Simanjuntak, Magdalena
STMIK KAPUTAMA

Published : 4 Documents
Articles

Found 4 Documents
Search

SISTEM PAKAR DIAGNOSA PENYAKIT SINUSITIS MENGGUNAKAN METODE BAYES BERBASIS WEB Hafni, Laili; Simanjuntak, Magdalena
Jurnal Informatika Kaputama Vol 2, No 1 (2018): Edisi Januari 2018
Publisher : STMIK KAPUTAMA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (306.995 KB) | DOI: 10.1234/jik.v2i1.55

Abstract

Penyakit sinusitis merupakan penyakit yang bisa menyerang siapa saja. Tidak memandang umur, jenis kelamin, status sosial dan daerah tempat tinggal. Banyak faktor yang bisa menyebabkan penyakit sinusitis, antara lain virus dan bakteri. Pada penelitian ini penulis membangun sebuah sistem pakar yang dapat mendiagnosis penyakit sinusitis dengan menggunakan metode bayes. Dari sample yang dilakukan sebanyak 125 orang, didapatkan persentase penyakit sebanyak 0,42% dan  dihasilkan sebuah sistem pakar yang dapat memberikan kemudahan bagi masyarakat dalam mendiagnosa jenis penyakit sinusitis. Kata Kunci: Sinusitis, Sistem Pakar, Diagnosis , Bayes.
Sistem Pakar Mendiagnosa Penyakit Ginjal Dengan Menggunakan Metode Certainty Factor Berbasis Web Simanjuntak, Magdalena; Afandi, Dede
Jurnal Informatika Kaputama Vol 1 No. 2 Tahun 2017
Publisher : STMIK KAPUTAMA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (476.036 KB) | DOI: 10.1234/jik.v1i2.7

Abstract

Ginjal adalah organ ekskresi dalam vertebrata yang berbentuk mirip kacang. Sebagai bagian dari sistem urin, ginjal berfungsi menyaring kotoran (terutama urea) dari darah dan membuangnya bersamadengan air dalam bentuk urin. Jika ginjal mengalami gangguan maka sistem penyaringan kotoran dalam tubuh akan mengalami masalah yang serius. Masyarakat juga sering mengabaikan kesehatanginjal yang mengakibatkan penyakit ginjal dan jika dibiarkan akan semakin parah. Sehingga diperlukan sebuah sistem pakar yang bisa mendiagnosa penyakit ginjal. Dengan menggunakan metodecertainty factor, dibuatlah sebuah sistem pakar yang dapat mendiagnosa penyakit ginjal dengan mempertimbangkan gejala-gejala yang diberikan sistem untuk pengguna dan dijawab sesuai yang dirasakan oleh pengguna. Metode ini digunakan adalah cara untuk mengatasi ketidakpastian terhadap penyakit ginjal. Hasil sistem pakar ini dapat membantu mendiagnosa penyakit ginjal dengan memeberikan pertanyaan berdasarkan gejala-gejala yang diberikan sistem dan dapat memberikansolusi dari hasil diagnosanya, sehingga penyakit dapat ditangani sedini mungkin agar tidak menimbulkan penyakit yang semakin parah di kemudian hari.
PENERAPAN DATA MINING PENGELOMPOKAN KEJAHATAN ELEKTRONIK SESUAI UU ITE DENGAN MENGGUNAKAN METODE CLUSTERING Simanjuntak, Magdalena
JURNAL MAHAJANA INFORMASI Vol 3 No 2 (2018): JURNAL MAHAJANA INFORMASI
Publisher : Universitas Sari Mutiara Indonesia Medan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (351.864 KB)

Abstract

Kepolisian Resort Binjai merupakan kepolisian Binjai kota yang bertanggung jawab langsung melayani masyarakat binjai kota. Insitusi Polri yang mempunyai tugas pokok polri sebagai pemeliharaan keamanan, ketertiban masyarakat serta penegakan hukum untuk memberi perlindungan, pelayanan dan pengayoman kepada masyarakat. Terdapat suatu bentuk kejahatan virtual dengan memanfaatkan media komputer yang terhubung ke internet, dan mengeploitasi komputer lain yang terhubung dengan internet. Adanya lubang-lubang keamanan pada sistem operasi menyebabkan kelemahan dan terbukanya lubang yang dapat digunakan para hacker, cracker dan script kiddies untuk menyusup ke dalam komputer tersebut. Salah satu masalah yang timbul dalam sebuah sistem pengelompokan kejahatan elektronik ini adalah tidak diketahuinya jumlah dan keaadaan yang dominan ataupun minimum dari kasus pelanggaran yang terjadi dikota binjai. Maka dari itu suatu sistem penerapan yang dapat mempermudah dalam menentukan pengelompokan kejahatan elektronik sesuai UU ITE pada Polres Binjai Kota dengan menggunakan metode clustering. Dan dari keseluruhannya dapat di simpulkan dari hasil jenis kriteria usia, pelanggaran dan juga pasal yang dikenakan bahwa pelanggaran yang paling dominan terjadi yaitu Penyebaran Informasi Hoax dengan nilai 2,75  5,87  6,25 kemudian disusul dengan jenis kejahatan Pemerasan/Pengancaman dengan jumlah 3,57  3,42  3,14 serta pelanggaran yang minimum terjadi adalaj Konten pornografi yang bernilaikan sebesar 3,4  1  1.
PENERAPAN DATA MINING PENGELOMPOKKAN PENYAKIT MENULAR SEKSUAL (PMS) MENGGUNAKAN METODE CLUSTERING Simanjuntak, Magdalena
JURNAL MAHAJANA INFORMASI Vol 4 No 1 (2019): JURNAL MAHAJANA INFORMASI
Publisher : Universitas Sari Mutiara Indonesia Medan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (339.252 KB)

Abstract

Penyakit Kelamin (veneral disease) sudah lama dikenal diIndonesia. Sejalan dengan majunya ilmu pengetahuan istilah tersebut sudah tidak digunakan lagi dan dirubah menjadi Sexually Transmitted Disease (STD) atau Penyakit Menular Seksual (PMS). Infeksi menular seksual adalah infeksi yang ditularkan dari satu orang ke orang lainnya, penyakit PMS yang banyak diderita oleh beberapa laki-laki, perempuan dan remaja yang mengikuti pergaulan yang begitu luas dan bebas dan adanya fenomena gaya hidup modern, mereka rela melakukan apapun tanpa memikirkan resiko yang tidak tanggung-tanggung hingga terjangkitnya penyakit menular yang dapat merenggut jiwa pasien.Dalam hal ini peneliti juga ingin mengetahui penyakit apa saja yang sering terjadi pada beberapa pasien dan dengan diketahuinya penyakit yang diderita pada pasien, maka pihak rumah sakit dapat memberitahu langsung bagaimana pencegahan serta pengobatan yang harus dilakukan oleh pasien yang akan terjangkit maupun yang sudah terjangkit penyakit menular. jenis penyakit Kondiloma Akuminata dan faktor penyebabnya adalah Virus DNA Golongan Papovavirus. Dan dapat diketahui pada cluster 3 dari kriteria usia, jenis penyakit, dan faktor penyebab, kelompok mana yang memiliki himpunan / nilai paling tinggi dan paling banyak pasien yang mengalami sakit, yaitu pada Cluster 1 berjumlah 247 data pasien yang sakit usia 18-35 tahun dengan penyakit yang dialami ialah penyakit sifilis dan faktor penyebabnya adalah Bakteri Spiroseta. Dalam pengujian diatas dapat diketahui juga bahwa antara usia, jenis penyakit, dan faktor penyebab memiliki hubungan.