Pratiwi, Amalia Enggar
Chemistry Department, Faculty of Sciences and Mathematics, Diponegoro University

Published : 2 Documents
Articles

Found 2 Documents
Search

Penyisihan Bahan Organik Alami pada Desalinasi Air Rawa Asin Menggunakan Proses Koagulasi-Pervaporasi Rahma, Aulia; Elma, Muthia; Mahmud, Mahmud; Irawan, Chairul; Pratiwi, Amalia Enggar; Rampun, Erdina Lulu Atika
Jurnal Kimia Sains dan Aplikasi Vol 22, No 3 (2019): Volume 22 Issue 3 Year 2019
Publisher : Chemistry Department, Faculty of Sciences and Mathematics, Diponegoro University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (3199.527 KB) | DOI: 10.14710/jksa.22.3.85-92

Abstract

Kandungan bahan organik alami dalam air yang tinggi menyebabkan air rawa berwarna coklat dan tidak layak untuk digunakan. Selain itu, intrusi air laut yang terjadi saat pasang maksimum ke dalam aquifer rawa menyebabkan air rawa menjadi asin yang disebut sebagai air rawa asin. Koagulasi merupakan salah satu metode yang efektif digunakan untuk menyisihkan kandungan bahan organik. Namun, metode tersebut tidak mampu menyisihkan salinitas pada air rawa asin. Oleh karena itu, kombinasi proses koagulasi dan pervaporasi merupakan metode yang menjanjikan untuk digunakan dalam mereduksi baik parameter bahan organik (UV254) maupun salinitas (konduktivitas) pada air rawa asin. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk menginvestigasi dosis optimum koagulan untuk menyisihkan UV254 pada proses koagulasi sebagai pra-perlakuan pervaporasi dan untuk menganalisis performa koagulasi-pervaporasi membran silika-pektin untuk mereduksi bahan organik dan salinitas air rawa asin. Koagulan yang digunakan pada proses koagulasi ini adalah aluminium sulfat dengan variasi dosis 10-60 mg L-1. Proses pervaporasi menggunakan membran yang terbuat dari silika-pektin pada suhu umpan operasi ~25°C (suhu ruang). Kondisi optimum pra-perlakuan koagulasi didapatkan pada dosis alum 30 mg L-1 dengan efisiensi penyisihan tertinggi sebesar 81,8% (UV254) dan 5,4% (konduktivitas). Kombinasi koagulasi-pervaporasi membran silika-pektin menunjukkan nilai rejeksi yang sangat tinggi yaitu 99,9% (NaCl) dan 88,8% (UV254). Selain itu pervaporasi membran silika-pektin menghasilkan water flux 17,7% lebih tinggi daripada water flux umpan air rawa asin tanpa pra-perlakuan koagulasi yaitu 5,4 kg.m-2.h-1. Kombinasi proses koagulasi dan pervaporasi membran silika-pektin dalam penelitian ini efektif untuk menyisihkan parameter UV254 dan NaCl air rawa asin hanya dengan operasi pada suhu ruang.
Interlayer-free Membran Silika Pektin untuk Pervaporasi Air Rawa Asin Rampun, Erdina Lulu Atika; Elma, Muthia; Syauqiah, Isna; Putra, Meilana Dharma; Rahma, Aulia; Pratiwi, Amalia Enggar
Jurnal Kimia Sains dan Aplikasi Vol 22, No 3 (2019): Volume 22 Issue 3 Year 2019
Publisher : Chemistry Department, Faculty of Sciences and Mathematics, Diponegoro University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (2387.455 KB) | DOI: 10.14710/jksa.22.3.99-104

Abstract

Air rawa di Kalimantan Selatan merupakan air permukaan yang dapat dimanfaatkan sebagai sumber air bersih. Namun, adanya instrusi air laut ke dalam air rawa menyebabkan air menjadi tidak layak digunakan. Salah satu teknologi yang dapat menghilangkan garam tersebut adalah membran silika-pektin. Performa membran interlayer-free silika pektin ini diuji dengan proses pervaporasi pada suhu ruang (~25 °C). Pada pervaporasi, air umpan masuk melalui membran, selanjutnya proses pemisahan akan terjadi dalam bentuk uap dengan bantuan pompa vakum. Permeat akan dikumpulkan ke dalam cold trap dengan cara kondensasi menggunakan nitrogen cair. Tujuan penelitian ini adalah menginvestigasi performa membran interlayer-free silika pektin menggunakan air rawa asin. Hasil Performa membran yang divariasikan konsentrasi pektin dengan suhu kalsinasi 300 dan 400 °C berturut-turut adalah 0,35 dan 0,19 kg.m-2 h-1 (tanpa pektin); 0,23 dan 0,16 kg.m-2 h-1 (pektin 0,1%wt); 0,58 dan 3,63 kg.m-2 h-1 (pektin 0,5%wt); 3,40 dan 0,12 kg.m-2 h-1 (pektin 2,5%wt). Namun, bahan organik alami (BOA) dan kandungan garam dalam air rawa asin mengakibatkan penurunan fluks (~98%). Meskipun demikian, rejeksi garam seluruh membran mencapai >99,9%. Penelitian ini menemukan bahwa kalsinasi rendah akan berpengaruh lebih signifikan bila ditambahkan konsentrasi pektin lebih tinggi. Sebaliknya penambahan konsentrasi pektin menjadi terbatas pada suhu kalsinasi tinggi.