Articles

Found 4 Documents
Search

CASE BASED REASONING UNTUK MENDIAGNOSA PENYAKIT DAN HAMA PADA TANAMAN MANGGA MENGGUNAKAN ALGORITMA SIMILARITAS SORGENFREI Setiawan, Anton; Wibisono, Setyawan
Dinamik Vol 23 No 1 (2018)
Publisher : Universitas Stikubank

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (584.138 KB) | DOI: 10.35315/dinamik.v23i1.7172

Abstract

Untuk mendapatkan suatu informasi tentang bagaimana mendiagnosa penyakit dan hama pada tanaman mangga secara digital maka dibutuhkan suatu aplikasi dalam bentuk sistem pakar yang dapat mewakili seorang pakar yang ahli di bidangnya untuk memberikan solusi terhadap permasalahan tanaman mangga. Case Based Reasoning untuk mendiagnosa penyakit dan hama tanaman mangga menggunakan algoritma similaritas Sorgenfrei adalah sebuah sistem pakar yang dapat sebagai alat bantu untuk melakukan konsultasi tentang penyakit dan hama tanaman mangga. Untuk mengimplementasikan Case Based Reasoning diperlukan empat tahapan proses yaitu retrieve, reuse, revise, dan retain. Sistem yang telah memberikan hasil dari perhitungan dengan nilai paling tinggi yang akan dijadikan solusi penyakit dan hama tanaman mangga. Pada proses revise, sistem akan meninjau kembali hasil perhitungan penyakit tanaman mangga. Jika hasil tersebut kurang atau sama dengan 20 persen, maka sistem tidak akan memberikan solusi penyakit tanaman mangga, dikarenakan informasi berupa penyakit yang tidak memenuhi syarat akan masuk ke dalam tabel revise yang selanjutnya akan diperbaiki kembali oleh pakar untuk menemukan solusi yang tepat. Setelah proses revise selesai dan sudah ditemukan solusi yang benar-benar tepat barulah pakar mulai menambah aturan dengan memasukan data kasus baru yang sudah ditemukan solusinya proses inilah yang dinamakan dengan proses retain.
PENGEMBANGAN TEKNOLOGI MICROWAVE ASSITED EXTRACTION (MAE) SEBAGAI ALTERNATIF PENINGKATAN KADAR ZINGIBEREN GINGER OIL DARI LIMBAH AMPAS JAHE INDUSTRI JAMU Setiawan, Anton; Tawanta B, Selvina; Dwi N, Retno; Indra P, Surya; Handayani, Dwi
CENDEKIA EKSAKTA Vol 1, No 2 (2016)
Publisher : Universitas Wahid Hasyim

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.3194/ce.v1i2.1716

Abstract

Penelitian tentang ?Pengembangan Teknologi Microwave Assited Extraction (MAE) Sebagai Alternatif Peningkatan Kadar Zingiberen Ginger Oil Dari Limbah Ampas Jahe Industri Jamu? telah dilakukan. Variabel proses yang diamati adalah pengaruh volume pelarut, suhu, dan waktu terhadap banyaknya rendemen yang dihasilkan. Proses distilasi dilakukan menggunakan pemanas microwave. Minyak jahe yang diperoleh berupa cairan berwarna kuning terang dengan aroma jahe yang khas. Untuk rendemen tertinggi yaitu 1,418% diperoleh dengan variabeljumlah pelarut 1,2 liter, waktu distilasi 55 menit, dan suhu operasi 100 oC. Dari grafik, variabel yang berpengaruh terhadap rendemen adalah suhu dan waktu operasi serta untuk variable yang berpengaruh terhadap kadar zingiberen adalah waktu dan suhu operasi.Hasil analisis dengan kromatografi gas menunjukkan komponen dengan kadar zingiberen dalam minyak jahe hasil distilasi dengan pemanas microwave sebesar 43,16% diperoleh dengan jumlah pelarut 1 liter, waktu distilasi 115 menit, suhu operasi 80 oC dan jumlah pelarut 1,2 liter, waktu distilasi 115 menit, suhu operasi 80 oC. Hasil analisa beberapa parameter terhadap produk menunjukkan minyak jahe sudah memenuhi spesifikasi menurut Standar Nasional Indonesia (SNI) Nomor 06-1312-1998 dan Standar Internasional ISO 7355.Kata kunci: distilasi, minyak jahe, gelombang mikro, rendemen, zingiberen
“BIOFLOKULASI SISTEM” TEKNOLOGI BUDIDAYA LELE TEBAR PADAT TINGGI DENGAN KAPASITAS 1M3/750 EKOR DENGAN FLOCK FORMING BACTERIA Setiawan, Anton; Ariqoh, Rizky; Tivani, Pratiwi; Pipih, Laras; Pudjiastuti, Isti
Jurnal Inovasi Teknik Kimia Vol 1, No 1 (2016)
Publisher : Fakultas Teknik Universitas Wahid Hasyim

