Rachman, Nadya Megawati
Unknown Affiliation

Published : 1 Documents
Articles

Found 1 Documents
Search

BIAYA TRANSAKSI DAN NILAI TAMBAH PADA RANTAI PASOK DAGING SAPI DI KOTA BOGOR Rachman, Nadya Megawati; Cahyadi, Eko Ruddy; Hardjomidjojo, Hartrisari
Jurnal Manajemen & Agribisnis Vol. 14 No. 1 (2017): JMA Vol. 14 No. 1, Maret 2017
Publisher : School of Business, Bogor Agricultural University (SB-IPB)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.17358/jma.14.1.22

Abstract

The objectives of this study are to map the distribution network of beef supply chain in Bogor city and analyze the transaction cost, value added and marketing efficiency in the marketing channel of beef supply chain in Bogor city. Value stream mapping (VSM) was used to analyze the distribution channel of beef supply chain. Hayami method was used to analyze transaction cost, value added and marketing efficiency. The result shows that there are 9 alternative distribution channels of beef marketing in Bogor city. The biggest value added gained by PBDS I (22.24%) is from slaughtering activities. Transaction cost in supply chain process is only 3?5 % the total costs. The dominating cost is the cost to buy beef supply (60%), and the most efficient and profitable channel is channel 7 (Feedloter ? PBDS I ? Consumer) with the marketing efficiency score of 0.80%. Therefore, the butchers in Bogor city are recommended to choose channel 7 for its highest benefit and efficient channel. Keywords: beef, supply chain, transaction cost, value added, hayami methodAbstrakTujuan dari penelitian ini adalah memetakan jaringan distribusi rantai pasok daging sapi di Kota Bogor dan menganalisis biaya transaksi, nilai tambah dan tingkat efisiensi pemasaran dari saluran pemasaran daging sapi di Kota Bogor. Value stream mapping (VSM) digunakan untuk memetakan jaringan distribusi daging sapiĀ  dan metode hayami digunakan untuk menganalisis biaya transaksi, nilai tambah dan efisiensi pemasaran. Berdasarkan hasil pemetaan jaringan distribusi rantai pasok daging sapi dengan menggunakan VSM terdapat sembilan alternatif saluran distribusi pemasaran daging sapi di Kota Bogor. Nilai tambah terbesar diperoleh dari hasil pemotongan sapi hidup menjadi karkas yang didapatkan oleh PBDS I (22,24%). Biaya transaksi dalam proses pasokan jaringan distribusi hanya berkisar 3?5% dari total biaya yang dikeluarkan. Biaya yang mendominasi adalah biaya dalam membeli pasokan daging sapi yang mencapai 60%. Saluran pemasaran daging sapi yang paling efisien dan menguntungkan adalah saluran 7 (Feedloter ? PBDS I ? Konsumen) dengan skor efisiensi pemasaran sebesar 0,80%. Oleh karena itu, pedagang daging sapi Kota Bogor disarankan untuk memilih saluran 7 untuk mendapatkan keuntungan yang paling tinggi dan paling efisien. Kata kunci: daging sapi, rantai pasok, biaya transaksi, nilai tambah, metode hayami