p-Index From 2015 - 2020
1.325
P-Index
This Author published in this journals
All Journal ASRO JOURNAL - STTAL
Articles

Found 8 Documents
Search

OPTIMASI ANALISIS PERCEPATAN DAN BIAYA PROYEK DENGAN METODE ALGORITMA GENETIKA (Study kasus : Proyek Pembangunan Gedung Naval Cyber Command (NCC) Suharyo, Okol Sri; Suharjo, Bambang; Suwarsono, Tri Kairo
INTERNATIONAL JOURNAL OF ASRO - STTAL Vol 8 (2017): Jurnal Analisis Sistem & Riset Operasi
Publisher : Indonesian Naval Technology College - STTAL

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (584.954 KB)

Abstract

Proyek pada umumnya memiliki batas waktu (deadline), artinya proyek harus diselesaikan sebelum atau tepat pada waktu yang telah ditentukan. Keterlambatan waktu proyek yang terjadi selama pelaksanaan konstruksi dapat menjadi masalah besar dan berakibat terkena denda. Penelitian ini bertujuan untuk menentukan aktifitas mana yang dapat dilakukan percepatan durasi proyek sehingga memperoleh biaya tambahan (extra cost) yang optimal atau seminimal mungkin. Penelitian dilakukan dengan metode Perth-Cpm guna memperoleh lintasan kritis dan metode algoritma genetika dengan menggunakan program excel solver. Data yang didapat berupa RAB (Rencana Anggaran Biaya), time schedule (kurva-s), data maksimal percepatan dan data aktifitas pendahulu dari aktifitas selanjutnya. Hasil penelitian diperoleh dimana mean (rata rata) aktifitas pada lintasan kritis adalah 212,63 hari dengan standart deviasi 6,14, ekspektasi biaya Rp. 1.085.297 sehingga total biaya tambahan (extra cost) yang dikeluarkan pihak pelaksana proyek sebanyak Rp 1.525.026, akan tetapi bisa mempercepat jangka waktu pelaksanaan proyek selama 5 hari dengan percepatan pada aktifitas yang ke 72 selama 5 hari sehingga dapat menghemat biaya dibandingkan terjadi keterlambatan dalam 1 hari saja di denda sebesar 27.158.297
ANALYSIS TREND OF MANPOWER PLANNING FROM INDONESIAN NAVY SOLDIER Setyarizky, Brillyandhi; Suharjo, Bambang; Sunarta, Sunarta
INTERNATIONAL JOURNAL OF ASRO - STTAL Vol 10 No 3 (2019): International Journal of ASRO
Publisher : Indonesian Naval Technology College - STTAL

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (473.98 KB)

Abstract

The Indonesian National Armed Forces (TNI AL), as a state institution in accordance with Law number 34 of 2004 concerning the Indonesian National Army in article 9 points stated that the Navy had a role to carry out the duties of the TNI in the development and development of sea power forces. The form of the strength of the sea dimension owned by the Navy is the Organization and the main weapon system (Alutsista), therefore the Navy has a policy in conducting organizational development and defense equipment in order to achieve the ideal strength posture, where the consequences of changes in the development of the Navy force is the need for the right number of personnel to be able to support the implementation of organizational functions and defense equipment personnel. Man Power planning includes all activities including in determining the number of troop compositions at the right time in accordance with the policies and plans of the organization and personnel of defense equipment. In the Navy organization, personnel consist of Soldiers and Civil Servants where TNI soldiers are divided into 3 groups namely Officers, Non-Commissioned Officers and Enlisted. So to deal with threats in the future, a proper planning of Soldiers is needed, therefore forecasting methods using trend analysis can be used to assist in as a basic for future planningKeywords: Manpower Planning, Forecasting, Trend Analysis.
PENETAPAN KOMPONEN KRITIS UNIT RXU PADA SONAR KINGKLIP KRI KELAS SIGMA DI WILAYAH KOARMATIM DENGAN PENDEKATAN METODE FMECA Sukandari, Benny; Suharjo, Bambang; Enggal, Basuki
INTERNATIONAL JOURNAL OF ASRO - STTAL Vol 8 (2017): Jurnal Analisis Sistem & Riset Operasi
Publisher : Indonesian Naval Technology College - STTAL

