Articles

Found 9 Documents
Search

Kajian Eksperimen Pengaruh Penambahan Silica Fume Terhadap Sifat Adhesif Untuk Perbaikan Keramik Dinding Pratama, Dika; Astuti, Rizki Febri; Rochadi, Mochammad Tri; Kusdiyono, Kusdiyono
Wahana Teknik Sipil: Jurnal Pengembangan Teknik Sipil Vol 23, No 1 (2018): Wahana Teknik Sipil
Publisher : Politeknik Negeri Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32497/wahanats.v23i1.1352

Abstract

The release of ceramics is an undesirable event, one of the causes is the presence of trapped air which causes the area attached to the wall to decrease. To reduce this, additional ingredients / smaller silica fume additives (<1?m) can be used to fill the hollow part. The purpose of this study was to measure and compare the properties of ceramic adhesives with and without the addition of silica fume to ceramic adhesives, and to determine the percentage of addition of silica fume to obtain the most optimal adhesive strength. The method used is an experimental method in the laboratory by conducting tests of ceramic adhesion based on ASTM C 482-02 and SNI 03-4877-1998. The level of addition of silica fume used is 5, 10, 15, and 20% of the weight of cement. The test results show that there is a "very strong" relationship between the addition of silica fume and ceramic adhesive properties in increasing the strength of the adhesive power as evidenced by correlation analysis with an R2 value of 0.9042. The strength of the adhesive power of ceramics without silica fume as a control variable is 1.4146 MPa, while the strength with a mixture of silica fume is 1.8051 MPa, 1.9606 MPa, 1.8811 MPa, and 1.5666 MPa, respectively. The regression analysis showed that the highest / optimum strength was achieved when the proportion of silica fume addition was 10.8% of the weight of cement with a sticky power strength value of 1.9637 MPa or an increase of 38.82% on the control variable which did not use the added silica fume material.Kata kunci: Sifat adhesif keramik, daya rekat keramik, silica fume.
Pengaruh Variasi Penambahan Limbah Plastik Terhadap Kekuatan Tekan Batako Dalam Upaya Pemanfaatan Limbah Kusdiyono, Kusdiyono; Supriyadi, Supriyadi; Rochadi, Mochammad Tri; Wahyono, Herry Ludiro
Wahana Teknik Sipil: Jurnal Pengembangan Teknik Sipil Vol 23, No 2 (2018): Wahana Teknik Sipil
Publisher : Politeknik Negeri Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32497/wahanats.v23i2.1362

Abstract

At this time, plastic is a material that is needed by the public at large and the impactis also extraordinary after the plastic is used in daily life which can cause seriousproblems if the management is not done properly. The problem of plastic waste doesnot only occur in the city of Semarang, but also in other cities, so the Ministry ofEnvironment and Forestry has implemented a pay-for-use plastic bag program inthe short term. But this is only to deal with problems in the short term. In the longterm, it will not solve the problem of "plastic waste", because the policy actuallyencourages people to buy plastic that is of course will add a new burden to thepeople to buy it. The results showed that the compressive strength of a hollowconcrete brick (brick) with a model / type BN d.d. B1,0 there is a decrease in theaverage compressive strength. The highest at the addition of 0.10% withcompressive strength on average reached 35.21 kg / cm², in general the decreaseoccurred in the addition of plastic each different from 0.10% to 1.0% of the weightof sand with the lowest compressive strength of 21 , 16 kg / cm². Regressionequation obtained Y = - 0.119 X² + 0.008 X + 35.53 with a correlation value of R² =0.987, meaning that with the addition of plastic has a very strong influence oncompressive strength. So that it can be obtained an illustration that by addingplastic to the manufacture of hollow concrete brick (brick) can affect thecompressive strength decreases. Despite the decline, the quality of the brick is stillgood and above the lowest quality Level IV with compressive strength above 2.0MPa which may still be made with variations Plastic with a composition greaterthan 1% or comparative composition of Portland Cement (PC) with sand is mademore small (<1 PC: 7 Sand), with the hope that this Plastic waste can be utilizedoptimally.Kata kunci : plastic waste, brick making, waste utilization
KAJIAN PERBAIKAN STRUKTUR PERKERASAN KAKU MENGGUNAKAN METODE PRESSURE GROUTING DENGAN MATERIAL POLYURETHANE DAN EPOXY (Studi Kasus : Ruas Jalan Patriot – Perintis Kemerdekaan Kota Pekalongan) Junianto, Arif; Ramadhan, Rifqi Maulana; Utari, Jantayu Padma; Kusdiyono, Kusdiyono; Pawiro, Dadiyono Amat; Junaidi, Junaidi
Wahana Teknik Sipil: Jurnal Pengembangan Teknik Sipil Vol 24, No 1 (2019): Wahana Teknik Sipil
Publisher : Politeknik Negeri Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32497/wahanats.v23i1.1604

