Putri, Ronasari Mahaji
Unknown Affiliation

Published : 21 Documents
Articles

Found 21 Documents
Search

GAMBARAN PENERAPAN PERILAKU HIDUP BERSIH DAN SEHAT (PHBS) LANSIA PADA TATANAN RUMAH TANGGA Putri, Ronasari Mahaji
VISIKES: Jurnal Kesehatan Masyarakat Vol 18, No 2 (2019): VISIKES
Publisher : Dian Nuswantoro Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Elderly is an age group that has experienced a decline from many aspects, namely physical, psychological and social. With this limitation, it will greatly affect the ability / independence in implementing PHBS. Healthy behavior supporting successful aging in the elderly The aim of the study is to describe the application of Clean and Healthy Life Behavior (PHBS) to the elderly in the household setting. This research is a descriptive research. The study population was all elderly in RT 03 RW 06 Tlogomas Malang with 41 people, samples were taken using total sampling technique. The instrument used was a PHBS questionnaire containing 10 indicators of 20 questions. Data collection was carried out through questionnaires accompanied by mentoring the elderly in answering the questionnaire questions. Data analysis was carried out with the help of SPSS version 17 using the univariate test. The results of the study revealed that most of the elderly had the application of PHBS in the Good category. However, indicators of elderly PHBS namely eradicating mosquito larvae, exercising regularly, and smoking in the house still show a bad category.
PERBEDAAN PERKEMBANGAN SOSIAL ANAK USIA 2-3 TAHUN PADA IBU BEKERJA DAN IBU TIDAK BEKERJA DI KELURAHAN TLOGOMAS KECAMATAN LOWOKWARU MALANG Lastri, Lastri; Utami, Ngesti W.; Putri, Ronasari Mahaji
Nursing News : Jurnal Ilmiah Keperawatan Vol 2, No 2 (2017)
Publisher : Fakultas Ilmu Kesehatan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (336.087 KB)

Abstract

Profesi ibu baik sebagai ibu bekerja atau ibu rumah tangga juga memberikan perkembangan social anak yang kurang baik jika pendampingan kurang maksimal. Tujuan penelitian ini untuk mengetahui perbedaan perkembangan sosial anak usia 2-3 tahun pada ibu yang bekerja dan tidak bekerja di RW 06 Kelurahan Tlogomas Kecamatan Lowokwaru Kota Malang. Desain penelitian mengunakan desain cross sectional dengan pendekatan studi komparatif. Sampel dalam penelitian ini sebanyak 17 ibu bekerja dan 14 ibu tidak bekerja yang diambil menggunakan teknik accidental sampling dimana pengambilan sampel sesuai dengan sumber data yang cocok. Teknik pengumpulan data yang digunakan adalah kuesioner. Metode analisa data yang di gunakan yaitu mann whitney dengan menggunakan SPSS. Hasil penelitian membuktikan bahwa lebih dari separuh (64,7%) perkembangan sosial anak usia 2-3 tahun kurang sesuai pada ibu yang bekerja danlebih dari separuh (71,4%) perkembangan sosial anak usia 2-3 tahun kurangsesuai pada ibu yang tidak bekerja di RW 06 Kelurahan Tlogomas Kecamatan Lowokwaru Kota Malang, sedangkanuji mann whitney dinyatakan ada perbedaan perkembangan sosial anak usia 2-3 tahun pada ibu yang bekerja dan tidak bekerja di RW 06 Kelurahan Tlogomas Kecamatan Lowokwaru Kota Malang dengan p-value (0,004 < 0,050). Diperlukan peran kedua orang tua untuk meningkatkan kualitas pendampingan terhadap anak dan memberikan perhatian yang cukup kepada anak dengan menyediakan waktu luang untuk berinteraksi bersama. Kata Kunci : Anak usia 2-3 tahun, ibu yang bekerja dan tidak bekerja, perkembangan sosial
HUBUNGAN PENGETAHUAN ORANG TUA DENGAN PEMILIHAN MAINAN EDUKATIF ANAK USIA TODDLER DI PAUD MELATI KELURAHAN TLOGOMAS MALANG Hendra, Hendra; Prastiwi, Swito; Putri, Ronasari Mahaji
Nursing News : Jurnal Ilmiah Keperawatan Vol 2, No 2 (2017)
Publisher : Fakultas Ilmu Kesehatan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (293.346 KB)

