This Author published in this journals
All Journal Jurnal Basicedu
Sholeha, Septi Risqiana
Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Published : 1 Documents
Articles

Found 1 Documents
Search

NEED ASSESSMENT PENGEMBANGAN MEDIA PENYAKIT MENULAR DI SEKOLAH DASAR Sholeha, Septi Risqiana; Ardiyanto, Asep; Agustini, Ferina
Jurnal Basicedu Vol 3, No 2 (2019): Pages 263- 837
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (203.071 KB) | DOI: 10.31004/basicedu.v3i2.39

Abstract

Penelitian ini dilatar belakangi kurang optimalnya penggunaan media pembelajaran serta siswa kurang antusias dalam mengikuti pembelajaran Pendidikan Jasmani, Olahraga dan Kesehatan (PJOK) di Sekolah Dasar. Hal lain yang melatarbelakangi penelitian ini, kurangnya pengetahuan siswa akan arti pentingnya kesehatan bagi dirinya dan lingkungan, khususnya pada siswa SD yang sudah menjangkau siswa SD kelas tinggi. Dalam penelitian ini juga dilihat sejauh mana kebutuhan siswa SD dalam pengembangan media pembelajaran yang baru.Tujuan yang ingin dicapai melalui penelitian ini adalah melihat sejauh mana kebutuhan media pembelajaran puzzle pena (penyakit menular) untuk kelas V Sekolah Dasar yang menerapkan permainan dalam pembelajaran. Metode yang akan diterapkan dalam pencapaian tujuan tersebut adalah metode model penelitian dan pengembangan (research and development) dari Borg & Gall. Hasil penelitian ini berupa hasil analisis kebutuhan media pembelajaran yang berbentuk permainan untuk menarik perhatian siswa, membuat siswa lebih aktif dalam mengikuti pembelajaran serta mempermudah siswa untuk memahami materi jenis penyakit menular. Data hasil need assessment berupa hasil wawancara dan observasi pembelajaran Pendidikan Jasmani, Olahraga, dan Kesehatan (PJOK) di kelas V SD N 3 Bacem. Dari hasil wawancara dan observasi, kurangnya minat belajar siswa terihat bosan dan jenuh selama mengikuti proses pembelajaran serta penggunaan media pembelajaran tentang penyakit menular yang kurang optimal.