MARSON, JONT
POLTEKKES KEMENKES PALEMBANG

Published : 5 Documents
Articles

Found 5 Documents
Search

PERBEDAAN KADAR KALSIUM, KARBOHIDRAT, PROTEIN, LEMAK, AIR DAN ABU PADA PEMPEK DITAMBAHKAN TEPUNG TULANG IKAN GABUS DAN DAYA TERIMANYA MARSON, JONT; WIJAYANTI, RIANI
JPP JURNAL KESEHATAN POLTEKKES PALEMBANG Vol 10 No 1 (2015): JPP Jurnal Kesehatan Poltekkes Palembang
Publisher : POLTEKKES KEMENKES PALEMBANG

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Provinsi Sumatera Selatan menduduki peringkat pertama risiko osteoporosis, Pemanfaatan limbah tulang ikan gabus sebagai sumber kalsium pada pembuatan pempek merupakan salah satu alternatif dalam rangkamenyediakan sumber pangan kaya kalsium.Konsumsi zat kalsium masyarakat Indonesia masih sangat minim yakni 240 mg sehari, kadar konsumsi tersebut di bawah batas ideal konsumsi kalsium manusia yang ditetapkan oleh Widyakarya pang an dan Gizi LIP I (1998), yaitu 5 00 - 800 mg untuk orang dewasa.Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh penambahan tepung tulang ikan gabus pada pembuatan pempek terhadap kandungan kalsium, karbohidrat, protein, lemak, kadar abu, dan kadar air,  serta daya terimanya pada pemanambahan tepung tulang sebanyak 5 g, 10 g, 15 g dengan bahan baku sagu dan 5 g, 1 Og, 15 g dengan bahan baku tapioka. Penelitian ini menggunakan metode Rancangan Acak Lengkap dengan menggunakan 6 perlakuan dan 3 kali pengulangan. Pengamatan mutu secara organoleptik diperoleh dari uji daya terima yang menggunakan form uji kesukaan ( hedonic scale) yang meliputi, aroma, rasa, warna, dan tekstur dan hasil analisa laboratorium.Hasil penelitian menunjukkan ada pengaruh penambahan tepung tulang ikan gabus terhadap kadar kalsium, karbohidrat, serta kadar abu dan penilaian organoleptik ( rasa, tekstur, aroma, dan warna) pempek tepung tulang ikan gabus.Kesimpulan yang diperoleh dari penelitian ini adalah dengan mengkonsumsi 10 buah pempek ukuran pempek adaan ( 20 g/bh) dari bahan baku tapioka yang ditambahkan 15 g tepung tulang ikan dapat mencukupi kebutuhan kalsium per hari untuk orang dewasa dan bahan baku saguyang ditambahkan 15 g tepung tulang ikan gabus telah disukai oleh pane/is dari aspek rasa, warna, aroma, dan tekstur. Diharapkan penelitian ini dapat menjadi peluang bisnis dalam pembuatan tepung tulang ikan gabus secara komersil serta pengembangan pempek tepung tulang ikan gabus dalam jumlah besar. Untuk mendukung penelitian ini perlu dilakukan penelitian lebih lanjut tentang uji kimia secara lengkap dan nilai gizi dari produk tersebut.
Efek Isoflavon Kedelai (Glycine Max) Terhadap Kadar Testosteron Dan Berat Vesikula Seminalis Tikus Jantan Sprague Dawley Marson, Jont
JPP JURNAL KESEHATAN POLTEKKES PALEMBANG Vol 2 No 14 (2014): JPP Jurnal Kesehatan Poltekkes Palembang
Publisher : POLTEKKES KEMENKES PALEMBANG

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (130.053 KB)

