Syamswisna ,
Unknown Affiliation

Published : 13 Documents
Articles

Found 13 Documents
Search

PENERAPAN PRAKTIKUM KONFRONTATIF TERHADAP HASIL BELAJAR SISWA PADA MATERI SISTEM PENCERNAAN DI SMP Tarmizi, Muhamad; ,, Syamswisna; Ariyati, Eka
Jurnal Pendidikan dan Pembelajaran Vol 2, No 3 (2013): Maret 2013
Publisher : Jurnal Pendidikan dan Pembelajaran

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (216.502 KB)

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menerapkan praktikum konfrontatif pada materi sistem pencernaanmanusia terhadap hasil belajarsiswa di kelas VIII SMP Negeri 8 Pontianak. Bentuk penelitian ini adalah quasy eksperimental design denganrancangan non-equivalent control groupdesign. Sampel penelitian adalah siswa kelas VIIIC sebagai kelas eksperimendan kelas VIIIB sebagai kelas kontrol.Instrumen yang digunakan adalah tes hasilbelajar berbentuk esai yang terdiri atas 10 soal. Hasil analisis datamenunjukkan adanya perbedaan hasilbelajar yang signifikan antara kelas eksperimen dan kelas kontrol dengan rata-rataskor hasil belajar di kelas eksperimen 23,62lebih tinggi dibandingkan dengan kelas kontrol 20,18. Perhitungan N-Gain kelas eksperimen 0,74kriteria tinggi sedangkan  kelas kontrolsebesar 0,59 kriteria sedang. Halini menunjukkan bahwa praktikumkonfrontatif dapat meningkatkan hasil belajar siswa pada materi sistempencernaan manusia di kelas VIII SMP Negeri 8 Pontianak.Kata kunci : Konfrontatif, hasil belajar,sistem pencernaan.This study  aims to determine the practical applicationof confrontational forward student learning oufcomes in the digestifive system of the material in eight grade ofjunior high school Pontianak. The form of this study is quasy experimentaldesigh with the design of noh – equivalent control group design. The studysample was VIII B graders and graders VIII C. The instrument used was form of essaytest learning out comes consisting of tten questions. Data analysis showed student learning was significant differencesbetween the experimental class and the control class with average score of learning outcomesin the classroom is 23,62 , higher than the control class is 20,18. The calculation of grade N.Gain 0,74eksperimental class high oriteria of 0,59 while the control class criteriabeing based. For that showabout practicalapplication of confrontational canbe develoved the result study  forwardstudent learning  oufcomes in thedigestifive system of the material in eight grade of junior high schoolPontianak.Key Word: confrontational, resultlearn, digestifive system.
PEMBUATAN FLIPCHART DARI HASIL INVENTARISASI TUMBUHAN PAKU DI HUTAN ADAT DESA TELUK BAKUNG Nasari, Yenita Astri; ,, Syamswisna; Putri Panjaitan, Ruqiah Ganda
Jurnal Pendidikan dan Pembelajaran Vol 2, No 6 (2013): Juni 2013
Publisher : Jurnal Pendidikan dan Pembelajaran

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (794.251 KB)

Abstract

Abstrak: Pembuatan Flipchart dari Hasil Inventarisasi Tumbuhan Paku di Hutan Adat Desa Teluk Bakung. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui  jenis-jenis tumbuhan paku yang terdapat di hutan adat Desa Teluk Bakung dan apakah media flipchart dari hasil inventarisasi tumbuhan paku di hutan adat Desa Teluk Bakung dapat dijadikan media pembelajaran pada sub materi Pteridophyta. Metode penelitian yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode penelitian deskriptif. Pengambilan sampel tumbuhan paku dilakukan secara jelajah dengan teknik purposive sampling. Hasil dari penelitian disajikan dalam bentuk media flipchart. Validasi media flipchart dilakukan oleh 5 orang validator. Dari hasil inventarisasi ditemukan 24 jenis tumbuhan paku. Hasil perhitungan validasi media flipchart diperoleh nilai rata-rata total validasi 3,54 dan termasuk kedalam kategori valid atau dapat dijadikan media pembelajaran pada sub materi Pteridophyta.   Kata kunci: Flipchart, Inventarisasi, Tumbuhan Paku Abstract: The making of flipchart of ferns inventory result in hutan adat Desa Teluk Bakung. This research aims to find out the types of ferns that are found in hutan adat Desa Teluk Bakung and whether flipchart of ferns inventory result in hutan adat desa Teluk Bakung can be used as media in learning Pteridophyta as sub material in Biology subject. The research method is descriptive. The researcher uses purposive sampling technique which was done by examining the ferns. The results of the study are presented in the form of flipchart media. Flipchart media was being validated by 5 validators. The inventory result found 24 species of fern. The result of flipchart validation obtained average number validation that is 3.54 and included into valid category or it can be used as media in learning Pteridophyta sub material. Keywords: Flipchart, Inventory, Ferns
PENYUSUNAN PENUNTUN PRAKTIKUM PADA MATERI PENCEMARAN DI SMA BERDASARKAN UJI KUALITAS AIR SUNGAI KAPUAS Fahtomiaji, Neki; ,, Syamswisna; Ariyati, Eka
Jurnal Pendidikan dan Pembelajaran Vol 2, No 9 (2013): September 2013
Publisher : Jurnal Pendidikan dan Pembelajaran

