Articles

Found 3 Documents
Search

STUDI KOROSI BESI COR KELABU DILINGKUNGAN TEMPERATUR TINGGI YANG MENGANDUNG H2SO4 DAN NaCl Mahyoedin, Yovial
JURNAL KAJIAN TEKNIK MESIN Vol 1, No 1 (2016): Jurnal Kajian Teknik Mesin
Publisher : JURNAL KAJIAN TEKNIK MESIN

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (515.87 KB)

Abstract

Besi cor kelabu merupakan bahan yang memiliki kekuatan baik, banyak digunakan pada blok silinder mesin disel dan tungku pemanas. Penggunaan bahan pada suhu tinggi dapat mengalami pengkorosian, karena pada suhu tinggi kinetika reaksi kimia akan meningkat sehingga akan mempercepat laju korosi. Penelitian ini dilakukan untuk mengkaji laju korosi besi cor kelabu dalam lingkungan dengan suhu tinggi yang mengandung unsur H2SO4 dan NaCl. Pengujian dilakukan dengan variasi waktu dari 5 hingga 8 jam dan pada suhu 700oC. Bahan uji dipanaskan sebelumnya selama 30 menit dengan suhu 200oC. Pada suhu ini benda uji dilapisi larutan NaCl dan H2SO4 dengan perbandingan 50:50 yang nantinya akan dilarutkan dengan 400ml air. Setelah pelapisan, pengujian dengan suhu tinggi dilakukan. Hasil pengujian menunjukkan bahwa bahan kehilangan berat sebesar 0,0085 mm/year dalam waktu 5 jam. Pada waktu 6 jam diperoleh kehilangan berat sebesar 0,0048 mm/year, untuk waktu 7 jam diperoleh kehilangan berat sebesar 0,0189 mm/year dan untuk waktu 8 jam diperoleh kehilangan berat yang sangat signifikan yaitu sebesar 0,0257 mm/year. Keberadaan deposit NaCl dan H2SO4 pada lapisan besi cor kelabu sangat signifikan dalam mempengaruhi laju oksidasi.Kata kunci: besi cor kelabu, korosi, suhu tinggi, NaCl dan H2SO4
STUDI ALIRAN AIR PADA BALL VALVE DAN BUTTERFLY VALVE MENGGUNAKAN METODE SIMULASI COMPUTATIONAL FLUID DYNAMICS Arman, Rizky; Mahyoedin, Yovial; Kaidir, Kaidir; Desilpa, Nando
JURNAL KAJIAN TEKNIK MESIN Vol 4, No 1 (2019): JURNAL KAJIAN TEKNIK MESIN
Publisher : JURNAL KAJIAN TEKNIK MESIN

