p-Index From 2014 - 2019
0.408
P-Index
This Author published in this journals
All Journal JFIOnline
YudyTjahjono, YudyTjahjono
Indonesian Research Gateway

Published : 2 Documents
Articles

Found 2 Documents
Search

Senyawa Asam 2-(4-(Klorometil)) Benzoiloksi)Benzoat Terhadap Agregasi Trombosit Dengan Metode Pengujian Thrombocyte Aggregation Test Dan Flow Cytometry Pada Plasma Manusia Jarra, Febrina Fatkiyah; Caroline, Caroline; YudyTjahjono, YudyTjahjono
Jurnal Farmasi Indonesia Vol 9, No 2 (2017)
Publisher : Indonesian Research Gateway

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35617/jfi.v9i2.587

Abstract

Asam asetilsalisilat (AAS) merupakan senyawa yang sering digunakan secara per-oral sebagai analgetika dan obat anti-agregasi trombosit. Penelitian ini  bertujuan untuk menguji pengaruh asam 2-(4-klorometilbenzoiloksi)benzoat terhadap proses agregasi trombosit manusia menggunakan PRP (trombosit rich plasma) manusia dengan metode Thrombochyte Aggregation Test (TAT) dan Immuno-flow cytometry. Diharapkan data yang diperoleh dapat digunakan untuk pengembangan senyawa baru yang lebih efektif dan kurang toksik jika dibandingkan dengan asam asetilsalisilat. Pada penelitian ini, darah diambil melalui venipunktur pada lengan pasien normal, atau aortapunktur pada mencit. Setelah PRP diisolasi dengan sentrifugasi darah, kemudian diklasifikasikan dalam beberapa kelompok: kontrol negatif (ditambahkan Buffer Hepes 50 mM), kontrol positif (ditambahkan AAS 277μM/Hepes 50 mM) dan kelompok senyawa uji (ditambahkan asam 2-(4-klorometilbenzoiloksi)benzoat 277μM/Hepes 50 mM). Konsentrasi senyawa 277 µM ekuivalen dengan dosis AAS 500mg/Kg BB. Setelah penambahan dan inkubasi, dilakukan uji TAT dan uji Immuno-Flow Cytometry (meliputi uji reaktivitas antibodi pada trombosit dan uji agregasi trombosit) dengan penambahan agonis Kolagen. Uji immuno-flow cytometry menggunakan antibodi PE anti human AP-3 dan Alexa Flour 488 anti human AP-3. Pada uji TAT diperoleh nilai rata-rata agregasi (vmax) pada senyawa uji (Asam 2-(4-(klorometil)benzoiloksi)benzoat+Buffer Hepes 50 mM) (0,311±0,031% detik), sebanding dengan kelompok kontrol negatif adalah (Buffer Hepes 50 mM) adalah (0,367±0,061% detik) dan dibawah kontrol positif (0,179±0,062% detik). Pada uji Immuno-Flow Cytometry diperoleh rata-rata % agregasi pada senyawa uji sebesar 17,02 ± 1,44%), sedikit diatas kontrol negatif ((16,18 ± 1,07%) dan signifikan di bawah kontrol positif (10,57 ± 2,13%). Dari kedua eksperimen diatas, dapat disimpulkan bahwa senyawa asam 2-(4-klorometilbenzoiloksi)benzoat tidak menunjukkan efek anti agregasi trombosit dalam metode pemeriksaan invitro.
Senyawa Asam 2-(4-(Klorometil)) Benzoiloksi)Benzoat Terhadap Agregasi Trombosit Dengan Metode Pengujian Thrombocyte Aggregation Test Dan Flow Cytometry Pada Plasma Manusia Jarra, Febrina Fatkiyah; Caroline, Caroline; YudyTjahjono, YudyTjahjono
Jurnal Farmasi Indonesia Vol 9, No 2 (2017)
Publisher : Jurnal Farmasi Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (1034.914 KB) | DOI: 10.35617/jfi.v9i2.587

Abstract

Asam asetilsalisilat (AAS) merupakan senyawa yang sering digunakan secara per-oral sebagai analgetika dan obat anti-agregasi trombosit. Penelitian ini  bertujuan untuk menguji pengaruh asam 2-(4-klorometilbenzoiloksi)benzoat terhadap proses agregasi trombosit manusia menggunakan PRP (trombosit rich plasma) manusia dengan metode Thrombochyte Aggregation Test (TAT) dan Immuno-flow cytometry. Diharapkan data yang diperoleh dapat digunakan untuk pengembangan senyawa baru yang lebih efektif dan kurang toksik jika dibandingkan dengan asam asetilsalisilat. Pada penelitian ini, darah diambil melalui venipunktur pada lengan pasien normal, atau aortapunktur pada mencit. Setelah PRP diisolasi dengan sentrifugasi darah, kemudian diklasifikasikan dalam beberapa kelompok: kontrol negatif (ditambahkan Buffer Hepes 50 mM), kontrol positif (ditambahkan AAS 277μM/Hepes 50 mM) dan kelompok senyawa uji (ditambahkan asam 2-(4-klorometilbenzoiloksi)benzoat 277μM/Hepes 50 mM). Konsentrasi senyawa 277 µM ekuivalen dengan dosis AAS 500mg/Kg BB. Setelah penambahan dan inkubasi, dilakukan uji TAT dan uji Immuno-Flow Cytometry (meliputi uji reaktivitas antibodi pada trombosit dan uji agregasi trombosit) dengan penambahan agonis Kolagen. Uji immuno-flow cytometry menggunakan antibodi PE anti human AP-3 dan Alexa Flour 488 anti human AP-3. Pada uji TAT diperoleh nilai rata-rata agregasi (vmax) pada senyawa uji (Asam 2-(4-(klorometil)benzoiloksi)benzoat+Buffer Hepes 50 mM) (0,311±0,031% detik), sebanding dengan kelompok kontrol negatif adalah (Buffer Hepes 50 mM) adalah (0,367±0,061% detik) dan dibawah kontrol positif (0,179±0,062% detik). Pada uji Immuno-Flow Cytometry diperoleh rata-rata % agregasi pada senyawa uji sebesar 17,02 ± 1,44%), sedikit diatas kontrol negatif ((16,18 ± 1,07%) dan signifikan di bawah kontrol positif (10,57 ± 2,13%). Dari kedua eksperimen diatas, dapat disimpulkan bahwa senyawa asam 2-(4-klorometilbenzoiloksi)benzoat tidak menunjukkan efek anti agregasi trombosit dalam metode pemeriksaan invitro.