Articles

Found 3 Documents
Search

PENILAIAN KINERJA SISTEM IRIGASI MENGGUNAKAN INDIKATOR UNTUK PEMBUATAN KEPUTUSAN Syahyadi, Rizal; Ibrahim, Ibrahim
Portal: Jurnal Teknik Sipil Vol 5, No 2 (2013)
Publisher : Politeknik Negeri Lhokseumawe

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30811/portal.v5i2.948

Abstract

This study involves the assessment of the performance of technical irrigation system in Aceh, Indonesia, namely the Pante Lhong technical irrigation system. The Pante Lhong technical irrigation system performances were evaluated using measured internal and external indicators that covered different aspect of evaluation. The Rapid Appraisal Process (RAP) is a visual assessment tool was used to evaluate the internal indicators performance. The selected indicators were grouped in terms of actual water delivery service performance and infrastructure maintenance. The external indicators were crop yield and production cost. The data are collected from the farmers in the three regions which were upstream, middle stream and downstream. Data were collected through field observation and face to face interviews with the irrigation staff and the farmers. The results for the infrastructure maintenance indicators showed that the current canal network received 74.25 % of the expected infrastructure maintenance. The results also found that the continuous supply method is quite enough to excellent performance of flexibility, reliability and equity of water distribution. However, the control flow to farmers in the next level at third canal/tertiary level and measurement of volumes delivered sub components had performed at worse than expected. In the crop yield indicator, the average maximum productivity was 3.91 ton/ha and the income generated was Rp. 11.730 million rupiahs/ha. The total production cost of the Pante Lhong technical irrigation system was Rp. 4.126 million rupiahs/ha and hence in term of return of investment (ROI), it is still profitable and feasible to be developed for the farmers.
PENGARUH PENAMBAHAN SILICA FUME TERHADAP PENGURANGAN SUSUT BETON Miswar, Khairul; Syahyadi, Rizal
Jurnal Sains dan Teknologi Reaksi Vol 2, No 2 (2004): Jurnal Sains dan Teknologi Reaksi
Publisher : Politeknik Negeri Lhokseumawe

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30811/jstr.v2i2.65

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh admixture silica fume terhadap susut beton. Benda uji berupa silinder standar berdiameter 15 cm dan tinggi 30 cm, sejumlah 15 buah. Dua jenis perlakuan terhadap benda uji yaitu benda uji tanpa silica fume sebagai pembanding dan benda uji menggunakan silica fume dengan konsentrasi 2 %, 4 %, 6 % dan 8 % dari berat semen. Hasil pengujian menunjukkan bahwa penambahan silica fume mengurangi susut pada beton. Hasil pengukuran menunjukkan bahwa benda uji dengan silica fume 4 % dan 6 % mengalami susut 0,00040 dan 0,00034, lebih kecil dari benda uji pembanding tanpa silica fume (0 %) yaitu 0,00048. Sedangkan benda uji 2 % silica fume susut 0,00046. Benda uji dengan silica fume 8 % susut 0,00028. Hal ini menunjukkan bahwa penggunaan silica fume antara 4 % - 8 % sangat penting dalam memperkecil susut beton.
PENGUJIAN KUAT TEKAN BETON YANG DIPENGARUHI OLEH LINGKUNGAN ASAM SULFAT Syahyadi, Rizal
Jurnal Sains dan Teknologi Reaksi Vol 2, No 2 (2004): Jurnal Sains dan Teknologi Reaksi
Publisher : Politeknik Negeri Lhokseumawe

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30811/jstr.v2i2.82

Abstract

Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui pengaruh lingkungan agresif asam sulfat terhadap kuat tekan beton menggunakan agregat batu pecah dan kerikil dengan bahan pengikat semen portland tipe I dan waterprofing. Faktor air semen (FAS) yang digunakan adalah 0,40. Benda uji dibuat dalam dua jenis yaitu benda uji kontrol yang direndam dalam air normal dan diuji pada umur 28, 31, 35, 42 dan 56 hari. Benda uji terserang sulfat direndam dalam larutan asam sulfat 2,5% dan 5%, dimulai pada saat benda uji berumur 28 hari dengan lama perendaman 3, 7, 14 dan 28 hari. Berkesesuaian dengan umur benda uji kontrol 31, 35, 42 dan 56 hari. Berdasarkan hasil pengujian kekekalan agregat menunjukan agregat kerikil lebih tahan terhadap sulfat dari pada agregat batu pecah. Pengujian kuat tekan menunjukkan benda uji menggunakan agregat batu pecah lebih tahan terhadap sulfat dari pada benda uji menggunakan agregat kerikil, yaitu penurunan kekuatan pada perendaman 28 hari dalam larutan sulfat konsentrasi 2,5% dan 5% adalah sebesar 23,5% dan 32,9% dibandingkan dengan benda uji menggunakan agregat kerikil yaitu mencapai 34,0% dan 51,6% pada perlakuan yang sama. Kata kunci: lingkungan agresif asam sulfat, kuat tekan.