Articles

Found 3 Documents
Search

Immunomodulator Activity of Effervescent Granule of Wualae Fruit (Etlingera elatior (Jack) R.M. Smith) Based on Specific Phagocytic Activity Fristiohady, Adryan; Zubaydah, Wa Ode Siti; Wahyuni, Wahyuni; Mirda, Mirda; Saripuddin, Saripuddin; Andriani, Rina; Purnama, La Ode Muhammad Julian; Sahidin, Sahidin
Borneo Journal of Pharmacy Vol 2 No 2 (2019): Borneo Journal of Pharmacy
Publisher : ?Institute for Researches and Community Services Universitas Muhammadiyah Palangkaraya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33084/bjop.v2i2.868

Abstract

The previous study reported that Etlingera elatior (Wualae) has activity as immunostimulant with dose at 300 mg/kg BW and 400 mg/kg BW. Formulating natural product into effervescent granule (GE) can increase practicality and interest to consume traditional medicine. This study aims to investigate the immunostimulant activity of Wualae ethanolic extract in the effervescent granule. Wualae was macerated with ethanol then formulated into effervescent granule at dose 300 mg/kgBW and 400 mg/kgBW. Formulations were evaluated. Animals were divided into 4 groups and treated with: group I (positive control); group II (negative control); group III (GE dose at 300mg/kgBW); and group IV (GE at dose 400mg/kgBW) for 7 days and at days 8, groups were infected by Staphylococcus aureus intraperitoneally. Immunostimulant activity was measured by calculating the Specific Phagocytic Activity (SPA) of macrophage. Data collected from the evaluation and measurement of the SPA then analyzed using SPSS. Results from the evaluation were considered good except the moisture content of effervescent granule. Results from SPA was found that effervescent granule at dose 300 mg/kgBW and at dose 400 mg/kgBW have 26.33% and 32.5% consecutively with significance 0.02 (p<0.05). Thus, effervescent granule has comparable phagocytosis activity with positive control.
PERBEDAAN PERSEPSI ANTAR MAHASISWA SENIOR DAN MAHASISWA JUNIOR MENGENAI PROFESI AKUNTAN PADA PROGRAM S-1 AKUNTANSI DI UNIVERSITAS ISLAM KUANTAN SINGINGI Yulis, Yul Emri; Andriani, Rina; Irwan, M.
JURNAL RISET AKUNTANSI JAMBI Vol 3 No 1 (2019): JURNAL RISET AKUNTANSI JAMBI
Publisher : LPPM Universitasdiwangsa Jambi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (811.415 KB) | DOI: 10.35141/jraj.v3i1.658

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk melihat apakah terdapat perbedaan persepsi antara mahasiswa senior dan mahasiswa junior mengenai profesi akuntan pada program S-1 akuntansi di Universitas Islam Kuantan Singingi. Data yang digunakan dalam penelitian ini data primer, yang  merupakan penelitian kuantitatif dengan mengumpulkan data secara langsung dari responden yaitu dengan menyebarkan kuisioner. Populasi dan sampel dalam penelitian ini adalah mahasiswa program studi akuntansi semester akhir dan awal pada Universitas Islam Kuantan Singingi. Pengujian hipotesis menggunakan Mann-Whitney Test dengan bantuan software SPSS. Hasil dari penelitian ini menyatakan bahwa terdapat perbedaan signifikan antara persepsi  mahasiswa senior dan mahasiswa junior program S-1 Akuntansi di Universitas Islam Kuantan Singingi.
IKONISITAS JILBAB APRIL JASMINE Andriani, Rina
Jurnal Sasindo UNPAM Vol 4, No 1 (2016): SASINDO UNPAM
Publisher : Universitas Pamulang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (0.276 KB) | DOI: 10.32493/sasindo.v4i1.%p

Abstract

Penelitian ini membahas mengenai jilbab yang menjadi tren kekinian. Sebagaimana yang telah diketahui jilbab adalah representasi perempuan muslim. Jilbab digunakan untuk menutup aurat (rambut) yang menjadi syariat umat Islam. Pada masa orde baru pemakaian jilbab sempat mendapat diskriminasi dari berbagai pihak, seperti bidang politik, dunia kerja, sehingga ada berbagai lembaga sekolah yang menyarankan bagi kaum perempuan untuk tidak menggunakan jilbab. Penggunaan jilbab pada masa orde baru sangat terbatas karena beberapa faktor yang memengaruhinya, rasa saling menghargai antara umat beragama belum ditanamkan sebagai mana mestinya, mitos yang berkembang bahwa menggunakan jilbab merupakan sebuah kefanatikan terhadap agama. Tetapi berbeda halnya dengan sekarang, pemakaian jilbab tidak mendapat sorotan negatif dari berbagai khalayak umum, dan orang sudah mulai banyak yang menggunakannya. Namun, dari masa ke masa penggunaan Jilbab mulai berubah. Jilbab diidentikan dengan style modern, fasionable, sehingga tidak monoton dan kuno ketika memakainya. Orang yang mengenakan Jilbab bisa memiliki style yang berbeda-beda sehingga masih tetap gaya dan modis. Maka, penelitian ini mengkaji mengenai foto selebritis yang menjadi ikon jilbab kekinian yaitu April Jasmine dengan menggunakan analisis semiotik  Roland Barthes mengenai mitos (konotasi-denotasi) dan ikonisitas Saussure, kemudian tidak terlepas dari gesture foto April. Untuk menganalisis makna dari simbol-simbol visual pada jilbab modis, tanda mewakili konsep-konsep, ide, dan perasaan dalam cara tertentu sehingga memungkinkan orang lain untuk membaca, menyandi balik, atau menafsirkan makna dalam cara yang kira-kira sama dengan yang dilakukan oleh si pemilik pesan. Langkah-langkah yang dilakukan dalam menganalisis data adalah  menampilkan data yang berupa foto April Jasmine yang memakai Jilbab. Tujuan penelitian ini meneliti mitos yang ada pada masyarakat ketika memakai ?Jilbab April?, meneliti foto jilbab selebritis sebagai ikon bahwasanya seorang perempuan yang menggunakan jilbab seperti yang digunakan oleh April Jasmine tampil modis dan cantik. Hal tersebut tidak terlepas dari pemilihan warna dan model Jilbab yang sesuai.  Kata Kunci: Ikonitas, Jilbab, April Jasmine