Articles

Found 14 Documents
Search

ANALISIS KINERJA PERSIMPANGAN TANPA LAMPU LALU LINTAS (STUDI KASUS PERSIMPANGAN PASAR WAY JEPARA) KABUPATEN LAMPUNG TIMUR Sriharyani, Leni; Hadijah, Ida
TAPAK [Teknologi Aplikasi Konstruksi] : Jurnal Program Studi Teknik Sipil Vol 4, No 2 (2015): Mei 2015
Publisher : Universitas Muhammadiyah Metro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (547.268 KB) | DOI: 10.24127/tp.v4i2.568

Abstract

Manual Kapasitas Jalan Indonesia (MKJI 1997) membedakan simpang atas simpang bersinyal ( traffic signal) dan simpang tak bersinyal ( non traffic signal). Simpang tak-bersinyal paling efektif apabila ukurannya kecil dan daerah konflik lalu-lintasnya ditentukan dengan baik. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui kapasitas serta nilai tingkat kinerja jalan yang terjadi pada persimpangan tanpa lampu lalu lintas pasar Way Jepara. Data-data yang diperlukan dalam penelitian ini berupa data primer dan data sekunder. Dimana data primer terdiri atas: data geometrik simpang, volume lalu lintas, hambatan samping. Sedangkan data sekunder yaitu terdiri atas: data jumlah penduduk dan peta jaringan jalan. Data primer dan sekunder selanjutnya di olah dan di analisis untuk mengetahui kinerja simpang pasar Way Jepara. Kapasitas persimpangan pasar Way Jepara pada hari Minggu untuk jam puncak pagi pukul 06.00-07.00 adalah 4547.786 smp/jam dan pada jam puncak siang pukul 13.00-14.00 sebesar 4151.144 smp/jam. Sedangkan pada hari Senin kapasitasnya pada jam puncak siang pukul 13.00-14.00 yaitu 4147, 263 smp/jam jam puncak pagi pukul 06.00-07.00 adalah 4383,510 smp/jam. Nilai derajat kejenuhan hari Minggu adalah 0,28 hingga 0,406 dan derajat kejenuhan hari Senin yaitu 0,269 hingga 0,52. Simpang pasar Way Jepara masih layak untuk menampung arus lalu lintas karena nilai derajat kejenuhan yang terjadi lebih kecil dari derajat kejenuhan yang disyaratkan oleh MKJI 1997 yaitu sebesar 0.85. Tingkat kinerja simpang selain derajat kejenuhan, maka tundaan dan peluang antrian pada hari Minggu tundaannya 7,182 det/smp hingga 8,36 det/smp dan peluang antriannya 4,38-12,68 % hingga 7,76-19,07 %. Pada hari Senin tundaannya 7,225 det/smp hingga 9,324 det/smp, peluang antriannya 4,13-12,215 % hingga 11,75-26,08 %. Solusi alternatif pemecahan permasalahan di persimpang pasar Way Jepara untuk kondisi eksisting adalah dengan memasang rambu STOP (berhenti) atau rambu YIELD (beri jalan/Give Way) dan memasang rambu pengendalian kecepatan.Kata kunci: Simpang Tak Bersinyal, Kapasitas, Derajat Kejenuhan
ANALISIS KINERJA SIMPANG TIDAK BERSINYAL KOTA METRO ( STUDI KASUS PERSIMPANGAN JALAN, RUAS JALAN JEND. SUDIRMAN, JALAN SUMBAWA, JALAN WIJAYA KUSUMA DAN JALAN INSPEKSI ) Sriharyani, Leni; Hadijah, Ida
TAPAK [Teknologi Aplikasi Konstruksi] : Jurnal Program Studi Teknik Sipil Vol 6, No 1 (2016): November 2016
Publisher : Universitas Muhammadiyah Metro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (774.908 KB) | DOI: 10.24127/tapak.v6i1.262

