelasi 0,784 demikian juga dengan iklim organisasi menunjukkan hubungan yang kuat dan signifikan dengan kinerja dosen dengan besaran korelasi 0,675. Sedangkan kepemimpinan ketua jurusan dan iklim organisasi secara bersama-sama memberikan dapat dilihat dari R square sebesar 0,616 atau 61,6 % hal ini menunjukkan variasi dari kinerja dosen dapat dijelaskan oleh variasi dari kedua variabel independentnya yaitu kepemimpinan ketua jurusan dan iklim organisasi sedangkan sisanya sebesar 38,4 %dijelaskan oleh sebab-sebab lain. Atas dasar hasil penelitian tersebut dosen untuk selalu meningkatkan kinerjanya dalam melaksanakan tridharma perguruan tinggi. Kata Kunci : Kepemimpinan Ketua Jurusan, Iklim Organisasi, Kinerja Dosen
PENGEMBANGAN ALAT PERMAINAN EDUKATIF DALAM PEMBELAJARAN MODEL WEBBED PADA ANAK USIA 5-6 TAHUN WATI, SINU; Syukri, M.; ,, Wahyudi
Jurnal Pendidikan dan Pembelajaran Vol 3, No 1 (2014): Januari 2014
Publisher : Jurnal Pendidikan dan Pembelajaran

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (197.706 KB)

Abstract

Abstrak: Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan dan menganalisis pengembangan Alat Permainan Edukatif dalam Pembelajaran Model Webbed untuk keterampilan Motorik Halus pada Anak Usia 5-6 Tahun di Taman Kanak-Kanak  Al-Muhajirin Kecamatan Rasau Jaya Kabupaten Kubu Raya. Jenis penelitian ini adalah pengembangan media dengan pendekatan kualitatif, dengan subjek guru dan anak kelompok B. Hasil penelitian ini sebagai berikut: 1) Kreatifitas memodifikasi alat permainan edukatif  dari bahan balok untuk kecakapan motorik halus anak usia 5-6 tahun yang dilakukan dengan mengembangkan model balok menjadi berbagai betuk bangunan. 2) Kreatifitas memodifikasi alat permainan edukatif  dari bahan plastisin untuk kecakapan motorik halus anak usia 5-6 tahun yang dilakukan dengan mengembangkan model plastisin ke dalam berbagai bentuk. 3) Kreatifitas memodifikasi alat permainan edukatif  dari bahan kertas origami untuk kecakapan motorik halus anak usia 5-6 tahun yang dilakukan yakni mengembangkan model yang dapat dibuat dengan menggunakan kertas origami. 4) Perolehan kecakapan motorik halus pada anak usia dini antara lain: a) Mengkoordinasikan gerakan jari-jari untuk memegang alat permainan edukatif, b) Meniru bentuk dengan menggunakan alat permainan edukatif, c) melakukan eksplorasi dengan berbagai media dan kegiatan. Kata Kunci : Permainan Edukatif, Model Webbed, Motorik   Abstrak: This study aims to describe and analyze the development of the Learning Tools Educational Games Model Webbed for fine motor skills in Children Aged 5-6 Years in kindergarten Rasau Jaya District of Kubu Raya district. This type of research is the development of media with a qualitative approach , with subject teachers and group B. The results of this study as follows : 1 ) Creativity modify educational toys blocks of material for fine motor skills of children aged 5-6 years were done by developing a model propagating beams into various buildings. 2 ) Creativity modify educational toys from plasticine material for fine motor skills of children aged 5-6 years were done by developing a model clay into various shapes. 3 ) Creativity modify educational toys made ​​from origami paper for fine motor skills of children aged 5-6 years who do that are developing models that can be created using origami paper. 4 ) Acquisition of fine motor skills in early childhood include: a ) Coordinate the movement of the fingers to hold educational toys, b ) Mimicking the shape by using educational toys , c ) exploration with a variety of media and activities. Keywords: Educative game tool, skills webbed model, children motoric
KEPEMIMPINAN KEPALA SEKOLAH DALAM MENAJEMEN BERBASIS SEKOLAH DI MADRASAH ALIYAH NEGERI 1 PONTIANAK Imron, H. Ahmad; ,, Wahyudi; Radiana, Usman
Jurnal Pendidikan dan Pembelajaran Vol 3, No 4 (2014): April 2014
Publisher : Jurnal Pendidikan dan Pembelajaran

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (91.574 KB)

