This Author published in this journals
All Journal Fakultas Pertanian
Dalin, Yulianus
Universitas Tribhuwana Tunggadewi

Published : 1 Documents
Articles

Found 1 Documents
Search

ANALISA USAHA PEMBUATAN MIE KERING DARI PROPORSI TEPUNG TERIGU DAN TEPUNG KELADI TERMODIFIKASI DENGAN PENAMBAHAN LESITIN Dalin, Yulianus; Santosa, Budi; Rahmawati, Atina
Fakultas Pertanian Vol 4, No 1 (2016)
Publisher : Universitas Tribhuwana Tunggadewi

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

This study aims to analyze the business of making dried noodles with the proportion of flour and modified taro flour and the addition of lecithin. Analysis was carried out on the best treatment. This study used two treatments, namely the perporion of flour consisting of 5 levels of 90% and 10%, 80% and 20%, 70% and 30%, 60% and 40%, 50% and 50% and the addition of lecithin consisting of 2 levels, namely 0 , 3% and 0.5%. The best treatment is determined by calculating the yield value (NH). Business analysis is calculated based on HPP, BEP and RCR. The results showed the highest yield value (NH) was found in the proportion of 50% wheat flour and 50% modified taro flour and the addition of 0.5% lecithin so that the treatment used as a benchmark for business analysis. Calculation of business analysis in making dry noodles needed in 1 year is Rp. 13,190,000, with a production capacity of 1 year which is equal to 30,000 packs, the depreciation is Rp. 554,333.33, then HPP can be obtained in the amount of Rp. 2,492.38, The net selling price per day is Rp. 3,115.48, By determining a profit of 25%. Net profit per day is Rp.62,310, BEP The unit obtained is Rp.12,753.33, BEP The price obtained is Rp.37,685,714.29 and RCR = 1.25 which means that the dry noodle business is profitable and feasible because RCR> 1. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisa usaha pembuatan mie kering dengan proporsi tepung terigu dan tepung keladi termodifikasi serta penambahan lesitin. Penelitian ini menggunakan dua perlakuan yaitu perporsi tepung yang terdiri 5 level 90% dan 10%, 80% dan 20%, 70% dan 30%, 60% dan 40%, 50% dan 50% serta penambahan lesitin yang terdiri 2 level yaitu 0,3% dan 0.5% . Perlakuan terbaik ditentukan dengan menghitung nilai hasil (NH). Analisa usaha dihitung berdasrkan HPP, BEP dan RCR. Hasil penelitian menunjukan nilai hasil (NH) tertinggi terdapat pada proporsi tepung terigu 50% dan tepung keladi termodifikasi 50% serta penambahan lesitin 0,5% sehingga perlakuan yang dijadikan patokan untuk analisa usaha. Perhitungan analisa usaha dalam pembuatan mie kering yang dibutuhkan dalam 1 tahun yaitu sebesar Rp. 13.190.000, dengan kapasitas produksi selama 1 tahun yaitu sebesar 30.000 bungkus, depresiasinya adalah sebesar Rp. 554.333,33, maka dapat diperoleh HPP sebesar Rp. 2.492,38, Harga jual bersih perhari sebesar Rp. 3.115,48, Dengan menentukan keuntungan sebesar 25%. Keuntungan bersih perhari diperoleh sebesar Rp.62.310, BEP Unit yang diperoleh yaitu sebesar Rp.12.753,33, BEP Harga yang diperoleh yaitu sebesar Rp 37.685.714,29 dan RCR = 1,25 yang artinya usaha mie kering ini menguntungkan dan layak untuk diusahakan karena RCR > 1.