Abstract

Simpang adalah pertemuan atau percabangan jalan baik sebidang maupun yang taksebidang. Simpang merupakan tempat yang rawan terhadap kecelakaan karena terjadinyakonflik antara pergerakan kendaraan dengan pergerakan kendaraan lainnya. Lokasi penelitianini merupakan daerah yang cukup padat, dimana disekeliling persimpangan terdapat kawasanpertokoan, perkantoran, kawasan bisnis, dan pendidikan, memiliki volume arus lalu lintastinggi, sering terlihat kendaraan dari jalan utama melakukan pergerakan manuver memutararah (u-turn), sering terjadi kemacetan, kecelakaan dan gangguan kelancaran arus lalu lintasyang disebabkan adanya konflik- konflik yang timbul akibat kendaraan yang melintas darilima arah yang berbeda. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk menganalisis kinerja simpangtidak bersinyal pada persimpangan jalan, ruas Jl Jend. Sudirman, Jl Sumbawa, Jl WijayaKusuma dan Jl Inspeksi yang ada dalam kondisi existing saat ini berupa derajat kejenuhan,tundaan dan peluang antrian dengan pendekatan MKJI 1997 serta memberikan masukan atausolusi pemecahan permasalahan pada simpang tersebut. Metoda yang digunakan adalahdengan melakukan pengumpulan data primer dan data sekunder, survey volume lalu lintas,survey kecepatan, serta survey hambatan samping. Dari hasil penelitian menunjukkan bahwaarus lalu lintas tertinggi terjadi pada hari Senin jam puncak siang pukul 12.00-13.00 sebesar2593 kend/jam atau 1971,3 smp/jam dengan kapasitas 2215,7 smp/jam, derajat kejenuhan0,88. Dari nilai derajat kejenuhan dapat diketahui bahwa kinerja simpang ini tergolongkelas E, melebihi nilai yang disyaratkan MKJI 0,75. Penanganan yang sesuai dengankinerja simpang tersebut dalam menguraikan permasalahan kemacetan, kecelakaan dankelancaran arus lalu lintas yaitu dengan memasang rambu lalu lintas dilarang putar balik (UTURN),memasang lampu lalu lintas satu warna (kuning), dan menutup batas tengah jalanutama (Jl. Jendral Sudirman) dengan median berupa beton pracetak yang bisa dibuka biladiperlukan sepanjang 33 meter, karena secara geometrik jalan utama pada persimpangan inimenikung hingga pandangan untuk kendaraan lain kurang bebas.
ANALISA ARUS KENDARAAN TERHADAP KINERJA SIMPANG TAK BERSINYAL DENGAN METODE PEDOMAN KAPASITAS JALAN INDONESIA 2014 (Studi Kasus Simpang Tiga Pasar Punggur Lampung Tengah) Sriharyani, Leni; Hidayat, M Nur
TAPAK [Teknologi Aplikasi Konstruksi] : Jurnal Program Studi Teknik Sipil Vol 6, No 2 (2017): Mei 2017
Publisher : Universitas Muhammadiyah Metro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (526.59 KB) | DOI: 10.24127/tapak.v6i2.421

Abstract

Masalah lalu lintas sering dijumpai di berbagai daerah kususnya pada persimpangan tidak bersinyal, Simpang tak bersinyal pasar Punggur merupakan simpang tiga lengan simpang ini merupakan pertemuan dari arah Metro, Arah Kota Gajah, dan Dari Arah Gunung Sugih. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui nilai skr/jam dan kinerja simpang tak bersinyal pada simpang tiga pasar Punggur. Metode penelitian ini adalah survei lapangan yaitu penelitian yang dilakukan dengan meneliti lapangan secara lansung untuk mendapatkan data-data yang dibutuhkan. Perhitungan data untuk mengetahui nilai skr/jam dan perhitungan data kinerja simpang tak bersinyal menggunakan metode Pedoman Kapasitas Jalan Indonesia 2014. Hasil analisa yang diperoleh, nilai kapasitas (C) dari tujuh hari pengamatan didapat nilai 1.894,50 skr/jampada hari Rabu pukul 14.00–15.00 WIB, derajat kejenuhan DJ sebesar 0,81 pada hari Rabu pukul 14.00-15.00 WIB dan tundaan simpang sebesar 13,96 det/skr pada hari Rabu pukul 14.00-15.00 WIB. Maka diperoleh kapasitas pada simpang tiga pasar punggur masih layak menampung volume lalu lintas kendaraan karena tidak melebihi kapasitas dasar persimpangan.
ANALISIS KINERJA SIMPANG TANPA LAMPU LALU LINTAS CHAMART KOTA METRO Sriharyani, Leni; Suhartono, Suhartono
TAPAK [Teknologi Aplikasi Konstruksi] : Jurnal Program Studi Teknik Sipil Vol 7, No 2 (2018): Mei 2018
Publisher : Universitas Muhammadiyah Metro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (529.178 KB) | DOI: 10.24127/tp.v7i2.726