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (581.272 KB)

Abstract

Abstrak: Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui kualitas air di daerah pemukiman penduduk, pasar dan rumah potong hewan disepanjang perairan Sungai Kapuas di Kota Pontianak berdasarkan parameter fisika, kimia dan biologi. Bentuk penelitian ini adalah deskriptif dengan metode survey. Penelitian ini mengacu pada standar air kelas 2 berdasarkan PP 82 Tahun 2001. Hasil pengujian sampel dari ketiga stasiun pengamatan rata-rata menunjukkan bahwa pada pengukuran parameter fisika (TDS, TSS dan suhu) air layak digunakan, sedangkan untuk parameter kimia (DO, BOD, COD dan pH) dan biologi (Total Coliform) dari ketiga lokasi rata-rata menunjukkan bahwa air tidak layak untuk digunakan. Hasil penelitian kualitas air tersebut digunakan dalam penyusunan penuntun praktikum yang berjudul uji kandungan bakteri golongan Coliform sederhana pada air Sungai Kapuas pada materi Pencemaran Lingkungan di kelas X SMA. Validasi penuntun praktikum dilakukan oleh 7 orang validator dengan nilai total rata-rata validasi sebesar 3,5 atau layak digunakan sebagai penunjang pembelajaran pada materi pencemaran lingkungan.   Kata kunci: kualitas air, sungai kapuas, penuntun praktikum Abstract: This research has purpose to know water quality in residential districts, market, and butchery in the areas along Kapuas River in Pontianak based on parameter in physics, chemistry, and biology. Form of this research is descriptive with survey method. This research is based on second class water standard according to PP 82 in the year of 2001. The result of sample test in three observation locations shows that the water is worth to be used based on the physics parameter (TDS, TSS and temperature) meanwhile, based on parameter in chemistry (DO, BOD, COD, and pH) and biology (Total Coliform), the water from those locations is unworthy to be used. The result of the research on water quality used in arranging the guidance of the practicum entitled “Testing of the content of simple group of Coliform Bacteria in Kapuas River water on material for tenth grade students of senior high school about environmental contamination. Validation of the practicum guidance is done by 7 people as validator with average score of validation about 3,5 or it is worth being used for supporting the learning about environmental contamination material. Keys: water quality, Kapuas River, practicum guidance
PENYUSUNAN PERANGKAT PEMBELAJARAN PADA SUB MATERI ALGA BERDASARKAN STRUKTUR KOMUNITAS FITOPLANKTON DI SIANTAN HILIR Fitrialisma, Yenny; ,, Syamswisna; Yeni, Laili Fitri
Jurnal Pendidikan dan Pembelajaran Vol 3, No 2 (2014): Februari 2014
Publisher : Jurnal Pendidikan dan Pembelajaran

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (512.387 KB)

