Suhardi, Agatha Rinta
Faculty of Economics, Bangka Belitung University

Published : 2 Documents
Articles

Found 2 Documents
Search

Arbitrage Pricing Theory Model Application on Tobacco and Cigarette Industry in Indonesia Ichsani, Sakina; Susanti, Neneng; Suhardi, Agatha Rinta
Integrated Journal of Business and Economics (IJBE) Vol 3, No 2 (2019): Integrated Journal of Business and Economics
Publisher : Faculty of Economics, Bangka Belitung University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33019/ijbe.v3i2.160

Abstract

The purpose of this study was to applicant the Arbitrage Pricing Theory model in the tobacco and cigarette industry listed on the IDX. The APT model in this study uses macroeconomic variables consisting of exports, inflation, exchange rates, GDP and economic growth. Object of this research is companies listed on the Indonesia Stock Exchange in the period 2012-2017 using monthly periods, which is Gudang Garam Tbk., Handjaya Mandala Sampoerna Tbk., and Bentoel International Investama Tbk. This study uses quantitative methods and analysis will be used with regression analysis methods and data processed using Eviews 10. The results of the study show that there are simultaneous effects between the variables of exports (X1), inflation (X2), exchange rates (X3), GDP (X4), and economic growth (X5) on stock returns (Y). There is a significant positive effect between economic growth on stock returns, while there is a significant negative effect between inflation on stock returns and GDP on stock returns. While exports do not affect the stock returns of the tobacco and cigarette industry as well as the exchange rate does not affect stock returns. Suggestions for investors are if investors are going to invest in the tobacco and cigarette industry, then investors should pay attention to the macroeconomic conditions that affect stocks, while for companies can minimize the risks that might occur through agreements between the destination countries for cigarette sales.
APAKAH PERUBAHAN PLANT LAYOUT DAPAT MENINGKATKAN EFISIENSI PRODUKSI? Suhardi, Agatha Rinta; Purnamaputri, Ajrina
Jurnal Muara Ilmu Ekonomi dan Bisnis Vol 1, No 1 (2017): Jurnal Muara Ilmu Ekonomi dan Bisnis
Publisher : Direktorat Penelitian dan Pengabdian Kepada Masyarakat, Universitas Tarumanagara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (1235.92 KB) | DOI: 10.24912/jmieb.v1i1.401

Abstract

Sektor industri tekstil di Indonesia saat ini menjadi sektor yang berkembang dan memiliki peluang pasar yang besar. Peningkatan proses produksi dipengaruhi oleh layout produksi yaitu tata letak fasilitas yang digunakan. Kapasitas produksi yang maksimal dapat dilakukan dengan meninjau ulang plant layout bagian produksi. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui gambaran plant layout, kendala yang dihadapi, serta memberikan usulan rancangan layout yang baru pada perusahaan. Metode penelitian menggunakan metode deskriptif. Teknik pengumpulan data menggunakan studi lapangan yang terdiri dari wawancara dan observasi, serta studi kepustakaan. Plant layout perusahaan berupa ukuran ruangan pabrik seluas 30,18 m2, susunan antar mesin terdiri dari 11 unit mesin proses pembuatan dan 237 unit mesin, jumlah produksi benang yang dihasilkan 180 unit per hari, waktu kerja proses produksi benang per hari selama 8 jam yang terbagi dalam tiga shift dalam satu hari, jumlah tugas produksi benang sebanyak tujuh, waktu yang dibutuhkan oleh setiap tugas produksi benang yaitu 720 detik per unit. Kendala yang dihadapi perusahaan adalah jarak antar mesin Bale opener, Super bale opener dan mesin NCF, Simplex berupa Nep (gumpalan kapas), Slub (kerataan sliver atau benang kasar), dan Grains (ukuran berat), Spinning, Ne (nomor benang), TPI (twist per inchi), U% (kerataan benang), Strenght (kekuatan benang “daya elongation”), dan winding, yang berupa kekuatan dan kerataan sambungan benang, warna cones, lilin pelicin(wax), gulungan crossing (benang silang), dan penulisan lot label. Usulan layout memakai metode line balancing pada perusahaan lebih efisiensi sekitar 75 %.Kata kunci : Plant layout, Efisiensi produksi, Metode line balancing