Abstract

Banyak orang tua belum mengetahui manfaat dan fungsi dalam memilih mainan. Para orang tua/ibu membelikan mainan apa yang disukai anak tanpa memperhatikan fungsi dan manfaat mainan edukatif. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui hubungan pengetahuan orang tua dengan pemilihan mainan edukatif anak usia toddler di PAUD Melati RW 02 Kelurahan Tlogomas Malang. Penelitian ini menggunakan desain penelitian cross sectional. Populasi adalah semua ibu di PAUD Melati RW 02 Kelurahan Tlogomas Malang. Sampel dalam penelitian ini 49 orang diambil dengan teknik total sampling dan dianalisa dengan menggunakan uji statistik Spearman rank. Hasil penelitian didapatkan sebanyak 34 orang (69,4%) memiliki pengetahuan baik dan 44 orang (89,8%) dapat memilih mainan edukatif dengan baik. Hasil analisis dengan uji Spearman rank menunjukan p-value 0,036. Artinya ada hubungan yang signifikan antara pengetahuan orang tua dengan pemilihan mainan edukatif anak usiatoddler. Saran bagi orang tua untuk meningkatkan pengetahuan tentang mainan edukatif dengan cara memperbanyak mendapatkan sumber informasi melalui media massa. Bagi peneliti selanjutnya perlu meneliti faktor-faktor yang terkait dengan pemilihan mainan edukatif. Kata kunci : Anak usia toddler, pengetahuan orang tua, pemilihan mainan edukatif.
PENGARUH PENDIDIKAN KESEHATAN TERHADAP PENINGKATAN PENGETAHUAN DALAM PEMILIHAN JAJAN PADA ANAK USIA SEKOLAH 7-9 TAHUN DESA NGANTRU KECAMATAN NGANTANG KABUPATEN MALANG Febriani, Kiki; Candrawati, Erlisa; Putri, Ronasari Mahaji
Nursing News : Jurnal Ilmiah Keperawatan Vol 3, No 1 (2018): Nursing News : Jurnal Ilmiah Keperawatan
Publisher : Fakultas Ilmu Kesehatan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (293.833 KB)

Abstract

Pada saat ini banyak di temukan makanan jajanan yang tidak sehat beredar di lingkungan sekolah sehingga perlu adanya pendidikan kesehatan kepada anak tentang pemilihan jajanan sehat, karena jajan memegang peranan penting dalam memberikan asupan energi dan gizi bagi anak selama sekolah. Tujuan penelitian untuk mengetahui pengaruh pendidikan kesehatan terhadap peningkatan pengetahuan dalam pemilihan jajan pada anak usia sekolah 7-9 tahun. Desain penelitian mengunakan desain pra-post eksperimen dengan menggunakan pendekatan pre test-pos test desain. Populasi dalam penelitian ini sebanyak 63 anak usia sekolah 7-9 tahun dengan penentuan sampel penelitian menggunakan simple random sampling sehingga didapatkan sebanyak 16 anak yang dijadikan sampel penelitian. Teknik pengumpulan data yang digunakan adalah kuisioner. Metode analisa data yang di gunakan yaitu paired t test dengan menggunakan SPSS. Hasil penelitian membuktikan sebelum pendidikan kesehatan lebih dari separuh (62,5%) anak memiliki pengetahuan cukup tentang pemilihan jajan dan sesudah pendidikan kesehatan lebih dari separuh (75,0%) anak memiliki pengetahuan baik tentang pemilihan jajan, sedangkan hasil paired t test membuktikan pendidikan kesehatan berpengaruh terhadap peningkatan pengetahuan dalam pemilihan jajan pada anak usia sekolah 7-9 tahun di SDN 02 Desa Ngantru Kecamatan Ngantang Kabupaten Malang dengan p-value = (0,000) < (0,050). Berdasarkan hasil dapat dipahami pendidikan kesehatan memberi peningkatan pengetahuan pada anak tentang pemilihan jajan sehingga menimbulkan perilaku sehat yang dapat meningkatkan derajat kesehatan anak.
HUBUNGAN ANTARA PENGETAHUAN DAN SIKAP DENGAN PERILAKU PENCEGAHAN PENULARAN HIV/AIDS PADA MAHASISWA FAKULTAS PERTANIAN UNIVERSITAS TRIBHUWANA TUNGGADEWI MALANG Asshela, Meity; Prastiwi, Swito; Putri, Ronasari Mahaji
Nursing News : Jurnal Ilmiah Keperawatan Vol 2, No 1 (2017)
Publisher : Fakultas Ilmu Kesehatan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (215.247 KB)