Abstract

Abstract: This research aims to study phytoplankton community structure and determine water quality at Siantan Hilir, Kapuas river based on phytoplankton community structure and also to determine the expediency of learning devices based on phytoplankton community structure research. Form of this research is descriptive with survey method. The results were found 14 genera of phytoplankton from 3 classes i. e : Bacillariophyceae (6 genera), Chlorophyceae (6 genera), dan Cyanophyceae (2 genera). Abudance of phytoplankton ranged from 76,25-270,25 ind/L, the highest value was on location II (270,25 ind/L) and the lowest on location I (76,25 individu/L). Diversity indeks (H’) = 0,9261-1,2631, dominant index (D) = 0,4690-0,5744, evenness index 0,4453-0,5037. Validation of the learning devices classified as valid by score RPP (3.78), LKS (3.76), and media flipbook (3,74). Based on the phytoplankton community structure, the waters quality in Siantan Hilir classified as moderate to severe polluted and there is no extreme genus dominated the others. Validity scores showed a decent learning devices used in sub alga material in class X SMA.   Keywords: Phytoplankton community structure, learning  devices Abstrak: Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui struktur komunitas fitoplankton dan menentukan kualitas perairan Siantan Hilir, sungai Kapuas berdasarkan struktur komunitas fitoplankton serta mengetahui kelayakan perangkat pembelajaran dari hasil penelitian struktur komunitas fitoplankton. Bentuk penelitian ini adalah deskriptif dengan metode survey. Hasil penelitian ditemukan 14 genus fitoplankton dari 3 kelas yaitu Bacillariophyceae (6 genus), Chlorophyceae (6 genus), dan Cyanophyceae (2 genus). Kelimpahan yang diperoleh berkisar antara 76,25-270,25 individu/L, kelimpahan tertinggi pada titik II (270,25 individu/L) dan terendah pada titik I (76,25 individu/L). Indeks keanekaragaman (H’) = 0,9261-1,2631, indeks dominansi (D) = 0,4690-0,5744, indeks kemerataan (E) = 0,4453-0,5037. Hasil validasi perangkat pembelajaran tergolong valid dengan skor RPP (3,78), LKS (3,76), dan media flipbook (3,74). Berdasarkan struktur komunitas fitoplankton, kualitas perairan Siantan Hilir tergolong tercemar sedang sampai berat dan tidak terdapat genus yang secara ekstrim mendominansi genus lainnya. Skor validitas menunjukkan perangkat pembelajaran layak digunakan pada sub materi alga di kelas X SMA.   Kata kunci : Struktur komunitas fitoplankton, perangkat pembelajaran
ETNOBOTANI TUMBUHAN PEWARNA DI MENYUKE DAN IMPLEMENTASINYA DALAM PEMBUATAN ANIMASI SLIDE SHOW MANFAAT BIODIVERSITAS Awalia, Nurul; ,, Syamswisna; Marlina, Reni
Jurnal Pendidikan dan Pembelajaran Vol 3, No 10 (2014): Oktober 2014
Publisher : Jurnal Pendidikan dan Pembelajaran

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (374.172 KB)

Abstract

Abstrak: Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui jenis tumbuhan yang dimanfaatkan oleh masyarakat Menyuke sebagai pewarna alami. Jenis penelitian ini adalah kualitatif dengan metode deskriptif serta teknik pengumpulan data triangulasi. Penelitian dilakukan pada masyarakat Kecamatan Menyuke di desa Songga, Darit, dan Anik Dingir. Jumlah informan dalam penelitian ini sebanyak 106 orang. Analisis data menggunakan analisis deskriptif dengan hasil tumbuhan pewarna yang diperoleh sebanyak 19 spesies dari 16 famili. Hasil dari penelitian etnobotani ini diimplementasikan menjadi media pembelajaran animasi slide show. Untuk mengetahui kelayakan sebagai media pembelajaran maka perlu dilakukan validasi. Media animasi slide show divalidasi oleh lima orang validator. Dari hasil validasi media dinyatakan valid atau layak digunakan dengan skor sebesar 3,58. Kata kunci: Etnobotani, Pewarna, Animasi Slide Show Abstract: This research aimed to know the types of plants used by communities Menyuke as natural dyes. The research is a qualitative descriptive method and triangulation of data collection techniques. The research was conducted at District Menyuke communities in villages Songga, Darit, and Anik Dingir. The number of informants in this research were 106 people. Data were analyzed using descriptive analysis of the results finding dye plants as many as 19 species from 16 families. The results of this ethnobotany research are inflemented into learning media slide show animation. Therefore, it is necessary to validate the slide show animation to know its feasibility as a learning media. Animation slide show media validation by five validators. The results of validation included into categorized valid for use with a score of 3.58. Keywords: Ethnobotany, Dye, Slide Show Animation
PENERAPAN MODEL CLIS DISERTAI BOOKLET TERHADAP HASIL BELAJAR SISWA PADA MATERI SISTEM PENCERNAAN DI SMP Danil, Agustini Adriantie; ,, Syamswisna; Ariyati, Eka
Jurnal Pendidikan dan Pembelajaran Vol 4, No 6 (2015): JUNI 2015
Publisher : Jurnal Pendidikan dan Pembelajaran