Abstract

Abstract: This research aim to description about Principal’s Leadership In School-Based Management at Madrasah Aliyah Negeri 1 Pontianak covering seven management component that is curriculum and program the instruction, educator, student, finance and defrayal, tool of education, relationship between school with the society, and special service.  This research used the approach qualitative and case study design. Research location is Madrasah Aliyah Negeri 1 Pontianak which is located in H. Haruna street Kelurahan Sungai Jawi Luar Kecamatan Pontianak Barat Provinsi Kalimantan Barat. Data Source in this research are headmaster, teacher, staff, counselor, school committee, and students’ parent. Data obtained by deepth interview, non participant observation and documentation. Data analyse conducted through 3 activity path those are reduce the data, presentation, and data verification.  Result of data analysis indicate that the principal’s leadership in School Based Management at Madrasah Aliyah Negeri 1 Pontianak take place effective and as according to policy and school planning and also entangle entire all school component from teacher, school committee, staff arrange the effort, parent and society, and also student. Keywords: Leadership, School-Based Management,   Abstrak: Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan kepeminpinan kepala sekolah dalam Manajemen Berbasis Sekolah di Madrasah Aliyah Negeri 1 Pontianak yang meliputi tujuh komponen manajemen yaitu kurikulum dan program pengajaran, pendidik dan tenaga kependidikan, kesiswaan, keuangan dan pembiayaan, sarana dan prasarana pendidikan, hubungan sekolah dengan masyarakat, dan layanan khusus. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan desain studi kasus. Lokasi penelitian adalah Madrasah Aliyah Negeri 1 Pontianak yang terletak di jalan H. Haruna Kelurahan Sungai Jawi Luar Kecamatan Pontianak Barat Provinsi Kalimantan Barat. Sumber data dalam penelitian ini adalah kepala sekolah, guru, staf tata usaha, guru pembimbing, komite sekolah, dan orang tua siswa. Data diperoleh melalui wawancara mendalam, observasi non partispan dan dokumentasi. Analisis data dilakukan melalui 3 alur kegiatan yaitu reduksi data, penyajian data, dan verifikasi data. Hasil analisis data menunjukkan bahwa kepeminpinan kepala sekolah dalam penerapan Manajemen Berbasis Sekolah pada Madrasah Aliyah Negeri 1 Pontianak berlangsung  efektif dan sesuai dengan kebijakan dan perencanaan sekolah serta melibatkan seluruh komponen sekolah mulai dari guru, komite sekolah, staf tata usaha, orang tua dan masyarakat, serta siswa. Kata Kunci: Kepemimpinan, Manajemen Berbasis Sekolah
KEPEMIMPINAN KEPALA SEKOLAH DALAM MENINGKATKAN PROFESIONALISME GURU DI SMA NEGERI 1 MEMPAWAH HILIR F 22211009, Yuliana; Suib, Masluyah; ,, Wahyudi
Jurnal Pendidikan dan Pembelajaran Vol 3, No 4 (2014): April 2014
Publisher : Jurnal Pendidikan dan Pembelajaran

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (208.807 KB)

Abstract

Abstract: As a leader in the school, the principal is responsible for managing all activities of the school, involving teachers who are competent in the field to carry out a given task. The professionalism of the teacher can be seen from the academic qualification data, it showed that  the teachers have been through a strata degree, teaching skills and the mastery of the material has shown the quality of the teachers as a professional educators. The strategy to improve the professionalism of teachers leads to quality of teacher training, especially teachers who have been certified. There are some factors that will be faced by the principal such as the lack of facilities, the different perception in every meeting, fund , and the participation of society. Beside that, the principal is also supported by the strategic location of the school, the trust and support from the society about the decision that will be taken, good environment, and the management of school’s administration and  fund should be transparent and accountable. Keyword: The principal leadership, the professionalsm of the teachers   Abstrak: Sebagai pemimpin di sekolah, kepala sekolah bertanggungjawab terhadap semua kegiatan pengelolaan sekolah, melibatkan guru-guru yang kompeten di bidangnya untuk melaksanakan tugas yang diberikan. Gambaran profesionalisme guru jika dilihat dari kualifikasi akademiknya maka diperoleh data bahwa sebagian besar guru telah menempuh jenjang strata satu, kemampuan mengajar serta penguasaan materi sudah menunjukkan kualitas guru sebagai tenaga pendidik yang profesional. Strategi dalam meningkatkan profesionalosme guru mengarah pada pembinaan guru berkualitas terutama guru yang telah bersertifikasi. Faktor penghambat yang dihadapi kepala sekolah berupa keterbatasan fasilitas, menyamakan persepsi pada setiap pertemuan, dukungan dana partisipasi masyarakat, Namun disisi lain kepala sekolah juga didukung oleh letak sekolah yang strategi, kepercayaan dan dukungan masyarakat mengenai berbagai kebijakan yang diambil, lingkungan yang kondusif, serta pengelolaan administrasi dan keuangan sekolah yang transparan dan akuntabel. Kata Kunci: Kepemimpinan Kepala Sekolah, Profesionalisme Guru
EFEKTIVITAS KINERJA STAF ADMINISTRASI BIDANG KEMAHASISWAAN Juliana, Maria; ,, Aunurrahman; ,, Wahyudi
Jurnal Pendidikan dan Pembelajaran Vol 3, No 4 (2014): April 2014
Publisher : Jurnal Pendidikan dan Pembelajaran