Abstract

Penelitian ini bertujuan mengetahui hubungan antara pengetahuan dan sikap dengan perilaku pencegahan penularan HIV/AIDS pada mahasiswa Fakultas Pertanian UNITRI Malang. Penelitian ini menggunakan cross sectional, populasi mahasiswa Fakultas Pertanian sebanyak 605 mahasiswa dengan sampel sebanyak 91 mahasiswa, dengan menggunakan Proporsional Stratified Random Sampling. Instrumen penelitian kuesioner, data yang terkumpul dianalisis menggunakan uji Spearman?s rho dan Regresi. Hasil penelitian menunjukkan sebanyak 80,2% mahasiswa pengetahuan baik, sebanyak 82,4% mahasiswa sikap sangat setuju dan sebanyak 76,9% mahasiswa perilaku baik. Berdasarkan hasil analisis Spearman?s rho diketahui ada hubungan antara pengetahuan dengan perilaku pencegahan penularan HIV/AIDS (pvalue 0,0018 < 0,05), ada hubungan antara sikap dengan perilaku pencegahan penularan HIV/AIDS (pvalue 0,021 < 0,05), dan berdasarkan hasil analisis Regresi diketahui ada hubungan antara pengetahuan dan sikap dengan perilaku pencegahan penularan HIV/AIDS (p-value 0,014 < 0,05). Mahasiswa yang memiliki perilaku kurang baik hendaknya meningkatkan pengetahuan dengan mengikuti seminar atau penyuluhan. Mahasiswa diharapkan meningkatkan kewaspadaan terhadap pencegahan penularan HIV/AIDS melalui pemberian informasi kepada teman sebaya. Direkomendasikan untuk peneliti selanjutnya dengan menambah faktor-faktor lain, seperti tingkat kecerdasan, tingkat emosional, sosial ekonomi dan kebudayaan, dan juga mempengaruhi pengetahuan, sikap dan perilaku pencegahan penularan HIV/AIDS dengan menyempurnakan instrumen penelitian. Kata kunci: Pengetahuan, Sikap, Perilaku Pencegahan Penularan HIV/AIDS.
POLA KOMUNIKASI ORANG TUA BERHUBUNGAN DENGAN KECANDUAN GAME ONLINE PADA ANAK USIA SEKOLAH DASAR (7-11 TAHUN) DI SDN LANDUNGSARI 1 KECAMATAN DAU KABUPATEN MALANG Ana, Hardiknas Rambu; Putri, Ronasari Mahaji; Dewi, Novita
Nursing News : Jurnal Ilmiah Keperawatan Vol 4, No 2 (2019): Nursing News : Jurnal Ilmiah Keperawatan (IN PRESS)
Publisher : Fakultas Ilmu Kesehatan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

