p-Index From 2014 - 2019
0.983
P-Index
This Author published in this journals
All Journal Al-MUNZIR
M., SITI FAUZIAH
Institut Agama Islam Negeri Kendari

Published : 5 Documents
Articles

Found 5 Documents
Search

KESANTUNAN SEBAGAI KAJIAN SOSIOLINGUISTIK M., SITI FAUZIAH
Al-MUNZIR No 2 (2016): VOL.9. NO. 2 NOVEMBER 2016
Publisher : Institut Agama Islam Negeri Kendari

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (600.317 KB)

Abstract

Kesantunan berbahasa sebagai kajian sosiolinguistik didasari oleh pandangan para sosiolinguis bahwa sosiolinguistik mengkaji hubungan antara bahasa dan masyarakat. Kesantunan berbahasa, mengacu pada teori tindak tutur oleh John Austin dan John Searle, Lakoff dan Brown & Levinson. Mereka menggunakan lima strategi linguistik meliputi tanpa aksi redressive, kesantunan positif, kesantunan negatif, off record, dan tidak melakukan FTA. Strategi tersebut disusun untuk mengetahui tingkatan kesantunan. Adanya varian penggunaan bahasa menunjukkan adanya faktor-faktor sosial yang terlibat. Faktor-faktor itu adalah faktor pengguna bahasa, partisipan, seting sosial, dan fungsi interaksi. Pengguna bahasa misalnya antara mahasiswa-mahasiswa, mahasiswa-mahasiswi, mahasiswa-dosen atau dosen mahasiswa. Sedangkan seting sosial atau konteks sosial misalnya di kelas. Kemudian, fungsi interaksi yang berkaitan dengan tujuan berinteraksi, misalnya tujuan informatif, sosial.Kata Kunci: Kesantunan, Sosiolinguistik.
PEMAKAIAN BAHASA DAERAH DALAM SITUASI KONTAK BAHASA M., Siti Fauziah
Al-MUNZIR No 2 (2015): VOL 8 NO.2 NOVEMBER 2015
Publisher : Institut Agama Islam Negeri Kendari

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (293.932 KB)

Abstract

 Teknologi informasi yang semakin sarat dengan tuntutan dan tantangan globalisasi mengharuskan untuk berkomunikasi satu sama lain, baik itu dengan anggota masyarakatnya ataupun dengan anggota masyarakat lain, padahal secara umum diketahui bahwa bahasa yang digunakan antar masyarakat yang satu dengan yang lain berbeda, sehingga peristiwa inilah yang kemudian menyebabkan terjadinya kontak bahasa. Kontak bahasa merupakan peristiwa dimana terjadi penggunaan lebih dari satu bahasa dalam waktu dan tempat yang bersamaan.Kontak bahasa dapat terjadi antara lain melalui: (1) pindahnya sebuah kelompok ke tempat kelompok lain, (2) melalui hubungan budaya yang erat dan (3) melalui pendidikan.Peristiwa-peristiwa kebahasaan yang mungkin terjadi akibat adanya kontak bahasa adalah peristiwa bilingualisme, diglosia, alih kode, campur kode, interferensi, integrasi, konvergensi dan pergeseran bahasa.Akibat dari kontak bahasa memunculkan peristiwa lingua franca yang di dalamnya terdapat bahasa pidgin dan kreol. Selain itu, akibat kontak bahasa juga terjadi bilingualisme, diglosia, interferensi, konvergensi, integrasi, dan pergeseran bahasa. Kata Kunci: Bahasa Daerah, Kontak Bahasa
BERBICARA SEBAGAI SUATU KETERAMPILAN BERBAHASA M., SITI FAUZIAH
Al-MUNZIR No 2 (2017): VOL 10 NO.2 NOVEMBER 2017
Publisher : Institut Agama Islam Negeri Kendari

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (160.922 KB)