Abstract

Simpang tak bersinyal Chamart Kota Metro merupakan simpang tanpa lampu lalulintas yang mempunyai Lima lengan, dan merupakan perpotongan antara Jl.A.yani -Jl.Krakatau – Jl.Terong – Jl.Merica. Simpang tersebut berpotensi menimbulkan kecelakaan,antrian, kemacetan dan tundaan karena arus lalu lintasnya yang cukup padat terutama padasaat jam sibuk dengan berbagai jenis kendaraan di dalamnya. Selain itu juga pada simpangtersebut memiliki kelandaian jalan yang cukup berbeda antara jalan utama dengan jalanminor. Data yang digunakan pada penelitian ini adalah data primer dan sekunder. Data primeratau data yang diambil dari lapangan meliputi kondisi geometrik, kondisi lingkungan,hambatan samping, volume lalulintas. Dari hasil analisis diketahui bahwa pada kondisiEksisting pada jam puncak menunjukkan nilai Kapasitas = 2614,93 smp/jam, DerajatKejenuhan sebesar 1,0167, Tundaan = 19,81det/jam, dan Peluang Antrian sebesar41,55%−82,34%. Alternatif 3 merupakan alternatif penanganan simpang yang sesuai yaitudengan pemasangan rambu larangan berhenti di sekitar pendekat simpang, pelebaran jalanUtama, arus satu arah pada Jl.krakatau (B) dan Jl.Merica (E) didapatkan nilai Kapasitas =4171,25 smp/jam, Derajat Kejenuhan sebesar 0,5787, Tundaan = 9,74 det/jam,dan PeluangAntrian sebesar 14,17%−30,28Kata Kunci : Kapasitas, Derajat Kejenuhan, Tundaan
KAJIAN PENGGUNAAN DYNAMIC CONE PENETROMETER (DCP) UNTUK UJI LAPANGAN PADA TANAH DASAR PEKERJAAN TIMBUNAN APRON ( Studi Kasus Di Bandar Udara Radin Inten II Lampung ) Sriharyani, Leni; Oktami, Diah
TAPAK [Teknologi Aplikasi Konstruksi] : Jurnal Program Studi Teknik Sipil Vol 5, No 2 (2016): Mei 2016
Publisher : Universitas Muhammadiyah Metro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (729.688 KB) | DOI: 10.24127/tapak.v5i2.128

Abstract

Cara uji DCP (Dynamic Cone Penetrometer) merupakan suatu prosedur yang cepat untuk melaksanakan evaluasi kekuatan tanah dasar dan lapis fondasi jalan. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui kedalaman galian tanah humus atau permukaan pada CBR 6% menggunakan alat DCP (Dynamic Cone Penetrometer). Penelitian ini dilakuan di Apron Bandar Udara Radin Inten II Lampung. Batasan masalah pada penelitian ini dibatasi pada hasil pengujian kedalaman galian tanah atau permukaan pada CBR 6% dengan menggunakan alat DCP (Dynamic Cone Penetrometer) yang dilakukan di lapangan dan tidak dilakukan penelitian kembali setelah penimbunan.Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah studi pustaka ,interview, dan pengujian langsung di lapangan. Dari hasil pengujian di dapat hasil kedalaman galian tanah humus atau permukaan CBR 6% yang dilakukan pada 10 titik pengujian yaitu titik satu kedalaman CBR 6% mencapai 46 cm, titik dua kedalaman CBR 6% mencapai 40 cm, titik tiga kedalaman CBR 6% mencapai 30 cm, titik empat kedalaman CBR 6% mencapai 45 cm, titik lima kedalaman CBR 6% mencapai 60 cm, titik enam kedalaman CBR 6% mencapai 54 cm, titik tujuh kedalaman CBR 6% mencapai 66 cm, titik delapan kedalaman CBR 6% mencapai 60 cm, titik sembilan kedalaman CBR 6% mencapai 80 cm, dan titik sepuluh kedalaman CBR 6% mencapai 50 cm
PERUBAHAN PARAMETER MARSHALL AKIBAT PERBEDAAN JUMLAH TUMBUKAN PADA ASPHALT CONCRETE-BINDER COARSE (AC-BC) GRADASI KASAR Sriharyani, Leni; Tholib, Ahmad
TAPAK [Teknologi Aplikasi Konstruksi] : Jurnal Program Studi Teknik Sipil Vol 8, No 1 (2018): November 2018
Publisher : Universitas Muhammadiyah Metro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (440.757 KB) | DOI: 10.24127/tp.v8i1.800