Abstract

Today the implementation of road infrastructure development using concrete pavement is experiencing rapid development because it can serve heavy and heavy traffic loads. But there are some problems that often arise in the use of concrete for pavement, causing damage (cracks). Repair of concrete cracks using pressure grouting method is one solution that can be used to improve the strength of concrete. This study discusses the comparison of the effectiveness of using polyurethane and epoxy materials in an effort to improve the rigid pavement structure. The research method used was to carry out repairs to the concrete structure on the Independence Patriotic-Road Section of Pekalongan City using polyurethane and epoxy materials. In this study each of the 5 existing normal (non-damaged) concrete samples, concrete repaired with polyurethane material and repaired concrete using epoxy material using core drill method, which will then be tested for compressive strength in the laboratory, as well as hammer test testing. to find out the strength of the existing concrete damage. The results showed that the average compressive strength of normal existing concrete (not damaged) amounted to 59.20 N/mm2, the average compressive strength of concrete that experienced cracks was 27.04 N/mm2, the average compressive strength value of repair concrete using polyurethane material is 31.92 N/mm2 (increasing by 15.17%) and the average compressive strength of concrete repair using epoxy material is 45.22 N/mm2 (increased by 56.53%).
Pengaruh Penambahan Fly Ash Dan Bottom Ash Terhadap Mutu Paving Kusdiyono, Kusdiyono; Mulyono, Tedjo; Supriyadi, Supriyadi
Bangun Rekaprima: Majalah Ilmiah Pengembangan Rekayasa, Sosial dan Humaniora Vol 3, No 2, Oktober (2017): Bangun Rekaprima
Publisher : Politeknik Negeri Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32497/bangunrekaprima.v3i2, Oktober.861

Abstract

Fly ash dan bottom ash merupakan limbah padat dihasilkan sisa pembakaran batubara pada pembangkit listrik tenaga uap atau proses industri lainnya. Limbah padat ini terdapat dalam jumlah yang relatif besar, sehingga memerlukan pengelolaan yang serius agar tidak menimbulkan masalah pencemaran lingkungan, seperti pencemaran udara, perairan dan penurunan kualitas ekosistem lainnya. Fenomena yang terjadi, penanganan limbah ini tidak maksimal, terbukti masih adanya perusahaan membuang abu batu bara di Jalan lingkar selatan kota Salatiga (Suara Merdeka, 2012), limbah batu bara makan korban di Kayen, Pati (Sura Merdeka, 2012), kejadian seperti ini menunjukkan bahwa pengelolaan limbah padat dari industri tidak dikelola dengan baik. Sementara penelitian dibidang Rekayasa Bahan sudah banyak dilakukan oleh peneliti sebagai upaya untuk memecahkan permasalahan dan memanfaatkan limbah industri ini untuk dapat diproduksi menjadi industri lain seperti bahan bangunan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa mutu paving (Bata beton) dengan bentuk empat persegi panjang dengan ukuran 60 mm x 100 mm x 200 mm dan model/jenis B2,5, B5, B7,5, B10, B12,5, B15, B17,5 dan B20 terdapat peningkatan kuat tekan rata-rata dibanding dengan model/jenis BN (tanpa penambahan fly ash dan bottom ash). Tertinggi pada penambahan fly ash dan bottom ash 5% dengan kekuatan tekan rata-rata mencapai 225,37 kg/cm² umur 14 hari, sedang penurunan terjadi pada penambahan fly ash dan bottom ash mulai dari 7,5% sampai 20% dengan penurunan kuat tekan rata-rata terendah 144,36 kg/cm² pada umur uji 14 hari. Persamaan regresi yang didapat Y= - 4,130 X² - 38,91 X + 117,2 dengan nilai korelasi R² = 0,766, artinya dengan penambahan fly ash dan bottom ash mempunyai pengaruh kuat terhadap kuat tekan paving (Bata beton). Sehingga diperoleh suatu gambaran bahwa dengan menambahkan fly ash dan bottom ash pada pembuatan paving (Bata beton) mutunya dapat menjadi lebih baik.Kata Kunci: Fly Ash, Bottom Ash, Pencemaran, Mutu Paving
Meningkatkan Karakteristik Marshall Dengan Menambah Serbuk Ban Bekas Ke Dalam Campuran Laston AC-WC Maulana, Radiks Gilang; Arrofif, Zaaim; Warsiti, Warsiti; Kusdiyono, Kusdiyono; Risman, Risman
Bangun Rekaprima: Majalah Ilmiah Pengembangan Rekayasa, Sosial dan Humaniora Vol 4, No 2, Oktober (2018): Bangun Rekaprima
Publisher : Politeknik Negeri Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32497/bangunrekaprima.v4i2, Oktober.1197

