Siallagan, Dorsinta
Unknown Affiliation

Published : 6 Documents
Articles

Found 6 Documents
Search

KORELASI POLA MAKAN DENGAN KEJADIAN ANEMIA PADA KEHAMILAN DI PUSKESMAS KECAMATAN CIPUTAT TIMUR TANGERANG SELATAN PROVINSI BANTEN Nofita, Reni; Siallagan, Dorsinta; Yuliyanti, Yuliyanti
Indonesian Journal of Midwifery (IJM) Vol 2, No 2: September 2019
Publisher : Universitas Ngudi waluyo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (276.22 KB) | DOI: 10.35473/ijm.v2i2.260

Abstract

 Anemia in pregnancy is potentially harmful to the mother and child. Based Riskesdas 2013 the prevalence of anemia among pregnant women in Indonesia amounted to 37.1%, this indicates the incidence of pregnancy anemia in Indonesia is still quite high, this study aims to Know the knowledge before and after getting a health education about the link between diet and the incidence of high risk in pregnancy puskesmass District, Ciputat timur.Metode this research is descriptive analysis with cross sectional study design. Location of the research conducted at the health center subdistrict, Ciputat east, Rengas, Pisangan, Pondok Ranji. Samples in this study were 84 maternal sample is taken by accidental sampling technique. The research instrument used was a questionnaire and book ANC. Data analysis using Chi Square Results of the study of 84 pregnant women, obtained 20.9% experienced anemia There is a significant correlation between regularity of the diet and the incidence of anemia, with p value 0.002. There is a significant relationship between the processing of foodstuffs with anemia, with p value 0,007. There is a significant relationship between the type of food in consumption with anemia, with p value 0.002.Keyword: Diet, Anemia, Pregnancy
TINGKAT KECEMASAN MENGHADAPI PERSALINAN BERDASARKAN STATUS KESEHATAN, GRAVIDITAS DAN USIA DI WILAYAH KERJA PUSKESMAS JOMBANG Siallagan, Dorsinta; Lestari, Dwi
Indonesian Journal of Midwifery (IJM) Vol 1, No 2: September 2018
Publisher : Universitas Ngudi waluyo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (322.596 KB) | DOI: 10.35473/ijm.v1i2.101

Abstract

Kehamilan  merupakan sumber stres khususnya bagi ibu muda dan merupakan episode dramatis terhadap kondisi biologis, psikologis, dan adaptasi dari wanita yang pernah mengalaminya. Sebagian kaum wanita menganggap bahwa kehamilan adalah kodrat yang harus dilalui, tetapi sebagian lagi menganggapnya sebagai peristiwa yang menentukan kehidupan selanjutnya. Kekhawatiran dan kecemasan pada ibu hamil apabila tidak ditangani dengan serius akan membawa dampak dan pengaruh terhadap fisik dan psikis, baik pada ibu maupun janin. Jika hal ini dibiarkan terjadi, maka angka morbiditas dan mortalitas pada ibu hamil akan semakin meningkat. Kecemasan meningkat menjelang persalinan terutama pada trimester III. Di Indoneisa sekitar 28,7% dari 107.000.000 mengalami kecemasan dan di Pulau jawa, sebesar 52,3% atau 355.873 dari 679.765 ibu hamil trimester III yang mengalami kecemasan dalam menghadapi persalinan. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui tingkat kecemasan menghadapi persalinan berdasarkan status kesehatan, graviditas dan usia. Metode  penelitian menggunakan deskriptif analitik dengan rancangan cross sectional study. Lokasi penelitian dilaksanakan di wilayah kerja Puskesmas Jombang. Populasi dalam penelitian ini adalah semua ibu hamil sedangkan pengambilan sampel dengan teknik accidental sampling yaitu ibu hamil trimester III sejumlah 123 responden. Instrument penelitian yang digunakan adalah kuesioner. Hasil penelitian menunjukkan  tingkat kecemasan menghadapi persalinan didapatkan sebanyak 87% ibu hamil mengalami cemas ringan dan 13% ibu hamil mengalami cemas sedang. Analisis bivariate menggunakan uji Chi-Square. Terdapat Status hubungan yang signifikan antara tingkat kecemasan menghadapi persalinan dengan status kesehatan  p=0.000, graviditas  p=0.001 dan usia p=0.032. Tingginya tingkat kecemasan menghadapi persalinan dan adanya hubungan yang signifikan antara status kesehatan, graviditas dan usia terhadap tingkat kecemasan maka diharapkan adanya penyuluhan tentang usia reproduksi sehat, ruang konseling khusus bagi ibu hamil yang mengalami kecemasan dan menambah jadwal kelas ibu hamil, sehingga ibu hamil dapat lebih rutin memeriksakan kehamilannya dan menjadi tempat berbagi pengalaman guna mengurangi tingkat kecemasan menghadapi persalinan.
Gambaran Kejadian Hipertensi Pada Ibu Hamil di Indonesia Siallagan, Dorsinta
JURNAL KESEHATAN Vol 1 No 4 (2016): Jurnal STIKES Banten
Publisher : Sekolah Tinggi Ilmu Kesehatan Banten