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (453.726 KB)

Abstract

Abstrak: Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui penerapan model pembelajaran CLIS   (Children Learning In Science) disertai booklet terhadap hasil belajar siswa pada materi sistem pencernaan manusia di kelas VIII SMP Negeri 6 Pontianak. Bentuk penelitian ini adalah eksperimen semu (quasy experiment) dengan rancangan non equivalent control group design. Sampel penelitian adalah kelas VIIIA (kelas kontrol) dan kelas VIIIB (kelas eksperimen) yang diambil dengan teknik purposive sampling. Alat pengumpul data meliputi  tes bentuk pilihan ganda untuk melihat hasil belajar siswa dan angket untuk mengetahui respon siswa. Dari hasil analisis data diperoleh rata-rata skor hasil belajar siswa kelas eksperimen sebesar 15,91 sementara kelas kontrol yaitu 13,42. Hasil ini memperlihatkan bahwa terdapat perbedaan rata-rata skor post-test yang signifikan antara kelas eksperimen dan kelas kontrol. Persentase respon siswa kelas eksperimen adalah 87,33% tergolong kriteria sangat kuat. Hasil penelitian ini memperlihatkan bahwa penerapan model pembelajaran CLIS disertai booklet memberikan hasil yang positif terhadap hasil belajar dan respon siswa. Kata kunci: CLIS, booklet, hasil belajar.   Abstract: This research aims to see the learning model of CLIS (Children Learning In Science) with booklets used for students to learn about human’s  digestive system material in grade VIII SMP Negeri 6 Pontianak. The research method that used is quasy experimental design and the research design is non-equivalent control group design. The research samples are grade VIIIA (control class) and grade VIIIB (experiment class) which are taken with purposive sampling techniques. The research instrument that used is multiple choist test to know students learning result and observation sheets which are used to know the response of students. The data analysis has shown the score of experimental class as 15,91 and 13,42 for the control class. The result shows that there is significant difference of students learning result between the class that taught  in experiment class and control class. The percentage of student response in experiment class is 87,33% which is classified as very strong criteria. The result of this research shows that the implementation of CLIS learning model with booklets can deliver positive results to students in learning and responding. Keywords: CLIS, booklets, learning result.
PENERAPAN MODEL SAINS TEKNOLOGI MASYARAKAT TERHADAP HASIL BELAJAR DAN SIKAP PEDULI LINGKUNGAN SISWA Nurlitasari, Intan; ,, Syamswisna; ,, Titin
Jurnal Pendidikan dan Pembelajaran Vol 4, No 8 (2015): AGUSTUS 2015
Publisher : Jurnal Pendidikan dan Pembelajaran

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (382.309 KB)

Abstract

Abstrak:Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui penerapan model sains teknologi masyarakat terhadap hasil belajar dan sikap peduli lingkungan siswa pada materi pencemaran lingkungan dan daur ulang limbah di kelas X SMA Negeri 5 Pontianak. Bentuk penelitian ini adalah eksperimen semu dengan rancangan nonequivalent control group design. Sampel penelitian adalah kelas X MIA 3 (kelas eksperimen) dan X MIA 4 (kelas kontrol), adapun teknik pengambilan sampel adalah intact group. Instrumen yang digunakan berupa tes pilihan ganda dan angket tertutup. Dari hasil analisis data, diperoleh rata-rataposttest kelas eksperimen adalah 16,13, sedangkan kelas kontrol adalah 15,08. Berdasarkan hasil uji t menunjukkan thitung> ttabel (2,01>1,99). Hasil ini menunjukkanterdapat perbedaan hasil belajar siswa yang diajarkan menggunakan model sains teknologi masyarakat dengan yang diajarkan menggunakan model pembelajaran langsung. Hasil analisis angket sikap peduli lingkungan diperoleh rata-rata interval sikap siswa sebesar 83,74. Hasil ini menunjukkan bahwa sikap peduli siswa terhadap lingkungan termasuk kategori positif. Kata kunci: Hasil belajar, sikap peduli lingkungan, STM, pencemaran lingkungan dan daur ulang limbah Abstract:This research aims to find out the implementation of science technology society model to the students’ learning outcomes and environment care in environment pollution and waste recycling in Class X SMAN 5 Pontianak. The form of research is Quasi Experimental Design with nonequivalent control group design. The sample of the research is Class X MIA 3 (experiment class) and X MIA 4 (control class), the sampling technique is intact group. The instrument used is multiple choice and closed questionnaire.From the data analysis, the average posttest in experiment class is 16,13, while in control class is 15,08. Based on Test-t result shows that tcount> ttable (2,01>1,99). The result shows that there is the difference in the students’ learning outcomes whom been taught by using science technology society learning model to direct learning model. Questionnaire analysis of environment care behavior shows that students’ behavior average interval is 83,74. This result shows that students’ environment care behavior belongs to positive category. Keywords: learning outcomes, environment care behavior, STS, environment pollution and waste recycling
PEMBUATAN FLIPCHART DINAMIKA BAKTERI PELARUT FOSFAT DALAM PROSES PENGOMPOSAN SAMPAH COKLAT DAN SAMPAH HIJAU Kartika, Ika; ,, Syamswisna; Yeni, Laili Fitri
Jurnal Pendidikan dan Pembelajaran Vol 4, No 9 (2015): SEPTEMBER 2015
Publisher : Jurnal Pendidikan dan Pembelajaran

