This Author published in this journals
All Journal JURNAL KEBIDANAN
sulistyadini, eka
AKADEMI KEBIDANAN DHARMA HUSADA KEDIRI

Published : 1 Documents
Articles

Found 1 Documents
Search

HUBUNGAN PENGETAHUAN DAN SIKAP AKSEPTOR KB AKTIF TENTANG KONTRASEPSI IMPLAN DI DESA DOKO KECAMATAN NGASEM KABUPATEN KEDIRI

JURNAL KEBIDANAN Vol 4 No 2 (2015): JURNAL KEBIDANAN
Publisher : AKADEMI KEBIDANAN DHARMA HUSADA KEDIRI

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (231.377 KB)

Abstract

Kontrasepsi dibutuhkan untuk membatasi jumlah penduduk. Masyarakat banyak yang sudah mengetahui mengenai keluarga berencana, namun hanya beberapa orang saja yang tertarik untuk menggunakan kontasepsi implan. Hal ini karena kurangnya pengetahuan masyarakat tentang kontrasepsi implan dan dalam menyikapi kontrasepsi implan. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui hubungan pengetahuan dan sikap akseptor KB aktif tentang kontrasepsi implan di BPM Ny. Agustin Desa Doko, Kecamatan Ngasem Kabupaten Kediri. Jenis rancangan penelitian ini adalah penelitian korelasi dengan pendekatan cross sectional. Populasi dalam penelitian ini adalah semua akseptor KB aktif. Tehnik pengambilan sampel dengan accidental sampling didapatkan sampel 30 responden. Penelitian dilakukan pada tanggal 7-15 Mei 2015. Pengambilan data dengan menggunakan kuesioner, data diolah dengan editing, coding, scoring, tabulating dan dianalisis dengan uji chi square. Hasil penelitian menunjukkan responden dengan pengetahuan baik adalah 18 responden (60%), dan pengetahuan kurang 12 responden (40%). Sedangkan sikap akseptor KB aktif tentang kontrasepsi implan dalam kategori positif adalah 17 responden (56, 7%). Hasil uji statistik dengan menggunakan chi square, diperoleh hasil chi square = 0,016 < 0,05 maka H0 ditolak. Dari hasil penelitian diperoleh kesimpulan bahwa Ada Hubungan Pengetahuan dan Sikap Akseptor KB Aktif tentang kontrasepsi implan. Dengan demikian diharapkan akseptor KB lebih termotivasi untuk menambah informasi dan pengetahuan tentang kontrasepsi implan melalui tenaga kesehatan, media massa, dan kader serta dapat mengaplikasikan pengetahuan dalam kehidupan sehari-hari.