This Author published in this journals
All Journal ASRO JOURNAL - STTAL
Articles

Found 1 Documents
Search

PENDEKATAN FUZZY MCDM UNTUK PEMILIHAN SENJATA PENANGKIS SERANGAN UDARA UNTUK KAPAL LPD KELAS KRI MAKASSAR Suharjo, Bambang; Suparno, Suparno; Njib, Rifki
INTERNATIONAL JOURNAL OF ASRO - STTAL Vol 3 (2015): Jurnal Analisis Sistem & Riset Operasi
Publisher : Indonesian Naval Technology College - STTAL

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (760.382 KB)

Abstract

Senjata Penangkis Serangan Udara (PSU) milik KRI di jajaran TNI AL saat ini sebagian besar sudah ketinggalan teknologi salah satunya adalah PSU 20 mm Meriam Rheinmetall pada KRI Landing Platform Dock (LPD) kelas KRI Makassar, sehingga tidak bisa menjamin pelaksanaan tugas pokok. Oleh karena itu diperlukan suatu langkah strategis dalam upaya mencapai kesiapan kapal kelas KRI (Kapal Perang Republik Indonesia) Makassar ini secara optimal.Langkah-langkah yang dapat dilakukan antara lain modernisasi dan pembelian sistem senjata baru yang mengacu pada kekuatan pokok minimum (Minimum Essential Force / MEF) TNI AL. Berdasarkan rencana pembelian senjata ini untuk mengganti sistem senjata yang sudah tua, maka yang dipilih adalah Senjata penangkis serangan udara dengan klasifikasi daya hancur dan perkenaan yang akurat.Penentuan Prioritas pemilihan senjata dipengaruhi oleh banyak faktor, baik yang bersifat kualitatif maupun kuantitatif. Salah satu teknik pengambilan keputusan adalah dengan pendekatan metode Fuzzy Multi Criteria Decision Making (MCDM) yang dianggap sangat tepat untuk permasalahan bobot kriteria yang bersifat fuzzy (kabur). Metode fuzzy MCDM sebagai model yang diterapkan guna memperoleh nilai prioritas dalam perancangan sistem pendukung keputusan untuk menentukan alternatif senjata penangkis serangan udara untuk LPD kelas KRI Makassar. Selain itu metode fuzzy MCDM akan mengatasi masalah multikriteria pada proses penentuan penentuan senjata ini serta mengatasi kemungkinan adanya data-data yang bersifat ketidakpastian.Berdasarkan pengolahan data, didapat senjata terpilih yaitu NG-18 6-Barreled 30MM Naval Gun, karena senjata ini mempunyai beberapa keunggulan antara lain daya hancur yang sangat tinggi, hubungan diplomatis dengan negara pembuat berlangsung baik sehingga tidak dikhawatirkan untuk mengembargo senjata ini suatu saat nanti, dibandingkan senjata lainnya dengan kemampuan taktis dan teknis senjata yang baik.