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31942/inteka.v1i1.1644

Abstract

Teknologi bioflokulasi merupakan salah satu teknologi yang saat ini sedang dikembangkan dalam akuakultur yang bertujuan untuk memperbaiki kualilas air dan meningkatkan efisiensi pemanfaatan nutrisi. Tujuan penelitian ini adalah membandingkan pertumbuhan ikan lele yang dipelihara menggunakan sistem bioflok dan sistem konvensional. Teknologi bioflock dilakukan penambahan probiotik mandiri berisi flock foarming bacteria diawali dengan mencampurkan beberapa bahan seperti ragi roti (fermipan), yakult, soda kue, pupuk ZA, Urea, Ragi Tempe, dan Air dalam 8 liter Galon lalu disimpan selama 1 minggu agar terjadi fermentasi secara sempurna kondisi galon di tutup rapat dalam kondisi anaerob. Sampel penelitian yang digunakan adalah 750 bibit ikan ukuran 4-6 cm, yang dipelihara selama 0 hari dan 25 hari. Parameter pertumbuhan yang diamati adalah panjang dan berat ikan. Parameter lingkungan yang diamati adalah suhu air dan udara, karbondioksida terlarut, oksigen terlarut, dan pH. Hasil penelitian menunjukkan bahwa ada perbedaan peningkatan panjang dan berat tubuh benih lele pada kedua media budidaya. Dengan teknologi bioflok, peningkatan berat yang dialami yaitu 5,794±0,03 gram dan peningkatan panjang 4,6±0,1 cm sedangkan dengan sistem konvensional, peningkatan berat mencapai 4,051±0,02 gram dan peningkatan panjang 3±0,4 cm Meskipun peningkatan pertumbuhan tidak terlalu tinggi, namun cukup memberikan gambaran bahwa benih lele yang dipelihara dengan aplikasi bioflok mengalami pertumbuhan yang lebih baik. Hal ini mengindikasikan bahwa pakan yang diberikan dan media pemeliharaannya mampu mendukung pertumbuhan benih lele. Media pemeliharaan yang mengaplikasikan teknik bioflok menunjukkan kondisi yang lebih baik dan relatif ideal untuk budidaya ikan lele. Hal ini juga diperkuat dengan relatif rendahnya tingkat kematian benih selama pemeliharaan. Dapat disimpulkan bahwa penerapan teknologi bioflok memberikan pengaruh yang lebih baik terhadap peningkatan pertumbuhan dan perkembangan ikan lele. Kata kunci: Bioflokulasi System, Flock Forming Bacteria, Lele, Tebar Padat Tinggi.
KETERLIBATAN SISWA DALAM KELAS BAHASA INGGRIS MELALUI PENGAJARAN KREATIF Setiawan, Anton; Munir, Ahmad; Suhartono, Suhartono
Jurnal Education and Development Vol 7 No 3 (2019): Vol. 7 No. 3 Agustus 2019
Publisher : Institut Pendidikan Tapanuli Selatan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian ini berdasar pada fenomena yang dibuktikan dengan studi awal melalui kuesioner terhadap siswa di 5 sekolah di Surabaya Barat dan Utara yang menunjukkan bahwa kurangnya minat dan keterlibatan perilaku siswa kota Surabaya dalam pembelajaran bahasa Inggris di kelas. Sebanyak 64% siswa menganggap pelajaran agama lebih penting daripada bahasa Inggris. Selain itu 54% siswa menganggap bahasa Inggris merupakan pelajaran yang sulit karena banyak kosakata yang tidak mereka ketahui. Ironisnya, mereka tidak didukung oleh peran serta orang tua tentang pentingnya bahasa Inggris. Sebanyak 88% tidak mengikuti pelajaran tambahan bahasa Inggris di luar sekolah. Penelitian ini menggunakan desain kualitatif untuk mengetahui bagaimana keterlibatan perilaku siswa pada saat guru mengajar dengan metode mengajar kreatif. Subyek dari penelitian ini adalah 40 siswa dari 1 sekolah di Surabaya. Pengamatan dan rekaman video digunakan untuk mengumpulkan data. Hasil yang signifikan dari penelitian ini adalah 90% siswa terlibat aktif, 5% siswa terlibat pasif dan 5% siswa tidak terlibat dalam pengajaran kreatif. Berdasarkan hasil penelitian ini, dapat disimpulkan bahwa minat dan keterlibatan perilaku siswa dalam pembelajaran bahasa Inggris dapat ditingkatkan dengan melalui mengajar kreatif.