Articles

Found 5 Documents
Search

ASPEK SOSIAL EKONOMI DAN KELEMBAGAAN SISTEM USAHA PERIKANAN (SUP) BUDIDAYA IKAN PATIN DI PROPINSI JAWA BARAT Hikmayani, Yayan; Koeshendrajana, Sonny; Wahid, Abdul; Nasution, Zahri
Jurnal Penelitian Perikanan Indonesia Vol 9, No 6 (2003): (Vol.9 No.6 2003)
Publisher : Pusat Penelitian dan Pengembangan Perikanan, Badan Penelitian dan Pengembangan Kelautan da

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (9079.385 KB) | DOI: 10.15578/jppi.9.6.2003.11-22

Abstract

Riset yang bertujuan mengetahui aspek sosial ekonomi dan kelembagaan sistem usahaperikanan (SUP) budidaya ikan patin telah dilakukan di Jawa Barat pada tahun 2002. Riset dilakukan menggunakan metode survai dengan menerapkan teknik wawancara terstruktur yang dipandu daftar pertanyaan. Data yang didapatkan dianalisis secara deskriptif yang diinterpretasikan menggunakan metode logik.
KERAGAAN SOSIAL EKONOMI USAHA PENANGKAPAN DAN PEMASARAN IKAN DI WADUK KEDUNGOMBO, JAWA TENGAH Azizi, Achmad; Hikmayani, Yayan; Kartamihardja, Endi Setiadi
Jurnal Penelitian Perikanan Indonesia Vol 8, No 7 (2002): (Vol.8 No.7 2002)
Publisher : Pusat Penelitian dan Pengembangan Perikanan, Badan Penelitian dan Pengembangan Kelautan da

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.15578/jppi.8.7.2002.35-42

Abstract

Penelitian keragaan sosial ekonomi penangkapan dan pemasaran ikan di WadukKedungombo dengan menggunakan metoda survei dan pengambilan sampel nelayandilakukan secara acak sederhanan, pelaksanaan penelitian dilakukan pada tahun 1998. Jumlah responden dari penelitian ini adalah 125 yang terdiri dari 115 nelayanpenangkapan, dan 10 pedagang
MANAJEMEN STOK INDUK PENJENIS PADA POPULASI SINTETIK UDANG GALAH HASIL SELEKSI Hadie, Lies Emmawati; Hadie, Wartono; Kusmini, lrin lriana; Jaelani, Jaelani; Sularto, Sularto; Hikmayani, Yayan
Jurnal Penelitian Perikanan Indonesia Vol 6, No 3-4 (2000): (Vol.6 No.3-4 2000)
Publisher : Pusat Penelitian dan Pengembangan Perikanan, Badan Penelitian dan Pengembangan Kelautan da

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (9028.922 KB) | DOI: 10.15578/jppi.6.3-4.2000.63-75

Abstract

Populasi sintetik udang galah dibentuk dengan tujuan untuk meningkatkan keragaman aditif. Keragaman genetik dapat dieksploitasi dengan metode seleksi. Seleksi dilaksanakan berdasarkan karakter proporsi karapas terhadap panjang badan. Setelah melalui program seleksi, telah dihasilkan stok induk penjenis yang memiliki keragaman yang baik.
POLA PENGEMBANGAN INDUSTRI GRACILLARIA DI INDONESIA Purnomo, Agus Heri; Hikmayani, Yayan; Nasution, Zahri; lrianto, Hari Eko
Jurnal Penelitian Perikanan Indonesia Vol 10, No 7 (2004): (Vol. 10 No. 7 2004)
Publisher : Pusat Penelitian dan Pengembangan Perikanan, Badan Penelitian dan Pengembangan Kelautan da

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.15578/jppi.10.7.2004.31-46

Abstract

Makalah ini melaporkan hasil penelitian tahun 2003, yang ditujukan untuk melakukan identifikasi permasalahan dan perumusan pola pengembangan pengusahaan Gncillaria sp. dilndonesia. Penggalian masalah dilaksanakan melalui pengumpulan data dan informasi terdokumentasi, survei dan diskusi dengan narasumber yang relevan. Juga dilakukan pengamatan perkembangan biofisik pembudidayaan Gracillaria sp. yang dilakukan bekerjasania dengan petambak.
ANALISIS PROSPEKTIF PERAN AKTOR DALAM STRATEGI FORMULASI PEMBANGUNAN PERIKANAN DI KABUPATEN NATUNA Wardono, Budi; Muhartono, Rizky; Hikmayani, Yayan; Apriliani, Tenny; Hikmah, Hikmah
Jurnal Sosial Ekonomi Kelautan dan Perikanan Vol 14, No 2 (2019): Article in Press
Publisher : Balai Besar Riset Sosial Eonomi Kelautan dan Perikanan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.15578/jsekp.v14i2.8241

