Articles

Found 3 Documents
Search

PEMISAHAN ASAM AMINO DARI LIMBAH CAIR PABRIK KELAPA SAWIT DENGAN KROMATOGRAFI PENUKAR ION Sari, Indah Rahmi; Oksari, Ade Ayu; Kresnawaty, Irma
Jurnal Sains Natural Vol 6, No 2 (2016): Sains Natural
Publisher : Universitas Nusa Bangsa

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (628.747 KB) | DOI: 10.31938/jsn.v6i2.162

Abstract

Separation of Amino acid from Liquid waste of Oil palm Factory with Ion Exchange Chromatography Research on Separation of Amino Acid Liquid Waste mills with Ion Exchange Chromatography was carried out from October to November 2015. The results of  hydrolysis of 6 N HCl results showed  that the highest absorbance reading was obtained at a concentration of eluent of 0,2 and 0,6 M NaCl, while the results of the protease enzyme hydrolysis the highest absorbance reading at NaCl eluent 0,2 and 1 M. There was no significant difference in the results of separation by ion exchange chromatography, showed that the concentration of NaCl eluent is not very influential, so for subsequent analysis used only one concentration of the eluent. Results of linear regression obtained was equal to 0,9946, these results indicate that the series standard amino acid lysine has a value that is linear as it approaches 1. The amino acid levels obtained on the sample results LCPKS hydrolysis with 6 N HCl which was about 0 to 8.82 ppm and samples of the protease enzyme hydrolysis of about 0 to 4.31 ppm. Amino acid levels obtained were still far from the expected.Keywords: Amino Acid, Oil Palm, Liquid Waste, Ion Exchange Chromatography ABSTRAKPenelitian mengenai Pemisahan Asam Amino dari Limbah Cair Pabrik Kelapa Sawit dengan Kromatografi Penukar Ion telah dilaksanakan dari bulan Oktober sampai November 2015. Hasil hidrolisis HCl 6 N menunjukkan bahwa pembacaan absorbansi tertinggi diperoleh pada konsentrasi eluen NaCl 0,2 dan 0,6 M, sedangkan hasil hidrolisis enzim protease pembacaan absorbansi tertinggi pada eluen NaCl 0,2 dan 1 M. Tidak ada perbedaan yang signifikan pada hasil pemisahan dengan kromatografi penukar ion ini, menunjukkan bahwa konsentrasi eluen NaCl tidak terlalu berpengaruh, sehingga untuk analisis selanjutnya digunakan hanya satu konsentrasi eluen. Hasil regresi linear yang diperoleh yaitu sebesar 0,9946, hasil tersebut menunjukkan bahwa deret standar asam amino lisin mempunyai nilai yang linear karena mendekati 1. Kadar asam amino yang diperoleh pada sampel hasil hidrolisis LCPKS dengan HCl 6N yaitu sekitar 0 ? 8,82 ppm dan sampel hasil hidrolisis enzim protease sekitar 0 ? 4,31 ppm. Kadar asam amino yang diperoleh masih jauh dari yang diharapkan.Kata Kunci: Asam Amino, Minyak Kelapa Sawit, Limbah Cair, Kromatografi Penukar Ion
Aktivitas hidrolisat protein terhadap perkecambahan dan pertumbuhan awal kacang hijau (Vigna radiata) Fitriyah, Fauziatul; Kresnawaty, Irma; Santoso, Djoko
E-Journal Menara Perkebunan Vol 87, No 2 (2019): OKTOBER, 2019
Publisher : INDONESIAN RESEARCH INSTITUTE FOR BIOTECHNOLOGY AND BIOINDUSTRY

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22302/iribb.jur.mp.v87i2.340

