This Author published in this journals
All Journal SOSIORELIGIUS
Anwar, Zakariya
Unknown Affiliation

Published : 1 Documents
Articles

Found 1 Documents
Search

Miskin Di Laut Yang Kaya: Nelayan Indonesia Dan Kemiskinan Anwar, Zakariya; Wahyuni, Wahyuni
SOSIORELIGIUS Vol 5, No 1 (2019)
Publisher : SOSIORELIGIUS

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Indonesia sebagai negara kepulauan, yang luas wilayahnya 70% merupakan lautan yang terkandung potensi ekonomi yang cukup melimpah, antara lain sumber daya ikan, rumput laut dan hasil laut lainnya, dengan  melimpahnya sumber daya ini maka seharusnya pendapatan nelayan sangatlah memadai untuk memenuhi kebutuhan hidupnya. Namun dalam realita yang terjadi tidaklah demikian. Kurang dari 14,58 juta jiwa atau sekitar 90% dari 16,2 juta jumlah nelayan di Indonesia belum berdaya secara ekonomi maupun politik, dan berada di bawah garis kemiskinan. Kehidupan mereka sangat memprihatinkan karena sebagai nelayan tradisional yang  tergolong ke dalam kelompok masyarakat miskin mereka seringkali dijadikan obyek eksploitasi oleh para pemilik modal atau para pedagang tengkulak, sehingga distribusi pendapatan menjadi tidak merat. Berdasarkan uraian ini, maka rumusan masalah adalah: 1.Faktor-faktor apa yang menyebabkan terjadinya kemiskinan pada masyarakat nelayan? 2.Kebijakan apa yang dilakukan oleh pemerintah dalam mengatasi kemiskinan pada masyarakat nelayan?. Tulisan ini menggunakan metode library research dengan menggunakan buku-buku yang terkait dengan tema tulisan, yang menunjukkan bahwa ada dua faktor penyebab terjadinya kemiskinan pada nelayan yaitu faktor struktural disebabkan oleh faktor atau variabel internal individu yaitu struktur sosisl ekonomi masyarakat, ketersediaan insentif atau disinsentif pembangunan, ketersediaan fasilitas, ketersediaan teknologi, dan ketersedaian sumber alam. Dan faktor kultural disebabkan karena variabel yang melekat, menjadi gaya hidup tertentu yang menyebabkan individu sulit keluar dari kemiskinan. Variabel kemiskinan kultural ini disebabkan oleh tingkat pendidikan, pengetahuan, adat, budaya, kepercayaan, ketaatan pada pendangan tertentu.