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (630.784 KB)

Abstract

Abstrak: Penelitian dinamika populasi bakteri pelarut fosfat bertujuan untuk mengetahui waktu terbentuknya fosfat dalam proses pengomposan sampah coklat dan sampah hijau. Proses dan hasil pengomposan dijadikan media pembelajaran flipchart dan dilakukan uji validasi oleh 5 (lima) orang validator kemudian dianalisis berdasarkan jumlah rata-rata skor seluruh aspek. Bentuk penelitian ini adalah eksperimen dengan pembuatan kompos secara aerobik dan perhitungan bakteri menggunakan metode plate count. Hasil penelitian menunjukkan dinamika populasi bakteri mulai terbentuk dihari ke-5 (4.102 unit koloni/gram kompos), maksimum dihari ke-19 (8,5.101 unit koloni/gram kompos), mulai menurun pada hari ke-21 (7,75.101 unit koloni/gram kompos) dan terus menurun hingga hari ke-41 (9.101 unit koloni/gr kompos). Ditemukan 4 isolat bakteri yaitu basil-gram negatif, coccus-gram negatif, basil-gram positif, dan basil-gram negatif. Berdasarkan penilaian dari validator, flipchart dari hasil penelitian ini termasuk ke dalam kategori valid (3,5) atau layak digunakan sebagai media pembelajaran pada submateri daur ulang limbah di kelas X SMA. Kata kunci: Bakteri pelarut fosfat, pengomposan sampah, flipchart.   Abstract: Bacterial population dynamics study aims to determine the solvent phosphate formation time in the process of composting bins brown and green waste. Composting process and the results used as a medium of learning flipchart and validation test by 5 (five) people validator then analyzed based on the number average score of all aspects. This research is a form of experimentation with aerobic composting and bacterial count using plate count method. The results showed the dynamics of bacteria begin to form on the day fifth (4.102 colony units/gram), the maximum on the day to nineteen (8,5.101colony units/gram), began to decline on day twenty-one (7,75.101 colony units/gram), and continued to decline until the day of the forty-one (9.101 colony units/gram). Found four bacterial isolates gram-negative bacilli, gram-negative cocci, gram-positive bacilli, and gram-negative bacilli. Based on the assessment of the validator, flipchart of the results of this study are included in the category of valid or feasible to use as a medium of learning in sub-material recycling of waste in class X SMA. Keywords:Bacterial phosphate solvent, waste composting, flipchart.
PEMBELAJARAN INKUIRI TERBIMBING TERHADAP KETERAMPILAN PROSES SAINS SISWA SUB MATERI SPERMATOPHYTA DI SMA Listiani, Endang; ,, Syamswisna; ., Yokhebed
Jurnal Pendidikan dan Pembelajaran Vol 5, No 8 (2016): Agustus 2016
Publisher : Jurnal Pendidikan dan Pembelajaran

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (107.801 KB)