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (684.095 KB)

Abstract

Manajemen perawatan sangatlah diperlukan dan mempunyai peran yang sangat vital bagi sebuah KRI Kelas Sigma, mengingat jenis KRI ini merupakan salah satu Alutsista TNI AL yang memiliki frekwensi aktifitas yang tinggi, daya jangkau yang luas serta kemampuan dukungan operasi yang variatif sehingga otomatis aktifitas Sonar juga tinggi dan pada akhirnya keandalannya akan menurun. Metodologi Failure Mode Effect and Criticality Analysis (FMECA) adalah alat yang diakui secara luas untuk studi analisis dan keandalan desain atau proses. Banyak penulis dilapangan telah menekankan secara khusus kegunaan metode ini serta keterbatasannya. Pada penulisan ini mengingat usia pakai dari Sonar dan elemen didalamnya secara khusus komponen-komponen unit RXU telah memasuki masa kritis. Berdasarkan langkah-langkah Failure Mode Effect and CriticalityAnalysis (FMECA) melalui perhitungan Risk Priority Number (RPN), maka dapat ditentukan komponen kritis dari 16 peluang kerusakan diperoleh 8 komponen yang memiliki kekritisan yaitu KM3SSC PCB, KVPE PCB, KHUB PCB, KVPDI PCB, BIBAU9 PCB, KD4L PCB, Power Suply, dan Electro Valve. Komponen-komponen tersebut apabila rusak dapat mengakibatkan Sonar breakdown. Dari hasil optimasi menunjukkan bahwa komponen KHUB PCB memiliki waktu penggantian tercepat, yaitu 68 hari. Sedangkan komponen dengan waktu penggantian terlama, yaitu 165 hari adalah komponen Electro Valve.
PENILAIAN RISIKO KECELAKAAN KAPAL BERLAYAR DI ALUR PELAYARAN TIMUR SURABAYA DENGAN METODE FORMAL SAFETY ASSESSMENT(FSA) Suharjo, Bambang; Suharyo, Okol Sri
INTERNATIONAL JOURNAL OF ASRO - STTAL Vol 2 (2014): Jurnal Analisis Sistem & Riset Operasi
Publisher : Indonesian Naval Technology College - STTAL

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (563.424 KB)

Abstract

Alur Pelayaran Timur Surabayamerupakan bagian dari alur pelayaranbarat surabaya tersibuk kedua di Indonesia setelah alur masuk Tanjung Priok (Departemen Perhubungan, 2006).Dengan kondisi alur pelayaran yang panjang dan sempit ditambah banyaknya arus kapal yang keluar masuk pelabuhan mengakibatkan sangat rentan terhadap kecelakaan laut baik itu kandas, tabrakan kapal ataupun jenis kecelakaan yang lainnya, yang tentunya akan memberikan dampak negatif terhadap pelayaran intersulair. Dengan melihat fakta seperti tersebut diatas, sehingga perlu untuk melakukan kajian lebih mendalam tentang penilaian risiko kecelakaan terhadap alur pelayaran timur surabaya.Kajian ini bertujuan untuk memperoleh jenis kecelakaan apa saja yang mempunyai risiko tinggi di Pelabuhan Surabaya, mengetahui dampak apa yang dapat ditimbulkan dari kecelakaan dengan risiko tinggi dan memperoleh langkah yang bisa dilakukan untuk mengurangi kecelakaan di Alur Pelayaran Timur Surabaya dengan menggunakan Metode Formal Safety Assessment (FSA).Dari enam jenis kecelakaan yang terjadi, terdapat tiga kecelakaan dengan risiko tertinggi yaitu kapal kandas, kecelakaan manusia, tabrakan kapal dengan dermaga pada saat kapal layar maupun sandar. Dampak dari ketiga kecelakaan tersebut menimbulkan kerugian materi yang besar. Untuk menurunkan risiko dari ketiga jenis kecelakaan tersebut dilakukan pengukuran Implied Cost of Averting a Risk (ICAR) terendah dari setiap pilihan penurunan risiko. Penanggulangan risiko yang dilakukan adalah memberlakukanpatroli rutin dan pemasangan rambu alur pelabuhan mempunyai ICAR sebesar 234 juta, memberikan pelatihan penyelamatan manusia dikapal yang mempunyai nilai ICAR sebesar 112 juta dan yang terakhir adalah memperketat area pelabuhan dengan ICAR 84 juta agar pihak yang tidak berkepentingan tidak masuk di area pelabuhan.
EVALUATION OF EDUCATION AND TRAINING PROGRAM LEADERSHIP LEVEL IV STATE CIVIL SERVANTS OF NAVY Nurhayati, Sri; Bandono, Adi; Suharjo, Bambang
INTERNATIONAL JOURNAL OF ASRO - STTAL Vol 10 No 3 (2019): International Journal of ASRO
Publisher : Indonesian Naval Technology College - STTAL

