Syarifuddin, Muhamad
Unknown Affiliation

Published : 2 Documents
Articles

Found 2 Documents
Search

ANALISIS RISIKO KESEHATAN AKIBAT PAJANAN TIMBAL (Pb) DALAM BIOTA LAUT PADA MASYARAKAT SEKITAR TELUK KENDARI Syarifuddin, Muhamad
Berita Kedokteran Masyarakat (BKM) Vol 33, No 10 (2017)
Publisher : Fakultas Kedokteran Universitas Gadjah Mada

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22146/bkm.25084

Abstract

ABSTRAKLatar Belakang: Keadaan Teluk Kendari telah mengandung logam berat timbal (Pb) pada air dan sedimen yang cukup tinggi sehingga dapat terakumulasi dalam biota laut berupa ikan dan kerang. Masyarakat di sekitar perairan Teluk Kendari sering mengkonsumsi ikan dan kerang yang berasal dari Teluk Kendari. Mereka sangat berisiko untuk terpapar logam timbal dari ikan dan kerang yang dikonsumsi.Tujuan: Untuk mengetahui tingkat risiko gangguan kesehatan akibat pajanan logam timbal pada ikan dan kerang yang dikonsumsi oleh masyarakat sekitar Teluk Kendari. Metode: Penelitian ini adalah penelitian observasional analitik menggunakan desain cross sectional dengan penggabungan pendekatan Analisis Risiko Kesehatan Lingkungan (ARKL) dan Epidemiologi Kesehatan Lingkungan (EKL). Populasi dalam penelitian ini yaitu masyarakat yang bermukim di sekitar pesisir Teluk Kendari dengan pengambilan sampel yang memenuhi kriteria secara proporsional sampling sehingga diperoleh jumlah sampel sebanyak 110 responden. Biota laut dalam penelitain ini adalah ikan dan kerang yang berasal dari Teluk Kendari dengan jumlah sampel ikan sebanyak 30 sampel dari 3 jenis ikan yang paling banyak dikonsumsi dan sampel kerang diambil dari 6 tambak di Teluk Kendari. Pengukuran kadar timbal ikan dan kerang dilakukan dengan metode Atomic Absorption Spectrometry (AAS).Hasil: Hasil penelitian menunjukkan konsentrasi timbal dalam ikan berkisar antara 0,0027-0,0095 mg/l. Rata-rata intake ikan 0,0051 mg/kg/hari sedangkan untuk kerang 0,016 mg/kg/hari dan rata-rata besar risiko yang mengkonsumsi ikan adalah 1,29 sedangkan untuk kerang adalah 4,03. Variabel yang memiliki hubungan yang bermakna dengan tingkat risiko konsumsi ikan dan kerang adalah variabel konsentrasi timbal dalam ikan, laju asupan kerang, frekuensi pajanan ikan dan kerang, durasi pajanan ikan dan kerang dan jumlah asupan (intake) ikan dan kerang sedangkan yang tidak memiliki hubungan yang bermakna dengan tingkat risiko konsumsi ikan dan kerang adalah variabel konsentrasi timbal dalam kerang, laju asupan ikan dan berat badan.Kesimpulan: Masyarakat sekitar Teluk Kendari mempunyai risiko akan gangguan kesehatan (RQ>1) akibat pajanan timbal sehingga perlu dikendalikan.Kata Kunci : Analisis Risiko Kesehatan Lingkungan, Timbal (Pb), Ikan, Kerang, Teluk Kendari
Analisis risiko kesehatan akibat pajanan timbal (Pb) dalam biota laut pada masyarakat sekitar teluk Kendari Syarifuddin, Muhamad; Sarto, Sarto
Berita Kedokteran Masyarakat (BKM) Vol 34, No 4 (2018)
Publisher : Fakultas Kedokteran Universitas Gadjah Mada

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22146/bkm.28192

Abstract

Tujuan: Untuk mengetahui tingkat risiko gangguan kesehatan akibat pajanan logam timbal pada ikan dan kerang yang dikonsumsi oleh masyarakat sekitar Teluk Kendari. Metode: Penelitian ini adalah penelitian observasional analitik menggunakan desain cross sectional dengan penggabungan pendekatan Analisis Risiko Kesehatan Lingkungan (ARKL) dan Epidemiologi Kesehatan Lingkungan (EKL). Populasi dalam penelitian ini yaitu masyarakat yang bermukim di sekitar pesisir Teluk Kendari dengan pengambilan sampel yang memenuhi kriteria secara proporsional sampling sehingga diperoleh jumlah sampel sebanyak 110 responden. Biota laut dalam penelitain ini adalah ikan dan kerang yang berasal dari Teluk Kendari dengan jumlah sampel ikan sebanyak 30 sampel dari 3 jenis ikan yang paling banyak dikonsumsi, dan sampel kerang diambil dari 6 tambak di Teluk Kendari. Pengukuran kadar timbal ikan dan kerang dilakukan dengan metode Atomic Absorption Spectrometry (AAS).Hasil: Hasil penelitian menunjukkan bahwa kadar timbal dalam ikan dan kerang adalah 0,0027-0,0095 mg/kg dan 0,1026-0,1097 mg/kg sedangkan jumlah laju asupan (intake) ikan dan kerang adalah 0,0051 mg/kg/hari dan 0,016 mg/kg/hari. Variabel kadar timbal dalam ikan dan kerang, laju asupan, frekuensi pajanan, durasi pajanan, berat badan dan jumlah asupan (intake) digunakan untuk mengetahui tingkat risiko. Tingkat risiko kesehatan akibat mengkonsumsi ikan adalah 1,29 sedangkan untuk kerang sebesar 4,03. Variabel yang memiliki hubungan yang bermakna dengan tingkat risiko konsumsi ikan dan kerang adalah variabel kadar timbal dalam ikan, laju asupan kerang, frekuensi pajanan ikan dan kerang, durasi pajanan ikan dan kerang dan jumlah asupan (intake) ikan dan kerang sedangkan yang tidak memiliki hubungan yang bermakna dengan tingkat risiko konsumsi ikan dan kerang adalah variabel kadar timbal dalam kerang, laju asupan ikan dan berat badan.Simpulan: Masyarakat sekitar Teluk Kendari mempunyai risiko akan gangguan kesehatan (RQ>1) akibat pajanan timbal sehingga perlu dikendalika