Abstract

Konstruksi perkerasan perkerasan lentur (flexible pavement) secara garis besar terdiri dari tiga lapis yaitu sub base course, base course dan surface course. Salah satu bahan surface course berupa laston AC-WC. Bahan campuran konstruksi perkerasan laston AC-WC. akan menentukan karakteristik campuran tersebut. Karakteristik campuran perkerasan meliputi Kepadatan (Density), Rongga Pada Mineral Agregat (VMA) , Rongga Terisi Aspal (VFA) , Rongga Dalam Campuran (VIM) , Rongga Dalam Campuran Kondisi Membal (Refusal VIM) , Stabilitas Marshall (MS) , Stabilitas Marshall Sisa (IRS) , Kelelehan Marshall (Flow). Penambahan bahan tambah seperti serbuk ban bekas ke dalam campuran aspal dapat menjadi alternatif bahan tambah guna meningkatkan kualitas dan keawetannya dan daya tahan yang lebih baik terhadap suhu tinggi, dibandingkan dengan aspal tanpa penambahan bahan tambah. Tujuan penelitian adalah menganalisis pengaruh penambahan serbuk ban karet bekas terhadap nilai karakteristik Marshall campuran Laston AC-WC dan membandingkan hasil parameter Marshall campuran Laston AC-WC standar dengan yang ditambahkan serbuk ban Hasil penelitian menunjukkan bahwa KAO yang dipakai (6.0%) yang berpengaruh pada nilai Density maksimum 2.376 ????????/???????? dengan prosentase serbuk ban sebesar 7.4%, VMA maksimum 5.186% dengan prosentase serbuk ban sebesar 7.4%, , VFA maksimum 72.510% dengan prosentase serbuk ban sebesar 7.4% , VIM minimum 4.22% dengan prosentase serbuk ban sebesar 7.4% , VIM Refusal density minimum 4.231% dengan prosentase serbuk ban sebesar 6,2%, Stabilitas Marshall (MS) maksimum 1008.86 kg dengan prosentase serbuk ban sebesar 4.5% , Stabilitas Marshall Sisa (IRS) maksimum 671.813 kg dengan prosentase serbuk ban sebesar 4.1% , Nilai Kelelehan Marshall ( Flow ) maksimum 3.40 ???????? dengan prosentase serbuk ban sebesar 6,9% , dan Marshall Quotient ( MQ ) maksimum sebesar 309.26 ????????/???????? dengan prosentase serbuk ban sebesar 4.1% . Dalam perhitungan penambahan serbuk ban optimum dari 9 parameter marshall yang digunakan, dari berbagai parameter marshall yang sudah dianalisis diperoleh hasil kadar penambahan serbuk ban terendah yaitu pada persentase 4.1% dan sedangkan persentase penambahan serbuk ban pada kondisi tertinggi (optimum) diperoleh hasil yaitu 7.4%.
Kajian Pengaruh Kebakaran Terhadap Sifat Karakteristik Bata Beton Geopolimer dari Fly Ash Dan Bottom Ash Limbah PLTU Tanjung Jati Sutarno, Sutarno; Kusdiyono, Kusdiyono; Wahjoedi, Wahjoedi; Mawardi, Mawardi
Bangun Rekaprima: Majalah Ilmiah Pengembangan Rekayasa, Sosial dan Humaniora Vol 5, No 1 (2019): Bangun Rekaprima
Publisher : Politeknik Negeri Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32497/bangunrekaprima.v5i1.1406