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh isoflavon terhadap kadar hormon testosteron dan  berat vesikula seminalis pada tikus jantan Sprague dawley. Studi eksperimental in vivo ini menggunakan rancangan post-test only group design. Sampel terdiri dari 24 ekor tikus yang dibagi ke dalam 4 kelompok yaitu kelompok 1 (kontrol), kelompok 2, 3 dan kelompok 4. Kelompok perlakuan diberikan isoflavon dengan dosis masing-masing 2,52 mg, 3,78mg dan 5,04mg diberikan peroral selama 48 hari. Kemudian tikus diambil darah dan vesikula seminalisnya. Dilanjutkan dengan pengukuran kadar hormone testosterone dan berat vesikula seminalis. Analisa dilakukan dengan One Way ANOVA dan dilanjutkan dengan uji Multiple Comparison jenis Bonferroni. Semua analisa menggunakan SPSS versi 16. Hasil penelitian menunjukkan bahwa dari hasil uji Post Hoc Bonferroni antara kontrol negatif dan kelompok 2 dosis isoflavon 2,52 mg dengan nilai p=0,631 untuk kadar testosteron dan p=0,873 untuk berat vesikula seminalis berarti pada dosis ini belum menunjukkan penurunan kadar hormon testosteron dan berat vesikula seminalis. Antara kontrol negatif dan kelompok 3 dosis isoflavon dengan nilai p=0,01 untuk kadar testosteron dan p0,05 untuk berat vesikula seminalis berarti telah menunjukkan penurunan yang signifikan. Disimpulkan bahwa terdapat pengaruh pemberian isoflavon kedelai terhadap kadar hormon testosteron dan berat vesikula seminalis tikus putih jantan (Rattus norvegicus).
Pengaruh Konseling Gizi Pada Ibu Batita Gizi Kurang Terhadap Perubahan Status Gizi Batita Di Wilayah Kerja Puskesmas Dempo Kecamatan Ilir Timur I Kota Palembang Tahun 2012 Yusuf, M; Marson, Jont; Dewi, Rossiana
JPP JURNAL KESEHATAN POLTEKKES PALEMBANG Vol 2 No 14 (2014): JPP Jurnal Kesehatan Poltekkes Palembang
Publisher : POLTEKKES KEMENKES PALEMBANG

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (63.836 KB)

Abstract

Tingkat pendidikan penduduk dan pengetahuan serta kesadaran masyarakat dibidang kesehatan yang relatif rendah diduga merupakan penyebab utama timbulnya masalah gizi. Salah satu langkah yang dapat dilakukan untuk membantu permasalahan gizi adalah melalui konsdeling gizi (Depkes, 2000). Tujuan penelitian ini diketahuinya Pengaruh Konseling Gizi pada Ibu batita gizi kurang Terhadap Perubahan Status Gizi Anak Batita Metode penelitian adalah kuasi eksprimen  dengan pre test dan post test dengan kontrol. Konseling dilakukan satu kali seminggu selama enam minggu. Hasil uji statistik univariat menunjukkan bahwa pengetahuan ibu batita kelompok eksprimen, sebelum intervensi konseling gizi, sebesar 30 % baik kemudian meningkat menjadi 70 % setelah dilakukan intervensi konseling gizi. Sebaliknya kelompok kontrol 60 % baik  menjadi 50 % baik. Hasil penelitian tentang sikap, sebelum intervensi kelompok eksprimen, 40% menyatakan baik menjadi 30 % . Pada sikap ibu batita kelompok kontrol pada saat pre test  60 % menyatakan baik menjadi 70% .  Hasil uji bivariat (uji T) kelompok eksprimen menunjukkan bahwa ada perubahan pengetahuan ibu batita secara signifikan dengan = 0,00227108. Sedangkan pada kontrol tidak ada perubahan pengetahuan ibu dengan = 0,823857. Tidak ada perubahan sikap ibu batita sebelum dan sesudah konseling gizi pada kelompok eksprimen dengan = 0,068. Begitu juga, dengan kelompok kontrol tidak ada perubahan sikap ibu dengan = 0,49610156  Secara statistik ada pengaruh konseling gizi pada ibu batita terhadap perubahan status gizi batita yang sangat bermakna dsengan < 0. Disarankan untuk meningkat status gizi perlu dilakukan konseling gizi.
Perbedaan Kadar Kalsium, Karbohidrat, Protein, Lemak, Air dan Abu pada Pempek yang DItambahkan Tepung Tulang Ikan Gabus dan Daya Terimanya Marson, Jont; Wijayanti, Riani
JPP JURNAL KESEHATAN POLTEKKES PALEMBANG Vol 10 No 1 (2015): JPP Jurnal Kesehatan Poltekkes Palembang
Publisher : POLTEKKES KEMENKES PALEMBANG