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (157.632 KB)

Abstract

Abstrak: Penelitian ini berawal dari kurangnya efektivitas kinerja staf bidang administrasi di lingkup Sekolah Tinggi Teologi Ekklesia Pontianak. Adapun pendekatan penelitian yang digunakan adalah penelitian kualitatif jenis studi kasus, sumber data Ketua pada Sekolah tersebut sebagai key Informan yang didukung dengan sumber lainnya, sementara teknik pengumpulan data melalui wawancara mendalam, nonparticipant observation, dan studi dokumentasi. Teknik analisis data melalui model interaktif dari Miles dan Huberman. Dari penelitian ini disimpulkan: (1) Peningkatan efektivitas kinerja staf administrasi dipengaruhi  oleh  pengawasan yang dilakukan oleh ketua sebagai pimpinan dan pengawas; (2) Efektivitas kinerja staf administrasi dapat diketahui melalui aspek pengukuran. Adapun aspek-aspek pengukuran kinerja yang diterapkan meliputi aspek pengukuran untuk mengecek posisi kinerja, dan aspek pengukuran untuk mengkomunikasikan kerja, serta aspek pengukuran untuk menetapkan prioritas tindakan; (3) Dalam mengembangkan kinerja staf administrasi, maka diperlukan pemahaman lebih dalam mengenai standar kerja staf administrasi, kinerja aktual staf administrasi, kebijakan hakiki kinerja staf administrasi, manfaat kinerja staf administrasi, hambatan dan solusi kinerja staf, serta upaya peningkatan kinerja staf. Kata kunci: Efektivitas, Kinerja, Staf Administrasi.   Abstract: The purpose of this study was to determine objectively about the effectiveness of the performance of the administrative staff were seen monitoring and performance measurement. This study uses a qualitative approach to case study type. The data sources are: Chairman of the school of theology as a key informant who supported other sources. While collecting the data collection techniques, through interviews, observation, and documentation. The technique of data analysis through the model of Miles and Huberman. Based on research, it can be concluded that: (1) The increase in administrative staff performance through the implementation of monitoring and measurement of performance. (2) While the measurement of performance through measurement to communicate aspects of work, and taking the measurements to communicate aspects of the work, and aspects of measurement to define priorities for action; (3) Beside all that aspects, to increase the administrative staff performance through work standard, actual performance, based on policy, usefull of performance, problem and solution of performance, and the effort to increase administrative staff performance. Keyword: Effectiveness, Performance, Administration Staff
PENERAPAN STUDENT TEAMS ACHIEVEMENT DIVISION DENGAN PETA KONSEP TERHADAP HASIL BELAJAR MATERI PLANTAE DI SMA ,, Wahyudi; Ningsih, Kurnia; Marlina, Reni
Jurnal Pendidikan dan Pembelajaran Vol 4, No 7 (2015): Juli
Publisher : Jurnal Pendidikan dan Pembelajaran

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (276.348 KB)

Abstract

Abstrak :Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui penerapan model kooperatif tipe Student Teams Achievement Division (STAD) dengan peta konsep terhadap hasil belajar siswa pada materi kingdom plantaedi kelas X SMA Negeri 1 Sajad. Bentuk penelitian adalah eksperimen semu (Quasi Eksperimental Design) dengan rancangan nonequivalent control group design.Teknik pengambilan sampel dengan caraintact group. Dari hasil analisis data, diperoleh skor rata-rata hasil post-test siswa pada kelas eksperimen (yang diajar menggunakan model STAD dengan peta konsep) adalah 23.75, sedangkan skor rata-rata hasil post-test kelas kontrol (yang diajar menggunakan model konvensional) adalah 21.33. Berdasarkan hasil analisis uji U Mann Whitney menunjukkan bahwa Zhitung<-Ztabel (-2.66< -1.96). Sehingga dapat disimpulkan bahwa terdapat perbedaan hasil belajar siswa yang diajarkan menggunakan Student Teams Achievement Division (STAD) dengan peta konsep pada materi kingdom plantaedengan yang diajarkan menggunakan model konvensional. Kata Kunci:STAD, peta konsep,  kingdom plantae.   Abstract :This study was aimed to know the application of learning by using the cooperative model of Student Teams Achievement Division (STAD) type throught concept mapstoward Achievement ofkingdom plantae material in class X of SMA Negeri 1 Sajad. The form of this research was a quasy experimental design with pattern in nonequivalent control group design. Intact group was used in the sampling technique. From the result of data analysis, the average score post-test of the achievement on experiment class (with STAD  to a concept map) is 23.75, the average score post-test on control class (with using the conventional) is 21.33. Based on the analysis U- Mann Whitney test showed that Zcount<-  Ztable (-2.66 < -1.96) it can be concluded there is a difference ofstudy result between student’s that taughtmodel of Student Teams Achievement Division (STAD)  to a concept map with  conventional model. Key Words: STAD, concept map, kingdom plantae.