Abstract

Bata beton geopolimer adalah batu bata beton yang pembuatannya menggunakan mortar geopolimer. Bata beton geopolimer yang dikaji dibuat dengan memanfaatkan botom ash sebagai agregat pengisi dan fly ash sebagai perekat pengganti semen yang direaksikan dengan NaOH dan Na SiO2 hingga terjadi polimerisasi yang memiliki sifat merekat. Disisi lain PLTU Tanjung jati merupakan pembangkit listrik cukup besar, menghasilkan limbah sisa pembakaran batu bara sebagai bahan energi berupa fly ash dan botom ash. Tiap hari volume limbah berupa fly ash dan bottom ash di PLTU Tanjung Jati kurang lebih 1.000 ton perhari dan limbah ini tergolong limbah B3.Upaya mengatasi masalah limbah fly ash dan bottom ash, salah satu alternatif yang di kaji dengan dibuat Bata geopolimer. Fly Ash dimanfaatkan sebagai bahan pengikat dan botom ash sebagai bahan pengisi, fly ash direaksikan dengan NaOH dan Na SiO2. menjadi binder kemudian ditambahkan bottom ash kemudian dicetak menjadi benda uji bata beton geopolimer. Bata sebagai benda uji dibuat dengan komposisi; 1 binder : 3 agregat dan 1 binder : 4 agregat, sedangkan untuk bindernya ada 2 variasi yaitu 16 molar dan 18 molar. Benda uji setelah mengeras dengan umur 28 hari kemudian dibakar dengan durasi pembakaran selama 1 jam, 2 jam, 3 jam dan 4 jam, setelah proses pembakaran dilanjutkan dengan uji kuat tekan, uji kembang susut volume, dan uji perubahan bobot isi, simpulan dari hasil analisis yang dilakukan adalah: Kuat tekan maximum terjadi pada binder 18 M dengan campuran 1 Fs : 3 Ba memiliki kekuatan 83,5 Kg/cm2; Terjadi peningkatan kuat tekan akibat pembakaran pada semua tipe campuran; Pada campuran 1 fs : 3 Ba peningkatan kuat tekan maximum terjadi pada pembakaran 2 jam dan untuk campuran 1 fs : 4 Ba terjadi peningkatan kuat tekan maximum pada pembakaran selama 1 jam; Tidak ada beda bobot isi benda uji akibat pembakaran untuk semua jenis campuran; Terjadi pengembangan dan retak retak akibat pembakaran.
Analisis Kekuatan Jepit Penambat E-Clip Terhadap Perilaku Panas Pada Saat Pemasangan Pada Rel Warsiti, Warsiti; Kusdiyono, Kusdiyono; Risman, Risman; Herarki, Hastya Tatas; Alif, Muchammad Izzuddin
Bangun Rekaprima: Majalah Ilmiah Pengembangan Rekayasa, Sosial dan Humaniora Vol 5, No 2,Oktober (2019): Bangun Rekaprima
Publisher : Politeknik Negeri Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32497/bangunrekaprima.v5i2,Oktober.1574

Abstract

Salah satu jenis penambat elastis adalah penambat elastis tipe e-clip. Penggunaan penambat elastis e-clip sendiri mendapatkan pengesahan dan rekomendasi pemakaian dari Direktur Jenderal Perkeretaapian Kementrian Perhubungan No. KA.405/SK.10/DJKA/II/10. Salah cara untuk menaikan batas elastik baja dengan cara perlakuan panas atau biasa disebut dengan Heat treatment pada saat pemasangan. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui mengetahui pengaruh variasi suhu pemanasan terhadap kuat jepit penambat dan untuk mengetahui pemanasan suhu optimum untuk mendapatkan kuat jepit yang maksimum. Variasi panas panas pada penelitian adalah suhu antara 150°C sampai dengan 300°C dengan media pendingin berupa oli SAE 90 lalu dilanjutkan dengan pengujian kuat jepit pada masing-masing penambat elastis yang telah diberi perlakuan panas maupun yang tanpa perlakuan panas. Dari hasil pengujian kuat jepit penambat tanpa perlakuan panas didapatkan kuat jepit akhir sebesar 1742,55 kgf lalu pada perlakuan panas 150°C sebesar 1971,832 kgf, pada 200°C sebesar 1988,454 kgf, pada 250°C sebesar 1631,552 kgf dan pada 300°C sebesar 1325,636 kgf. Suhu optimum yang didapatkan melalui analisis regresi adalah sebesar 155.0469 °C yang akan menghasilkan kuat jepit akhir sebesar 1992,49 kgf.
Pengaruh Penambahan Serbuk Ban Bekas Terhadap Parameter Marshall Pada Aspal Beton Campuran Panas Lapis Aus AC-WC M, Radiks Gilang; A, Zaaim; Warsiti, Warsiti; Kusdiyono, Kusdiyono
Wahana Teknik Sipil: Jurnal Pengembangan Teknik Sipil Vol 23, No 1 (2018): Wahana Teknik Sipil
Publisher : Politeknik Negeri Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32497/wahanats.v23i1.1354