Abstract

Abstrak: Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pembelajaran inkuiri terbimbing terhadap keterampilan proses sains (KPS) siswa pada sub materi Spermatophyta di kelas X SMA Negeri 8 Pontianak. Metode penelitian yang digunakan adalah Quasy Experimental Design, dengan rancangan penelitian nonequivalent control group design. Sampel penelitian adalah kelas X MIA 2 (kelas eksperimen) dan kelas X MIA 4 (kelas kontrol) tahun ajaran 2015/2016. Instrumen yang digunakan berupa tes pilihan ganda yang berjumlah 30 soal. Hasil analisis menunjukkan rata-rata KPS siswa yang diajar menggunakan pembelajaran inkuiri terbimbing sebesar 22,42, lebih tinggi bila dibandingkan dengan rata-rata KPS yang diajar menggunakan pembelajaran langsung sebesar 19,37. Dari uji U Mann Whitney, diperoleh -Zhitung < -Ztabel yaitu -2,92 < -1,96 artinya terdapat perbedaan yang signifikan antara KPS yang diajarkan menggunakan pembelajaran inkuiri terbimbing dengan yang diajarkan menggunakan pembelajaran langsung pada sub materi Spermatophyta di kelas X SMA Negeri 8 Pontianak. Kata Kunci: Inkuiri Terbimbing, Keterampilan Proses Sains, Spermatophyta Abstract: This research was aimed at knowing the effects of the model of guided-inquiry towards students’ science process skills in the sub-material of Spermatophyte in grade X at SMA Negeri 8 Pontianak. The research method was quasy-experimental with non-equivalent control group design. Samples were class X MIA 2 (experimental group) and class X MIA 4 (control group) the school year 2015/2016. The instruments was thirty multiple choice tests. After given the treatment of guided-inquiry, the mean scores of students’ science process skills tests reached 22, 42 while after given the treatment direct instruction was 19,37. Based on U Mann Whitney test, obtained -Zcount < -Ztable i.e -2,92 < -1,96 which means that there were significant distinction of students’ science process skills between students who were taught using guided-inquiry and direct instruction in the sub-material of Spermatophyte in grade X at SMA Negeri 8 Pontianak. Keywords: Guided Inquiry, Science Process Skills, Spermatophyte
KELAYAKAN MEDIA FILM DOKUMENTER INVENTARISASI TUMBUHAN OBAT DI DESA BANGE PADA KELAS X SMA Afifah, Wulan Nur; ,, Syamswisna; Marlina, Reni
Jurnal Pendidikan dan Pembelajaran Vol 5, No 1 (2016): JANUARI 2016
Publisher : Jurnal Pendidikan dan Pembelajaran

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (383.409 KB)

Abstract

Abstrak: Penelitian ini bertujuan untuk membuat film dokumenter hasil inventarisasitumbuhan obat yang dimanfaatkan oleh masyarakat Bange Kabupaten Bengkayang beserta cara pemanfaatannya dan mengetahui kelayakan film dokumeter sebagai media pembelajaran. Jenis penelitian ini adalah kualitatif dengan metode deskriptif serta teknik pengumpulan data dengan menggunakan wawancara, observasi dan dokumentasi. Teknik pengambilan sampel menggunakan purposive sampling dengan jumlah informan sebanyak 30 orang. Dari hasil inventarisasi didapatkan 71 jenis tumbuhan obat dengan cara pemanfaatannya yang beragam seperti direbus, ditumbuk, diperas, diparut, dibakar, dipakai langsung, dikeringkan, disaring, digoreng, dikukus, dijus, diiris, direndam, dan tanpa dijelaskan. Hasil penelitian diimplementasikan dalam bentuk film dokumenter. Berdasarkan penilaian validator,didapatkannilai rata-rata total validasi materi sebesar 0,87 dan validasi materi sebesar 0,96. Hal ini menunjukkan bahwa film dokumenter valid dan layak digunakan sebagai media pembelajaran pada sub materi manfaat keanekaragaman hayati. Kata Kunci: Tumbuhan obat, film dokumenter, inventarisasi. Abstrack: This researchpurposed to makedocumentary film from the resultof medicinal plantsutilized by people in Bangevillage Bengkayang regency by the using of utilization and knowing the feasibility of documentary film as the learning media. Type of this research was qualitative research with descriptive method and technique of data collecting used interview, observation, and documentation. Technique of sampling used purposive sampling with 30 informants. The inventory result showed that 71 kinds of medicinal plants with the variety use of utilization such as boiled, pounded, pressed, grated, burned, directly used, dried, filtered, fried, steamed, juiced, sliced, submerged, and without explaining. The research finding implemented in documentary film. Based on the validator assessment, the average value of material validation was 0,87 and value of media validation was 0,96. It indicated that the documentary film was valid and suitable to beused as a learning media in benefits of biodiversity sub-material. Keywords: Medicinal plants, documentary film, inventory.