"Pola komunikasi orang tua berperan penting dalam membentuk sikap dan perilaku anak, apabila pola komunikasi diberikan kurang bisa menyebabkan anak mencari hiburan lain seperti bermain game online sehingga dapat menyebabkan anak kecanduan game online. Tujuan penelitian yaitu untuk mengetahui hubungan pola komunikasi orang tua dengan kecanduan game online pada anak usia sekolah dasar (7-11 tahun) di SDN Landungsari 1 Kecamatan Dau Kabupaten Malang. Desain penelitian mengunakan desain korelatif dengan pendekatan cross sectional. Populasi penelitian sebanyak 35 orang anak usia sekolah dasar (7-11 tahun), dengan penentuan sampel menggunakan simple random sampling sehingga didapatkan sampel penelitian sebanyak 32 responden. Teknik pengumpulan data menggunakan instrumen berupa kuesioner pola komunikasi orang tua dan kecanduan game online. Metode analisis data yang di gunakan yaitu uji chi square. Hasil penelitian membuktikan sebagain besar (71,9%) atau 23 responden mendapatkan pola komunikasi orang tua kurang pada anak usia sekolah dasar (7-11 tahun) dan sebagian besar (59,4%) atau 19 responden mengalami kecanduan game online sedang pada anak usia sekolah dasar (7-11 tahun). Hasil uji chi square menunjukkan adanya hubungan pola komunikasi orang tua dengan kecanduan game online pada anak usia sekolah dasar (7-11 tahun) di SDN Landungsari 1 Kecamatan Dau Kabupaten Malang didapatkan p value = (0,000) < (0,05). Peneliti selanjutnya diharapkan sebaiknya melakukan observasi terhadap kebiasaan bermain game online anak dan memberikan pendidikan kesehatan kepada orang tua anak SD tentang dampak negatif game online sehingga orang tua bisa menyampaikan dampak negatif keanduan game online kepada anak sehingga anak bisa membatasi atau kontrol diri untuk bermain game online. Parental communication patterns play an important role in shaping the attitudes and behavior of children, if communication patterns are given less can cause children to find entertainment so addicted to online games. The purpose of this study was to determine the relationship of parents' communication patterns with online game addiction in elementary school age children (7-11 years) at SDN Landungsari 1, Dau District, Malang Regency. The study design used a correlative design with cross sectional approach. The study population was 35 children of primary school age (7-11 years), with the determination of the sample using simple random sampling in order to obtain a research sample of 32 respondents. Data collection techniques using instruments in the form of questionnaires parental communication patterns and online game addiction. The method used is the chi square test. The results of the study prove that the majority (71.9%) or 23 respondents received less parental communication patterns in elementary school age children (7-11 years) and the majority (59.4%) or 19 respondents experienced online gaming addiction in children elementary school age (7-11 years). Chi square test results showed a relationship between parents' communication patterns with online game addiction in elementary school age children (7-11 years) at SDN Landungsari 1, Dau District, Malang Regency, obtained p value = (0,000)
HUBUNGAN DUKUNGAN DAN PENGETAHUAN KELUARGA DENGAN TINGKAT KEPATUHAN BEROBAT PENDERITA TBC PARU DI PUSKESMAS MAUBESI KABUPATEN TIMOR TENGAH UTARA Nesi, Antonius; Subekti, Imam; Putri, Ronasari Mahaji
Nursing News : Jurnal Ilmiah Keperawatan Vol 2, No 2 (2017)
Publisher : Fakultas Ilmu Kesehatan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (275.935 KB)