Abstract

Prasarana transportasi berupa jalan merupakan salah satu unsur pengembangan wilayahyang mengalami pengembangan yang sangat pesat. Guna menghasilkan kondisi jalanseperti yang diharapkan, maka diperlukan bahan – bahan pembentuk jalan yangmempunyai mutu yang baik. Penelitian ini dilakukan untuk mengetahui kesesuaianpelaksanaan pekerjaan lapis pengikat perkerasan jalan di Jalan Hajimena- BandarLampung terhadap JMF (Job Mix Formula) dan standar yang digunakan yaitu SNI,dengan melakukan pengujian Ekstraksi dan Marshall pada campuran aspal beton ACBC yang merupakan lapisan pengikat perkerasan. Penelitian ini menggunakan sampelhasil Core Drill, Variasi Jumlah Tumbukan AC-BC aspal. Hasil penelitian uji MarshallStabiliti pada hasil Core Drill 1439,96kg, Marshall Stabiliti pada hasil beton aspalpadat 1412,88 kg, Marshall Quotient pada hasil Core Drill sebesar 362,72 kg/mm,padahasil beton aspal padat sebesar 368,68 kg/mm, kadar Aspal Beton Padat AC-BC , 5,6%.Dari hasil tersebut menunjukan bahwa hasil pengujian pada core drill AC-BC yangmerupakan lapis pengikat perkerasan jalan pada Jalan Hajimena- Bandar lampungmemenuhi standar JMF.Kata Kunci : JMF, Marshall, Variasi Tumbukan Asphal AC-BC
ANALISIS KINERJA SIMPANG BERSINYAL DIPONEGORO SUDUT POLRES KOTA METRO Sriharyani, Leni; Hadijah, Ida
TAPAK [Teknologi Aplikasi Konstruksi] : Jurnal Program Studi Teknik Sipil Vol 7, No 1 (2017): November 2017
Publisher : Universitas Muhammadiyah Metro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (719.835 KB) | DOI: 10.24127/tp.v7i1.656

Abstract

Arus lalu lintas yang melewati simpang bersinyal sudut Polres Kota Metro tergolong tinggi, baik kendaraan roda dua, kendaraan ringan, kendaraan berat dan kendaraan tidak bermotor. Pada jam puncak pagi, siang dan sore terlihat antrian kendaraan yang terkena lampu merah untuk pendekat selatan, panjangnya bisa melampaui simpang Jl. K.H. Ahmad Dahlan. Hal ini jelas mengganggu pergerakan kendaraan yang akan keluar masuk Jl. K.H. Ahmad Dahlan. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk menganalisis kinerja simpang bersinyal sudut Polres Kota Metro mencakup kapasitas, panjang antrian, kendaraan terhenti dan tundaan dengan menggunakan pendekatan MKJI 1997 serta memberikan alternatif solusi masukan atas pemecahan permasalahan pada simpang tersebut. Metoda yang digunakan adalah dengan melakukan pengumpulan data primer dan data sekunder, survey geometrik simpang, survey rambu dan marka jalan, survey volume lalu lintas, survey fase sinyal, waktu siklus dan waktu hijau. Dari hasil analisis yang telah dilakukan diketahui bahwa Kinerja simpang bersinyal Diponegoro sudut Polres Kota Metro tergolong buruk terutama pada jam sibuk sore. Tundaan rata-rata simpang sebesar 45,52 det/smp. Dari nilai tundaan tersebut maka tingkat pelayanan simpang termasuk dalam kategori E, dengan kondisi arus tidak stabil, volume lalu lintas mendekati kapasitas jalan dan kecepatan rendah, kepadatan lalu lintas tiggi, pengemudi mulai merasakan kemacetan durasi pendek. Alternatif solusinya adalah dengan merubah waktu hijau (green time) untuk keempat pendekat, yakni menjadi 21, 26, 17 dan 20 detik untuk pendekat utara, selatan, timur dan barat.Kata Kunci : Panjang Antrian, Simpang Bersinyal, Tundaan.
ANALISIS PENGARUH PARKIR DI BADAN JALAN TERHADAP KINERJA JALAN JENDRAL AHMAD YANI KOTA METRO (Studi Kasus Depan Pusat Perbelanjaan Swalayan Putra Baru) Kurniawan, Septyanto; Sriharyani, Leni
TAPAK [Teknologi Aplikasi Konstruksi] : Jurnal Program Studi Teknik Sipil Vol 8, No 1 (2018): November 2018
Publisher : Universitas Muhammadiyah Metro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (631.854 KB) | DOI: 10.24127/tp.v8i1.795