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

ABSTRAKValve adalah alat mekanis yang mengatur aliran atau tekanan cairan. Fungsinya adalah  menutup atau membuka aliran, mengontrol laju aliran, mengalihkan aliran, mencegah aliran balik, mengontrol tekanan, atau mengurangi tekanan. Masalah yang umumnya ditemui adalah  penutupan valve tidak sempurna dikarenakan adanya kotoran-kotoran yang menghalangi penutupnya untuk menutup secara sempurna. Penanganannya yang paling sederhana yaitu membersihkan dudukan dari kotoran-kotoran tadi secara intensif dan dilakukan pelumasan. Penelitian ini bertujuan untuk menjelaskan gambaran tentang simulasi aliran pada ball valve dan butterfly valve. Dan menjelaskan perbandingan tekanan, temperatur dan kecepatan distribusi air pada dua jenis valve. Tekanan fluida pada kondisi tertutup berbeda dengan kondisi terbuka. Hal ini akan berdampak terhadap kekuatan ball valve dan butterfly valve. Tekanan yang besar atau melebihi spesifikasi akan mempengaruhi mekanisme kerja dan kekuatan material. Pengaruh tekanan ini menjadi sangat penting dalam ball valve dan butterfly valve karena tekanan fluida dengan temperatur, pada  kondisi tertentu bisa di luar batas spesifikasi khususnya pada ball valve Sanitary SS316 Mounting Pad 3 inci dan butterfly valve Sanitary SS 304 3 inci. Metode yang digunakan adalah Computational Fluid Dynamics dengan bantuan Software Flow Simulasi Solidwork 2014.Kata Kunci: Ball and Butterfly Valve, Solidwork, Flow Simulasi, CFD, Tekanan, Temperatur, Kecepatan aliran. ABSTRACTValves are mechanical devices that regulate fluid flow or pressure. Its function can close or open the flow, control the flow rate, divert flow, prevent backflow, control pressure, or reduce pressure. The problem commonly encountered is that the valve closure is not perfect due to the impurities that prevent the cover from closing completely. The simplest handling is to clean the holder from the dirts earlier and do lubrication. This study aims to explain the description of the flow simulation on ball valve and butterfly valve. This study also explain the comparison of pressure, temperature and velocity of water distribution in two types of valve heads. Fluid pressure under closed conditions is different from opening conditions. This will affect the strength of the ball valve and butterfly valve as a valve. Pressure that is large or exceeds specifications will affect the working mechanism and material strength. The effect of this pressure becomes very important in the ball valve and butterfly valve because of  fluid pressure with temperature under certain conditions it can be out of the specification limits, especially in Sanitary SS316 Mounting Pad 3-inch ball valve and SS 304 3 inch Sanitary butterfly valve. This method was used in research is Computational Fluid Dynamics by utilizing of Flow Simulation Solidwork 2014 Software.Keywords: Ball Valve, Butterfly Valve, Solidwork 2014, Flow Simulation, CFD, Pressure, Temperature, Velocity
Karakteristik Reologi Komposit Serbuk Cangkang Kemiri dan Poliuretan Mahyoedin, Yovial; Dewi, Kurnia Harlina; Marthiana, Wenny; Arman, Rizky; Azhari, Ridho
JURNAL KAJIAN TEKNIK MESIN Vol 4, No 1 (2019): JURNAL KAJIAN TEKNIK MESIN
Publisher : JURNAL KAJIAN TEKNIK MESIN

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

AbstrakPenelitian ini bertujuan menentukan karakteristik reologi komposit serbuk cangkang kemiri (SCK) berukuran 45µm<d<75µm dan resin Poliuretan (PU) dengan komposisi bervariasi, yaitu 5%:95%, 10%:90%, 15%:85%. Pencampuran SCK dan PU dilakukan dengan mechanical mixer dengan kecepatan dan lama pengadukan masing-masing 10, 15 dan 20 menit dan 100, 200 dan 250 rpm. Reologi komposit diperoleh dengan pengujian rotational viscometer dan dioptimasi dengan metoda Taguchi. Penelitian menunjukkan viskositas terkecil 218,66 mPa.s, ditemukan pada komposit dengan komposisi 5% 95%, waktu pengadukan 15 menit dan kecepatan pengadukan 100 rpm.  Kata kunci: Serbuk cangkang kemiri, Poliuretan, Viskositas, Reologi.  Abstract This study aimed to determine the composite rheological characteristics of candlenut shells (SCK) with particle size of 45µm <d <75µm and polyurethane (PU) resins with varying compositions, namely 5%: 95%, 10%: 90%, 15%: 85%. Mixing of SCK and PU is carried out using mechanical mixers with a speed and stirring time of 10, 15 and 20 minutes and 100, 200 and 250 rpm, respectively. Composite rheology was obtained by rotational viscometer testing and optimized by the Taguchi method. The results showed the smallest viscosity of 218.66 mPa.s, found in composites with a composition of 5% 95%, stirring time of 15 minutes and stirring speed of 100 rpm. Keywords: candlenut shell, polyurethane, viscosity, rheology