Abstract

Berbicara merupakan kegiatan berbahasa lisan yang dilakukan oleh manusia. Berbicara adalah kemampuan mengucapkan bunyi-bunyi artikulasi atau kata-kata untuk mengekspresikan pikiran, gagasan dan perasaan. Kegiatan berbicara pun merupakan suatu bentuk perilaku manusia yang memanfaatkan  faktor-faktor fisik, psikologis, semantik, dan lingkungan sedemikian ekstensif secara luas sehingga dapat dikatakan sebagai alat manusia yang paling penting bagi kontrol sosial. Sebagai sarana komunikasi, berbicara tidak hanya menyampaikan gagasan pembicara kepada pendengar, tetapi lebih jauh dari pembicara pun dilakukan dengan tujuan-tujuan yang beraneka ragam, sesuai dengan yang dibutuhkan seorang pembicara untuk melakukan pembicaraan. Menentukan tujuan berbicara berarti kegiatan berbicara harus ditempatkan sebagai sarana penyampaian sesuatu kepada orang lain, diantaranya tujuan sosial, ekspresif, ritual dan instrumental. Kaitan berbicara dengan keterampilan berbahasa dapat dilihat dalam penggunaan aspek-aspek kebahasaan dalam berbicara, diantaranya: berbicara merupakan ekspresi diri, berbicara merupakan kemampuan mental motorik, berbicara merupakan proses simbolik, berbicara terjadi dalam konteks ruang dan waktu, berbicara merupakan keterampilan berbahasa yang produktif, berbicara dengan tujuan meyakinkan pendengar, berbicara dengan tujuan mempengaruhi pendengar, berbicara dengan tujuan memperjelas wawasan pendengar, berbicara dengan tujuan memberi gambaran tentang suatu objek, berbicara dengan tujuan menyampaikan pesan tersirat. Kata Kunci: Berbicara, Keterampilan, Berbahasa 
UJI KEMAHIRAN BERBAHASA INDONESIA MELALUI SASTRA RAKYAT M., Siti Fauziah
Al-MUNZIR No 1 (2015): VOL 8 NO.1 MEI 2015
Publisher : Institut Agama Islam Negeri Kendari

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (273.615 KB)

Abstract

Tradisi bercerita sudah ada pada zaman prasejarah, sejak manusia belum mengenal tradisi menulis (niraksara). Tradisi ini dianggap sebagai media untuk menyampaikan ilmu dan pengetahuan lokal bagi komunitas sosial pemilik cerita itu. Pada konteks global saat ini, tradisi bercerita pun masih menjadi primadona sebagai bahan yang ampuh untuk mendidik dan menghibur. Pada konteks pembelajaran dan evaluasi bahasa lisan dan tulisan, sastra rakyat dapat dijadikan bahan uji kemahiran berbahasa yang aplikatif dan meyenangkan. Sastra rakyat dapat dijadikan wacana lisan dan tulis (reading teks) agar ditafsir dan dipahami dalam ujian kemahiran berbahasa, terutama pada seksi mendengar dan membaca.Tulisan ini mendeskripsikan sastra rakyat sebagai suatu strategi dalam menyajikan wacana yang menyenangkan, mendidik, dan menguji kemahiran berbahasa seseorang. Usaha ini dapat dianggap sebagai upaya dokumentasi dan preservasi khazanah budaya lokal dan kesinambungannya dalam wacana budaya global. Sastra rakyat dapat menjadi alternatif lain dalam menyusun wacana uji kemahiran berbahasa karena di dalamnya terkandung ilmu pengetahuan dan nilai-nilai budaya masyarakat etnik nusantara. Minimal, sastra rakyat dapat menjadi bahan uji kemahiran berbahasa Indonesia (UKBI) pada tingkat daerah tempat sastra rakyat itu berasal.    Kata Kunci: Uji kemahiran berbahasa Indonesia, sastra rakya
PENDEKATAN PRAGMATIK DALAM PENGAJARAN BAHASA M., SITI FAUZIAH
Al-MUNZIR No 1 (2017): VOL 10 NO.1 MEI 2017
Publisher : Institut Agama Islam Negeri Kendari

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (201.527 KB)

Abstract

Pragmatik, sebagaimana yang diperbincangkan di Indonesia dewasa ini, dapat dibedakan atas dua hal yaitu pragmatik sebagai sesuatu yang diajarkan, dan pragmatik sebagai sesuatu yang mewarnai tindakan mengajar. Adapun tujuan kurikulum pengajaran pragmatik menurut Kurikulum 1984 ialah agar “siswa memiliki kemampuan berbahasa Indonesia sesuai dengan situasi dan tujuan berbahasa; tujuan kurikuler itu disusul dengan tujuan instruksional umum yang berbunyi sebagai berikut: “agar siswa memahami dan dapat menggunakan bahasa Indonesia sesuai dengan tata krama berbahasa secara tulisan atau lisan melalui berbagai media untuk berbagai fungsi bahasa. Pragmatik yang dimaksudkan sebagai bahan pengajaran bahasa atau yang disebut juga “fungsi komunikatif” lazimnya disajikan di dalam pengajaran bahasa asing. Setiap bahasa memiliki sejumlah fungsi komunikatif, dan didalam fungsi komunikatif itu terdapat utaraan seperti “menyatakan setuju”, “menyatakan tidak setuju”, “menyatakan penolakan terhadap ajakan “, “menyatakan ucapan terima kasih”.Kata Kunci: Pragmatik, Pendekatan, Pengajaran Bahasa