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (236.992 KB)

Abstract

To create the human resources of the apparatus that possesses these competencies, it is necessary to improve the quality of professionalism and develop the insight of Civil Servants. One effort to improve the quality of professionalism and the development of insights of Civil Servants is through the Education and Training program. Evaluation of Education and Leadership Training Level IV as one type of employee development is carried out to achieve the Echelon IV Position competency requirements and achievement of performance improvement in accordance with the main tasks and functions as well as authorities in each work unit.is conducted to evaluate: (1) the basis and objectives of Level IV Leadership Education and Training, as well as the feasibility of the organizing agency, (2) clarity of the characteristics of Education and Training participants, the state of the lecturers, curriculum, facilities and infrastructure, (3 ) compliance with the curriculum and program schedule (4) overall assessment of participants, lecturers and organizers. The approach used in this study is a program evaluation approach using the CIPP model (Contex, Input, Process, Product). The results obtained by the evaluation of Contex namely the foundation of the program in accordance with applicable laws, the purpose of this program is suitable to improve the competence of Echelon IV, while the evaluation of Input shows participants meet the criteria, but the lecturer is still very limited and the curriculum has referred to the guidelines, facilities that meet the standards appropriateness. Process component evaluation program compliance with curriculum and schedule meets the criteria, Product component evaluation of the overall results of participants, lecturers and organizers meet the criteria.Keywords:Program Evaluation, CIPP Model, Education and Leadership Training Level IV.
WAREHOUSHING AND INVENTORY INFORMATION SYSTEM MODEL USING RADIO FREQUENCY IDENTIFICATION (RFID) IN EASTERN NAVAL WAREHOUSING Agustian, Indra; Muktiono, Eka; Nuryadin, Akhmat; Suharjo, Bambang
INTERNATIONAL JOURNAL OF ASRO - STTAL Vol 10 No 2 (2019): International Journal of ASRO
Publisher : Indonesian Naval Technology College - STTAL

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (333.619 KB)

Abstract

Eastern Naval Warehousing is the technical implementation elements in charge of receiving, storing, maintaining and distributing supplies to support existing user in the Navy in particular user located in the eastern region. To support the operational activities of the Navy, Eastern Naval Warehousing as service organizations should be supported with the provision of an information system capable of supporting the activities become more optimal provisioning. Speed and accuracy of support provision to user is an indication for the success of a service. Information technology nowadays has grown very rapidly to develop into the current warehousing system. RFID (Radio Frequency Identification) is the process of identifying an object automatically by Radio Frequency. There are two important components of an RFID system is the card (tag) and the reader. Application warehousing information system can be integrated with RFID technology, so that the system can run more optimal for warehousing system. This research aims to design warehousing information system based on RFID in Eastern Naval Warehousing used in processing existing warehousing system to gain optimal in provisioning operations running in Eastern Naval Warehousing to support provisioning activities to meet the requirement of existing user in Navy. Field studies conducted in Eastern Naval Warehousing, aimed to determine the current state of warehousing system that runs to identify existing problems. Furthermore, to process the data, created the design of an information system based on RFID warehousing in software system. This paper get to report out of the goods, report the amount of inventory in real time, the location of goods and EOQ value of goods to determine the optimal inventory level of each item.
PENDEKATAN FUZZY MCDM UNTUK PEMILIHAN SENJATA PENANGKIS SERANGAN UDARA UNTUK KAPAL LPD KELAS KRI MAKASSAR Suharjo, Bambang; Suparno, Suparno; Njib, Rifki
INTERNATIONAL JOURNAL OF ASRO - STTAL Vol 3 (2015): Jurnal Analisis Sistem & Riset Operasi
Publisher : Indonesian Naval Technology College - STTAL