Abstract

The performance of the mixture characteristic of flexible pavement construction on the laston AC-WC mixture as a surface layer (wear layer) with the addition of used tire powder, is expected to be an alternative material to increase the quality and durability. This research was conducted to analyze the characteristics of the Laston AC-WC mixture with the use of polymeric materials in the form of used tire powder. Addition of added ingredients such as used tire powder to the asphalt mixture can provide better resistance to high temperatures and loads, compared to asphalt without added material added. The research objective was to add used tire powder to the optimum asphalt content of asphalt variation (0%, 5%, 10%, 15%) under standard conditions with 2x75 collisions and refusal conditions or balancing with 2x400 collisions. The results showed that the KAO used (6.0%) which affects the value of Density, VMA, VFA, VIM, VIM Refusal density, Marshall Stability, Flow, MQ, and Marshall Time Stability. AC-WC mixture with four variations in the addition of tire powder (0%, 5%, 10%, 15%).Kata kunci : laston AC-WC, parameter marshall, serbuk ban bekas
Pengaruh Pemanfaatan Limbah Batubara (Fly Ash) Terhadap Kekuatan Tekan Mortar Type M Kusdiyono, Kusdiyono; Rochadi, Mochammad Tri
Wahana Teknik Sipil: Jurnal Pengembangan Teknik Sipil Vol 17, No 2 (2012): WAHANA Teknik Sipil
Publisher : Politeknik Negeri Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32497/wahanats.v17i2.119

Abstract

Fly ash and bottom ash is a solid waste generated from coal burning power plants. Solid waste is present in large enough quantities. The amount is quite large, so it requires a management that does not cause environmental problems such as air pollution, water and ecosystem degradation. The research done in the field of Engineering Materials Research in an effort to utilize industrial waste that can be used for mortar to other industrial materials, and the results of the study are intended to address the increasingly complex problems of the solid wastes such as fly ash and how to maximize its utilization. One way to capitalize is made mortar. To determine the extent of the effect of adding fly ash on compressive strength of mortar, the addition of the composition is mixed with fly ash ranging from 0%, 5%, 10%, 15% and 20% of the weight of cement with water factor cement is determined the same in all variations of the mixture. The samples used were cuboid (5 cm x 5 cm x 5 cm), planned mortar is Type M. The samples were tested at ages 7, 14, 21 and 28 days, with the first treated before testing. Total sample of 60 fruit, consists of five variations and each variation of a total of 12 pieces. The results obtained increased compressive strength highest average in the addition of Fly Ash every 5% of the well at a young age (7 to 28) days with the highest compressive strength 7 days reached 373.71 kg / cm ² at 20% addition of Fly Ash and 403, 41 kg / cm ² for the addition of 15%, the compressive strength was the lowest average age of 14 days obtained at 307.68 kg / cm ² at 5% addition of Fly Ash and 28 days amounted to 355.78 kg / cm ² to mix mortar with the addition of Fly Ash of 10%. With the regression equation Y = 8.244 X ² - 40.47 x + 384.3 and the correlation R ² = 0.987. This is because Fly Ash has a fine grain that will make the mortar more slashy (workable), solid and makes cavities between aggregate grains filled by Fly Ash, so that the pores and cavities become smaller, thereby increasing the compressive strength of mortar. Thus the picture of the use of Fly Ash as a mortar significantly proven.