Abstract

Abstrak Peranan perikanan dalam perekonomian Kabupaten Natuna cenderung meningkat. Kontribusinya terhadap PDRB Kabupaten Natuan sebesar 9%, namun apabila migas tidak dihitung peranannya hampir 30%. Permasalahan peningkatan sektor perikanan dalam perekonomian wilayah adalah: geografis yang terpencil, sarana transportasi terbatas, IUU Fishing, terbatasnya jumlah dan ukuran kapal dan alat tangkap dan kurangnya keterpaduan kerjasama antar pemangku kepentingan/aktor/stakeholder. Tujuan penelitian untuk mengetahui peran pemangku kepentingan/aktor/stakeholder dalam perumusan strategi pembangunan perikanan di daerah terluar Kabupaten Natuna. Penelitian dilakukan di Kabupaten Natuna pada bulan Maret-November 2017. Metode analisis yang digunakan dengan pendekatan analisis Mactor. Analisis Mactor menyediakan beragam alat dan analisis yang berguna untuk mendapatkan informasi  dan agregat situasi dari beberapa masukan sederhana tentang permasalahan yang sedang dianalisis. Aktor-aktor adalah para stakeholder yang terkait dengan pembangunan sektor perikanan di Kabupaten Natuna.  Data dikumpulkan dengan teknik wawancara dan  diskusi terfokus (FGD). Hasil penelitian menunjukkan aktor-aktor pedagang, pelaku usaha BBM, dan pemilik cold storage merupakan aktor-aktor yang mempunyai peranan/pengaruh yang tinggi dan mempunyai ketergantungan yang rendah (terletak pada kuadran I/Kiri Atas). Sebagian aktor berada di kuadran II adalah aktor yang mempunyai pengaruh tinggi, namun juga mempunyai ketergantungan yang tinggi. Aktor tersebut adalah nelayan, penyuluh, koperasi, tauke, Lembaga Pengelola Modal Usaha Kelautan dan Perikanan (LPMUKP), perbekalan, pengelola Sentra Kelautan dan Perikanan Terpadu (SKPT), Kelompok Usaha Bersama (KUB), Dinas Kelautan dan Perikanan Kabupaten Natuna, Direktorat Jenderal Perikanan Tangkap (DJPT), Perusahaan Umum Perikanan Indonesia (Perum Perindo) dan Direktorat Jenderal Pengawasan Sumberdaya Kelautan dan Perikanan (PSDKP). Diperlukan keterpaduan antar stakeholder untuk dapat meningkatkan pengaruh sektor perikanan dalam pembangunan daerah. Stakeholder yang mempunyai pengaruh rendah dan mempunyai ketergantungan yang tinggi, diperlukan perhatian agar pengaruhnya lebih tinggi dan ketergantungannya lebih rendah.Kata kunci: aktor/pemangku kepentingan; ketergantungan; mactor; pengaruh; perikananabstractThe role of fisheries in the Natuna Regency economy tends to increase. Its contribution to Natuna Regency's GRDP is 9%, but if oil and gas is not counted its role is almost 30%. Problems in increasing the fisheries sector in the regional economy: remote geography, limited transportation facilities, fish theft (IUU Fishing), limited number and size of ships and fishing gear and lack of integrated cooperation among stakeholders / stakeholders. The research objective is to determine the role of stakeholders / actors in the formulation of fisheries development strategies in the outer regions of Natuna Regency. The study was conducted in Natuna Regency in March-November 2017. The analytical method used was the Mactor analysis approach. Mactor analysis provides a variety of tools and analysis that are useful for getting information and aggregate situations from a few simple inputs about the problem being analyzed. Aktors are stakeholders related to the development of the fisheries sector in Natuna Regency. Data was collected by interview technique and focused discussion (FGD). The results showed that traders, fuel business actors, and cold storage owners are actors who have a high role / influence and have a low dependency (located in quadrant I / Upper Left). Most of the actors in quadrant II are actors who have a high influence, but also have a high dependency. The actors are fishermen, extension workers, cooperatives, tauke, Marine and Fisheries Business Capital Management Institution (LPMUKP), Supplies, SKPT Manager, business group, Fisheries Agency of Natuna Regency, Directorate General of Capture Fisheries (DJPT), Indonesia Fisheries State-owned enterprises (Perum Perindo) and Directorate General of Marine and Fisheries Resources Supervision (PSDKP). Integration among stakeholders is needed to increase the influence of the fisheries sector in regional development. Stakeholders who do not have influence and have a high dependency, attention is needed so that the influence is higher and the dependency is lower.Keywords: actors / stakeholders; Mactor, influence, dependency, fisheries