Azis, Tamzil
Jurusan Teknik Kimia, Fakultas Teknik, Universitas Sriwijaya

Published : 2 Documents
Articles

Found 2 Documents
Search

OPTIMASI PEMUCATAN MINYAK MENTAH DEDAK PADI DENGAN MENGGUNAKAN KARBON AKTIF Azis, Tamzil; Dewi, Lulu Kumala; Hendra, Hendra
Jurnal Teknik Kimia Vol 15, No 1 (2008): Jurnal Teknik Kimia
Publisher : Jurusan Teknik Kimia, Fakultas Teknik, Universitas Sriwijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Rice is a main food for 2/3 population in this world. The process of rice has a by product is rice bran. Rice bran content 16-23 % weight of oil. Rice bran oil is one of kind of oil that has high nutrient because that oil has fatty acid, biological active components and anti oxidant component. For this research, we did rice bran oil extraction and then degumming process and the last bleaching process using adsorbent active carbon. From the bleaching of rice bran oil, we get the best time is 40 min, the mixing velocity is 300 rpm, the temperature is 100  oC, and active carbon mass is 0,5 gram.
PENGARUH JENIS PELARUT TERHADAP PERSEN YIELDALKALOIDDARI DAUN SALAM INDIA (MURRAYA KOENIGII) Azis, Tamzil; Febrizky, Sendry; Mario, Aris D.
Jurnal Teknik Kimia Vol 20, No 2 (2014): Jurnal Teknik Kimia
Publisher : Jurusan Teknik Kimia, Fakultas Teknik, Universitas Sriwijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Daun salam India merupakan tanaman khas wilayah Asia Tenggara, daun ini dimanfaatkan secara luas oleh masyarakat sebagai rempah penyedap masakan. Terdapat beberapa metode untuk mengekstrak kandungan minyak atsiri dan alkaloid dari tanaman dan rempah – rempah, seperti distilasi uap, hydrodistillation, dan ekstraksi pelarut. Pada penelitian kali ini dilakukan ektraksi pelarut dengan metode sokhletasi untuk mendapatkan persen yield dari ketiga jenis pelarut dan konsentrasi optimal. Variabel pada penelitian ini adalah jenis pelarut (etanol, heksana, air), konsentrasi etanol (40 %, 70 %, 90 %) dan temperatur. Hasil penelitian diperoleh ekstraksi daun salam India dengan pelarut etanol menghasilkan yield sebesar 22 %, heksana 18 %, sedangkan air 9 %. Kemudian untuk konsentrasi etanol 40 % menghasilkan yield sebesar 6,667 %, 16,66 % untuk etanol 70 %, dan 20 % untuk etanol 90 %. Sehingga etanol merupakan pelarut terbaik dengan etanol 70 % paling optimal dalam mengekstrak daun salam India dibandingkan heksana dan air. Kata Kunci : Daun salam India, Leaching, Etanol, Heksana, Air