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (760.382 KB)

Abstract

Senjata Penangkis Serangan Udara (PSU) milik KRI di jajaran TNI AL saat ini sebagian besar sudah ketinggalan teknologi salah satunya adalah PSU 20 mm Meriam Rheinmetall pada KRI Landing Platform Dock (LPD) kelas KRI Makassar, sehingga tidak bisa menjamin pelaksanaan tugas pokok. Oleh karena itu diperlukan suatu langkah strategis dalam upaya mencapai kesiapan kapal kelas KRI (Kapal Perang Republik Indonesia) Makassar ini secara optimal.Langkah-langkah yang dapat dilakukan antara lain modernisasi dan pembelian sistem senjata baru yang mengacu pada kekuatan pokok minimum (Minimum Essential Force / MEF) TNI AL. Berdasarkan rencana pembelian senjata ini untuk mengganti sistem senjata yang sudah tua, maka yang dipilih adalah Senjata penangkis serangan udara dengan klasifikasi daya hancur dan perkenaan yang akurat.Penentuan Prioritas pemilihan senjata dipengaruhi oleh banyak faktor, baik yang bersifat kualitatif maupun kuantitatif. Salah satu teknik pengambilan keputusan adalah dengan pendekatan metode Fuzzy Multi Criteria Decision Making (MCDM) yang dianggap sangat tepat untuk permasalahan bobot kriteria yang bersifat fuzzy (kabur). Metode fuzzy MCDM sebagai model yang diterapkan guna memperoleh nilai prioritas dalam perancangan sistem pendukung keputusan untuk menentukan alternatif senjata penangkis serangan udara untuk LPD kelas KRI Makassar. Selain itu metode fuzzy MCDM akan mengatasi masalah multikriteria pada proses penentuan penentuan senjata ini serta mengatasi kemungkinan adanya data-data yang bersifat ketidakpastian.Berdasarkan pengolahan data, didapat senjata terpilih yaitu NG-18 6-Barreled 30MM Naval Gun, karena senjata ini mempunyai beberapa keunggulan antara lain daya hancur yang sangat tinggi, hubungan diplomatis dengan negara pembuat berlangsung baik sehingga tidak dikhawatirkan untuk mengembargo senjata ini suatu saat nanti, dibandingkan senjata lainnya dengan kemampuan taktis dan teknis senjata yang baik.
APPLICATION OF DECISION SUPPORT SYSTEM FOR DETERMINING AMPHIBIOUS LANDING BEACH IN WEST PAPUA INDONESIA Setiarso, Budi; Ciptomulyono, Udisubakti; Suharjo, Bambang; Putra, I Nengah; Susilo, A K
INTERNATIONAL JOURNAL OF ASRO - STTAL Vol 9 No 1 (2018): International Journal of ASRO
Publisher : Indonesian Naval Technology College - STTAL

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (997.481 KB)

Abstract

ABSTRACT Determination of the landing beach becomes a must for the Marine Forces of the Indonesian Navy as an element of the landing forces in order to carry out the task of amphibious operations in particular to determine the ideal landing beach location for the successful implementation of the task. Requirements on the determination of ideal landing beaches should be in accordance with predetermined parameters and serve as an important component in determining the weighting value of landing beach selection criteria. This study aims to determine the location of landing beaches by using the Preference Ranking Method Method of Organization for Enrichment Evaluation (PROMETHEE) combined into the Borda method. The research stages started from determining the value of criterion preferences to the landing beach alternative options analyzed by PROMETHEE method then processed again in Borda method. The PROMETHEE method is used to analyze individual decisions of decision makers, while the Borda method is used to manage group decisions from the PROMETHEE method of ranking. The use of both methods is a solution to generate more objective group decisions so as to obtain a ranking result against the selection of logical amphibious landing beaches and have an objective value in accordance with accurate data and greatly assist decision-makers to solve multi-criteria problems. From the results of this study can be seen that the location of the selected beach is the most feasible to serve as the location of landing beaches in amphibious operations is Beach 3 with a weighted value of 0.389.  Keywords: Amphibious operations, the landing beach, Decision Support Systems, PROMETHEE, Borda