Abstract

Kota Metro saat ini menjadi salah satu kota di Provinsi Lampung yang sedangberkembang pesat dan Metro Pusat merupakan salah satu kecamatan di Kota Metro.Penelitian ini dilaksanakan pada jalan Jenderal Ahmad Yani di depan pusat perbelanjaanswalayan putra baru yang merupakan jalur padat dan memiliki kegiatan on street parkingTujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui nilai volume, kecepatan, tingkatpelayanan, derajat kejenuhan serta penurunan kinerja jalan akibat kegiatan on streetparking. Survey dilakukan selama 7 hari yaitu hari Rabu (2 Mei 2018), Kamis (3 Mei2018), Jum’at (4 Mei 2018), Sabtu (5 Mei 2018), Minggu (6 Mei 2018), Senin (7 Mei2018), Selasa (8 Mei 2018). Penelitian dilakukan selama 12 jam yaitu pukul 09.00 – 21.00WIB. Perhitungan menggunakan Manual Kapasitas Jalan Indonesia (MKJI) 1997.Penelitian yang dilakukan meliputi Survey Volume dengan Traffic Counting, yaitumengamati semua jenis kendaraan, meliputi kendaraan berat, kendaraan ringan, sepedamotor dan tidak bermotor. Pengamatan parkir, mengamati panjang antrean, dan mencatatjumlah kendaraan on street parking. Selain itu dilakukan juga survey spot speed, gunamendapatkan kecepatan kendaraan.Berdasarkan hasil perhitungan volume lalu lintas pada kondisi normal pada hariminggu pukul 09.00–10.00 WIB tingkat pelayanan A (0,07) dari arah Taman kota kearahKampus Iring Mulyo, dan untuk arah Kampus Iring Mulyo menuju Taman Kota hari kamispukul 09.00-10.00 WIB tingkat pelayanan A (0,08). Sedangkan pada kondisi saat on streetparking pada hari kamis pukul 17.00–18.00 WIB tingkat pelayanan D (0,75) dari arahTaman kota kearah Kampus Iring Mulyo, dan untuk arah Kampus Iring Mulyo menujuTaman Kota hari senin pukul 11.00-12.00 WIB tingkat pelayanan D (0,77). Maka darihasil perhitungan tersebut menunjukkan bahwa kinerja jalan Jenderal Ahmad Yani didepan pusat perbelanjaan swalayan putra baru tergolong arus tidak stabil. Apabila nilaiderajat kejenuhan sudah melampaui 0,75 maka perlu dilakukan penanganan, karena datatersebut menunjukkan bahwa kinerja jalan sudah mulai memburuk.Kata kunci : Parkir Badan Jalan A. Yani
ANALISIS KARAKTERISTIK CAMPURAN ASPAL BETON (AC-WC) DENGAN CARA UJI MARSHALL (STUDI KASUS PROYEK PENINGKATAN JALAN SOEKARNO-HATTA KABUPATEN LAMPUNG TIMUR) Sriharyani, Leni
TAPAK [Teknologi Aplikasi Konstruksi] : Jurnal Program Studi Teknik Sipil Vol 2, No 1 (2012): November 2012
Publisher : Universitas Muhammadiyah Metro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (2075.594 KB) | DOI: 10.24127/tapak.v2i1.214

Abstract

The study was conducted to determine the suitability of implementation of the work surface pavement layer in Jalan Soekarno Hatta East Lampung regency and road conditions after age 1 year of the JMF and the ISO standard is used, the Marshall test on asphalt mixture concrete (AC-WC) which is a surface layer of pavement and pavement conditions on visual observation in the field.
FASILITAS PEJALAN KAKI DAN PESEPEDA Sriharyani, Leni
TAPAK [Teknologi Aplikasi Konstruksi] : Jurnal Program Studi Teknik Sipil Vol 1, No 1 (2012): Mei 2012
Publisher : Universitas Muhammadiyah Metro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24127/tapak.v1i1.225

Abstract

FASILITAS PEJALAN KAKI DAN PESEPEDA