Articles

Found 5 Documents
Search

POTENSI KEMANGI SEBAGAI PESTISIDA NABATI Ridhwan, M; Isharyanto, Isharyanto
Serambi Saintia : Jurnal Sains dan Aplikasi Vol 4, No 1 (2016): Serambi Saintia
Publisher : Universitas Serambi Mekkah

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (308.315 KB) | DOI: 10.32672/jss.v4i1.112

Abstract

Penggunaan pestisida kimia di Indonesia telah memusnahkan 55% jenis hama dan 72 % agens pengendali hayati. Oleh karena itu diperlukan pengganti, yaitu pestisida yang ramah lingkungan. Satu alternatif pilihan adalah penggunaan pestisida hayati yang berasal dari tumbuhan. Pestisida nabati adalah salah satu pestisida yang bahan dasarnya berasal dari tumbuhan. Salah satu tumbuhan yang digunakan sebagai pestisida nabati adalah tanaman kemangi. Kemangi merupakan sejenis tumbuhan yang banyak digunakan dalam masakan terutamanya masakan Indonesia. Daun kemangi mengandung minyak atsiri dengan bahan aktif eugenol dan sineol yang mempunyai potensi sebagai larvasida dan hormon juvenil yang menghambat perkembangan larva nyamuk (Anopheles aconitus). Minyak kemangi berfungsi sebagai larvasida dengan cara kerja sebagai racun kontak (contact poison) melalui permukaan tubuh larva karena fenol (eugenol) mudah terserap melalui kulit Kata Kunci: Kemangi, Pestisida Nabati.
Buah Lindur (Bruguera gymnorrhyza) sebagai Makanan Kardiman, Kardiman; Ridhwan, M; Armi, Armi
Serambi Saintia : Jurnal Sains dan Aplikasi Vol 5, No 2 (2017): Serambi Saintia
Publisher : Universitas Serambi Mekkah

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (30.917 KB) | DOI: 10.32672/jss.v5i2.534

Abstract

Mangrove merupakan suatu ekosistem hutan yang terdapat di daerah tergenang dan bermanfaat baik secara ekologis maupun secara ekonomis. Tujuan dari penelitian adalah untuk mengetahui pemanfaatan buah mangrove oleh masyarakat Desa Langi Kecamatan Alafan Kabupaten Simeulu. Penelitian dilakukan menggunakan pendekatan kualitatif dan jenis penelitian diskriptif. Objek penelitian adalah masyarakat Desa Langi Kecamatan Alafan Kabupaten Simeulu. Sampel diambil 25 orang masyarakat yang sering memanfaatkan tanaman Lindur sebagai bahan makanan. Data diperoleh dengan teknik wawancara. Data diolah dengan menguraikan jawaban-jawaban responden. Dari hasil penelitian diperoleh bahwa masyarakat Desa Langi Kecamatan Alafan sering memanfaatkan buah lindur sebagai sumber pangannya. Buah Lindur yang diperoleh diolah dengan cara: a. Pemilihan buah, b. Perebusan yang dicampur dengan abu dapur dan arang, c. Pencucian, d. Pengupasan kulit luar, e. Perendaman, dan f. Penumbukan hingga dapat di kosumsi. Kata Kunci: Lindur, Pengolahan.
Penyu dan Usaha Pelestariannya Juliono, Juliono; Ridhwan, M
Serambi Saintia : Jurnal Sains dan Aplikasi Vol 5, No 1 (2017): Serambi Saintia
Publisher : Universitas Serambi Mekkah

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (274.154 KB) | DOI: 10.32672/jss.v5i1.277