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Hipertensi merupakan penyulit kehamilan serta merupakan salah satu penyebab Angka Kematian Ibu (AKI) dengan prevalensi 5-15%. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui gambaran kejadian hipertensi pada ibu hamil. Desain penelitian adalah cross sectional dengan pendekatan kuantitatif menggunakan data sekunder, populasi dalam penelitian ini adalah semua ibu hamil yang terdapat dalam Riskesdas 2013 sebanyak 7664 setelah di cleaning berdasarkan data missing maka didapatkan sample sebanyak 7545 responden, dianalisis secara univariat. Hasil penelitian diperoleh kejadian hipertensi pada ibu hamil di Indonesia tahun 2013 sebesar 8%. Kejadian hipertensi pada ibu hamil berdasarkan faktor resiko antara lain: umur <18 tahun dan >35 tahun (13,4%), usia kehamilan >20 minggu (8,1%),  pendidikan rendah (10,1%), ibu bekerja (7,2%), multiparitas (9,2%), perokok (13,0%), aktifitas kurang (10,9%), kebiasaan mengkonsumsi makanan asin (8,2%), kebiasaan mengkonsumsi lemak (7,9%), stres (11,3%). Pemeriksaan antenatal secara rutin dan screening hipertensi dapat dilakukan guna mencegah komplikasi yang diakibatkan oleh hipertensi.
Hubungan Pola Konsumsi Tablet Zat Besi Dengan Kejadian Anemia Pada Ibu Hamil di Puskesmas Serpong Siallagan, Dorsinta; (Penulis 2), Nuntarsih; Fransiska, Yunita Melani
JURNAL KESEHATAN Vol 2 No 3 (2018): Jurnal STIKES Banten
Publisher : Sekolah Tinggi Ilmu Kesehatan Banten

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Kekurangan hemoglobin dalam darah ibu hamil mengakibatkan kurangnya oksigen yang dibawa ke seluruh tubuh ibu dan janin, sehingga dapat meningkatkan resiko perdarahan postpartum, abortus, persalinan lama, persalinan premature, inertia uteri hingga menimbulkan kematian pada ibu dan janin. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan antara pola konsumsi tablet zat besi dengan kejadian anemia pada ibu hamil. Desain penelitian yang digunakan adalah cross sectional dengan pendekatan kuantitatif menggunakan data primer. populasi dalam penelitian ini adalah ibu hamil yang melakukan ANC pada bulan Juni sebanyak 81 dan sampel yang dibutuhkan sebanyak 67 responden dengan tehnik accidental sampling, dianalisis secara univariat dan bivariat. Hasil penelitian diperoleh kejadian anemia 28,4%, ada hubungan antara antara pola konsumsi tablet zat besi dengan kejadian anemia pada ibu hamil dengan p value = 0,000. Pemberian informasi mengenai cara mengkonsusmi tablet besi dan diadakannya pendampingan menelan obat (PMO) sehingga pola konsumsi tablet besi ibu hamil baik.
Hubungan Usia, Paritas, Pendidikan dan Dukungan Keluarga Terhadap Kepatuhan Pemeriksaan ANC di Puskesmas Wilayah Ciputat Timur (Penulis 1), Nuntarsih; Siallagan, Dorsinta; Nugraha, Siti Amelia
JURNAL KESEHATAN Vol 2 No 4 (2018): Jurnal STIKES Banten
Publisher : Sekolah Tinggi Ilmu Kesehatan Banten