Abstract

AbstractPlant bostimulant application have proven to improve field productivity to meet genetic potential. Protein hydrolisates has been utilized as plant biostimulant to increase crops productiviy and yield. Protein hydrolysate from organic waste or by product is highly potential for plant biostimulant, since it is efficiently turn the waste into high value product.. Trash fish meal (TI) and chicken feather meal (TB) have high protein content and are potential as plant biostimulant. Application of protein hydrolisates as biostimulant has been acclaimed to improve plant growth. The aim of this study wasto evaluate the activity of protein hydrolysates from TB and TI on germination and early growth of mung bean. Hydrolysis was conducted under high temperature and pressure in acid condition. Application of protein hydrolysates under various concentrations: 5, 10, and 20 ppm. The effect of protein hydrolysates were evaluated on seed germination and root and colleoptile fresh weight. Chemical analysis was performed to measure nitrogen content in the materials. The result showed that germination at 10 ppm after 7 hours incubation of protein hydrolysate from TI and TB. Under TI hydrolysate germination was increase by 191.7%, from 21.7% blank solution to 63.3% of treatment. While under protein hydrolysate from TB increased by 99.5%, from 21.7% of blank solution to 43.3%. Activity of TB hydrolysate toward root and colleoptile growth was higher than in TI hydrolysate. Root growth was higher than colleoptile under all treatments. Protein hydrolysates of TI and TB could improve germination and early growth of mung bean and is highly potential as plant biostimulant.[Keywords: plant biostimulant, protein hydrolysis, plant growth, Vigna radiata]AbstrakAplikasi biostimulan tanaman terbukti mampu meningkatkan produktivitas riil di lapang sehingga mendekati potensi genetik tanaman. Hidrolisat protein telah dimanfaatkan sebagai biostimulan tanaman untuk meningkatkan produktivitas dan hasil panen berbagai tanaman. Hidrolisat protein dari limbah atau produk samping sangat potensial dikembangkan sebagai biostimulan tanaman karena mampu secara efisien mengubah sampah menjadi produk berharga. Tepung ikan rucah (TI) dan tepung bulu ayam (TB) adalah produk samping usaha perikanan dan peternakan dengan kandungan protein tinggi yang sangat potensial dikembangkan menjadi biostimulan untuk meningkatkan pertumbuhan tanaman. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui aktivitas hidrolisat protein dari TI dan TB terhadap perkecambahan dan pertumbuhan awal kacang hijau. Hidrolisis dilakukan pada suhu dan tekanan tinggi dalam kondisi asam. Hidrolisat yang diperoleh selanjutnya diaplikasikan pada benih kacang hijau pada konsentrasi 5, 10, dan 20 ppm. Parameter yang diamati berupa persentase perkecambahan dan pertumbuhan akar dan koleoptil semai. Analisis kimia dilakukan untuk memberikan data pendukung berupa kadar nitrogen pada kedua bahan baku. Hasil penelitian menunjukkan terjadinya peningkatan aktivitas perkecambahan kacang hijau pada inkubasi selama 7 jam dalam larutan 10 ppm hidrolisat TI dan TB. Kenaikan persentase perkecambahan pada hidrolisat TI sebesar 191,7%, yaitu dari 21,7% pada blanko menjadi 63,3% pada perlakuan. Sementara dalamhidrolisatTBpeningkatan aktivitas mencapai 99,5%, yaitu dari 21,7% pada blankomenjadi 43,3% pada perlakuan. Pertumbuhan akar dan koleoptil dengan aplikasi hidrolisat TB lebih tinggi dibandingkan pada aplikasi hidrolisat TI. Pengaruh hidrolisat protein lebih tinggi pada pertumbuhan akar dibandingkan koleoptil. Hidrolisat TI dan TB mampu meningkatkan perkecambahan dan pertumbuhan awal kacang hijau dan sangat potensial dikembangkan sebagai biostimulan tanaman. [Kata kunci:biostimulan tanaman, hidrolisisprotein, pertumbuhan tanaman,Vigna radiata]
Aktivitas amilase bakteri amilolitik asal larva black soldier fly (Hermetia illucens) Kresnawaty, Irma; Wahyu, Rizki; Sasongko, Ashadi
E-Journal Menara Perkebunan Vol 87, No 2 (2019): OKTOBER, 2019
Publisher : INDONESIAN RESEARCH INSTITUTE FOR BIOTECHNOLOGY AND BIOINDUSTRY

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22302/iribb.jur.mp.v87i2.341

Abstract

AbstractAmylase is an enzyme that has been widely used as a biocatalyst in foodand bioethanol industries. The availability of thermostable amylase will further expand the market and extend the shelf life of this enzyme. Amylase is produced by amylolytic bacteria using media with high-costnitrogen sources, such as pepton. Black soldier fly (BSF) is a potential source of amylolitic bacteria since its ability to degrade organic matters rapidly. This research aimedtoexploreamylolitic bacteria from the larvae of BSF with highest amylase activity that can be produced using low-cost media. The screening ofamylase activity was conducted by culturing the bacteria on starch containing media.Bacteria with the highest amylase activity were cultured in liquid media with twodifferentnitrogensources (urea and nitrate). Determinations of the optimum pH and temperature for this enzyme activity were carried out in the pH range 4to 7 and temperature 35to 65 ºC. Three amylase-producing isolates were obtained in this study. M1 isolate which has the highest activity was characterized based oncatalase activity and Gram staining. The results showed that the M1 isolate mightbelong togenus Proteussp. At the optimum condition (45ºC and pH 7), amylase activityin nitrate mediawas0.791U/mL, which was about 18-folds higher than that in ureamedia (0,041U/mL). Thus, amylase isolated from BSF larvae can be classified as a mesophilic enzyme and has the potential to be developed commercially at lower production costs.[Keywords:crude extract enzyme,Proteus sp.,thermostable] AbstrakAmilase merupakan salah satu enzim yangtelah digunakan secara luas sebagai biokatalis dalam industri pangan dan bioetanol.Ketersediaan amilase termostabil akan semakin memperluas pasar dan memperpanjang daya simpan enzim ini. Selama ini, produksi amilase dilakukan dengan memanfaatkan bakteri amilolitik menggunakan media dengan sumber nitrogen yang mahal, misalnya pepton. Black soldier fly (BSF) merupakan sumber bakteri amilolitik yang potential karena BSF memiliki kemampuan mendegradasi bahan organik dengan cepat.  Penelitian ini bertujuan untuk mengeksplorasi bakteri amilolitik dengan kemampuan amilase tinggi yang dapat diproduksi menggunakan media yanglebihmurah.Skrining bakteri penghasil amilase dilakukan dengan menumbuhkan bakteri pada media yang mengandung pati. Bakteri dengan aktivitas amilase tertinggi dikulturkan dalam media cair dengan dua sumber nitrogenyang berbeda, yaitu urea dan nitrat. PenentuanpH dan suhu optimum aktivitas enzim ini dilakukan pada rentang pH 4sampai 7 dan suhu 35sampai 65 ºC.Tiga isolat penghasil amilase diperoleh dalam penelitian ini. Isolat M1 yang memiliki aktivitas tertinggi dikarakterisasi berdasarkan uji katalasedan uji pewarnaan Gram. Hasilnya menunjukkan bahwa isolat M1 termasukgenus Proteus sp. Pada kondisi optimum (suhu 45oC dan pH 7), aktivitas amilase pada media nitrat adalah 0,791 U/mL, lebih kurang 18 kali lebih tinggi dibanding aktivitas pada media urea (0,041 U/mL). Dengan demikian, amilase yang dihasilkan oleh bakteri asallarva BSF merupakan enzim mesofilik dan berpotensi untuk dikembangkan secara komersial dengan biaya produksi yang lebih murah.[Kata kunci: enzim ekstrak kasar, Proteussp.,termostabil]