Abstract

Penyu (Sea turtle) adalah salah satu satwa peninggalan dari zaman purba 110 juta tahun yang silam, penyu berhasil melewati zaman purba yang sampai saat ini masih hidup di dunia termasuk juga di Aceh. Kehidupan penyu saat ini mulai terancam punah akibat gangguan-gangguan oleh manusia, predator, lingkungan maupun penyu itu sendiri. Penyu merupakan satwa langka yang bukan hanya milik negara tertentu saja, akan tetapi menjadi milik dunia sehingga semua bangsa di dunia berkepentingan untuk menjaga kelestariannya. Berbagai upaya telah dan akan dilakukan guna menyelamatkan hewan yang kini mulai langka itu oleh intansi yang berwenang, diantaranya mengajak masyarakat yang berada di sekitar habitatnya untuk ikut menjaga dan mengurangi pengembilan telur-telurnya. Masyakarat akan sulit dilarang untuk pengambilan telur penyu karena hal itu merupakan salah satu sumber mata pencaharianmasyarakat. Oleh karena itu mengajak untuk mengurangi saja sehingga ada sebagian dari telur itu yang menetas merupakan salah satu upaya dalam rangka pelestarian penyu. Kata Kunci: Penyu, Pelestarian.
KERUSAKAN YANG DITIMBULKAN OLEH PENYAKIT PADA TANAMAN TEBU DI DESA BLANG MANCUNG KECAMATAN KETOL KABUPATEN ACEH TENGAH Ahmad, Arifin; Ridhwan, M; Ibrahim, Ibrahim
Serambi Saintia : Jurnal Sains dan Aplikasi Vol 4, No 2 (2016): Serambi Saintia
Publisher : Universitas Serambi Mekkah

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (654.195 KB) | DOI: 10.32672/jss.v4i2.79

Abstract

Tanaman tebu merupakan suatu komoditas yang sangat penting karena tebu merupakan penghasil gula. Namun tanaman tanaman tebu sangat rentan terhadap hama penyaki. Tujuan penelitian adalah untuk mengetahui penyakit-penyakit yang merusak tanaman tebu dan akibat yang ditimbulkan oleh hama tersebut. Penelitian ini dilakukan di Kampung Blang Mancung Kecamatan Ketol Kabupaten Aceh Tengah, peneliti menggunakan metode deskriptif. Jenis penelitian yang akan dilakukan yaitu dengan penelitian survey. Data diolah secara deskriptif, artinya data diolah dengan cara menggambarkan temuan-temuan di lapangan. Hasil penelitian menunjukkan penyakit yang ditemukan pada tanaman tebu adalah penyakit blendok, penyakit mosaic, dan penyakit nanas. Jenis kerusakan yang disebabkan oleh penyakit adalah batang tebu berlubang, batang tebu terkikis, dan daun dan batang menghitam. Kata Kunci: Kerusakan, Penyakit, Tebu.
DAKWAH PROFESIONAL DALAM REKAYASA PERADABAN ERA GLOBALISASI Ridhwan, M; Bukhari, Bukhari
Al-Hikmah: Jurnal Dakwah dan Ilmu Komunikasi Volume I No. 1 Tahun 2018
Publisher : Universitas Islam Negeri Imam Bonjol Padang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (868.097 KB) | DOI: 10.15548/al-hikmah.v0i0.88

Abstract

Islam adalah agama dakwah, Islam juga melahirkan dakwah dan propaganda itu sendiri merupakan spirit Islam. Islam hanya bisa dikembangkan jika propaganda dipromosikan di tengah-tengah kehidupan manusia setiap saat dan tempat.Pelaksanaan dakwah di era modern seperti sekarang ini, lebih-lebih di masa depan akan semakin berat dan kompleks, karena masalah yang dihadapi oleh dakwah dan juru dakwah berkembang dan semakin kompleks juga. Kemajuan ilmu pengetahuan dan teknologi telah membawa banyak perubahan bagi masyarakat, baik dalam cara berpikir, sikap, dan tindakan, sehingga strategi propaganda yang dilakukan dengan baik disesuaikan dengan perubahan kebutuhan dan perkembangan masyarakat yang menjadi objek dakwah .