Abstract

Strategi penanggulangan tuberculosis di Indonesia sejak tahun 1995 sudah dilakukan sangat baik dengan pengobatan yang memiliki efektifitas tinggi karena menggunakan strategi DOTS (Directly Observerd Treatmen Short-corse) dan terjangkau seluruh lapisan masyarakat karena biaya gratis, namun sampai saat ini masih sulit untuk dimusnahkan. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui hubungan dukungan dan pengetahuan keluarga dengan tingkat kepatuhan berobat penderita TB Paru di Puskesmas Maubesi Kabupaten Timor Tengah Utara. Metode penelitian ini adalah berupa penelitian korelatif. Teknik sampling menggunakan teknik ?non probability sampling? total sampling. Sampel sebanyak 30 responden. Pengujian penelitian menggunakan uji statistik spearman rank. Hasil uji statistik adalah dukungan keluarga baik (76,7%), pengetahuan keluarga baik (43,3%), tingkat kepatuhan penderita tuberculosis patuh (83,3%). Hasil analisis menunjukkan p-value (0,000) < 0,05 artinya ada hubungan dukungan dan pengetahuan keluarga dengan tingkat kepatuhan berobat. Beberapa saran yang dapat direkomendasikan kepada pihak-pihak antara lain, bagi Puskesmas agar pengelola program (perawat) atau tenaga kesehatan lain terutama bidan desa selalu aktif memberikan promosi kesehatan penyakit TB paru kepada PMO, pasien dan keluarganya, bagi penelitian selanjutnya perlu penelitian faktor-faktor lain yang mempengaruhi dukungan dan pengetahuan keluarga dengan kepatuhan berobat penderita tuberculosis paru. Kata Kunci : Dukungan dan pengetahuan keluarga, kepatuhan, tuberculosis paru.
KEJADIAN KARIES GIGI DAN STATUS GIZI DI LIHAT DARI STATUS EKONOMI KELUARGA DI SDN 02 DESA GADING KULON KECAMATAN DAU KABUPATEN MALANG Lew, Maria Tersita Loi; Putri, Ronasari Mahaji; Susmini, Susmini
Nursing News : Jurnal Ilmiah Keperawatan Vol 4, No 2 (2019): Nursing News : Jurnal Ilmiah Keperawatan (IN PRESS)
Publisher : Fakultas Ilmu Kesehatan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Status ekonomi keluarga yang rendah menjadi salah satu faktor pencetus terjadinya karies gigi dan status gizi anak. Tujuan dari penelitian adalah mengetahui hubungan status ekonomi keluarga dengan karies gigi dan status gizi anak di SDN 02 Gading Kulon Kecamatan Dau Kabupaten Malang. Desain penelitian ini menggunakan cross sectional. Populasi adalah semua anak di SDN SDN 02 Gading Kulon Kecamatan Dau Kabupaten Malang dengan sampel penelitian ini berjumlah 74 anak yang di ambil dengan teknik proporsional stratified random sampling. Instrumen penelitian karies gigi dan status gizi menggunakan lembar observasi dan instrumen status ekonomi keluarga menggunakan kuesioner. Analisa menggunakan fisher?s exact test. Hasil penelitian didapatkan keluarga dengan pendapatan dibawa UMK sebanyak 54,1%, anak yang mengalami karies gigi sebanyak 74,3%, dan yang mengalami gizi baik sebanyak 86,5%. Ada hubungan yang signifikan antara status ekonomi keluarga dengan karies gigi (p-value = 0,000 0,05 ). Dapat disimpulkan bahwa ada hubungan antara status ekonomi keluarga dengan karies gigi anak dan tidak terdapat hubungan antara status ekonomi keluarga dengan status gizi anak. Low family economic status is one of the triggers for dental caries and nutritional status. The purpose of the study was to determine the relationship of family economic status with dental caries and nutritional status of children at SDN 02 Gading Kulon, Dau District, Malang Regency. The design of this study was cross sectional. The population is all children in SDN 02 Gading Kulon, Dau District, Malang, with a sample of 74 children taken by proportional stratified random sampling technique. The dental caries research instrument and nutritional status used observation sheets and questionnaires to explore the economic status of the family. Analysis using fisher?s exact test.. The results showed that families with income brought by UMK were 54.1%, children with dental caries were 74.3%, and those with good nutrition were 86.5%. It can be concluded that there is a significant relationship between the economic status of the family and dental caries (p-value = 0,000 0.05). It can be concluded that there is a relationship between the economic status of the family and dental caries of the child and there is no relationship between the economic status of the family with the nutritional status of the child. Keywords : Income; Brushing teeth; Sweet Food; Nutrition; Health services.
HUBUNGAN GANGGUAN TIDUR DENGAN TINGKAT KESEGARAN JASMANI REMAJA PUTRI DI SMK KERTHA WISATA KELURAHAN TLOGOMAS KECAMATAN LOWOKWARU MALANG Egi, Ernilinda; Prastiwi, Swito; Putri, Ronasari Mahaji
Nursing News : Jurnal Ilmiah Keperawatan Vol 2, No 1 (2017)
Publisher : Fakultas Ilmu Kesehatan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (299.909 KB)