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Provinsi Sumatera Selatan menduduki peringkat pertama  risiko osteoporosis, Pemanfaatan  limbah tulang  ikan gabus  sebagai sumber  kalsium pada pembuatan  pempek merupakan  salah satu alternatif dalam  rangkamenyediakan   sumber pangan  kaya kalsium.Konsumsi  zat kalsium  masyarakat  Indonesia masih sangat minim yakni 240 mg sehari, kadar konsumsi tersebut  di bawah batas ideal konsumsi kalsium manusia yang ditetapkan oleh Widyakarya pangan dan Gizi LIP I (1998), yaitu 500 - 800 mg untuk orang dewasa.Penelitian   ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh penambahan  tepung tulang ikan gabus pada pembuatan pempek terhadap kandungan kalsium, karbohidrat, protein,  lemak, kadar abu, dan kadar air, serta daya terimanya pada pemanambahan tepung tulang sebanyak 5 g, 10 g, 15 g dengan bahan baku sagu dan 5 g, 1 Og,  15 g dengan  bahan baku tapioka. Penelitian  ini menggunakan  metode Rancangan  Acak Lengkap   dengan   menggunakan   6 perlakuan   dan  3  kali pengulangan.   Pengamatan  mutu  secara organoleptik   diperoleh dari uji daya terima yang menggunakan form  uji kesukaan ( hedonic scale) yang meliputi, aroma, rasa, warna, dan tekstur dan hasil analisa laboratorium.Hasil  penelitian  menunjukkan ada pengaruh penambahan  tepung tulang ikan gabus terhadap kadar kalsium, karbohidrat,  serta kadar abu  dan  penilaian  organoleptik   (  rasa,  tekstur,  aroma,  dan warna)  pempek  tepung   tulang  ikan gabus.Kesimpulan  yang  diperoleh  dari penelitian    ini adalah  dengan  mengkonsumsi  10 buah pempek ukuran pempek adaan ( 20 g/bh) dari bahan baku tapioka yang ditambahkan 15 g tepung tulang ikan dapat mencukupi kebutuhan kalsium per hari untuk orang dewasa dan bahan baku saguyang ditambahkan  15 g tepung  tulang  ikan  gabus  telah disukai  oleh pane/is   dari  aspek  rasa,  warna,  aroma,  dan tekstur. Diharapkan  penelitian   ini dapat  menjadi peluang bisnis  dalam pembuatan   tepung  tulang  ikan gabus secara komersil  serta pengembangan   pempek tepung  tulang  ikan gabus  dalam jumlah besar. Untuk mendukung penelitian  ini perlu  dilakukan penelitian    lebih lanjut tentang uji kimia secara lengkap dan nilai gizi dari produk tersebut.
Analis Prilaku Anak Dalam Memilih Makanan Jajanan Di SD Kecamatan Sukarame Palembang Mardiana, Mardiana; Marson, Jont; Terati, Terati
JPP JURNAL KESEHATAN POLTEKKES PALEMBANG Vol 11 No 1 (2016): JPP Jurnal Kesehatan Poltekkes Palembang
Publisher : POLTEKKES KEMENKES PALEMBANG

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (159.708 KB)

Abstract

Makanan Jajanan (FAO) didefenisikan sebagai makanan dan minuman yang dipersiapkan dan dijual oleh pedagang kaki lima di jalanan dan di tempat-tempat keramaian umum   yang langsung dapat dimakan atau dikonsumsi tanpa pengolahan atau persiapan lebih lanjut. Makanan jajanan sudah menjadi bagian tidak terpisahkan dari kehidupan masyarakat, baik di perkotaan maupun di perdesaan. Konsumsi akan makanan jajanan di masyarakat terus meningkat mengingat makin terbatasnya waktu anggota keluarga untuk mengolah makanan sendiri (Winarno, 2002 dalam saputra, 2012). Berdasarkan survei awal, terlihat banyak siswa yang membeli makanan jajanan ketika jam istirahat maupun pulang sekolah baik di kantin maupun di luar pagar sekolah. Tujuan penelitian untuk mengetahui perilaku anak dalam memilih makanan jajanan di 3 SD Kec. Sukarame Palembang Tahun 2015, Jenis penelitian bersifat survey analitik dengan pendekatan crossectional, sampel adalah siswa dan siswi kelas V (lima) berjumlah 79 orang. Pengambilan  sampel  menggunakan  tehnik  Proportional Stratified Random Sampling dan Sistematik Random Sampling. Data dianalisis secara Univariat dan Bivariat menggunakan uji Chy Square. Hasil penelitian menujukkan pengetahuan anak tentang pemilihan makanan jajanan sebagian besar baik yaitu 75,95%, Sikap anak sebagian besar mendukung yaitu 64,56% dan Perilaku anak sebagian besar baik 69,62%. Hasil analisis bivariat ada hubungan Pengetahuan dan Sikap mengenai pemilihan makanan jajanan dengan Perilaku anak memilih makanan (p value 0,001 dan 0,000). Disarankan agar pihak sekolah selalu memantau penjual makanan baik di dalam maupun di luar pagar sekolah untuk menyediakan makanan yang sehat dan bersih serta aman dikonsumsi anak sekolah.