., Krismiaji
Akademi Akuntansi YKPN Yogyakarta

Published : 6 Documents
Articles

Found 6 Documents
Search

PERANAN HUKUM DALAM PEMBANGUNAN EKONOMI DI INDONESIA ., Krismiaji
Wahana: Jurnal Ekonomi, Manajemen dan Akuntansi Vol 14, No 2 (2011)
Publisher : Akademi Akuntansi YKPN Yogyakarta

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (42.784 KB)

Abstract

Pembangunan ekonomi di sebuah negara tidak bisa dilepaskan dengan aspek hukum. Tanpa kepastian hukum yang jelas, maka investasi asing tidak akan masuk ke sebuah negara. Dukungan dari bidang hukum bagi pembangunan ekonomi sebuah negara sangat diperlukan. Hukum memiliki peran yang sangat sentral dalam keberhasilan pembangunan ekonomi suatu negara, khususnya dalam memberikan kepastian usaha dan investasi. Di negara berkembang, hukum memiliki peranan yang besar untuk turut memberi peluang pembangunan ekonomi. Pelaksanaan roda pemerintahan yang demokratis, dan menggunakan hukum sebagai instrumen untuk merencanakan dan melaksanakan program pembangunan yang komprehensirf, akan membawa negara ini menuju masyarakat dengan tingkat kesejahteraan yang di cita-citakan. Agar hukum dapat tetap memainkan peranannya dalam menunjang perekonomian suatu negara, maka hukum juga harus beradaptasi dengan berbagai perubahan yang terjadi dalam bidang bisnis.Kata kunci: hukum, pembangunan ekonomi, kepastian hukun, kepastian usaha/investasi.
STANDAR AKUNTANSI: KAJIAN KRITIS PRINCIPLE-BASED VERSUS RULE-BASED ., Krismiaji
Wahana: Jurnal Ekonomi, Manajemen dan Akuntansi Vol 13, No 1 (2010)
Publisher : Akademi Akuntansi YKPN Yogyakarta

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (65.257 KB)

Abstract

Standar akuntansi yang dihasilkan sampai dengan awal abad 20 cenderung mendasarkan pada aturan rinci (rule-based), yang membuat para pengguna merasa nyaman. Namun seiring perkembangan dalam dunia bisnis, berbagai kecurangan akuntansi yang terjadi memaksa pembuat aturan menerbitkan sarbanes oxley act of 2002, yang dalam pasal 108 menginstruksikan SEC untuk mempelajari kemungkinan penerapan principle-based dalam penyusunan standar akuntansi. Hasil kajian kritis terhadap kedua perubahan pendekatan dari rule-based menjadi principlesbased dalam penyusunan standar akuntansi di Amerika Serikat adalah sebagai berikut. Pertama, pada dasarnya standar akuntansi yang selama ini dibuat oleh FASB sebagian sudah memiliki sifat principle-based, namun sebagian lagi memiliki sifat rule-based. Kedua, standar akuntansi yang memiliki sifat rule-based diyakini tidak mengandung prinsip atau mengandung prinsip yang keliru, sehingga perlu dijabarkan lebih lanjut dengan menggunakan pedoman implementasi dan sejenisnya. Ketiga, principle-based mengandung kelemahan utama yaitu tidak bisa menghasilkan statemen keuangan yang memiliki daya banding dengan perusahaan lainnya dan cenderung tidak konsisten. Keempat, dari sudut pandang akuntan, ternyata para akuntan lebih menyukai rule-based karena mereka dapat terhindar dari upaya tuntutan hukum sebagai akibat judgment yang salah dalam pelaporan keuangan. Kelima, upaya untuk berpindah dari rule-based ke principle-based tidak dapat berjalan dengan lancar, karena konstituen FASB masih menghendaki agar FASB membuat pedoman implementasiKata kunci: rule-based, principle-based, standar akuntansi.
AKTUALITAS FILSAFAT ILMU SEBAGAI DASAR DAN ARAH PENGEMBANGAN ILMU AKUNTANSI ., Krismiaji
Wahana: Jurnal Ekonomi, Manajemen dan Akuntansi Vol 12, No 2 (2009)
Publisher : Akademi Akuntansi YKPN Yogyakarta

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (153.436 KB)