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Cakupan pelayanan kesehatan ibu hamil di Provinsi Banten tahun 2014 cakupan K1 ada sebanyak 93,6% dan cakupan K4 ada sebanyak 84,3%. Desain penelitian ini menggunakan pendekatan cross sectional dengan teknik pengumpulan data menggunakan kuesioner. Penelitian ini menggunakan analisa bivariat. Hasil Penelitian dari 95 responden yang patuh melakukan pemeriksaan ANC berdasarkan usia 20-30 tahun ada sebanyak 80,2%, sedangkan usia <20 atau >35 tahun yang patuh sebanyak 57,1%. Berdasarkan paritas untuk primipara yang patuh sebanyak 77,4%, sedangkan yang multipara yang patuh sebanyak 76,8%. Berdasarkan pendidikan yang berpendidikan SMA-PT yang patuh sebanyak 84,0%, sedangkan pendidikan SD-SMP yang patuh sebanyak 50,1%. Dan untuk dukungan yang dukungan baik dan patuh sebanyak 82,9%, sedangkan dukungan yang kurang baik yang patuh sebanyak 38,5%. Kesimpulan, bahwa ada hubungan antara pendidikan dengan dukungan keluarga terhadap kepatuhan pemeriksaan ANC dan tidak ada hubungan antara usia dengan paritas terhadap kepatuhan pemeriksaan ANC. Diharapkan agar lebih meningkatkan promosi pelayanan antenatal, melalui pemberian pendidikan kesehatan dalam bentuk penyuluhan mengenai pentingnya pelayanan kesehatan bagi ibu dan bayinya sehingga dapat menurunkan angka kematian ibu dan bayi saat melahirkan.
Perbedaan Pengetahuan Sebelum dan Sesudah Dilakukan Penyuluhan pada Ibu Hamil Tentang Inisiasi Menyusu Dini (Penulis 1), Nuntarsih; Siallagan, Dorsinta; Tarana, Yoan
JURNAL KESEHATAN Vol 1 No 5 (2016): Jurnal STIKES Banten
Publisher : Sekolah Tinggi Ilmu Kesehatan Banten

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Inisiasi Menyusu Dini (IMD) merupakan salah satu faktor keberhasilan ASI Eksklusif. Pencapaian IMD di Indonesia masih sangat rendah, hal ini disebabkan rendahnya pengetahuan ibu dalam pelaksanaan IMD. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui perbedaan pengetahuan ibu hamil trimester III sebelum dan sesudah dilakukan penyuluhan kesehatan tentang inisiasi menyusu dini. Metode Penelitian ini menggunakan rancangan penelitian pra-eksperimental yang termaksuk kedalam pretest and posttest one group design. Populasi pada penelitian ini adalah ibu hamil trimester III dari bulan Januari ? Maret 2015 di Puskesmas Kecamatan Kembangan tahun 2015. Tehnik pengambilan sampel pada penelitian ini adalah accidental sampling dengan jumlah responden 58 orang. Analisa data dalam penelitian ini menggunakan uji T (Paired Sample Test). Simpulan ada perbedaan yang bermakna antara pengetahuan ibu hamil sebelum dan sesudah diberikan penyuluhan kesehatan tentang inisiasi menyusu dini. Saran bagi tenaga kesehatan diharapkan  untuk selalu memberikan informasi dan penyuluhan rutin tentang kesehatan ibu dan anak.