Abstract

Salah satu masalah yang dihadapi oleh usia remaja adalah rendahnya tingkat kesehatan. Pola tidur yang baik diperlukan untuk memberikan ketenangan dan memulihkan stamina, pemulihan fungsi otak dan tubuh, penyesuaian untuk mempertahankan kelangsungan hidup. Keadaan fisik yang sehat ditunjukkan salah satunya dengan tingkat kemampuan fungsional tubuh manusia yang dikenal sebagai kesegaran jasmani. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui hubungan pola tidur dengan tingkat kesegaran jasmani remaja putri di SMK Kertha Wisata Kelurahan Tlogomas Kecamatan Lowokwaru Malang. Desain penelitian deskriptif dengan pendekatan cross sectional, Populasi sebanyak 30, sampel 30 remaja diambil dengan teknik sampling yaitu total sampling. Pengumpulan data pola tidur menggunakan kuesioner PSQI, tingkat kesegaran jasmani diperoleh dengan pengukuran tes kesegaran jasmani, uji statistik yang digunakan yaitu uji korelasi Spearmen Rank dengan bantuan SPSS. Hasil penelitian ini diperoleh sebanyak 23% remaja putri memiliki gangguan tidur, sedangkan tingkat kesegaran jasmaninya sebanyak 67% adalah baik, dan yang lain adalah sedang 23%, kurang 3 10%. Pada analisa hasil uji statistik diperoleh, p-value = 0,00 sehingga dapat disimpulkan p-value = 0,00 < ? (0,05), maka H1 diterima, artinya ada hubungan yang signifikan antara pola tidur dengan tingkat kesegaran jasmani remaja putri. Diharapkan remaja selalu berupaya untuk melakukan pola hidup sehat cara mengatur pola tidur yang baik. Hal ini berkaitan dengan besarnya pengaruh gangguan tidur terhadap kesegaran jasmani. Kata kunci : Gangguan tidur, kesegaran jasmani.
PENGARUH PENDIDIKAN KESEHATAN TENTANG BAHAYA PENYAKIT ISPA TERHADAP PENGETAHUAN IBU BALITA ISPA DI PUSKESMAS POLOWIJEN KOTA MALANG Aliftio, Dian; Putri, Ronasari Mahaji; Lasri, Lasri
Nursing News : Jurnal Ilmiah Keperawatan Vol 4, No 2 (2019): Nursing News : Jurnal Ilmiah Keperawatan (IN PRESS)
Publisher : Fakultas Ilmu Kesehatan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Pengetahuan tentang ISPA penting untuk diketahui bagi Ibu Balita. Kurangnya pengetahuan ibu balita akan berdampak pada resiko terulangnya penyakit ISPA pada anak balita. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui adakah pengaruh pendidikan kesehatan terhadap pengetahuan ibu balita ISPA. Desain penelitian ini menggunakan quasy experiment. Populasi pada penelitian ini adalah ibu yang mempunyai balita ISPA dan usia 20-30 tahun yang diambil sebanyak 28 responden dengan teknik Simple random sampling, dan pengumpulan data menggunakan lembar kuesioner. Data dianalisis menggunakan Uji Marginal Homogeneity dengan ?=0,05. Hasil penelitian didapatkan pada kelompok perlakuan hampir seluruhnya pengetahuan responden tentang bahaya penyakit ISPA sebelum diberikan perlakuan dalam kategori cukup (85.7%) dan sebagian besar pengetahuan responden setelah diberikan perlakuan mengalami peningkatan yaitu kategori baik (64.2%), pada kelompok kontrol sebagian besar pengetahuan responden tentang bahaya penyakit ISPA dalam kategori cukup (78.5) dan hampir seluruhnya mengalami peningkatan dalam kategaori cukup (85.7%). Hasil analisis statistik menunjukkan ada pengaruh pendidikan kesehatan tentang bahaya penyakit ISPA terhadap pengetahuan ibu balita ISPA (p= 0.000). Pendidikan kesehatan tentang bahaya penyakit ISPA penting diberikan kepada Ibu Balita ISPA untuk mencegah terjadinya ISPA pada anak balita. Knowledge about ISPA is important for toddlers to know. Lack of knowledge of toddler mothers will have an impact on the risk of recurrence of ISPA in children under five. The purpose of this study was to determine whether there is an effect of health education on the knowledge of ISPA mothers. This research design uses quasy experiment. The population in this study were mothers who had ISPA toddlers and aged 20-30 years taken as many as 28 respondents with Simple random sampling technique, and data collection using questionnaire sheets. Data were analyzed using the Marginal Homogeneity Test with ? = 0.05. The results obtained in the treatment group is almost entirely the knowledge of respondents about the dangers of ISPA before being treated in the sufficient category (85.7%) and the majority of respondents 'knowledge after being given treatment has increased that is good category (64.2%), in the control group most of the respondents' knowledge about the danger of ISPA in the category of moderate (78.5) and almost all experienced an increase in the category of adequate (85.7%). The results of statistical analysis showed that there was an effect of health education about the danger of ISPA on the knowledge of ISPA mothers under five (p = 0,000). Health education about the danger of ISPA is important given to mothers of ISPA in order to prevent ISPA in children under five. Keywords: Danger of ISPA Disease; Health Education; Age ; Education; knowledge;