Abstract

Perkembangan ilmu termasuk ilmu akuntansi pada dasarnya merupakan hasil implementasi dari filsafat ilmu. Makalah ini memaparkan bagaimana aktualitas filsafat ilmu digunakan sebagai dasar dan arah pengembangan ilmu akuntansi. Pendekatan yang digunakan adalah pendekatan output dengan melakukan penelusuran terhadap output dari sebuah proses filsafat yaitu ujud fisik ilmu akuntansi sejak pertama kali digunakan secara formal untuk kemanfaatan manusia hingga perkembangan terkini, dan diakhiri dengan uraian tentang arah pengembangan ilmu akuntansi ke depan dengan basis tiga pilar filsafat ilmu, yaitu ontologi, epistemologi, dan aksiologi. Ilmu akuntansi secara formal diakui ketika seorang ahli matematika yaitu Luca Pacioli menerbitkan sebuah buku yang dalam salah satu babnya membahas tentang konsep debit dan kredit, yang dalam perkembanganya disebut pembukuan berpasangan. Selanjutnya ilmu akuntansi dimatangkan oleh Littleton melalui tujuh “key ingredients” yang menyebabkan akuntansi berkembang menjadi akuntansi modern seperti sekarang in dan pada akhirnya untuk memenuhi kebutuhan masyarakat (landasan aksiologis) yang terus berkembang, ilmu akuntansi mengembangkan diri dengan mengadopsi teknologi informasi yaitu sistem database dengan model entity-relationship. Sistem database mengeliminasi praktik pembukuan berpasangan, namun tidak meniadakan konsep keseimbangan debit dan kredit.Keywords: pembukuan berpasangan, sistem database, ontologi, epistemologi, aksiologi, entityrelationship
TEORI AKUNTANSI: TELAAH LITERATUR TERHADAP TEORI NORMATIF DAN TEORI POSITIF ., Krismiaji; Murwani, Ani Sri
Wahana: Jurnal Ekonomi, Manajemen dan Akuntansi Vol 16, No 1 (2013)
Publisher : Akademi Akuntansi YKPN Yogyakarta

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (52.502 KB)

Abstract

Tujuan paper ini adalah untuk mengklarifikasi dan memperjelas pengertian teori akuntansi. Motivasi yang memicu dilakukannya kajian literatur ini adalah fakta bahwa terdapat berbagai pendapat dan tulisan tentang teori akuntansi. Sebagian buku menulis tentang teori akuntansi dari sisi kelembagaan, sedangkan buku lain menulis dari sisi pemanfaatan teori akuntansi sebagai dasar untuk menjustifikasi perlakuan akuntansi yang dipilih. Dari kajian teori normatif dan teori positif disimpulkan bahwa teori akuntansi merupakan gabungan dari teori normatif dan teori positif. Teori normatif menggunakan value judgment dan menyediakan berbagai aturan dan standar yang harus diikuti dalam praktik. Teori positif memprediksi dan menjelaskan memprediksi keputusan dan pilihan kebijakan akuntansi yang akan dibuat oleh para manajer, dan menghasilkan temuan-temuan dalam praktik yang akan menjadi umpan balik bagi perumusan standar dan aturan akuntansi yang baru.Kata kunci: teori normatif, teori positif, value judgment.
MANAJEMEN LABA DAN ETIKA BISNIS ., Krismiaji
Wahana: Jurnal Ekonomi, Manajemen dan Akuntansi Vol 15, No 1 (2012)
Publisher : Akademi Akuntansi YKPN Yogyakarta

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (48.518 KB)

Abstract

Earnings management is not a new in business practices. Many ways and motives are owned by managers. There are some controversy about earnings management. Some argue that earnings management have negative impacts to the reliability and credibility of accounting information. The other argue that earnings management is one of methods to arrange reported income in order to avoid the sharp fluctuation of reported income from time to time. This paper discuss earnings management from ethics perspective. The result shows that earnings mangement practice is depend on management intention. If it is done based on opportunistic motive, it will cost the other people, and this is not an ethical practice and vice versa. To ensure that earnings management practice will not break the ethics and even enhance usefullness of accounting information, organization can apply a more tight accounting standard and corporate governance.Keywords: Earnings Management, Ethics, Accounting Standard, Corporate Governance
ANALISIS KOMPARASI RERANGKA KONSEPTUAL FASB VERSUS IASB ., Krismiaji
Wahana: Jurnal Ekonomi, Manajemen dan Akuntansi Vol 13, No 2 (2010)
Publisher : Akademi Akuntansi YKPN Yogyakarta

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (137.821 KB)

Abstract

Rerangka konseptual merupakan acuan utama dalam pengembangan standar akuntansi baik oleh FASB maupun oleh IASB. Dengan diadopsinya IFRS oleh banyak negara,termasuk indonesia, maka pemahaman mengenai perbedaan antara rerangka konseptual IASB dan FASB menjadi penting. Hasil pembandingan menunjukkan bahwa secara substansial tidak ada perbedaan yang signifikan. Pembandingan yang menekankan pada aspek tujuan pelaporan keuangan dan karakteristik kualitatif informasi keuangan menemukan bahwa tujuan yang ingin dicapai oleh kedua dokumen relatif sama, nyaris tidak ada perbedaan. Temuan lain adalah bahwa karakteristik kualitatif pada dokumen tersebut secara garis besar sama. Perbedaan hanya terjadi pada poin materialitas. Pada ED-IASB, materialitas dianggap sebagai salah satu pervasive constraints, sedangkan dalam SFAC No.8 letaknya lebih didekatkan pada relevansi. Temuan terakhir adalah bahwa ED-IASB mempertimbangkan beberapa other qualitative characteristics sebagai upaya untuk meningkatkan decision usefulness, yaitu transparency, true and fair value, credibility, internal consistency, dan high quality.Kata kunci: FASB, IASB, IFRS, ED-IASB, SFAC, karakteristik kualitatif, decision usefulness.